"ベルの少女"(Beru no shojo)
[Bell girl] {Gadis bel}
Disebuah sekolah SMA xxxx Jepang yang sudah dibangunkan pada tahun 19xx, ada sebuah rumor yang mengatakan pernah seorang wanita membunuh dirinya di sebuah ruangan gelap pada waktu malam karena dengan kasakitan mentalnya karena masalah pada dirinya.
Pada waktu siangnya, ada seorang siswi ingin masuk ke dalam ruangan sana untuk mengambil barang, tiba tiba dia terlihat seorang mayat wanita berpakaian sekolah berwarna hitam lagi terduduk di lantai dengan berlumuran darah di kepalanya yang banyak dan pecah kelihatan dalamannya karena dia menghentakkan kepalanya ke dinding dan mata berdarah yang tidak tertutup. Siswi itu langsung teriak sekuat hati karena rasa takut melihat keadaan mayat wanita itu dengan kepalanya pecah.
Mayat wanita itu sudah dibawa untuk dibedah siasat lalu dikuburkannya secara aman.
Dan ruangan yang masih bercak darah di dinding dan di lantai, pekerja pekerja di sekolah sana hanya membersihkan darah yang melekat disana. Mereka tidaklah mencari orang orang yang berkemahiran membawa roh si mati untuk ke alam lain, mereka hanya mengabaikan saja dan percaya tidak akan ada apa apa.
Apabila waktu 12:00a.m malam akan ada seorang wanita berambut panjang, berpakaian sekolah berwarna hitam, berkaki ayam serta memakai rantai kaki yang berlonceng berkeliaran di sekitar sekolah sehingga matahari muncul kelihatan. Pada waktu siang matahari muncul, wanita itu kembali ke ruangan gelap yang tidak siapa boleh masuk karena mereka semua tahu ruangan tersebut berpenghuni oleh seorang wanita itu.
***
Dan sekarang tahun 20xx, di sekolah SMA xxxx,, ramai siswa siswi serta guru guru semua di sekolah sana tau dan takut dengan rumor sang wanita atau pun mengelarnya "ベルの少女"(Beru no shojo) [Bell girl] {Gadis bel}. Ada 3 siswi tidak mempercayai romor itu yang sekolah yang dia masuk sekarang berhantu.
Di kelas, waktu istirahat..
"Heh! Tidak ku percaya rumor tu, dunia ini tiada hantu!" Kata seorang siswi berambut pendek berwarna abu abu bernama Masawo Mio
"Hah?! Kamu tidak percayainya?? Semua orang takut dengan rumor tu, termasuklah guru guru di sekolah ini!" Kata seorang siswa bernama Makihito Takagi
"Emangnya kamu pernah nampak hantu tu?" Kata Mio dengan wajah tidak takut pada rumor yang mengerikan itu
"Ti..tidak pernah-"
"Terus kenapa mau takut??"
"Akh!..Tapi itu wujud loh..ku dengar tahun lepas ada 5 orang siswa juga tidak percaya dengan rumor ini, terus mereka merencana untuk mengkajinya waktu malam,, apakah ada hantu apa tidak?"
"Terus, ada tidak?"
"4 siswa tu langsung hilang..cuma 1 siswa saja yang terselamat, tapi kasian yang terselamat itu jadi sakit."
"Sakit apa?"
"Kemurungan selamanya sehingga boleh membuatnya gila.."
"Eh, itu bukankah siswa kelas 3-2 tidak silap ku?"
"Iya! Kamu tahu?"
"Ohh, tidak...aku hanya dengar orang lain katakan saja tentang siswa tu, tapi tentang hantu hantu tu tidak ku percaya."
"Kenapa?!"
"Emang harus tau? Btw ku tidak percaya tentang hantu semua, semua tu tidak wujud."
"Dari kamu sajalah-"
Lalu ada dua orang siswi lagi menuju ke tempat duduk mereka.
"Hei, kalian lagi ngobrol tentang apa?" Kata seorang siswi yang seperti cewek bergaya/fesyen bernama Kihara Miyuki
"Oh, Miyu dan Rin..kami lagi ngobrol tentang hantu di sekolah ni." Kata Mio sambil memandang mereka
"Oh! Hantu itu ya?'Beru no shojo' (Gadis Bel) ya?" Kata seorang siswi lagi yang berkaca mata lihatnya seperti anak baik tapi perangai nakal bernama Sakuraku Rin
"Iya, kalian berdua percaya tu?" Tanya Takagi kepada mereka
"Ohhh....tidak.." Serentak mereka berkata kepada Tagaki dengan sepasang wajah tidak takut dan datar
"HAH?! Kalian tidak takut??? Tapi pernah loh kejadian tentang 5 siswa itu-"
"Itu hanya rumor Takagi, dan kami bertiga tidak percaya dengan hantu tu..hantu tidak wujud yang wujud hanyalah pikiran kalian yang memikirkan bukan bukan." Ujar Mio
Takagi yang terkejut sedikit kepada mereka yang tidak percaya dan tidak takut apa rumor yang menakuti semua orang di sekolah sana.
"Hmmm, apa kata kamu menunjukkan arahnya dimana ruangan berhantu tu." Menujuk jari telunjung ke arah Takagi untuk menyuruhnya untuk menunjuk arah ke ruangan berhantu itu
"Hah?! Aku?!"
"Iya lah siapa lagi, ayo kita pergi!" Kata Rin dan menarik tangan Takagi keluar untuk mulai menunjukkan jalan ruangan nya
Mereka bertiga mengikuti Takagi dari dari mengikutnya yang menunjukkan arah ke ruangan angker itu.
Sudah tiba di lantai 4, suasana disana sangat sepi dan semua kelas kosong hanyalah kotak kotak kosong saja disana yang berhamburan.
"Waaa, napa sepi amat?" Tanya Rin melihat sekelilingnya
"Kan kononnya disininya angker, jadi tiada siapa berani belajar sini bukan saja belajar, lewat pun tidak berani." Kata Miyuki lagi melihat di cerminnya sambil menyapukan lipstiknya di bibirnya
"Iya iya, tapi rumor sajakan...manalah tau lantai ini hanya dibikinin store saja." Ujar Mio
Mereka pun tiba dan menuju ke pintu ruangan yang kelihatan usang dilihat, tapi dalamannya apakah usang juga?
"Ini ruangan angkernya? Hah, kalian liat pintunya aja lama dan seperti angker tapi emangnya ada?" Kata Mio yang berani di hadapan pintu itu dan tanpa rasa takut apa apa
"Mi..Mio, jangan ngomong begitu! Na..nanti nya dia marah." Takagi mulai rasa merinding dan melihat di sekelilingnya
"Lu takut Takagi?" Tanya Rin dan menyucuk pelan di pinggangnya untuk membuatnya merasa takut lagi
"I..iyalah! Pastilah ku takut, kan itu hantu-!"
Tiba tiba ada sesuatu jatuh di lantai sana membuat mereka dengan bunyi jatuh yang kuat itu.
"Eh, apa tu?" Mio
"Entah..ayo pergi tengok." Miyuki
"Hah?! Ka..kalian tidak takut???!"
"Tidak, kami ni berani bukan macam lu Takagi, kamu kek cewek aja." Mengejek Takagi yang ketakutan, siapa tidak takut hantu bukan?
Mereka semua mencari asal bunyi itu dan melihat sekeliling dan semua kelas kosong. Manakala Takagi tidak menyentuh apa apa dan hanya mengikut mereka saja dari belakang dengan perasaan takut dan merinding. Sudah 10 menit mereka mencari asal bunyi itu, tapi tidak menjumpainya. Takagi sudah pasti dan sudah tau, pasti si Gadis Bel itu melakukannya tapi dia hanya tidak. Menujukkan dirinya saja.
"Kan sudah ku bilang, rumor ialah rumor bukanlah betul." Kata Mio dengan yakin bahawa belakangnya ada sosok hitam di belakangnya tanpanya sadar.
Takagi sudah tau di belakang Mio ada sesuatu, dia tidak berani untuk membuka mulut untuk memberitahu kepadanya ada sesuatu aneh di belakangnya.
"Mio, Miyuki, Rin...ku pulang kelas duluan, ada kerjaan mau ku selesaikan." Langsung lari menuju ke tangga dan lari ke bawah lalu dia teriak terlpeset jatuh
Dengar dengan teriakan Takagi, 3 cewek itu langsung menuju ke tempat Takagi dan nampak, Takagi jatuh dari tangga dan kepalanya berlumuran darah.
"Takagi!!" Teriak Mio dan mereka bertiga turun ke bawah dan memapahnyaTakagi ke UKS.
Mio dan Rin memapahnya menuju ke ruangan UKS, lalu bu guru terkejut dengan luka parah Takagi kena di kepalanya dan bertanya kepada 3 cewek itu apa yang berlaku? Mereka bertiga hanya berdiam saja dan berkata bohong pada bu guru tu.
"Bu, Takagi lari di tangga lalu terpleset jatuh di lantai 2 tadi." Bohong Mio kepada bu gurunya
"Tapi kalau terpleset jatuh saja pasti tidak seteruk ini lukanya...baiklah, kalian bertiga masuk semula kelas kalian dan maklumin kepada guru kamu seterus nanti."
Mereka bertiga pun masuk semula kelas tanpa kata apa apa lagi, tapi mereka masih tidak percaya kepada hantu di lantai 4 barusan apalagi tidak percaya, takut pun tidak.
***
Setelah di dalam kelas, semua orang di kelas itu langsung ngomong tentang Takagi. Begitu cepatnya rumor tentang hantu itu sudah tersebar luas disana. Semua merasakan Takagi jatuh pasti Gadis Bel itu, karena sesiapa saja yang nampak pasti akan padah nya. Tapi Mio mereka masih tidak percaya lagi itu semua perbuatan hantu itu yang melukai Takagi jatuh tangga.
Guru mereka pun sudah masuk ke dalam kelas, dan semua murid menunduk hormat dan ucap selamat kepada ya.
"Pak, Takagi-" Mio
"Iya bapak tau, Takagi terluka parah dan sekarang dia dihantar ke rumah sakit dan keadaan nya sekarang koma." Kata pak guru mereka dengan rasa sedih turut orang ramai terkejut sedih kecuali 3 cewek tu
Semua orang heboh tentang itu sehingga satu sekolah tau, bukan saja satu sekolah,, orang orang yang tinggal berhampiran di sekolah sana juga tau tentang rumor tentang seorang wanita Beru No Shojo ini.
Sehabis waktu sekolah, semua siswa siswi pulang ke rumah, tapi Mio, Miyuki dan Rin masih berada di dalam kelas menunggu sehingga malam hari, mereka merencanya waktu pelajaran berlangsung tadi,, jadi mereka bertiga bersetuju untuk ke lantai 4 itu pada malam hari.
"Ayo kita naik.."
Mereka pun naik ke atas dan menyalakan lampu di hp mereka.
Tap tap tap, bunyi sepatu mereka naik ke atas dan suasana di lantai 4 sangatlah sepi dan gelap. Mereka maju ke pintu yang kelihatan angker itu untuk melihat, apakah didalam ruangan itu?
"Huhhh, kok dingin ya? Padahal selarangkan musim panas?" Bilang Rin lagi mengusap lengannya yang merasa dingin
"Lu takut ya Rin?" Miyuki mengejeknya
"Masa?! Gua gak takut!"
"Terus? Napa dingin?"
"Mana ku tau, mungkin ada pasang AC di sini?"
"Shhh, diam....kita sudah sampai."
Mereka sudah tiba di depan pintu angker itu, lalu Mio membuka pintu tersebut ada banyak bel kecil bergantungan di semua tempat dan kelihatan di dalam ruangan itu sangat rapi tidaklah berhamburan seperti kelas kosong di sana. Tanpa rasa takut, mereka bertiga masuk ke dalam dan memeriksa semua bel itu. Bukan saja melihat, malah menyentuh bel itu lalu Miyuki nampak di semua bel itu, ada sebuah tulisan sepertinya nama.
"Shibuzawa Rika..Tashuhiko Mayezawa..." Mio melihat semua bel itu dan baca nama nama di bel terdebut
"Eh, yang rumornya tentang 5 siswa tu ada namanya disini..tapi cuma 4 doang?" Kata Miyuki
"Kan seorang nya lagi orang bilang dia terselamat?" Rin
Waktu mereka melihat bel di dalam sana, mereka terdengar suara lonceng diluar sana dan Rin melihat di luar.
"Eh, kok gak ada?" Melihat di sekelilingnya
"Permisi..." seorang wanita berpakaian sekolah berwarna hitam berambut panjang hitam lagi berdiri di depan Rin dengan keadaan normal
"Akh! Kaget aku...kamu siapa?"
"Aku, Harumi..bisa tidak kamu membawa ku keluar dari sini?"
"Turun lantai 1 pusing kanan jalan terus lepastu ada gerbang besar tu itu jalan keluar nya..udah pergi sana." meninggalkannya
Tanpa dia tahu didepannya siapa, itulah gadis Beru No Shojo (Gadis Bel) yang bernama Harumi di depan Rin barusan. Gadis Bel itu bertukar wajahnya menjadi mengerikan, senyuman seperti psikopat, matanya mengalir darah dan wajahnya putih pucat seperti hantu.
Gadis Bel itu menarik tangan Rin pergi dan menikam nikamnya dengan tangannya, Rin teriak kesakitan sehingga Mio dan Miyuki terdengar teriakan Rin dari luar. Mereka berdua melihat di luar sana, eh? Tiada sesiapa di luar sana? Padahal mereka begitu jelas dan terang suara teriakan di luar sana ialah Rin. Mereka keluar dari situ dan mencari Rin di semua tempat.
Mereka berdua memanggil nama Rin di semua tempat, tapi tidak merespon apa apa juga. Mereka berpatah balik ke kelas mereka dan tunggu sehingga sekolah mereka buka kembali.
Sudah jam 9 malam, mereka masih berada di dalam kelas mereka yang suasana gelap dan sepi. Apalagi mereka kelaparan..
"Hahhh, aku lapar Mio."
"Kamu lapar? Lu pikir aku gak lapar?"
"Hmm..btw mana Rin pergi?Apakah..!"
"Jangan pikir bukan bukan ah..mana wujud semua tu."
"Tapi.."Mulai rasa takut
Tidak wu-" Belum habis perbicaraannya, tiba tiba ada bunyi jatuhan yang kuat di lantai sana
"Bunyi apaan tu??" Mio yang mulai semakin takut
"Tidak apa apa ah, abaikan saja."
Dan ada lagi menjatuhkan barang dengan bunyi yang kuat.
"Mio.."
"Ih jangan fikir bukan bukan ah.."
"Ku mau pulang Mio.." Takut sangat sangat
"Hahh, sudah lah..aku mau ke toilet dulu, terus kita pulang sama sama."
"Ikutan ke toilet..!"
"Ayo sini..dasar penakut."
Miyuki yang ketakutan, semakin dia lagi ketakutan semakin suka Beru No Shojo ingin mendekatinya.
Di dalam toilet..
"Mio cepatan pipis nya.."
"Iya iya bentar ah."
Cing! Cing! Cing! Miyuki terdengar bunyi lonceng di luar sana yang ingin menghampiri toilet, Miyuki yang sudah berpeluh dingin ketakutan dia mengetok ngetok pintu toilet yang Mio masuk tadi untuk menyuruhnya cepat.
"Mioo!!"
"Iya bentar dong!" Bernada tinggi kepada Miyuki yang tidak sabar sabar
Lalu, Miyuki nampak seorang gadis berkaki ayam berpakaian hitam lagi menatapnya.
"Permisi?" Kata Beru No Shojo
"I..iya?"
"Tau tidak jalan keluar dari sini?"
"Ta..tau..emang kenapa? Btw kamu siapa??" Takut Miyuki nampak di ada seorang cewek berambut panjang, tapi dia tidak tau dia ialah Beru No Shojo, dia hanya merasa heran kenapa dia tidak tau jalan keluar di sekolah ini?
"Aku Harumi, dan aku tersesat disini..bisa tidak kamu menghantar ku ke jalan keluar?" Kata Beru No Shojo dengan wajah susah hati yang tersesat di sana
"Bo..boleh..?"
"Oi Miyuki! Kamu ngomong dengan siapa sih??" Tanya Mio yang masih berada di dalam
"Oh, aku ngomong dengan seorang cewek ini, dia sesat."
"Cewek? Ku dengar lu saja yang ngomong sendirian terus..lu dengan siapa sekarang Miyuki??"
"Hah...ku dengan..." Rasa terkejut mendengar kata kata Mio yang Miyuki ngobrol dengan siapa? Miyuki memusingkan kepalanya ke hadapan, Beru No Shojo sudah berada di bawah kakinya dan menariknya jatuh ke lantai lalu Miyuki teriak diseretnya keluar dari situ oleh Beru No Shojo
Mio langsung keluar terdengar teriakan Miyuki lalu melihat sekitarnya, Miyuki sudah menghilang.
"Miyuki!! Miyuki mana kamu!!" Keluar dari toilet dan pergi mencari Miyuki di mana mana
Sudah 30 menit Mio mencari Miyuki dan Rin di sekolah sana, dia merasakan mereka berdua hanya bermain main dengan Mio untuk menakutinnya.
"Miyuki! Rin! Ayo keluar sekarang! Aku tau kalian mengkangetin ku saja kan?!"
Tidak ada respon apa apa dan hanya suara gema nya saja tadi bergema di lantai sana.
"Mending ku pulang saja, sudah hampir jam 11 malam." Pergi mengambil tasnya dan pergi ke lantai bawah untuk keluar dari sekolah itu
Setelah sampai ke lantai bawah, Mio menuju ke gerbang keluar untuk membukannya,,tapi eh? Tapi gerbang itu terkunci. Jadi Mio terpaksa berjaga disana sehingga besok paginya pintu gerbang itu terbuka kembali.
"Tch, sepi amat..Miyuki dan Rin lagi main petak umpet,, dasar.."
Suasana menjadi hening, tanpa bunyi apa apa lalu Mio ternampak seorang cewek berdiri di luar kelasnya sambil tersenyum menatapnya lalu pergi dari situ.
"Kamu!" Keluar dari kelasnya dan mengejar cewek yang dia nampak tadi
Cing! Cing! Cing! Cing! Bunyi lonceng dari Beru No Shojo, Mio mengikuti bunyi itu sehingga ke lantai 4.
"Keluar cepat! Kamu siapa?!" Melangkah ke hadapan dan bernada tinggi pada Beru No Shojo
Tiba tiba bunyi guntur yang kuat dan cahaya guntur itu menerangi lantai 4 seketika lalu Mio nampak seorang cewek berdiri di depannya dengan jarak jauh iaitu Beru No Shojo.
"Kamu siapa?! Kenapa kamu berada disini? Kan sekarang waktu malam." Kata Mio yang sangat beraninya oada wanita Beru No Shojo tu
"Aku Harumi...dan aku tinggal disini selama 68 tahun.."
"Bohong! Tidak mungkin kamu tinggal di sini selama 68 tahun."
"Aku sudah tinggal disini sekian lama..dan aku ialah Beru No Shojo yang kalian semua mengelar ku itu."
"Tidak mungkin...jadi Miyuki dan Rin pula?!!"
"Kamu kembali ke kelas mu semula, mereka pasti masih berada disana dengan baik baik." Senyum lebar yang penuh misteri dan mengerikan
Mio yang teragak agak untuk menuruni tangga, dia lari menuju ke kelasnya untuk melihat apakah Miyuki dan Rin masih berada disekolah tu?
Dia membuka pintu kelasnya dan nampak Miyuki dan Rin tergantung di atas diikat oleh tali berserta lonceng lonceng di atas sana. Mio yang masih tidak percaya tiba tiba Beru No Shojo sudah berada di sebelahnya dengan berwajah ngeri bermata hitam dan mengalirkan darah dari mata.
"Kan sudah ku katakan...mereka baik baik saja. Dan mereka akan ku jadikan lonceng mainan ku nanti." Kata Beru No Shojo yang senyum psikopat lalu mengeluarkan kuku tajamnya untuk membunuh Mio
Sudah hampir jam 12:00a.m, hampir waktu untuk Beru No Shojo untuk bertindak buas di malam harinya. Mio sekarang mulai percaya dan dia melarikan diri dari Beru No Shojo itu.
Sudah jam 12:00a.m malam, di sekolah sana berbunyi lonceng lonceng milik Beru No Shojo bermaksud itu ialah waktunya untuk berkeliaran di sekolah sana.
"HAHAHAHA!!!" Ketawa Beru No Shojo karena gembira akan ada lonceng baru iaitu Mio kalau dapat membunuh nya
Mio berlari dengan cepat dan mencari tempat untuk bersembunyi lalu berdoa agar tidak dijumpainya.
Cing! Cing! Cing! Bunyi lonceng dari Beru No Shojo yang berada di dan bernyanyi di sekitar dimana Mio berada. Lama kelamaan bunyi itu hilang dan Mio boleh melepaskan nafas lega.
"Hufh.."
"Hai.." Tiba tiba berada di sebelahnya dengan memasang wajah ngeri menatap Mio yang sudah ketakutan
Mio terus teriak lalu Beru No Shojo membunuh Mio di loker kelas disana.
****
Besok paginya..
"KYAAAAA!!!!"
Seorang siswi yang pertama masuk ke kelasnya nampak di loker itu ada mengalir keluar jenis cecair pekat berwarna merah gelap dan berbau amis. Lalu salah satu seorang siswa membuka pintu loker, cuma hanya sepasang pakaian seragam sekolah yang sudah dikotori oleh darah.
"Eh, ini pakaian Mio kan??" Kata siswa yang membuka pintu loker tadi
"I..iya, mu..mungkin kah Mio..." Kata seorang siswi yang sudah ketakutan melihat ada seorang menghilang cuma hanya pakaian yang dilumuri dengan darah saja.
Dan sekarang, lantai 4 langsung tidak bisa dimasuki oleh sesiapa saja, karena sudah ditaruh jimat pengunci dan jimat pembasmi setan di letak di mana mana saja di lantai 4. Tapi bukan untuk Beru No Shojo, dia bisa keluar masuk dari jimat di sekitar sana tanpa terluka apa apa pun karena dia ialah iblis yang kuat yang sudah berpenghuni sekian lama di sekolah itu.
TAMAT…
Maaf kalau jelek...ini dari pikiran author yang lalu di kepala xixixixixixi...thanks yg sudah mampir( ´ ▽ ` )ノ