Nama aku adalah Cinta, perempuan yang mempunyai penyakit sakit jantung. Aku dan keluarga aku sudah mencoba mencari pendonor jantung yang cocok untuk aku tetapi nyata nya tidak satu pun ada pendonor jantung yang cocok untuk aku, sampai pada suatu kejadian pacar aku Alka, dia yang menjadi pendonor jantung untukku.
Aku : "Sayang aku mau bilang sesuatu ke kamu."
Alka : "Iya bilang aja sayang."
Aku : "Aku.. Aku ingin kita putus, aku suka sama yang lain. Maaf Alka" ucap aku sambil menunduk.
Alka : "Ohh gapapa aku ngerti kok, yaudah kamu aku anter pulang ya."
Aku pun mengangguk.
Setelah masuk ke mobil Alka, aku melihat ada foto Alka sama aku di dalam mobil. Aku pun berkata.
Aku : "Itu foto baru di pajang ya, kemarin gak ada perasaan."
Alka : "Iya itu foto aku pajang, jadi kalo aku lagi capek tinggal liat foto itu deh."
Aku : "Capek kok liat foto?" tanya aku sambil menatap muka nya Alka.
Alka : "Iya gitu deh. Entah kenapa kalo aku liat foto ini pas aku lagi capek pasti rasa capek aku hilang begitu saja."
Aku : "Ohh" jawab aku dengan singkat
Alka : "Ntar aku lepas kok foto ini, aku janji."
Aku : "Iya."
Sesampainya di rumah aku nya langsung masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja dada aku terasa sakit sekali, aku pun langsung mencari obat untuk menghilangkan rasa sakit itu karena aku mempunyai kelainan yaitu sakit jantung aku diharuskan minum obat dan tidak boleh sampai telat minum nya.
Alka baru sadar ternyata Aku memutuskan hubungan aku dan dirinya karena aku yang mempunyai sakit jantung, Alka tau kalau aku tidak ingin membuatnya khawatir dan merasakan kehilangan yang paling dalam. Alka pun menjalankan mobil nya untuk pulang ke rumah nya, di perjalanan dia melihat jalanan yang sangat sepi sekali bahkan tidak ada satu pun orang yang berada disana.
Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Alka melihat ada pancaran cahaya yang terang. Celaka ternyata itu adalah mobil yang sedang mengarah ke arah nya dengan sangat kencang sekali. Alka berusaha untuk menghindari mobil tersebut tetapi tidak bisa, Alka pun mengalami kecelakaan, kaki nya terjepit kursi mobil dan darah nya bercucuran kemana-mana. Beberapa menit kemudian orang-orang yang mendengar ada suara tabrakan pun mulai berdatangan, warga sekitar yang melihat ada tabrakan mobil pun langsung menolong orang yang berada di mobil tersebut, kesadaran Alka belum sepenuhnya hilang dan dia di bawa ke rumah sakit oleh ambulan, di dalam ambulan dia memanggil nama samaran aku dan terus memegang erat foto dia dan aku.
Sesampainya di rumah sakit luka Alka parah sekali, Alka tiba-tiba saja ingat aku yang mempunyai kelainan sakit jantung, Alka bertanya kepada dokter apakah jantungnya cocok untuk aku. Dokter pun berkata bahwa jantung Alka cocok untuk aku, Alka yang mendengar dokter yang berkata kalau jantung nya cocok untuk aku pun langsung mengangguk dan ingin mendonorkan jantungnya untuk aku. Sebelum operasi nya di mulai Alka ingin minta bantuan ke dokter untuk minta di ambilkan kamera karena Alka ingin merekam diri nya di kamera dan di simpan menjadi kenangan.
Setelah Alka merekam diri nya, Alka masuk ke ruang operasi sementara kamera nya di kasih kepada suster untuk di berikan kepada aku.
Aku yang mau tidur tiba-tiba saja mendapatkan telfon dari rumah sakit, aku pun mengangkat telfon itu.
Suster : "Apa ini mbak Cinta?"
Aku : "Iya dengan saya sendiri."
Suster : "Mbak cinta, sekarang kita sudah mempunyai pendonor yang cocok untuk mbak, saya harap mbak bisa datang ke rumah sakit malam ini."
Aku pergi ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit aku bertemu suster yang menelfon aku dan menyuruh aku untuk datang ke rumah sakit, suster itu berkata.
"Mari saya antarkan ke ruang operasi mbak."
Aku pun mengangguk.
Aku masuk ke ruang operasi untuk menjalankan operasi, beberapa jam kemudian operasi pun selesai.
Kebesokan hari nya aku tersadar, terlihat banyak sekali orang yang sudah berada di kamar aku tapi hanya satu orang yang tidak ada di kamar aku yaitu pacar aku sendiri, dimana dia mengapa dia tidak menjenguk aku.
Aku yang melihat ada suster masuk ke dalam kamar nya di rumah sakit pun bertanya.
"Sus, apa boleh saya tau siapa yang mendonorkan jantungnya untuk saya." tanya aku kepada suster tersebut.
"Sebentar ya mba." kata suster sambil mengangguk lalu pergi meninggalkan kamar aku.
Tak lama kemudian suster tersebut kembali ke kamar aku dan memberikan aku sebuah kamera, apa ini mengapa suster memberikan aku sebuah kamera.
"Mbak bisa tau siapa yang mendonorkan jantungnya buat mba dari kamera itu mbak, saya pergi dulu ya permisi." ucap suster itu yang setelah menaruh makanan rumah sakit ke dalam kamar aku, suster itu pun kembali keluar dari kamar aku.
Aku pun membuka kamera tersebut karena penasaran siapa orang yang mendonorkan jantung nya untuk aku, dan ternyata yang mendonorkan jantung nya untuk aku adalah pacar aku sendiri si Alka. Di dalam rekaman tersebut Alka berkata.
"Selamat ya sayang. Kamu sekarang baik-baik saja kan, aku tau kamu punya kelainan pada jantung kamu kan, aku ingin kamu menjaga jantungku seperti kamu menjaga rumahmu. Anggap saja jantungku adalah rumahmu, aku sayang banget sama kamu aku cinta banget sama kamu, aku udah tau dari dulu kalo kamu punya penyakit sakit jantung mangkannya aku ingin jantungku bersamamu, aku akan selalu sayang sama kamu.
Jangan pernah lupain aku ya sayang, I Love you. Aku mencintaimu sangat sangat mencintai kamu, salam sayang dari Alka."
Aku pun menangis setelah melihat isi rekaman tersebut, semua orang yang menjenguk aku dan melihat aku menangis pun mencoba untuk menenangkan aku.
"Itu dari dia sebelum dia melakukan operasi dan dia juga selalu megang foto dia dengan mbak erat sebelum operasi. Seperti nya dia benar-benar sangat mencintai mbak sampai rela mendonorkan jantung nya untuk mbak." kata suster yang balik lagi ke kamar aku dan memberikan aku sebuah foto aku yang pernah aku liat di dalam mobil nya.
Aku menangis histeris setelah tau pacar aku yang mendonorkan jantung nya untuk aku. Alka rela mendonorkan jantungnya untuk aku, perempuan yang dia cinta dari dulu sampai sekarang.
Seminggu berlalu~
Aku yang sudah pulang dari rumah sakit pergi ke kuburan Alka, dan mengatakan.
"Alka terima kasih, karena udah mendonorkan jantung kamu buat aku. Aku gak nyangka malam itu kamu akan mengalami kecelakaan, seharus nya aku tidak diantarkan pulang oleh mu kalau saja aku tidak diantarkan pulang oleh kamu, kamu tidak akan seperti ini. Alka percaya lah sampai detik ini aku masih mencintai kamu, aku janji akan menjadi jantung ini, jantungmu yang kini ada padaku." sambil mencium nisan Alka.
~End~
. Mohon dukungannya!