Hari ini adalah hari dimana Natalia pertama masuk kerja disebuah perusahaan besar di Kota A.
Langit masih gelap, jam menunjuk kan pukul 5 pagi, namun Natalia sudah terbangun dari tidurnya dan bersiap siap untuk mandi dan juga memilih pakaian yang menurutnya paling bagus.
Ia melihat ke arah cermin dan memandangi dirinya yang begitu terlihat anggun memakai sebuah dress berwarna ungu berkilau.
Natalia tersenyum lebar, ia memisahkan pakaian itu dari lemari dan menaruh dress tersebut di atas kasurnya.
Beberapa saat kemudian, Natalia pun selesai mandi, ia langsung mengenakan dress ungu yang tadi ia sisihkan ke tempat yang berbeda.
Ia kembali melihat ke cermin dan tersenyum berulang kali, mungkin ia sangat bahagia karena akhirnya ia bisa menggunakan dress itu untuk kerja pada pertama kalinya.
Setelah selesai, ia memandang sebuah jam yang ada di kamarnya itu, dan ternyata waktu sudah menunjuk kan pukul 7 pagi.
Natalia langsung bergegas menuju garasi rumahnya, ia mengendarai sebuah mobil yang terlihat sederhana miliknya.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Natalia sampai di perusahaan tempat kerja nya, ia melangkah kan kakinya dengan santai sampai akhirnya..
BRUK!!!
Natalia terjatuh karena tak sengaja menabrak seorang pria berjas yang tadi juga sedang berjalan.
"Ma...maaf, aku tidak sengaja". Ucap Natalia merasa tidak enak.
"Tidak apa apa, ini bukan masalah besar". Ia berkata demikian dan tersenyum pada Natalia.
Mungkin ia sedang terburu buru, sampai akhirnya pria tersebut pergi meninggal kan Natalia yang sedang membersihkan dress nya.
Ia tak tau bahwa KTP nya terjatuh ketika tadi bertabrakan dengan Natalia.
Natalia langsung mengejarnya dengan mengenakan sebuah sepatu hack yang baru ia beli beberapa hari yang lalu sebelum mendaftar kerja.
"Tunggu! KTP mu tertinggal!". Teriak Natalia sambil tergesa gesa.
Pria itu langsung berhenti dan melihat ke arah belakang, ia menghampiri Natalia yang sedang duduk karena merasa lelah.
"Ini, ini KTP mu...." Ucap Natalia.
"Terima kasih banyak, aku kira aku akan kehilangan KTP ini, ngomong ngomong siapa nama mu?". Pria itu bertanya pada Natalia sambil mengulurkan tangan nya.
"Aku, Natalia..." Jawab Natalia merasa malu.
"Oh, senang berkenalan denganmu. Namaku Earel". Ujar laki laki yang mengaku bernama Earel.
Natalia langsung berdiri dari duduk lelahnya setelah mengejar Earel.
Ia tersenyum tipis namun lebar. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membalas uluran tangan dari Earel.
"Senang berkenalan denganmu juga". Ucap Natalia sambil membalas uluran tangan Earel.
"Maaf, aku permisi dulu. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan". Natalia langsung memalingkan pandangan nya dari Earel karena merasa belum begitu akrab.
"Oh, silahkan". Sahut Earel dengan nada datar.
Siang pun tiba, Natalia baru saja selesai dari pekerjaan jam pertama nya, karena merasa begitu bosan akan banyak berkas yang menghampirinya, ia pun beranjak menuju dapur perusahaan tersebut.
Tak di sangka, ternyata ia kembali bertemu dengan Earel yang sedang santi menuang secangkir kopi ke dalam gelas yang sedang ia pegang.
Natalia hanya mencuekinya, ia berpura pura bahwa ia tak melihat Earel disana.
Yang kemudian Earel dulu lah yang mendekatinya.
"Natalia? Kau bekerja disini?". Tanya Earel sambil melihat lihat wajah Natalia, untuk memastikan bahwa orang yang ia ajak bicara memang lah Natalia.
"E..Earel? Iya, aku bekerja disini. Bagaimana denganmu?". Natalia kembali bertanya.
Earel hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, yang berarti ia memang bekerja di perusahaan itu juga.
Hari berganti hari, saat saat menyenangkan yang Natalia lalui adalah bersama Earel, lelaki yang baru ia kenal 3 bulan lalu ketika awal bekerja.
Senja sore itu, sebuah pesan masuk ke ponsel Natalia, ia yang sedang santai dirumah di kejutkan oleh satu pesan, pesan yang masuk ponsel Natalia adalah sebuah pesan dari Earel.
Ia membuka pesan tersebut dan mendapati sebuah kata:
Earel: Natalia, apa kita bisa bertemu di Taman?
Natalia yang sedang santai menikmati hari liburnya dirumah akhirnya ia langsung terburu buru untuk bertemu dengan Earel.
Natalia langsung bergegas menuju kamarnya dan mengambil pakaian sederhana berwarna hitam, yah, lemarinya memang di penuhi dengan warna hitam, karena warna kesukaan nya adalah warna tersebut.
Beberapa menit kemudian, Natalia sampai di sebuah Taman yang di janjikan oleh Earel, ia melihat sekeliling namun tak menemukan satu orang pun berada disana.
Natalia menunggu dengan waktu yang begitu lam sampai akhirnya malam pun tiba, ia masih saja berada disana menunggu kedatangan Earel yang tak kunjung tiba.
Berkali kali Natalia melihat ke arah jarum jam di tangan nya, ja sungguh berharap kalau Earel datang, sesuai janji nya.
Dari arah belakang, sebuah tangan menutupi mata Natalia yang sedang duduk sendiri dan kesepian.
"Tadah..." Ucap suara yang begitu familiar Natali dengar.
Setelah ucapan itu muncul, sebuah tangan yang menutupi mata Natalia melepaskan nya.
Ternyata, tangan itu adalah tangan Earel yang baru saja sampai di taman.
"Kenapa kau lama sekali? Aku menunggu mu sampai berjam jam!". Tegas Natalia kesal sambil menampak kan wajah cemberutnya.
Earel tersenyum, itulah hal yang biasa ia perlihatkan pada Natalia.
"Aku benar benar minta maaf, aku datang terlambat menemui mu". Ujar Earel dengan senyuman manisnya.
"Baiklah, yang kali ini akan aku maafkan..." Ucap Natalia dengan nada kecil.
"Oh ya, ada hal apa kenapa kau menyuruh ku ke sini?". Tanya Natalia begitu penasaran.
"Aku,.....malam ini aku akan pergi ke Singapura, maka itu aku ingin berpamitan dengan mu, tidak apa apa kan?". Jelas Earel sambil menunduk kan kepalanya dan tersenyum tipis merasa sedih.
"A..apa?!!". Natalia terkejut dan langsung berdiri, ia begitu merasa tak percaya bahwa Earel akan pergi ke Singapura.
"Kenapa?". Tanya Earel bingung.
"Aku harap kau akan mengatakan kata kata yang begitu aku harapkan selama ini, karena kau selalu menunjuk kan ekspresi itu" Gumam Earel penuh harapan.
Natalia hanya mengerucutkan mulutnya, yang kemudian ia hanya mengangguk tanpa satupun kata kata.
"Sebenarnya aku sangat mencintaimu.... Tapi aku benar benar belum siap untuk mengatakan itu sekarang". Kini giliran Natalia yang bergumam.
Earel mengelus elus kepala lembut Natalia, ia menaruh sebuah kotak berwarna hitam didalam tas Natalia, namun ia bilang bahwa Natalia harus membuka kotak itu ketika Earel benar benar sudah sampai di Singapura.
Merasa kecewa akan kepergian Earel menuju Singapura, Natalia pun langsung menginjak keras kan kakinya ke rumput-rumput yang ada ditaman.
Ia pergi meninggalkan Earel begitu saja tanpa ucapan cinta satupun.
Pagi pun tiba...
Kring""
Suara Alarm di kamar Natalia berbunyi nyaring, dan setidak nya sekarang Earel sudah sampai di Singapura.
Ia menunggu pesan masuk dari Earel, karena yang ia tau, Earel akan mengabarinya ketika ia sudah sampai di Singapura.
Karena terlalu lama menunggu pesan dari Earel masuk, ia pun berencana untuk mandi terlebih dahulu.
4 Jam lamanya ia duduk termenung di samping ponsel nya untuk menunggu pesan dari Earel masuk.
Ia mengembuskan nafasnya, dan perlahan ia mengambil ponselnya.
Natalia menuliskan pesan lebih awal pada Earel, namun lamanya ia menunggu semua itu hanyalah hal sia sia.
Pagi kembali tiba, satu pesan dari Earel sam sekali belum masuk, Natalia menunggu begitu lama sampai ia teringat akan kotak yang Earel berikan padanya malam itu.
Karena merasa begitu penasaran, Natalia membuka kotak berwarna hitam itu dengan tangan gemetarnya.
(Aku, Earel Lyn, sangat mencintaimu)
Sebuah kertas bertulisan tersebut ternyata adalah tulisan yang Earel berikan padanya.
Ia menutupi mulutnya dan meneteskan air matanya merasa kecewa karena ia tak bisa mengatakan kata kata itu secara bersamaan dengan Earel.
Kring".
Tak lama setelah ia membaca surat itu, ia mendapati sebuah nomor telepon yang tak ia kenal menelepon nya, karena berpikir bahwa nomor itu adalah nomor Earel, Natalia pun mengangkat telepon nya dengan penuh tanda tanya.
"Halo, apakah kau Earel?" Tanya Natalia.
"Maaf, tapi saya adalah suster, saya ingin memberitahukan bahwa Earel, meninggal karena kecelakaan". Ucap sebuah suara yang muncul di telepon itu.
Natalia langsung merasa dada nya itu terasa begitu sakit, ia mematikan sambung telepon itu dan tak sadar bahwa air matanya bercucuran.
Ia langsung bergegas menuju rumah sakit dimana Earel ada, dengan rasa cemas dan merasa tak percaya, ia langkah kan kakinya dengan rasa trauma akan mengetahui takdir yang baru saja datang.
Hal itu menyayat hatinya ketika ia sampai berada disebuah kamar mayat, di tempat itulah Earel sudah tertutup rapat dengan kain putih.
Natalia marasa begitu tak percaya, ia sama sekali tak berdaya, dan hanya air matanya saj yang bercucuran.
Dengan perlahan, ia membuka kain itu, hal yang ingin ia ketahui saat membuka kain itu adalah yang ternyata orang yang ia dapati bukanlah Earel.
Namun takdir berkata lain, ia merasa begitu sangat sangat kecewa ketika melihat sebuah kenyataan pahit.
"Earel!!!!". Ia berteriak sambil menangis keras.
"Earel, aku sungguh kecewa tak mengatakan ini sejak awal.... Aku, aku...aku benar benar mencintaimu!!! Aku mencintaimu!!!!". Sambil menangis keras, kata kata itulah uang muncul dari mulut Natalia, ia sama sekali tak akan menduga bahwa malam itu adalah malam terakhir pertemuan romantis nya dengan Earel, dan jika ia tau hal ini akan terjadi, seharusnya ia tak akan menyia nyiakan malam terkahir tersebut.
Dan kini hanya penyesalan saja lah yang ada didalam diri Natalia.
#Like_Ya:)