Pagi ini suasana sangat indah seperti biasa sebagai seorang siswa tentu, kegiatan setiap paginya bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah perkenalkan namaku ayunda putri sekarang aku duduk dikelas 3 SMP.
Aku bersekolah disalah satu SMP swasta didesaku bahkan sekolah ini dekat dengan tempat tinggalku, berjalan kaki saja sudah sampai disekolah sekitar 10 menitan lah.
Akupun berangkat menuju sekolah sama halnya seperti biasa belajar,bercanda dengan teman saat jam istirahat, mengerjakan tugas bersama-sama dan keseruan lainya sampai pada akhirnya datanglah waktu yang sangat menyenangkan.
Hari itu disekolahan tempat setelah jam istirahat berbunyi,aku duduk dibawah pohon berdua dengan sahabatku namanya silvi biasa sambil ngemil makanan ringan dan ngobrol terserah sih apa yang keluar dari mulut aja.
Tiba-tiba datanglah dua orang teman laki-laki kami masih satu kelas Aji dan Andra,aku kami bersikap biasa saja termasuk aku namanyakan juga berteman.
mereka berdua duduk dengan kami tepatnya Andra disebelahku baiklah aku bersikap biasa saja,namun saat terus mengobrol dengan mereka Silvi tiba-tiba saja tersenyum aku mencoba bertanya sil Silvi kenapa kok malah senyum-senyum.
"Gak ayu aku gakpapa tapi kayaknya ada yang lagi ngedeketin kamu sih",aku kaget siapa sil aku melirik kesampingku ya melihat andra tapi dia malah ikut tersenyum begitu juga dengan Aji malah ketawa-ketawa sambil ngomong " udah Andra kalo suka ngomong aja gak usah diam tapi tetap didekatin gitu".
Aku tidak terlalu mengerti apa yang mereka maksud,tapi mungkin mereka mengatakan jika Andra menyukai ku namun aku hanya diam saja lagian Andra bersikap seperti biasa padaku kenapa yang heboh malah teman-teman ku.
Tapi mereka akan lebih sering berbuat hal ini lagi, dikarenakan mereka bertiga tinggal bersama maksudnya rumah mereka berdekatan agak jauh dari sekolah mereka berangkat dengan naik sepeda.
Melihat tingkah aneh mereka aku langsung mengajak Silvi masuk ke dalam kelas,dan meninggalkan aji dan Andra sambil berkata pada Silvi udah gak usah ikut-ikutan sil biarin aja mereka.
Keesokan harinya pagi ini dikelas ada masalah dimana ada dua orang temanku yang membuat masalah,perihal tempat duduk sih Rani dia selalu diganggu oleh Pian teman laki-laki yang duduk dibelakang rani yang selalu mengganggu dirinya.
Rani memprotes pada ibu guru kebetulan yang mengajar kami pagi ini adalah ini Asna,wali kelas kami jadi akhirnya buk Asna akan memindahkan Rani jauh dari Pian Bu Asna juga memarahi pian agar tidak menggangu Rani dan membuat keributan.
"Baiklah Rani kamu sekarang mau duduk dengan siapa?",
"Kalo boleh Rani mau duduk dengan Nanda Bu",
"Loh nandakan duduk dengan ayunda rani" ucap Bu Asna.
Akupun dengan senang hati mengatakan udah Bu gakpapa biar ayu duduk sama Silvi aja,Silvi memang duduk sendiri sekolah kami masih duduk berdua ya muridnya dipisah kok Nanda itu perempuan teman kami juga.
"Baiklah sekarang Rani pindah ketempat ayu,ayu pindah kesamping duduk dengan Silvi ya",
Akupun duduk kesamping Silvi tapi sebelumnya andra yang duduk didekat dinding pindah ketempat duduk Aji mereka duduk berdua.
Andra" sil silvi kamu aja yang geser kesana biar ayu yang duduk disini biar bisa sebelahan sama aku,udah pindah ya sil kita kan prends ni
" Modus aja lu andra Andra".
Akupun duduk disampingnya Silvi tapi malah silvi yang mendudukinya,loh kok pindah sih sil
" Kamu aja yang duduk disebelah sini ayu biar aku sebelah sini oke".
Akupun duduk dibangku yang tepat disamping Andra aku hanya bersikap biasa saja,jika benar dia suka kepadaku tapi jujur aku tidak menyukainya saat ini.
"Udahlah an Andra gak habis-habis deketin ayu terus"Aji Andra malah tertawa,aku mendengar percakapan mereka tentu karena jarak mereka dekat denganku.
Pelajaranpun dimulai saat mencatat aku melihat andra yang selalu memperhatikanku dan tersenyum tanpa ada sebabnya.
Aku sedikit Risih dengan sikapnya akhir-akhir ini,hari terus berjalan Andra masih saja senyum-senyum tak menentu saat dekat denganku.
Sampai pada waktu itu aku seperti selalu ditakdirkan dekat dengan si Andra ini, pembagian kelompok belajar kembali lagi Bu Asna yang memiliki kelompok dan memilih kami untuk masuk ke kelompok yang telah ia tentukan.
Beberapa nama terpanggil terdapat 4 kelompok, beberapa kelompok telah terisi dan namaku menjadi nama terakhir yang terpanggil ternyata aku terpilih dikelompok 1.
Sedikit perkenalan peringkat kelas dari,
1 Nanda
2 Reza
3 Ayunda
4 Raka
5 Silvi
6 Pian
Dikelompok 1 yang terpilih ternyata ada Nanda dan Silvi bisa dikatakan mereka berdua adalah pondasi kuat untuk kelompok itu.
Dikelompok 2 telah terpilih juga pondasi kuat kelompok Reza dan pian,
Dikelompok 3 telah terpilih Raka pondasi kuat juga serta Aji dan Andra juga sekelompok dengan mereka.
Dikelompok 4 telah terpilih bisa dikatakan teman-teman yang mendapatkan nilai rendah, dikelompok ini ada si bikin ketawa dan ceplas ceplos Ardian peringkat 2 dari terakhir dari 22 siswa.
Lanjut saat namaku akan disebutkan dan akan masuk ke kelompok, " baiklah terakhir ayu akan masuk kelompok 1 bersama Nanda dan Silvi".
Saat namaku dipanggil dan ditempatkan pada kelompok 1 tiba-tiba saja Reza protes,
"Bu kenapa ayu malah masuk kelompok 1 masuk kelompok Reza aja buk,ni Pian pindahin ke kelompok 1 dia selalu bikin onar ni pengganggu lagi kalo dikelompok udah pindahin aja Bu".
"Lah gak bisa gitu dong Reza kalo ibuk bilang dikelompok kami yaudah kenapa situ sewot terima aja" ucap Nanda Silvi juga ngomong gitu sih.
Belum sempat Reza bales omongan Nanda dan Silvi eh tiba-tiba,Ardian malah Nyamber aja
"Kenapa kalian masih rebutan ayu kelompoknya kaliankan udah ada yang pinter masing-masing kelompok masih minta ayu masuk kelompok kalian.
Udah bu ayu sama kita aja mereka yang lainkan udah pintar-pintar pasti bisa jaga kelompoknya,lah aku sama mereka bodoh semua mau dibikin tambah bodoh kami buk. bodoh ketemu bodoh yang sama dengan tambah bodoh lah Bu ibu ni gimana" ketus Ardian.
"Yaudah ayu masuk kelompok kamu Rian udah jangan marah lagi ya,gak boleh ngomong bodoh juga kamu itu cuma kurang belajar aja Rian ".
Tugas kelompokpun dilakukan seperti biasaya terus berjalan dan proses belajar itulah yang setiap hari dijalankan sebagai seorang siswa SMP.
Udah ya sekarang cerita uwu-uwunya aja lagi kalo kegiatan pendukungnya ya belajar seperti biasa dilakukan.
Suatu hari disaat jam pelajaran guru tersebut tidak bisa hadir, tugaspun dia berikan melalui pesan kepada guru piket hari itu dan menyampaikannya kepada kami dikelasku.
Karena kami bosan dikelas terus dan ada kesempatan kepurpus maka kami, memohon pada guru piket hari itu untuk mengerjakan tugas diperpustakaan saja biar ada suasana baru gitu karena keperpus itu jarang kalo lagi minjam buku aja baru keperpus itupun perorangan.
"Yaudah boleh kalo mau baca-bacapun boleh pokoknya jangan bikin keributan tugasnya nanti dikumpulkan dan tadi ibu itu bilang tugasnya boleh kumpul sekarang atau besok aja" ucap guru piket.
Adrian " kalo bisa besok kenapa harus sekarang yakan",
Andra " bener banget rian besok aja kenapa harus lakuin sekarang yakan",
Itu tu yang bikin kalian jadi siswa bodoh dan gak maju-maju tapi terserah mereka deh ngapain urusin juga itukan pilihan mereka sendiri.
Aku mengambil buku tugas dan menyelesaikan semuanya begitu juga sama si pintar lainnya,bukan sombong sih tapi hanya mereka yang pemalas yang berpikiran begitu kalo bisa besok kenapa harus sekarang.
Karena jam pelajaran ini ada 2 jam yang kosong satu jam pertama aku menyelesaikan tugas, lagi-lagi Andra datang dan duduk disampingku sepertinya dia akan mengganggu saja.
Aku duduk dibagian pojok dan sedikit jauh dari yang lainnya,karena yang didepan udah penuh sama teman-teman yang lainnya.
"Hai ay rajin banget sih kan masih ada waktu besok nyelesainnya kenapa sekarang"ucap Andra memulai pembicaraan.
Kalo seandainya kita kerjain tugas ini sekarang besok kita bisa santai dan pas ibu datang ananda silahkan kumpulkan tugasnya.kita langsung ambil dan kasih sama ibu guru gak nunggu lagi dan kita tenang aman.
Kalo seandainya kamu nunggu besok terus kelupaan bikin tugasnya jadi nanti gak buat tugas Dimarahin ibu guru plus dihukum mau.
"Bener juga sih yaudah aku juga buat sekarang juga tunggu disini aku ngambil buku sama aji dulu bentar aja"ucap Andra.
Terserah andra terserah kamu, beberapa detik saja dia udah kembali lagi didekatku " makasih udah ditungguin loh kok udah selesai ngisi no 1 ini belum semit Lo ay" kaget Andra.
Kamukan juga lihat jawabannya aja itu singka jadi gak butuh waktu lama an, " kamu emang pintar ya ay ( mengusap kepalaku)"
Langsung menarik tangan Andra ehh an apa-apaan sih pegang-pegang kepalaku aku segala an udah ahh tu buat tugasnya.
"Maaf habisnya kamu pintar sih yaudah aku buat ni lihat jawaban kamu dong",aku suruh kamu isi sendiri dan pahami tau jawabannya boleh tapi harus usaha sendiri an kalo gak gitu kapan bisanya an.
"Tapi aku gak paham ay jelasin satu kali aja ya bolehkan ibu hasnakan pernah bilang kalo ada teman yang kesulitan dalam belajar maka kita yang tau dan paham harus menolong teman kita" jelas Andra.
Yaudah dengarin baik-baik aku cuma mau bantuin sekali aja buat jelesin ke kamu ingat sekali aja,
"iya iya aku ingat".
Akhirnya aku menjelaskan tentang jawaban tugas no 1 saat asik menjelaskan Andra malah menatapku,bukan seperti orang yang mendengarkan materi ini malah senyum-senyum paling parahnya saat aku tetap lanjut menjelaskan dia malah memegang pipiku mengusap apalah namanya seperti yang dicover itu.
Aku langsung menjauhkan tangannya Andra kamu ini apa-apaan sih,pake pegang-pegang pipi aku segala tadi kepala sekarang pipi jangan kurang ajar ya jadi teman ni kerjain sendiri tugasnya.
Akupun melangkah meninggalkan andra,
"Ay ayu aku minta maaf jangan pergi ay" ucap angga tapi aku tidak menghiraukannya aku menuju tempat Nanda dan mengerjakan tugas itu sampai selesai.
Saat selesai aku menyimpan buku tugasku dan akhirnya aku bisa membaca buku-buku disini lebih tepatnya cerita rakyat gitulah yang aku pilih saat itu.
Adalah cerita Alang kulok yang mengajarkan nilai kehidupan kalo reader mau tau kisah atau udah pernah baca,boleh komen biar aku ceritakan kisah legenda Alang kulok.
Akupun mulai membaca cerita itu dan membaca buku itu dimeja baca, tiba-tiba Andra datang lagi mendekatiku minta maaf sih tapi dia minta maaf malah memegang pipiku lagi untung saja Reza cepat datang.
"Hei Andra kamu ngapain tu jangan berani nyentuh ayu nggak sopan tau ini sekolah,ay kok kamu diam aja sih"ketus Reza. za aku udah mau marahin dia tapi kamu keburu datang yang jadi kamu lihatnya gitu,yaudah udah-udah jangan ribut lagi Andra sekali lagi aku mohon jangan lakukan tindakan kamu yang tidak menyenangkan itu.
Udah ahh kalian malah rusak mood aku lagi baca aja,aku pindah menuju pojok lagi agar tidak ada yang menggangguku tapi saat berjalan menuju lorong rak buku untuk sampai dipojok baca itu.
Lagi-lagi Andra udah berdiri aja disitu, astagfirullah Andra ngapain lagi sih disini bukannya tadi kamu disitu sama Reza udah nongol aja disini kamu itu manusia apa jin sih.
Akupun langsung duduk dan tidak menghiraukannya lagi,tapi dia masih saja meminta maaf baiklah aku maafkan jadi sekarang aku yang mohon sama kamu buat pergi dari sini bukannya banyak tempat disini untuk membaca Andra.
"Emang banyak sih ay tapi disini lebih indah dan nyaman" ucap Andra udah deh terserah kamu aja,dari kejauhan aji dan Silvi malah senyum-senyum padaku aku yakin mereka sudah mengetahui perihal kelakuan andra.
Batinku jika kau suka padaku jangan begini juga caranya,lagian aku masih SMP mana tau sama cinta-cintaan apalagi pacaran udahhh ahh males.
Akupun melanjutkan membaca kisah legenda alang kulok,tak terasa waktu hampir selesai aku kemudian mengakhiri membacanya.lagi-lagi Andra memandangiku sambil tersenyum,ntah apa yang membuat dia selalu melakukan hal aneh ini.
Hari-hariku disekolah terus berjalan begitu juga dengan sikap andra padaku,aku merasa risih pada perlakuannya padaku sampai akhirnya mungkin karena ia lelah aku selalu cuek padanya membuat diapun mulai berubah dan tidak terlalu mendekatiku lagi.
Namun saat ngobrol Atua bicara denganya dia masih belum bisa menghilangkan kelakuannya, untuk mengelus-elus pipiku ntah kenapa dia suka sekali dengan pipiku ini.
Namun aku selalu menepis tangannya jika ingin menyentuh pipiku,andrapun semakin menyerah sepertinya saat itu bahkan Sampai menamatkan bangku SMP dia tidak pernah berani melakukan itu padaku.
Aku Sangat bahagia sekali karena dia tidak membuat aku risih lagi dengan sikapnya,namun saat hari terakhir di SMP ini yaitu kegiatan rekreasi dengan 2 mobil bus Andra malah memilih bus berbeda denganku saat dia melihat aku masuk dibus 1 dia malah masuk dan naik di bus ke 2.
Saat duduk dijendela aku menatapnya dia hanya memandangku dengan wajah teduh,saat itu hatiku terasa kasian dan ingin kembali bicara ngobrol seperti dulu.
Tapi sepertinya Andra memang memilih menjaga jarak denganku,sampai akhirnya kamipun berpisah untuk melanjutkan kejenjang berikutnya.
Aku melanjutkan ke SMA dan ternyata Andra memilih SMK, SMA terletak dipusat kecamatan cukup jauh dari desaku sedangkan SMK berada tak jauh dari SMP kami dulu.
Sejak saat itu aku dan Andra tak pernah bicara dan ngobrol lagi denganya,bahkan kesempatan bertemu hanya ketikan pagi hari dijalan berpapasan saat menuju sekolah masing-masing dengan berlawanan arah.
Aku dan Andre sempat saling melempar senyuman,pada akhirnya aku merasakan jantungku berdebar dan berdetak dengan cepat ketika bertemu dengannya walaupun hanya berpapasan dijalan saja.
Apakah aku sekarang yang mencintainya tidak mungkin kenapa baru sekarang aku merasakannya,saat dia tidak lagi ada didekatku aku mencoba untuk menghubunginya dipesan WhatsApp sekedar bicara tentang kabar dan sekolah masing-masing.
Andra juga tidak terlalu mengatakan hal yang menunjukkan suka atau sekedar bercanda ternyata dia memang telah melupakan kisah di SMP dulu yang hampir satu tahun berlalu.
Saat melihat story WhatsAppnya aku langsung sedih bahkan sangat menyesal sekali atas sikapku dulu padanya tapi jujur saat itu aku memang tak memiliki perasaan seperti dirinya padaku.
Dia memasang seorang foto perempuan cantik yang sedang tersenyum sangat manis dengan caption Dodol dan emot hati.
Hati ini sangat perih dan menyesal semenyesalnya
dan yang paling menyakitkan adalah, perempuan yang menjadi pacarnya itu adalah seniorku di SMA gimana gak sedih setiap hari harus liat dan ketemu sama dia.
Berasa hati ini perih tergores-gores mungkin ini memang takdirku dalam hal percintaan, walaupun sangat Menyakitkan rasanya aku ingin memutar waktu kembali di SMP tapi itu tidak mungkin ini bukan cerita dongeng namun benar nyata cerita kehidupan cintaku.
Aku mencoba mengikhlaskan semua yang telah terjadi walaupun sekarang aku sangat sengat Mencintainya namun itu tak mungkin aku dapatkan lagi.
Entah hanya firasat ku atau tebakan saja kau seperti membalas dendam padaku, berpacaran dengan seorang siswa SMA dimana aku juga bersekolah disana bahkan dia seniorku.
Andai kau tau Andra sekarang ini aku sangat mencintaimu seperti dirimu dulu namun untuk mengharapkan mu lagi itu hanyalah sebuah mimpi.
Merasakan kisahku ini aku menjadi teringat kepada perkataan atau ramalan dari kakakku,dimana dia dulu pernah berkata maksudku meramal kisah percintaan ku melalui garis tanganku.
Dia mengatakan jika kisah percintaan ku cukup aneh dan sulit tapi ntah itu betul atau salah ini hanya ramalan jangan terlalu percaya ayu.
"Kakak lihat dari garis tanganmu jika kisah percintaanmu seperti ini dengarkan ya,jika seorang laki-laki mencintaimu maka kau tak akan mencintainya,namun sebaliknya jika kau yang mencintai atau suka padanya maka laki-laki itu tidak akan Mencintai mu".
Aku sempat terkejut mendengar perkataan kakakku ,jika begitu tentu aku tidak akan pernah saling mencintai dan itu sekarang terbukti dan aku rasakan.
Sebenarnya saat SMP aku menyukai Pian Walaupun kelakuannya sedikit parah suka jail dah menjadi biang masalah,namun saat itu ia malah menyukai rani maka dari itu dia selalu mengganggu Rani.
Terbukti aku menyukainya tapi dia tidak menyukaiku, sedangkan saat itu Andra menyukai ku tapi aku tidak menyukainya.
Dan sekarang aku benar-benar sangat menyesal sekali disaat aku mencintainya begitu dalam, ternyata aku sudah kehilangannya aku sangat sedih dan bahkan menyalahkan takdirku sendiri.
Dan Anehnya lagi Pian malah menyukaiku kembali menegaskan takdir garis tanganku, sekarang Pian yang menyukaiku tapi sekarang aku tidak menyukainya bagaimana ini.
Jika terus seperti ini takdirku maka aku tidak akan bisa merasakan kasih sayang dan saling mencintai.
Namun aku tidak menerimanya karena sekarang ini aku benar-benar mencintai Andra,dan berharap bisa kembali bersama Andra dan merasakan kembali kelakuan andra saat SMP dulu aku hanya berharap dan terus menelan kenyataan pahit.
Ketika dia memasang foto mereka berdua Sangat bahagia seperti tak ada celah lagi untuk diriku, sekarang aku benar-benar menyesal Andra.
Aku mohon Andra semoga takdir bisa mempertemukan kita lagi,aku katakan aku mencintaimu Sangat sangat mencintaimu.
Meski sampai aku kita menamatkan bangku SMA dan SMK kau tak pernah lagi perduli denganku,bahkan tau mau lagi memberi senyuman mu untukku aku benar-benar menyesal Andra sekali lagi bahkan sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu Andra
AKU MENCINTAIMU
ANDRA
Namun sekarang sudah terlambat aku hanya bisa berdoa semoga tuhan memberikan cinta terbaik untukku dan mampu untuk mengiklaskan dirimu
**************
Jangan lupa baca juga novel aku ya yang judulnya
Ibu Muda Pengganti,dijamin seru deh jangan lupa ya buat like dan komen juga untuk para reader setia noveltoon