Menceritakan kehidupan seorang perempuan yg kehidupannya sangat buruk setelah ibu dan ayah nya bercerai,namun hingga saat ini ia masih belum mendapat kan kebahagiaannya yg telah hilang setelah ibu dan ayah nya berpisah,meskipun ia telah menikah.
Di sebuah desa yg kecil hidup lah seorang pemuda yg tampan yang bernama ZAID,dia berasal dari keluarga yg tidak begitu kaya dan tidak begitu miskin(kelas menengah lebih tepatnya).dan di lain sisi ad seorang perempuan yg sangat rajin dan giat saat mengerjakan semua tugas nya,yang bernama DESI,ia tinggal bersama ibu nya karna ayah nya sudah berpisah dng ibunya dan ibunya menikah lgi begitupun dng ayah nya.
Ia adalah anak tunggal nya dri ayah dan ibunya,dan jika dari ayah dan ibu tirinya ia anak pertama dari ke4 saudaranya,dan jika dari ibu dan ayah tirinya adalah ank pertma dri 3 bersaudara.
Ia di besarkan dng kebencian dri ibunya,hingga usianya 3 tahun ia baru bisa berjalan,krna di besarkan dng kebencian hingga ia tumbuh dewasa,ia tinggal bersama ibu kandungnya namun berasa seperti tinggal bersama ibu tirinya,sedangkan ayah tiri nya menjadi iba dng perlakuan istrinya terhadap anak nya.Dipagi hari yang cerah DESI terbiasa bangun jam 5 pagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah,namun pagi ini ia belum bangun seperti biasanya,ibunya yg melihat nya masih tidur dng pulas nya pun membangun kannya
"puk"suara pukulan yg mendarat di punggung Desi,dng seketika ia bangun krna pukulan yg begitu keras memhamtamnya,
"enak kali jam segini masih tidur,bukan nya beres beres"suara ibunya dng nada marahnya,
"iya bu,udh jangan besar besar suara nya Bu g enak di dengar tetangga"jawab Desi,
"puuk" Lalu tongkat itu pun kembali mendarat di punggungnya lagi
"Aduh Bu sakit"jwab Desi yg sudah merasa sangat kesakitan,lalu ia pun bangun dan mengerjakan tugas² nya terutama ia memasak,
Namun saat ia mau kedepan ia melihat adik adiknya yg blum bangun ia merasa iri,namun apalah dayanya krna ibunya membencinya sejak ibunya mengetahui bahwa ayahnya sudah menikah dng perempuan lain dan meninggalkan ibunya demi perempuan lain,sejak itulah dia di anggap berbeda dng adik² nya,
Ya Desi usianya masih 15 tahun namun iya tidak sekolah krna ibunya tidak menyekolahkan nya seperti adik adiknya,ibunya malah menyuruhnya bekerja di kebun setiap harinya,ia tidak bisa membaca bahkan di usianya yg sekarang sudah 16 tahun,saat itu dia bertemu dengan ZAID di pasar,DESI saat itu sedang pulang dari pasar krna iya habis berbelanja,dan
"bruk"semua belanjaan nya pun jatuh karna ia menabrak seseorang yang tidak lain adalah ZAID,
Maafkan saya,saya minta maaf,saya tidak sengaja" suara Zaid dan Desi yang meminta maaf secara bersamaan,namun mereka sma² tertawa setelahnya,dan perkenalan pun terjadi,
sya zaid,"sambil menjulurkan tangan nya.
saya Desi,"jawab Desi dan mereka bersalaman,
saya dulua"pamit Desi sambil berlalu pergi,Zaid yang melihat desipun belalu pergi berjalan pulang juga,di jalan ia selalu tersenyum memikirkan kejadian tadi lebih tepatnya Desi,ya ia memikirkan desi,.
keesokan harinya seperti biasanya sehabis dri kebun jam 10 pagi ia selalu kepasar berjalan kaki,Zaid yg menunggu Desi sedari tadi di pasar pada saat ia melihat Desi ia pun menghampirinya,
Des kamu temani aku ke warung sebentar yuk"ajak Zaid yg langsung to the point,
sebentar y aku masih harus menjual sayuran ini kepedagang,,,jawab desi.desi pun masuk kepasar dan Zaid mengikutinya,sehabis dri pasar mereka ke warung untuk makan.sehabis dri warung ia langsung pulang krna takut di marahin ibu nya,sesampai di rumah apa yg di takutinnya pun terjadi.
Dari mna aj kamu kok baru pulang,"suara ibunya yg sedang marah,manun Desi tak menjawab apapun krna takut ibunya semakin marah,."udah sana cepetan masak habis itu bantuin ibu ke kebun sma ayah y",suruh ibunya kepeda Desi,
di sisi lain zaid ia pulang kerumah dan langsung tidur di kamarnya,Zaid adalah anak ke 4 dari 8 bersaudara,ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan mencari tau rumah Desi,setelah menemukannya ia langgsung bertamu di rumah ke rumah Desi,
Assalamualaikum"suara Zaid yg memberi salam,dan dri dalam terdengar suara yg menjawab salam nya"wa'alaikum salam" sahut ibu Desi,Zaid dan ibu desi berbincang² sedangkan Desi tak menghiraukan Zaideskipun Desi memyukai Zaid,
Setelah beberapa bulan Zaid terus mencari uang untuk bisa menikahi Desi namun nihil uang yg di hasilkan dng kerja keras Zaid di ambil oleh ibu Zaid kerna ibu Zaid tidak merestui Zaid untuk menikah karna sekarang usia Zaid maish 18 thn masih terlalu kecil untuk mendirikan rumah tangga nya,pikir ibu Zaid,namun Zaid ia sudah sangat ingin menikah.
Disisi keluarga Desi ibunya sedang marah² krna Desi mau menikah dan ibunya pun sma seperti ibu Zaid yang tidak merestuinya hbungan mereka,begitulah ibu Desi saat ini,dengan marahnya iya berkata
jika kau menikah dng nya kau tidak boleh tinggal bersama ibu di sini dan ibu juga tidak akan memberikan modal buat kalian untuk menjalani hidup," bentak ibu namun Desi yg sudah tidak sanggup tinggal dng ibu nya lagi krna selama hidup nya ibunya tidak pernah menyayanginya dan ia bertekad untuk menikah mungkin dng menikah ia mendapatkan kebahagiaan yang ia dambakan selama ini pikir desi.
sebulan berlalu dan hari ini adlah hari pernikahan mereka meski hanya di adakan di musolah,dan meskipun tidak ad mahar sedikit pun maharnya 9 gram emas,tapi itu pun ngutang nilai tunai,krna semua uang yg Zaid simpan semuanya di habis kan oleh ibunya,setelah perbaikan selesai dan semua orang sudah pulang,pengantin baru pun pulang mereka pulang kerumah ibu Zaid,lebih tepatnya rumah mertuanya Desi,hari² berlalu hidup yg Desi rasakan semakin menderita saja karna perlakuan mertuanya dan sodara iparnya yg tidak suka dng kehadiran Desi,mertuanya beranggapan dng hadirnya Desi semua penghasilan anak nya tak bisa ia nikmati lagi,krna ia sudah dng susah payah membesarkan Zaid dan menyekolah kan nya hingga lulus SMA meski tidak kuliah namun Zaid mendapatkan pekerjaan yg lumayan,ya Zaid bekerja di rumah saki sebagai pegawai kebersihan lebih tepatnya cleaning servis.
Desi yg kini sudah menikah ia sangat sedih dng sua yg ia rasakan,bahwan setelahenikah pun ia masih belum bisa bahagia sepertia yang ia harapkan pikir Desi yg sedang melamun,namu lamunan nya terhenti saat mertuanya memanggilnya krna hari sudah sore namun Desi masih belom memasak buat makan malam,ia yg baru sadar dri lamunannya pun keluar dri kamarnya untuk memasak kini sudah setahun Desi dan Zaid hidup bersama dan mereka mempunyai seorang anak perempuan yg imut,Desi yg sudah tidak tahan dng perlakuan mertua nya itu selama ini dia pun mencoba membujuk suaminya agar mau untuk pindah namun gagal krna Zaid yg mendengar penuturan Desi pun begitu marah pada Desi krna sudah menjelek² kan ibunya.
krna kejadian tersebut Zaid tidak pulang 2 hari krna dia sangat kecewa dng istrinya yg sudah bilang" yg tidak" tentang ibunya,desi terus²an menangis di kamarnya dan ia mencoba untuk pergi dri rumah nya,setelah dia mengemas baju bajunya dan pakaian anak nya ia langsung keluar rumah krna di rudah saat ini sedang tidak ad orng,semua org di rumah sedang menghadi Acra pesta di komplek sebelah jdi dng demikian dasi langgsun bisa keluar dari rumahnya dng tanpa penghalang,sesampai di terminal ia sedang menunggu bes yank akan berangkat tpi di sisi lain ada tetangga nya yg melihat keberadaan Desi dia pun langgsung menelpon Zaid dan memberi tahu jika istrinya skrng sdng berada di terminal dng tas yg besar di tangan nya, tidak lma kemudian Zaid langsung menemuinya di terminal dan ia pun menuju ke tempat yg di tunjuk oleh tetangganya tersebut,Zaid menghampiri Desi dan membawa nya pulang namun bukan di rumah org tua zaid melainkan ke kontrakan,krna Zaid tidak mau kehilangan isrti dan anak nya,saat tinggal di kontrakan Zaid dan istrinya sangat senang meskipun mereka tidak kaya dan uang mereka pas²ann namun itu tidak menjadi masalah sebab Desi adalah org yang sangat hemat ia sangat pandai dalam mengatur pengeluaran,meski pemasukan nya tidak begitu banyak.
Setelah 6 bulan tinggal di kontrakan Zaid kini telah kehilangan pererjaan nya dan saat ini Zaid sedang mencari pekerjaan,ia pun menghampiri teman nya Dio,Dio adalah sahabat Zaid, Dio bekerja di pertambangan emas milik keluarga nya,setelah menceritakan tentang ap yg di alaminya Dio mengajak nya untuk bekerja di tempat ia bekerja dng tidak mikir panjang lagi Zaid menyetujui dng cepat ajakan Dio. meskipun harus berpisah dng istrinya.
Setelah 2 tahun Zaid bekerja dan akhirnya sekarang ia pun plang,krna sudah sangat merindukan istri dan anak nya yg kini berusia 2 tahun setengah,tidak lama ia pulang hna 1 Minggu saja dan langgsung kembali ke pekerjaan nya,namun kali ini di dalam perjalanan lebih tepatnya di dlam bis ia bertemu dng wanita yg sangat cantik di matanya.wanita itu tersenyum kepada Zaid yg dduk di sebelah nya,wanita tersebut memiliki postur tubuh yg lumayan bagus dan kulit putih.dan mereka pun berkenalan.
Hai saya Laily"ucap wanita tersebut.
sya zaid"* jawab Zaid sambil bersalaman,tak butuh waktu lama buat mereka menjadi akrab,mereka pun langsung bertukar nomer ponsel nya.
Laily wanita berumur 27 tahun dia adlah seorng janda beranak 1,dia tinggal bersama org tuanya semenjak bercerai dng suaminya dan dia yg mengasuh anak nya,bukan mantan suaminya,anak nya perempuan dan berusia baru 1 tahun.
Setelah 1 bulan layli dan Zaid berhubungan kini zaid pun membawa layli ke org tua zaid untuk memperkenal kan nya sebagai menantu ibu Zaid,ibu Zaid yg mendengar kabar tersebut sangat senang ia langsung menyetujui nya tanpa mikir panjang,layli yg mendengarnya pun sangat senang sebab iya sangat mencintai harta nya zaid,layli mengetahui jika Zaid memiliki beberapa kebun dan juga rumah yg mewah,iya mengetahui nya krna iya melihat fto Zaid di hpnya zaid,meskipun Zaid sudah menikah dan mempunyai anak,ya Zaid sudah membeli rumah untuk di tinggalin oleh Istri nya dan anak nya 3 bulan yg lalu.
setelah 2 bulan layli bertemu dng ibu Zaid dan malam ini adalah malam pernikahan mereka Desi yg sedang tertidur ia pun bermimpi bahwa baju yg paling ia sayangi di ambil oleh org lain,lalu ia terbangun dari tidurnya,iya berharap itu hanyalah sebuah mimpi biasa,...namun di tempat lain zaid
sedang menghabiskan malam pengantin nya dng madu nya Desi,tak lma kemudian kira² 2 Minggu setelah Zaid menikah dng layli akhirnya Desi pun mengetahuinya iya langsung menghampiri Zaid yg sedang bersama madunya di rumah mertuanya,
"mas tega kamu y khianati aku,yg sudah menemani kamu dri nol hingga kamu yg sekarang ini"suara Desi yg melihat suaminya bersama wanita lain di rumah mertuanya,lalu Zaid berkata" Aku udh bosen tiap hari dengerin Omelan kamu,,,kamu g ga pernah ngerawat diri kamu buat aku,itu semua slah kamu sendi yg udah g pirtar jagain aku"dng sombong nya iya berkata seperti itu,
"enak banget kamu y mas,sekarng aku minta pisah sma kamu,suara Desi agak serak karna air matanya sudah penuh di pelupuk matanya dan hampir melewati pipi nya,,,
"ok mlai dekik ini aku talak kamu" jwab Zaid dng tegas nya layli yg menonton adegan itu hanya tertawa iya sangat senang krna tidak butuh usaha buat misahin Zaid dan desi,..
Dan perpisahan pun terjadi terjadi Desi yg udh bukan istri nya Zaid kini pindah dri rumah Zaid krna istri baru Zaid mengusirnya,Desi yg tidak tahu hrus kenama tujuan langkah nya ia pun pulang ke rumah org tuanya lebih tepatnya rumah ayah nya,namun ayah nya Desi itu sudah gila krna di guna" oleh ibunya Desi krna ibunya Desi terlanjur sakit hati dng perlakuan ayahnya Desi terhadapnya,Iza adalah anak Desi dan kini ia menginjak usia 7 tahun dia pun di besarkan oleh ibunya dan ayah baru nya,ayah tirinya, sampai sekarang ayah kandung Iza hanya sebulan sekali menjenguk Desi,hingga Iza tumbuh menjadi gadis yang remaja yg menginjak kelas x atau kelas 1 SMA,namun ia besar menjadi anak yg pendiam krna setelah ibunya menikah lagi iya sangat sedih,ia sering menangis krna perlakuan ayah tirinya yg tidak begitu menyayanginya....