Sekumpulan mahasiswa melakukan uji nyali di dalam hutan yang konon menyimpan hal mistis. Dikatakan, di tengah hutan tersebut berdiri sebuah kastil Disney yang di dalamnya terdapat semua karakter Disney sungguhan. Namun sudah banyak orang yang berusaha membuktikan hal itu tetapi tidak ada satu pun kastil Disney yang berdiri di tengah hutan.
‘’Hei? Apakah kita batalkan saja uji nyali ini?’’ tanya Zora.
‘’Ayolah, kita sudah meminta izin kepada orangtua, kita hanya perlu memastikan apakah kastil itu memang benar-benar ada?’’ penasaran Yuno.
‘’Benar, kita semua sudah membulatkan keputusan untuk mencari kastil itu.’’ Kata Konan.
‘’Tapi malam ini, kenapa udaranya sedingin ini?’’ Kata Boru menggigil.
‘’Sstt, belum memasuki hutan ini saja, bulu kudukku sudah naik.’’ Kata Zara.
‘’Suasana mencekam benar-benar terasa.’’ Kata Miki.
‘’Tidak apa-apa, aku ada di sini untukmu.’’ Kata Yuki.
‘’Ey, pikiran juga dengan kami yang sedang solo.’’ Sindir Beatrix.
‘’Kenapa? Kebetulan ada 5 gadis dan 5 lelaki, kenapa tidak berpasangan saja untuk mencari kastil itu? Siapa yang cepat itu yang dapat, aku ingin bersama dengan Hana.’’ Kata Hasekura.
Hana hanya diam, sejak tadi hanya dia yang cukup tenang tanpa merasa takut.
‘’Sudah-sudah, ayo kita masuk ke dalam hutan!’’ perintah Konan.
Pada akhirnya, mereka memasuki hutan secara rombongan.
Cukup lama, kesepuluh orang itu menyusuri hutan tanpa menemuka sesuatu yang aneh.
‘’Aku ingin istirahat dulu.’’ Kata Miki.
Yuki dengan cepat menyodorkan botol air.
‘’Aneh, sejak tadi kita menyusuri hutan tetapi tidak ada satu pun bunyi hewan yang mencurigakan.’’ Kata Boru.
BUGH!
Zara spontan memukulnya.
‘’Hei? Kau ingin kita menjadi mangsa di tengah hutan yang gelap ini?’’
‘’Ush, justru kalian berdua yang jangan menimbulkan suara keras.’’ Tegur Konan.
‘’Sudah pukul 23: 15 dan kita tidak menemukan kastil itu.’’ Kata Beatrix menatap jam tangannya.
‘’Aku memberitahu ayah dan ibuku kalau aku akan pulang sebelum pukul 12 tengah malam, sebaiknya kita kembali saja, dan lanjutkan pencaharian ini besok siang.’’ Kata Zora.
Yang lain juga berpikiran sama, akhirnya mereka berbalik untuk pulang.
SREK! SREK!
‘’Apa itu?’’ tanya Hana menyadari suara aneh.
Semua spontan mengikuti arah pandang gadis itu.
‘’Katakan padaku kalau itu bukan singa atau harimau.’’ Cemas Zara.
‘’Matikan senternya!’’ perintah Konan.
Kesepuluh orang itu berdiri tanpa bergerak sedikit pun. Pandangan mereka hanya fokus ke satu arah di mana suara aneh itu terdengar.
DEG!
Terlihat sosok yang sedang merangkak meminta pertolongan.
‘’T-Tolong..’’
Hana kembali menyalakan senter dan menghampiri sosok wanita itu.
‘’Hana-chan? Apa yang kau lakukan? Bisa jadi wanita itu hanya ilusi yang menarik perhatian kita.’’ Kata Hasekura menariknya.
‘’Kau tidak lihat? Tubuhnya dipenuhi darah, seseorang pasti sedang menyiksanya.’’ Kata Hana.
‘’Tolong..’’
Mereka kembali menatap sosok wanita itu, hingga Hana menarik tangannya.
‘’Apakah kau baik-baik saja?’’ tanya Hana.
Sosok wanita itu mencengkeram tangan Hana.
‘’Tolong aku! Hikss,,ada yang berusaha membunuhku.’’
Samar-samar terdengar suara kaki yang berlari membuat yang lainnya menghampiri Hana.
‘’Mungkin orang itu yang ingin melenyapkan wanita ini, kita harus segera membawanya pergi!’’ Kata Yuki.
Hana dan Beatrix memapah wanita itu dan segera meninggalkan tempat tersebut.
‘’Siapa yang tega merencanakan pembunuhan di tengah hutan sekeji ini?’’ tanya Konan.
‘’Hutan memang tempat yang sempurna jika ingin melenyapkan seseorang.’’ Kata Boru.
Tak disangka, terlihat sosok bayang hitam yang memegang pisau dan kapak.
‘’Cepat lari!’’ seru Yuno.
Tanpa melihat arah, mereka hanya berlari dengan rasa cemas, takut, kaget yang bercampur. Menyadari sosok bayangan hitam itu tidak mengikuti mereka lagi, membuat semuanya beristirahat sejenak.
‘’Istirahat di sini du-‘’
DEG!
Hana terpaku saat hendak mendudukkan wanita yang ditolongnya tadi. Melihat reaksi Hana, yang lain baru tersadar.
‘’Hhah!’’ pekik semuanya melihat hanya sebelah tangan tanpa tubuh yang dipegang Hana.
‘’Beatrix! Di tanganmu juga!’’ pekik Konan.
‘’Akh!’’ jerit Beatrix melempar bagian kepala dari sosok wanita tadi.
Sebelah tangan dan kepala itu melayang hingga bagian yang lainnya terkumpul dan membentuk kembali wujud wanita tadi.
"Sen..sei? Kenapa Misa Sensei di sini? Bukankah Misa Sensei sudah meninggal 3 tahun yang lalu?" tatap Yuno.
‘’Hantu!!’’
Kesepuluh orang itu spontan berlari melihat wanita tadi kembali menyatu dengan bagian tubuhnya yang terpisah. Ketakutan mereka berlipat ganda hingga tidak menyadari kesepuluh orang itu terjatuh ke dalam lubang.
BUGH!
Rasanya tubuh mereka remuk setelah membentur tanah.
"Aduh! Gara-gara hantu Misa Sensei tadi, kita jadi lari tidak karuan, dan kenapa harus memilih wajah Misa Sensei? Dia menakutkan bahkan tidak menjadi hantu karena wajahnya saja sudah menakutkan, bayangkan kalau kita melihat wajahnya di malam hari saat dia masih hidup dulu." Kata Yuno.
"Kita sudah melihatnya tadi bodoh!" tegur Konan.
Begitu mereka mendongakkan kepala, semuanya terdiam membisu. Ya, kastil Disney yang diceritakan benar-benar ada di hadapan mereka.
Kastil itu bersinar sangat indah dengan ribuan bunga di sekelilingnya. Air mancur yang jernih, burung-burung berkicauan sangat merdu, puluhan Unicorn melayang mengitari kastil. Benar-benar dunia dongeng.
Seperti terhipnotis, kesepuluh orang itu memasuki kastil. Tanpa mereka sadari sosok wanita yang mengejar mereka melihatnya memasuki kastil yang terbengkalai, rerumputan di sekitarnya yang kering dan layu, tulang belulang dimana-mana.
Terukir senyuman di bibirnya.
‘’Tugas kita sudah selesai, biarkan mereka menjadi penghuni kastil selanjutnya.’’
Wanita itu menghilang bersama sekumpulan sosok bayangan hitam tadi.
‘’Woah, kastil ini benar-benar ada.’’ tatap Miki.
‘’Kita adalah orang yang pertama menemukan kastil ini, ayo kita ambil gambar dan perlihat kepada semua orang saat kita keluar nanti.’’ Kata Zara.
Begitu luas di dalam kastil itu sampai mereka melihat 5 pasangan Disney di masing-masing lantai yang terkenal sampai sekarang.
Lantai 1 dihuni oleh Snow White dan Pangeran Ferdinand. Lantai 2 dihuni Ariel dan Pangeran Eric. Lantai 3 dihuni Cinderella dan Pangeran Charming. Lantai 4 dihuni oleh Belle dan Pangeran Adam, dan lantai terakhir teratas dihuni oleh Putri Aurora dan Pangeran Philip.
Berdasarkan lantai :
Lantai 1 : Zara dan Boru.
Lantai 2 : Miki dan Yuki.
Lantai 3 : Zora dan Konan.
Lantai 4 : Beatrix dan Yuno.
Lantai 5 : Hana dan Hasekura.
Terlihat sosok gadis tidur dengan tenang di kasur yang di sekitarnya dipenuhi bunga mawar.
DENG! DENG! DENG!
‘’Eh?’’
Hana tersadar saat mendengar suara lonceng tiba-tiba berbunyi. Ia melirik jam dinding raksasa yang menunjukkan pukul 12 tengah malam.
‘’Akh!’’
Gadis itu tersentak ketika mendengar suara jeritan, membuatnya langsung ke tepi lantai dan menatap ke bawah.
Semua orang tahu mengenai kisah romantis yang ada dalam serial Disney. Di mana sang putri yang awalnya menjalani penderitaan sebelum bertemu dengan sang pangeran yang akan mengubah kehidupannya. Namun bagaimana jika kenyataannya berbanding terbalik?
Mata Hana membulat besar. Dilihatnya Zara dipaksa menari memakai sepatu panas dan 7 kurcaci membedah tubuh Boru dengan mengeluarkan paru-paru dan hatinya.
Suara jeritan dari lantai 2 tidak kalah kerasnya. Entah bagaimana kaki Miki berubah menjadi duyung yang dibelah 2 agar membentuk kaki. Sama halnya Yuki, lelaki itu berdiri dengan seluruh bagian tubuh yang ditusuk belati.
Pandangannya beralih ke lantai 3. Zora yang mengenakan gaun di hadapkan dengan sebuah sepatu kaca yang tidak muat untuknya. Alhasil, jari kaki dan tumitnya dipotong. Konan di sampingnya dikerumuni merpati yang mencongkel matanya.
Tersisa satu lantai dibawahnya. Terlihat sosok Beast di depan Beatrix yang dipaksa untuk memotong tangannya lalu diberikan kepada Beast untuk dimakannya. Tanpa diberitahu pun, Hana tahu Beast itu adalah Yuno.
Ia meringis melihat pemandangan mengerikan itu. menyadari dirinya adalah penghuni lantai 5 yang merupakan milik Putri Aurora dan Pangeran Philip, membuatnya mencari Hasekura.
Baru sedetik ia berbalik, sudah terlihat Hasekura berlutut sambil menyodorkan bunga mawar untuknya. Sungguh romantis.
‘’Sekarang, apakah kita bisa memulai kisah mengerikan Sleeping Beauty?’’ tanya Hasekura.
BUGH!