Desember 2020 , hujan bulan desember dikota ku masih enggan untuk berhenti , selalu turun dengan lebatnya dan aku jatuh cinta pada rintiknya yang bersenandung syahdu di hatiku . indah seindah perasaan ini...........
" Pagi "
Dengan tiba-tiba tatapanku yang semenjak tadi menatap tetesan hujan yang turun pagi ini terbuat seketika , keidahan pesonanya seketika terganti dengan senyuman manisnya yang menawan di hadapanku .
" Pagi juga " jawabku pelan .
Ia duduk di hadapanku dobangou kantin , yang mulai ramai oleh canda tawa mahasiswa dan mahasiswi yang sengaja mengunjungi kantin hanya sekedar sarapan , membeli makanan dan minuman .
" Teman-teman belum datang nis " tanyanya , lalu dia memesan kopi dengan isyarat telunjuk tangan yang diacungkan .
" Kayaknya belum deh nik , biasanya jam segini mereka udah datang dan udah duduk manis disini " jawabku padanya .
Dia Niko , teman kampusku yang beberapa bulan lalu aku kenal .
Perawakan tinggi , kurus , dengan kulit hitam manis dan potongan rambut sedikit ikal . wajahnya manis dan kalem , dan aku sangat menyukainya , bawaannya yang tenang dengan senyuman khasnya yang menawan .
" Kopi nis...." tawarnya seraya meminum kopi hangat itu .
" Iya makasih " aku mengganguk pelan .
Kutatap lagi wajahnya , ia tersenyum manis . ada sesuatu yang menyeruak ke dalam hatiku , entahlah perasaan apa itu .........
" Hai , nik apa kabar " tiba-tiba saja suara halus memecah perasaan yang menyeruak menjadi tak beraturan ketika kutatap sumber suara disamping Niko . seorang gadis dengan perawakan tinggi , langsing , dan amat cantik .
" Hai Safira , surprise sekali aku bisa bertemu kamu disini . kamu terlihat lebih cantik sekarang " jawab Niko .
" Aku juga kaget bisa ketemu disini , kamu ternyata kuliah disini juga "
Safira duduk disamping Niko dan perbincangan mereka berjalan lancar selancar hujan deras pagi ini yang mengguyur hatiku bercampur air mata tertahan dan menggumpal sesak di dada . bergegas aku bangkit dan berdiri.
" Aku ke kelas dulu ya nik , sebentar lagi jam pak Rudi masuk "
" Oke , nanti SMS aku ya kalau masuk " sahut Niko
Aku mengangguk pelan dan bergegas meninggalkan kantin . meski jalan menuju kelas diguyur hujan aku tak perduli .
**************
" Algoritma Fundamental adalah ...bla...bla...bla " penjelasan pak dosen berlalu di telingaku . pikiranku sendiri sedang gelisah menatap bangku kosong disebelahku .
" Kemana kamu Niko , kok jam segini belum datang " aku semakin gelisah , mataku selalu menatap pintu kelas yang terbuka lebar . kulihat jam tangan yang melingkar ditanganku , sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB . sementara hujan semakin deras dan menimbulkan hawa dingin yang luar biasa . aku merapatkan sweater abu-abu beludru rapat-rapat , dengan tatapan belum juga beralih dari pintu kelas .
" Baiklah pertemuan selanjutnya kita akan membahas mengenai bahasa pemrograman , untuk hari ini dicukupkan sekian . terimakasih "
Pak dosen mengakhiri mata kuliahnya , dan teman-teman segera berhamburan keluar kelas .
" Nis , ke kantin yuk ...." ajak Riris menarik tanganku
" Enggak ah lagi males ris " elakku lembut
" Hemm .....kenapa sih Nis , kok kamu gelisah gitu ? ada yang bisa aku bantu untuk temanku yanga paling baik ini " gerutu Risa.
" Ah kamu ini Ris bisa aja , yuk ke luar cari angin " aku berdiri dan mengandeng tangan Risa keluar kelas .
" Lho kok cari angin , mendingan cari makanan atau ........"
" Atau apa hayo ........??? "
" Cari cowok ganteng ha ha ha " celoteh Risa dan kita pun tertawa terbahak-bahak .
**********
Tiba-tiba langkahku terhenti dan seketika jantungku berdegup kencang . dia sosok itu , tersenyum dan berjalan berbarengan bersama wanita itu , wanita cantik yang kulihat dikantin . ia Safira , Niko dan Safira ? apakah mereka.......
" Nis , kamu kok bengong ? "
Risa mengagetkan aku yang tiba-tiba berhenti berjalan dan terpaku menatap Niko di seberang tempatku berdiri . Niko berjalan bersama Safira dibawah payung putih bermotif kupu-kupu .
" Oh , iya Ris aku mau Ke perpus aja ya , aku lagi ingin sendiri nih . gak apa-apa ya RIS ? "
" Tapi kamu nggak apa-apa kan Nis ? " tanya Risa dengan raut wajah khawatir .
" Aku nggak apa-apa Ris . serius aku ke perpus yaa "
Bergegas aku berlari menerobos hujan menuju perpustakaan yang tidak jauh dari tempatku berdiri . sementara Risa terlihat keheranan menatapku
**************
" Hati , mengapa tiba-tiba kau merasakan rasa yang begitu sakit ketika kulihat dia bersamanya dibawah payung putih , diantara deras hujan yang kucintai . perasaan apakah ini ? Dia sahabatku , pantaskah aku menyimpan rasa ? Hati bijaklah pada keadaan , jangan paksa aku untuk terus menyimpan semua ini...... sungguh aku tak sanggup jika harus larut dalam cerita ini "
❤️️Untukmu : N.O
" Kamu disini Nis "
Aku terkejut melihat Niko sudah duduk tepat di depanku , segera aku lipat kertas file berwarna pink dan menyelinapkanya diantara saku celana jins .
" Kamu lagi nulis apa " tanyanya seraya melemparkan senyum tipis manis yang menawan .
" Bukan apa-apa kok Nik , cuma puisi iseng-iseng aja " jawabku seadanya .
" Oh , tadi belajar apa aja ? aku keisengan , tadi hujan deras banget untung Safira di jalan ya udah aku ikut aja deh "
Aku menghela nafas pelan mendengar namanya disebut .
" Dia malaikat penolongmu ya nik ? "
Niko tertawa mendengar ucapanku .
" Dia itu malaikat cantik yang paling cantik " ujarnya dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya yang hitam manis .
Ada rasa yang mencubit hati ketika kudengar kalimat keluar dari bibirnya , rasa yang sangat tidak pernah aku mengerti .
" Safira pacar kamu Niko ? " tanyaku pelan dengan hati gundah .
Niko tidak menjawab , ia hanya tersenyum . sementara aku membiarkan pertanyaanku menggantung tak ada sahutan .
********
Masih Desember , 2020
" Aku semakin tidak mengerti , ketika kupandangi hujan desember di senja hari , ketika kutatap riak gelombang di pantai Laguna . ada rindu disana , sebersit bayang semu menari-nari diatas langit senja berawan putih , tersenyum indah seidah pelangi setelah hujan .
Pantai Laguna senja hari begitu indah , rona warna matahari yang lembut keemasan memantul diantara riak gelombang laut yang berkejaran menciptakan gradasi warna yang mempesona .aku duduk termenung diatas sebuah batu karang yang menjorok ke laut . membiarkan kakiku yang telanjang dibasahi air laut yang hangat . disini di pantai ini , sesuai hujan tadi siang meninggalkan harum tanah yang amat kusukai , daun-daun masih nampak basah karena tetes-tetesnya air hujan yang tertinggal , seperti rasa ini yang selalu membekas dalam hati , jiwa , dan juga pikiranku . tak pernah sekalipun aku melupakanmu . Burung-burung camar sibuk hilir mudik seolah ikut menikmati senja ini.
Sendiri disini , menenangkan hati sejenak ...dan entah darimana awalnya aku menangis , membiarkan bulir-bulir air mata jatuh dan bercampur dengan air laut .
" Kenapa kamu menangis Nis ? " tanyanya dengan suara parau dan berat .
Aku terkejut ketika kulihat Niko sudah duduk di sampingku sambil menyodorkan sapu tangan . dengan ragu-ragu aku raih sapu tangan dan mulai menghapus air mataku .
" Kamu ko ada disini Nik ? " tanyaku dengan suara parau dan berat .
Niko tersenyum menatapku , " Hati yang membawaku kesini Nis " ucapnya pelan .
Aku tersentak kaget , " Aku butuh jawaban yang logis Nik ? "
Niko menghela nafas dan mengalihkan pandangan pada hamparan laut yang berwarna biru keemasan
" Tadi pulang dari kampus aku mengikuti dari belakang , karena tak biasanya kamu pulang ke arah yang berlawanan " jawabnya .
Aku terdiam dan hanya menunduk .
" O, Iya kamu belum jawab kenapa menangis ? "
Aku menggeleng pelan seraya mencoba menatap wajahnya .
" Sebenernya aku hanya ingin bercerita pada senja bahwa aku sedang memendam pilu disini , dihatiku yang amat dalam " .
" Oh yah , bisakah aku menggantikan senja itu sebagai teman ceritamu " ujar Niko membalas tatapan mataku .
Melihat tatapannya aku kembali menunduk . " Maaf aku tak bisa " jawabku pelan .
Niko menggangguk pelan . " Nis sebenernya aku kesini hanya ingin mengembalikan ini "
Niko menyodorkan kertas file pink yang sangat aku kenali .
" Kenapa itu bisa ada ditanganmu " ucapku keheranan .
" Aku menemukannya terjatuh ketika kamu mengambil Handphonemu sewaktu kita di perpustakaan kampus " aku meraih kertas file itu dan hendak merobeknya , tapi dengan cepat Niko kembali merebutnya .
" Nisya putri , file ini sangat berharga jika kamu harus merobeknya dan membiarkan air laut ini menelanya " ujarnya .
" Kenapa , karena kamu sudah tau aku menyukaimu , lalu kamu akan menertawakan aku dan mengatakan kalau kamu kekasih kecantikan yang luar biasa dibandingkan aku "
Niko terbengong menatapku " Kamu menyukaiku Nis ? tulisan ini ditunjukan untukku Nis ? " tanyanya dengan terkejut .
" Jadi kamu belum mengetahui belum mengetahui tulisan itu untuk siapa ? " aku tersipu malu dengan wajah tertunduk merah merona .
" Inisial Ry , bodoh mengapa aku tidak menyadarinya " Ricky mencerca dirinya sendiri .
Tak ingin berlama-lama disini karena harga diriku yang sudah hancur berantakan , aku berdiri dan berjalan meninggalkan Ricky yang masih mencerca perkataanku . tapi sejenak Ricky berteriak memanggilku .
" Nis , tunggu " Ricky menghampiriku .
Aku tak menghiraukan dan terus saja berlari hingga benar-benar meninggalkan senja indah Laguna yang menyisakan perasaan tak beraturan .
***********
Dipenghujung Bulan Desember
Malam ini udara dingin menusuk kulitku , aku bingung harus melakukan apa . untuk menghindari kejenuhanku aku aku mencoba membuka situs online Facebook . tiba-tiba kulihat satu pesan masuk ke kontakku , kubuka dari Ricky hatiku berdebar kencang . setelah kejadian di pantai Laguna itu aku tak berbicara banyak dengannya di kampus .
Dengan penasaran kubaca pesannya .
Untuk wanita yang menangis di senja Laguna .
" Desember telah mengenalkan aku pada wanita seindah kamu , dalam deretan hari-harinya yang berjalan seiring waktu banyak cerita yang kudapat .masih ingat dihariku senyum manismu , namu tiba-tiba kamu memudarkan senyummu itu semenjak senja hari di pantai Laguna menguak satu misteri sikapmu yang tak sempat kubaca . cinta ....pernahkah kamu mendefinisikannya secara luas ? untukmu aku tak bisa berkata banyak mengenai hal ini , karena bagiku cintaku tak meski ku ucapkan lewat kata-kata untuk wanita yang ku cintai . kamu perlu tau , tak meski menjalin ikatan resmi yang menyatukan hati , cukup rasakan apa yang kau rasakan dari Ku . karena ketika rasamu seperti itu aku juga sepertimu . kembalilah senyummu hiasi persahabatan kita , karena semua akan tumbuh dan biarkan waktu menjawab semuanya . satu lagi aku tak pernah ada hubungan apapun dengan Safira .