Ayah, Ibu aku hanya ingin mengatakan isi hatiku. Ingin rasanya mengatakannya langsung tapi, pasti tidak akan bisa.
Terima kasih sudah merawatku sejak kecil, membimbingku,dan juga menyayangiku. Semua jasa kalian, bahkan nyawaku tidak akan cukup untuk membayarnya. Bahagia bersama kalian adalah hal yang paling tidak terlupakan di hidupku.
Tertawa bersama, bercanda dan saling menghargai. Terkadang aku berpikir akankah momen bahagia ini akan utuh untuk selamanya? Berbaring dengan indahnya pagi dan juga hangatnya sinar mentari.
Ada sebuah kata yang mengatakan, semua yang ada di dunia ini pasti berpasangan, langit dan tanah,lelaki dan perempuan, besar dan kecil, panjang dan pendek serta cinta dan benci semua itu saling berdampingan.Begitu juga kasih sayang orang tua dan anak mereka. Dan benar saja, Ayah Ibu....perasaanku juga demikian, ada rasa bahagia dan juga sedih. Hanya saja rasa sedih itu telah tertutupi sedemikian rupa hingga seorangpun tidak ada yang tahu.
Tahukah engkau saat dirimu sedikit mengabaikanku? Aku hanya tersenyum, seperti saat aku melihat Ibu memuji anak selain diriku. Ibu mengatakan layang-layangnya begitu bagus tapi tidak dengan milikku. Semua orang tahu jika hanya berkata saja itu mudah, tapi mendengar itu terasa lebih berat. Ingin rasanya melupakan dan mengabaikan kata-kata itu, tapi hati ini tidak mampu melakukannya.
Perhatian kalian adalah hal yang paling berharga, mendengar suara kalian yang menyemangati kami saat kami berhasil melakukan sesuatu. Saat di sekolah saya pernah mendengar kata-kata yang diucapkan guru, "Saat seorang anak membuat sesuatu seperti menggambar, dan ia memperlihatkan gambarnya tersebut kepada orang tua. Saat orang tua melihat bahwa gambar tersebut kurang bagus, maka mereka hanya bisa tersenyum dan memuji apa yang dibuat oleh sang anak. Karena jika dipuji maka mereka bisa lebih semangat dan menjadi lebih baik.Lain halnya jika mereka diberi kata-kata yang menurunkan semangat mereka, maka itu akan membuta mereka berpikir bahwa tidak ada orang yang menghargai mereka. Seperti itulah yang hal yang paling banyak terjadi."
Aku hanya ingin memastikan dan membuktikannya apakah itu benar? Dan mulai aku lakukan, menggambar sesuatu dan memperlihatkan pada Ibu. Seharusnya pujian atau dukungan yang aku dengar dari perkataan Ibu, tapi Ibu malah mengatakan hal yang sebaliknya. Ibu memberikan komentar yang begitu buruk, dan berkata "sudah umur sembilan tahun gambarmu masih sepeti ini?" katamu.
Aku hanya bisa diam dan meresponnya dengan tawa kecil, dan aku mulai berpikir, setiap orang pasti memiliki pandangan mereka masing-masing, ada yang percaya bahwa dari sebuah keputusasaan itulah akan datang sebuah kesuksesan.
Karena dari kegagalan yang telah dialami, orang-orang akan mulai belajar, bahwa semua hal di dunia ini tidaklah mudah. Dan semua masalah di dunia ini pasti ada solusinya.