Kehidupan berumah tangga tak pernah terlepas dari percekcokan dan pertengkaran yang pasti akan terjadi,karena pernikahan adalah dua insan yang bersatu dengan berbeda karakter,itulah dimana pernikahan juga menyatukan dua insan untuk saling melengkapi menjadi kesempurnaan.
keheningan seketika membuat kami berpikir bahwa itu akan percuma karena tugas harus tetap dilaksanakan, pertengkaran hanya akan membuat kita akan tidak nyaman karena bertengkar atau tidak semuanya akan tetap terjadi.
Aku Raka Adi Baskara (30),seorang TNI AD yang sudah berkeluarga dengan Ratih Kusumawati (25) dan kami belum dikaruniai seorang anak,pernikahan kami baru berusia 2 bulan
pertengkaran kami terjadi bermula ketika aku memberitakan bahwa aku akan pergi bertugas menuju daerah dengan kumpulan sekelompok orang yang cukup berbahaya ketika itu,dan tim kami ditugaskan untuk menumpasnya,karena sudah meresahkan negara.
Ratih yang masih awam akan tugas tentara, walaupun sudah diwejangi oleh ibu komandan dan para ibu senior bahwa tugas tentara itu berat,tapi tetap saja Ratih berkeyakinan aku tidak akan dikirim ke suatu tempat berbahaya,dan sekarang jawabannya membuat dia marah hebat kepadaku.
malam itu dia masih marah,dan terpaksa aku yang harus merapihkan keperluanku besok,untuk berangkat bertugas,aku tahu Ratih orang tegar,kuat,tapi sedikit emosian dan ketika dia emosi dia hanya ingin didiamkan.
"Ratih,besok kamu tetap akan antar aku kan?",kataku mengelus pundak nya
dia hanya diam dan menuju tempat tidur,dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
aku hanya membuang nafas pelan,ya hanya bisa berharap dia bisa menerimaku dengan keadaan ini.
"apa tak bisa aku merasakan kebahagiaan mas,aku menikmati indahnya pernikahan ku denganmu,berbulan madu bersama apa tidak bisa?",katanya terisak dari balik selimut ketika mengetahui aku berbaring disampingnya
"Ratih,sabarlah,akupun juga ingin ,seperti yang kau katakan,tapi inilah keadaan kita,kita berjuang bersama sayang",kataku membuka selimutnya,membimbingnya untuk duduk dan kupeluk erat dia ,kukecup pucuk kepalanya dan dia menangis sesenggukan dipelukanku.
ya begitulah Ratih dari dulu,di harus menangis untuk kemudian dia mengerti keadaan sesungguhnya.
ketika pagi datang aku bersiap ,untuk berangkat begitu juga Ratih, yang mengantarku ke pelabuhan,karena satuan kami akan menaiki kapal laut untuk menuju daerah tersebut.
"mas,ingatlah aku istrimu,berjanjilah untuk pulang dengan selamat,untukku",katanya menitihkan air matanya
"iya sayang,kamu jaga diri baik baik,ingat jangan terlalu terpengaruh dengan kata kata yang tidak penting",kataku sambil mengecup keningnya dan memeluknya.
aku pun segera menaiki kapan dan seketika kapal kami melaju pelan pelan,istriku kelihatan mengecil mengecil dan pelan pelan menghilang beserta pelabuhan hilang dan hanya laut lepas yang menjadi pandangan kami saat itu.
saat itu aku menuju dalam kapan dan mengistirahatkan diri sejenak untuk ,besok pagi kami harus mengatur strategi pendaratan di pulau itu.
sebelum tidur kusempatkan diriku melihat foto Ratih,senyumku seketika ketika melihat foto Ratih,banyak yang ia tidak tau dari kemiliteran, membuat nya harus protes kepadaku,tapi tak apa ,dia type wanita yang mau mengerti walaupun itu susah untuknya.
setelah tertidur jam 3 pagi kami mengatur strategi untuk melakukan pendaratan di suatu pulau akan tetapi tidak mungkin pendaratan kami lakukan dengan kapal besar,kemudian kami berhenti untuk ke markas besar yang kebetulan dekat dengan pelabuhan,dan kami mengatur strategi disana.
karena medannya yang agak susah yaitu hutan yang cukup amat sangat lebat, menurut info dari team intel,kami berencana menggunakan kapal karet agar sesegera mungkin bisa diamankan oleh team pengaman kami yang sudah terlebih dahulu dikirim kesana.
akhirnya setelah mengatur strategi yang cukup amat sulit kami ,mulai beraksi,di hari kedua kami ,pada jam 3 pagi,kami menaiki perahu karet dan menuju pulau yang dituju.
benar,bahwa hutan begitu amat sangat lebat aku yang menjadi komandan di operasi yang kami lakukan.
menyusuri rawa yang cukup dalam,menyusuri hutan yang berbatasan langsung dengan jurang,cukup membuat jantung kami berdebar,tapi tak sedikitpun kata menyerah dari kami terucap karena pantang bagi kami kalah sebelum berperang,lebih baik kami pulang tinggal nama daripada harus kalah sebelum peperangan.
setelah kami mencari,menyusuri hutan,kami menemukan sebuah rumah ditengah hutan,dan kami pun rapat mendadak,kami harus mengintai untuk mengetahui apakah itu rumah penduduk atau rumah dari anggota separatis itu.
setelah 3 hari kami mengintai ternyata disitu adalah gudang senjata,dan langsung kami melakukan pencurian senjata segera kami karung dan buang ke hutan supaya diambil oleh helikopter kami yang melintas dihutan dengan memberi sandi posisi kami.
setelah kami melakukan pencurian,kami kembali ke persembunyian dengan tetap siaga senjata kami kalau kalau ada orang yang mengintai kami.
benar dugaan kami tembakan seseorang dari semak terarah pada kami,untungnya kami semua selamat dan kami menghujani nya dengan tembakan dan tepat mengenai jantungnya ,dan sudah dipastikan dia mati ditempat.
kami periksa dia adalah orang asli indonesia dan dia salah satu anggota kelompok itu, menurut ku kelompok itu cukup canggih karena ia sampai mempunyai keanggotaan dan kartu itu di pasang cip,segera kuhancurkan cip itu agar tidak terdeteksi lebih dalam.
segera setelah itu kami melanjutkan penyisiran kembali untuk menemukan
markas besar mereka tentunya dan membawanya entah hidup atau mati.
sehari setelah kejadian itu kami baru menemukan sebuah bangunan entah seperti gudang juga tapi entah disana ramai orang berlalu lalang.
melakukan kegiatan seperti keluar masuk,juga kadang latihan karate.
seketika kami mengamati terlebih dahulu apakah benar itu kelompok yang kita cari,atau penduduk hutan ini,tapi kami telah mengumpulkan laporan bahwa hutan ini tak berpenghuni suku lain ,atau sejenisnya,dan kami yakini itu adalah bagian dari kelompok itu.
segera aku atur strategi karena cukup ramai disana maka kita harus menyusup,aku bagi 3 tim dua untuk bagian luar sisi kanan dan kiri gedung dan yang ketiga penyusupan didalam gedung.
setelah kami terbagi kami berpencar dan aku bergerak paling akhir untuk bagian dalam.
dan ketika pertempuran senyap terjadi dan semuanya telah terkecoh dengan pancingan kami,aku langsung menyusup kedalam.
ruangan seperti garasi disana banyak mobil dan senjata,takjub ku lagi adalah adanya ruang bawah tanah di gudang itu.
seketika aku masuk ruang bawah tanah dan pintu tertutup tiba tiba dan sial tak bisa kubuka kembali.
kuketahui itu adalah pintu otomatis,dan kunci berupa nomor sandi yang hanya orang dalam yang tau.
Tapi sudahlah sudah terlanjur basah maka aku pun menelusup ke ruang itu,semakin turun dan semakin kutelusup ruangan itu,semakin turun ruangan itu semakin terang kulihat.
seperti hotel berbintang lima disana,banyak ruangan dan kamar,seperti sudah lama ia membangun ini,dan sudah lama sepertinya kelompok terlarang ini membangun ruangan bawah tanah.
tak mungkin aku masuki satu satu ruangan banyak itu.
aku urungkan niatku untuk membuka satu persatu pintu itu,aku terus berjalan dan aku menemukan sebuah meja besar oval dan berkursi berjumlah dua belas,kursi apa ini,mungkin kegiatan mereka ada disini.
karena cukup sunyi samar samar aku mendengar suara teriakan di bawah sana,
aku mengikuti sumber suara dan membawa ku kedalam lagi.
setelah aku yakin sebuah kamar bertuliskan 266 itulah sumber suara itu,ku buka pintu dan hanya berisikan tempat tidur dan sebuah tv hanya tv yang menyala dan bukan lah apa apa.
baik aku lanjutkan penelusuran ku, dan di antara kamar kamar itu ada sebuah kaca besar dan owhh aku harus menunduk sebelum mereka tau keadaanku.
kaca itu kaca pembatas antara ruangan dan sebuah meja dan Sepertinya itu digunakan untuk mengintrogasi korban korbannya.
aku harus mendekat tapi tak mungkin aku bersembunyi disini dan krekkkkkkk,aku menginjak kertas kacang disana
tembakan keras diarahkan padaku terpaksa aku harus membuka salah satu kamar dsn bersembunyi di sana.
dan berhasil,hah bernafaslah lega aku.
"hallo mas,oh,apa kamu menginginkan ku saat ini,dari kelompok romawi berapa biar aku laporkan kepada tuan lewis",katanya sambil merangkulku seolah menginginkan ku
ku tarik nafas panjang dan segera aku lepaskan secara halus,tak mungkin aku mengkhianati Ratih istriku.
"maaf saya bukan lelaki seperti itu",kataku
"tapi kenapa kamu masuk ke kamarku mas,semua yang masuk pasti sedang menginginkan ku,apakah kamu tak tertarik padaku hemm?",katanya sambil mendekatkan dirinya kepadaku
pakaiannya yang sangat minim,sama sekali tidak membangkitkan hawaku,aku lepas jaket ku dan ku tutupkan padanya,dan aku menunjuk kan kartu identitasku.
"maaf,saya tidak akan mengkhianati apa yang menjadi janji saya untuk keluarga saya",kataku tegas
dia menangis dan duduk di kasurnya.
"maaf,maafkan saya,hiks hiks",katanya menangis sesenggukan
"sudah tidak apa apa,jangan menangis",kataku menenangkan dengan mengelus bahunya yang sudah tertutup jaket
"hanya anda,laki laki yang bisa melakukan ini untuk saya,selama 5 tahun ini,saya hanya diperlakukan seperti sampah Disini,,hiks hiks,saya tak pernah diistimewakan seperti ini,terimakasih untuk pengakuan anda",katanya
ku manfaatkan saja dia untuk melakukan penyergapan ini,aku wawancarai dia dan dia bernama linda,dia merupakan warga dari salah satu kota di pulau itu, dijual oleh ayahnya yang salah seorang anggota kelompok ini,dan dia ingin sekali bebas tapi mustahil karena penjagaan begitu ketat.
miris memang,tapi dia bersedia membantu kami untuk melakukan apa yang menjadi tugas kami.
dia tidak tau bahwa kami tentara , yang dia tau bahwa kami hanya orang biasa yang mencoba memberantas kelompok ini karena meresahkan warga,yah mungkin secara pengetahuan dia belum tau jadi tidak akan curiga.
aku dibawanya ke salah satu kamar dimana dikamar itu berkumpul gadis gadis yang sudah tidak diinginkan oleh anggota itu lagi,maka dikumpulkan disuatu kamar,dimana dia akan dikirim keluar negri untuk diperjualbelikan disana,miris sekali.
setelah itu aku diajak masuk di ruangan gelap dan ooohh
dor dor dor dor!!!!!!!!!!, tembakan melesat dan menyerempet tangan Linda.
"auhhh",katanya dan aku membungkamnya kubopong dan ku sembunyikan di sebuah kolong dekat dapur.
"tenanglah,ini tidak apa apa,kamu terserempet,akan ku balut tapi kumohon jangan berteriak",kataku berbisik
"linda,jangan coba coba mengkhianati kami,,kami tau kau mencoba kabur ha?",kata seorang itu,sekitar 5 orang yang mencari linda
flashback sedikit apakah aku ceroboh dalam bergerak,kurasa tidak karena sebelum aku bergerak,aku selalu mengamati kanan kiriku dan tak ada kamera atau alat intai yang lain,ah dan aku ingat
"lindaaa!!!!!!!,dorr!!!!",katanya sambil melepaskan tembakan
kulihat linda semakin bergetar ketakutan,aku memeluknya
"diamlah,tidak masalah,ini hanya gertakan,coba serahkan kartu anggotamu",kataku berbisik
ya dia mempunyai kartu anggota dan cip nya tertanam di sana,,segera aku hancurkan dahulu cip itu dan mulai menembak mereka dan dorrrrrr!!!
tepat sasaran mereka telah meninggal,kuperiksa semuanya tak lupa kuhancurkan kartu anggota itu,supaya tak terbaca.
ku lanjutkan penyusuran bersama Linda dengan sempoyongan ia berjalan,ia mulai mengeluh sakit dan panas
"yah itu pengaruh pelurunya,tenanglah,itu tak akan bahaya",kataku
dia mengajak ku ke sebuah ruangan yang sangat gelap,disana hanya ada penerangan di satu titik dimeja,sepertinya ini adalah meja introgasi yang aku lihat dikaca tadi.
disana aku lihat tawanan yang sudah lemas bahkan hampir kurus kering,oh Tuhan itu para wartawan yang dinyatakan hilang secara misterius,dan dia ada disini.
tawanan itu sangat pucat dan aku berpikir bagaimana membebaskan mereka.
gembok besar dan berlapis membuat pergerakan ku semakin sulit.
maka tak kehilangan akal,aku mencoba dengan sebuah cemiti,yah memang ajaib,apakah Tuhan memang sengaja mengatur ini semua,cemiti istriku yang aku cuci bajunya masih ada dikantongan jaketku,padahal itu yang dicari nya,ahh lupakan ,Ratih aku tak lupa janjiku sayang aku akan kembali dengan selamat untuk mu.
"bagaimana mas?,bisakah ini dibuka,kasihan mereka,mereka paling kasihan,dan sudah ada beberapa dari mereka dibunuh,dan entah kemana mayatnya",kata Linda
"linda,aku minta kerjasamamu,tolong jaga pintu sebelah sana,dan aku akan membebaskan mereka,lakukan dan kamu harus yakin melewatinya",kataku
"baik mas",katanya sedikit gugup
aku mencoba memasukan cemiti dan klekkk, berhasil dan aku mulai membebaskan tawanan tawanan itu.
dari mereka ada yang takut,dan yang masih sehat dari mereka aku perintah kan menggendong temannya.
bersamaku kuajak mereka untuk mencari jalan keluar.
tak kusangka di bawah ada ruangan lagi ,yang agak kuat pintu nya susah untuk dibuka,tapi berkat kekuatanku kita berhasil membuka nya.
dari situ kita naik keatas,dan salah satu penjaga berteriak aku langsug melepaskan tembakan dan tak lupa merusak cip di kartu anggotanya.
di luar ruangan itu,aku temukan sinar terang dan oh itu pedesaan,dan tak kusadari kita sedang ada disuatu rumah penduduk tapi anehnya rumah itu kosong.
mereka cukup pintar untuk itu ,dan segera aku perintahkan mereka untuk bersembunyi di suatu rumah atau pohon atau semak semak karena sudah pasti mereka mengejar kita.
dan benar saja, suara tembakan beruntun terjadu didesa itu,aku dan para tawanan harus segera berlari melindungi diri.
tembakan membabi buta itu telah menjatuhkan banyak korban didesa itu,anak,ibu mengandung,ibu ibu, orang tua,dan pengeboman terjadi.
ini sungguh diluar dugaanku,hanya ada didalam feelingku.
aku mengajak mereka untuk berlari,dan beristirahat sejenak ,aku merasa gagal karena masih banyak tawanan disana yang belum aku bebaskan.
"kawan,kita sudah mendekati perkampungan,aku mohon pergilah kalian kesana,karena misi saya belum selesai!!",kataku
"mas aku ikut",kata Linda
"jangan Linda,ini terlalu berbahaya,sebentar lagi dijurang sana akan ada yang menjemput kalian,tolong ikuti aturan mereka!!",kataku
"baik ",kata salah satu dari mereka.
"mas,kau tidak sendiri,anggaplah aku berhutang budi padamu",katanya
"baiklah kalau memang itu maumu,tapi berjanjilah kau tetap bersamaku,dan tunjukkan para tawanan yang lain",kataku
"baik",katanya yakin
aku kembali dan membebaskan para tawanan disaat mereka sedang menghancurkan desa itu,tawanan sudah lari dibimbing oleh Linda.
dan brukkkk!!!!!
sialnya aku tertendang seseorang dan kembali masuk kedalam dan aku terjatuh
"aarghhhh",kataku
"komandan Raka Adi Baskara,itukah nama lengkapmu?",kata seorang lelaki yang belum jelas aku pandang
samar samar kulihat dia adalah seorang tinggi tegap dan dengan 10 orang yang masih tersisa.
dengan sisa tenaga ku aku berdiri tegap memandang mereka.
"kau mau jadi pahlawan untuk siapa komandan?",kata orang itu dengan tertawa terbahak bahak
"aku tau kau tentara,ahha kau mau menumpas kami?,janganlah gegabah komandan, lihat lah kau tak mau,bergabung saja bersama kami?",katanya
"cuih,,,kau hanya remahan untuk ku,,tak mungkin aku bergabung bersama remah remah sepertimu",katanya
mereka menyerangku karena kata kataku maka aku keluarkan jurus ku satu lawan sepuluh yang aku yakin pasti aku kalah,aku berlari dan mengecohnya,satu persatu sudah kulawan dan kuhabisi dan jedug
ada yang menendangku di belakang sial,dia membawa pisau,dia akan menusuk ku ku reflekkan bergerak kekanan ke kiri menghindari pisau itu dan kutarik kawannya dan tertusuklah dia.
tinggal satu kulumpuhkan saja dia,dan semuanya sudah kubereskan,aku berlari dan
dooooorrrrr!!!!
ahhh kakiku terasa panas, panas itu bersarang di betisku,kuraskaan aliran darah yang sungguh hebat dan dorr!!!!,lenganku terserempet karena kau bisa sedikit menghindar.
ahh rasa sakit membuatku lemas seketika,kurasakan tubuhku diseret entah diletakkan dimana aku.
aku diletakkan di kursi dengan tangan terikat dan di masukkan diruangan introgasi dengan satu titik penerangan tadi.
"brakkkkkk!!!,kau b*****t,kemana seluruh anggotaku haaa?",katanya sambil menggebrak meja
aku diam tak mempedulikan apapun,
yang aku pedulikan adalah kali ini bagaimana aku bebas dan menemui Ratih istriku,dan tanpa babibu lagi aku menendang nya entah setan apa tali bisa mudah aku lepas dan aku hantam orang terakhir ini dan
dor dor!!!!
"jangan bergerak",katanya
aku mengangkat tanganku dan dia memeriksaku
"komandan!!!",kata mereka sambil sikap hormat
karena merasa panas dan sakit psda betis dan lenganku maka aku kelelaham dan sempoyongan,ternyata bala bantuan dari tim setelah kami telah datang.
dan aku pun diangkut untuk mendapatkan perawatan yang layak.
aku bersyukur kelompok sparatis itu sudah terbasmi,dan aku bersama satu orang anggotaku,karena yang lainnya telah gugur,mendapat kenaikan pangkat tak bersyarat.
ketika aku di RST terdekat di pulau itu Linda menjengukku
"mas terimakasih,kau telah menyelamatkan ku,aku berhutang padamu mas",katanya sambil menangis
"sudahlah,sudah menjadi tugas saya,lagiam saya membebaskan mu juga bersama teman teman saya",kataku senang
setelah aku pulih walaupun masih harus memakai alat bantu,aku diijinkan untuk pulang.
dan aku kembali ke Asramaku menemui Ratih istriku.
Tapi asrama itu kosong,tak kutemui kehidupan disini.
kemana Ratih?
5 hari sesudah kepulangan ku,aku tinggal sendiri di asrama dan,kulihat wanita seperti Ratih masuk di asrama sebrang segera aku hampiri dan kupanggil
"Ratih",kataku
dia hanya menutup mulutnya dan menitihkan air mata, dihampiri oleh anak kecil
"mama kenapa",katanya sambil memandangku
"maa,papa mau berangkat,ikat pinggang papa dimana?",kata dari dalam
membuatku menyadari,aku sudah tidak untuknya.