Epilog.
Kau yang dibuang...
Bersamaku...
Yang ditinggalkan.
Pertemuan kita...
Yang indah juga menyesakkan.
Yang membuat...
Cinta kita semakin kuat dan sakit.
Inilah kisah ku.
~~~~~
eps.
Pagi hari dirumah keluarga baroez.
Bibi ina:" Nona bangun! nona!!." bibi itu memanggil dengan nada tinggi pada nona mudanya.
Dia bibi pengasuh yang merawat ariana dan arsen dari kecil, dia penuh dengan kasih sayang walaupun kadang galak.
Ariana:" duh telingaku, iya iya aku bangun nih."
Ariana Grace Natalie Baroez, itu nama nya, dia berusia tepat 14 tahun bulan kemarin anak terakhir dan anak perempuan satu satunya keluarga ini dan tentu saya aku yang paling cantik dong~.
Arsen:" udah bangun? cpt mandi gih keburu macet nanti."
Dia kakak kembar ku, kaka laki laki yang dingin tapi penuh perhatian.
Namanya Arsen Edward Hilarion Baroez.
Ku akui kaka ku ini orang yang tampan.
Ariana:" hmm~ padahal masih ngantuk."
Bibi ina:" apa mau saya mandikan? nona~."
bibi yang berbicara dengan nada rendah dan wajah yang menyeramkan.
Ariana:" gk! gk!." jawab tegas.
Banyak orang yang berkata kalau aku dan arsen itu seperti kopy paste lho~.
Dari warna rambut yang putih keperakan bergelombang dan mata warna ungu yang cerah dan bahkan kepintaran kami pun setara.
Mengingat masa lalu.
Dulu, 9 tahun yang lalu kami ditinggalkan oleh orang tua kami, orang tua yang tiba tiba menghilang tanpa jejak, yang menitipkan perusahaan yang ada diambang kebangkrutan pada Kaka pertama kami.
Bagaimana bisa mereka meninggalkan anak kecil kembar yang berumur 5 tahun dan imut ini pada kakaknya yang baru berusia 10 tahun?! kami benar benar tidak menyangka.
Tapi kami juga tidak tau harus berbuat apa?
aku dan arsen yang baru berusia 5 tahun yang sama sekali tidak mengerti bisnis dan walaupun Kaka pintar kami pun tidak tau harus bagaimana, karena dia juga tidak ada pengalaman.
Sudah berhari hari memikirkan cara tapi tetap buntu berjam jam berfikir hasilnya tetap buntu dan buntu. Lalu tiba tiba aku ingat dengan sebuah kotak hadiah!.
Aku tidak tau siapa yang memberikan nya karna dia hanya memberikan nya dan berkata " bukalah kotak ini, dan pakailah benda yang ada di dalam nya ketika kau mendapatkan masalah ". Tanpa pikir panjang aku langsung mencari dan membuka kotak itu.
Di dalam nya ada sepasang kalung berlambang bintang bewarna biru terang yang sangat indah, di bawah kalung itu ada sebuah surat.
Isi surat:
" jika kau mendapatkan masalah pakailah benda yang ada di atas kertas ini maka dia akan membantu menyelesaikan masalah mu ".
Lalu aku pun memakai kalung itu dan memberikannya yang satu lagi pada arsen dia sempat bertanya tanya "kenapa aku harus pakai ini?" dan aku memberikan nya surat itu dan setelah itu aku berkata " tidak ada salahnya kan kalau kita mencoba nya? toh kita juga belum menemukan jawaban masalah ini."
Tapi saat kami memakai kalung itu tidak terjadi apa pun. Aku dan arsen tidak berhenti memikirkan cara tapi tetap saja buntu, mungkin karna kelelahan berfikir kami jadi tertidur lelap sampai pagi.
Tak ada yang bisa menyangka saat kami bangun, di kepala kami terlintas strategi strategi bisnis ini sungguh sebuah keajaiban!.
Dan kami mulai menulis strategi bisnis itu dan memberikannya pada Kaka kami.
Karna usaha kami bertiga dalam waktu beberapa bulan perusahaan mulai stabil mungkin malah meningkat (?).
Para karyawan jadi tenang dan mengangkat Kaka kami sebagai Presdir group dan menghormati kami sebagai wakil Presdir, Kaka juga mengganti nama perusahaan dari Baroez jadi AR32.
Sejak itu pula kami memutuskan untuk tidak melepas kalung itu dan menjaganya dengan baik.
Tapi dua tahun setelah nya aku terkena penyakit jantung mungkin karna kelelahan, tubuhku juga lemah dari kecil. Karena itu Kaka meminta ku untuk tinggal di desa untuk kesehatanku, aku menyetujui tapi aku memiliki syarat, aku mau tinggal di desa tapi bersama bibi ina dan arsen dangan menyembunyikan identitas kami.
Kaka ku pun setuju, dan kami sesekali mengirim surat yang berisi strategi bisnis pada Kaka dan mengunjungi nya jika liburan.
Dan sekarang kondisi ku mulai semakin membaik dan Kaka memutuskan untuk membiarkan kami untuk sekolah di ibu kota.
Kami akhirnya pindah sekolah saat kelas 9 ini dan sekarang kami akan memberikan kejutan pada Kaka dengan mengunjungi nya diam diam.
kembali ke kenyataan.
Arsen:" ...ra rara!....rara!!" arsen yang menaikkan nada suaranya karna adik kesayangannya itu tidak mendengarkan nya dan malah melamun.
Ariana:" buset dah! apaan sih?! berisik tau!"
ariana yang kesal karena Kaka nya itu membentak dan membuat jam ekgnya jadi berbunyi pip... pip...pip..pip..
Bibi ina:" yiyi! jgn teriak teriak, jam ekg rara jadi bunyi!, rara juga jangan teriak gitu! perempuan gk blh teriak teriak gitu."
Arsen dan Ariana pun kompak menjawab "iya gk akan kami ulangi."
Bibi ina:" kamu gk papa gk ra? jam mu sempat bunyi."
Ariana:" gk papa kok." ariana yang menjawab dengan nada rendah.
Ariana:" oh ya, tadi mau ngomong apa?."
Arsen:" jangan bengong mulu, mikirin apa sih?."
Ariana:" ngantuk tau."
arsen menghela nafas dan tersenyum kecil lalu berkata lembut
Arsen:" sini." sambil menepuk pundak nya.
Ariana langsung menyandarkan kepalanya pada pundak arsen, tuh kan apa aku bilang dia itu sebenarnya perhatian, kata ariana dalam hati sambil tersenyum kecil.
*Yiyi dan rara adalah nama panggilan arsen dan ariana.*
Beberapa jam berlalu dan kami pun sampai di perusahaan.
Gedung tinggi berwarna putih kekuningan yang seperti emas itu adalah kantor Kaka. ya AR32 group.
Saat kami masuk banyak yang menyambut kedatangan kami dengan ramah dan tersenyum, mungkin ada beberapa karyawan baru yang tidak mengenal kami, sempat ku dengar ada yang bertanya pada seniornya dalam kerja, anak kembar itu siapa? kenapa begitu dihormati?, setelah mendengar alasan kenapa kami dihormati dia langsung terkagum kagum pada kami.
Di perusahaan ini juga ada syarat, bahwa tidak boleh memberi tahukan keberadaan kami, dan juga memfoto dan mempublikasikan kami.
Kami dan bibi pun berjalan menuju lift, saat kami didepan lift kami melihat anak kedua bibi, namanya engel dia diangkat menjadi sekretaris Kaka karena kepintaran yang dia miliki.
Bibi punya dua anak, anak pertama nya diangkat sebagai manajer di PT Bank milik kami, dan anak keduanya menjadi sekretaris CEO, dan suami bibi, menjadi pengurus rumah utama maupun rumah anak keluarga kami.
Yah kami menang kaya, tapi tidak sampai orang terkaya di dunia, kami hanya masuk 3 besarnya saja.
Keluarga bi ina, adalah keluarga yang paling berharga untuk kami.
Kami pun berbincang saat dalam lift
Engel:" tuan dan nona muda sedang disini? apa ingin berkunjung kepada Presdir? tapi kedatangan anda tidak ada dalam daftar kerja Presdir?." Suara dengan nada sopan dan folmal yang terdengar sangat profesional.
Arsen:" kami ingin memberikan kejutan." menjawab dengan dingin.
Ariana:" iya, apa Kaka ada?."
Engel:" Presdir sedang rapat, dan rapat akan selesai setelah sekitar 30 menit."
Ariana:" kalau begitu kita tunggu diruang Kaka saja." menjawab dengan santai.
Engel:" baik."
Akhirnya sampai juga, ketika masuk ruangan Kaka, terlihat berkas berkas dokumen yang tertumpuk rapi di meja Kaka dan dinding belakang transparan yang bisa membuat bisa melihat indahnya ibu kota.
Kalau menunggu seperti ini rasanya jadi bosan.
Ariana:" yiyi bosen gk? aku bosan nih." tanya rara sambil duduk diatas kursi Kaka nya itu. Arsen:" bosan, tapi cuma bisa menunggu." yiyi yang menjawab dengan datar. Hemm~ gimana ya biar gk bosen?
* Arsen:" pengen ngerjain dokumen dokumen Kaka deh"
* Ariana:" tapi karna ada bibi, jadi malu kan?
* Arsen:" iya."
Hemm... Ah! aku punya ide!
Ariana:" Bibi minta tolong dong~, tolong bilang aku mau cemilan sama orang dapur, aku pengen ngemil...." rara yang minta tolong dengan suara manjaanya. Bibi yang tau akan rencana mereka berdua karena melihat arsen yang terus menatap berkas berkas itu hanya bisa menghela nafas dan tersenyum.
Bibi:" baiklah, tunggu sebentar ya~".
* artinya telepati. ya sejak menggunakan kalung kami juga bisa melakukan telepati, dan juga bisa mengetahui keberadaan satu sama lain saat memakai kalung, tapi karna sudah bertahun tahun, tanpa kalung pun masih bisa, walaupun kadang tidak jelas.
Ariana:" nah sekarang bibi sudah pergi sini bagi dua." rara yang berbicara sambil membagi tumpukan berkas itu menjadi dua.
Arsen:" oke! mumpung semangat."
Beberapa saat kemudian
Ariana:" akhirnya selesai."
Arsen:" iya, lumayan capek karna udah lama gak gini".
Waktu bersama di depan ruang.
Alex:" lho? bibi? kok disini? berarti si kembar juga ada? dimana?"
Dia kakaku namanya Alex Samuel Altair Baroez. Lelaki muda dan tampan, yang memiliki rambut berwarna merah cerah dan mata warna hijau gelap kebiruan.
Bibi:" iya, mereka didalam tuan."
Alex:" oh? kalau gitu saya duluan."
Bibi dan anak nya yang ada disitu pun membungkuk ketika melihat tuan nya itu pergi.
Alex berjalan dan membuka pintu melihat kedua adik kesayangannya.
Alex:" lho? kalian disini? sejak kapan? sudah lama nunggu?" Alex yang pura pura tidak tau kalau ada adiknya diruangnya itu.
Ariana:" iya, gk lama kok, paling 30 menitan".
Alex berjalan mendekat.
Alex:" wah~ kalau dilihat lihat kalian kok semakin mirip ya~?" Alex mengatakan kenyataan pahit yang tidak mau didengarkan kedua adiknya itu membuat suasana jadi mencekam.
Ariana:" hah? aku? sma dia? mirip? Kaka rabun ya? yuk kedokter periksa mata."
rara yang berusaha menyangkal
Arsen:" jangan bandingkan aku dengan anak bodoh seperti dia." yiyi yang menyangkal juga menyindir rara membuat rara malah besar.
' wah~ memang benar kalian semakin mirip, tapi tadi yiyi bilang rara bodoh? kalau begitu semua anak juga ingin sebodoh rara'.
" sudah sudah lebih baik kita jalan jalan keliling ibukota bagaimana?" Alex yang berusaha mencairkan suasana yang mencekam itu.
Ariana menjawab dengan semangat "ayo!"
Dan akhirnya mereka jalan jalan dari siang sampai malam hari, karna kelelahan mereka jadi tertidur di mobil saat pulang
keesokan harinya Alex mencari orang untuk memindahkan barang barang yiyi dan rara kerumah baru mereka, tapi bukan rumah utama, melainkan rumah yang lumayan dekat dengan sekolah mereka
Sebulan kemudian, hari pertama sekolah.
"wah~ ternyata besar juga ya kalau dibandingkan sama yang di desa" rara terkagum dengan sekolah elit yang ada di depan matanya.
"disini juma banyak muridnya" yiyi berkata sambil melihat sekeliling.
Ariana:" iya juga, ohya kita sekelas kan?"
Arsen:" ah... tadi katanya kita beda kelas." menjawab dengan pura pura gugup
Ariana:"apa!!"
arsen:" pft! bwahahaha, becanda kok, gitu aja ketipu!."
rara merona karna malu lalu meninggalkan yiyi sendirian di gerbang masuk sekolah.
' ugh yiyi menyebalkan! benar benar nyebelin! nyebelin banget!' guman rara dlm hati
tiba tiba brug!!
Ariana:" aduh... sakit banget, siapa sih yang jalan gak pake mata!."
'duh mba jalan kan pake kaki bukan mata jadi jangan salahin saya, ini juga tikungan jadi saya juga gk tau' batin fiona
Fiona:"maaf gk sengaja!"
ini juga kelalaian rara yang berjalan melihat kebawah bukan kedepan.
Ariana:" ah iya gpp, aku juga maaf. oh ya sekalian nanya ruang kepala sekolah di mana ya?"
'tadi marah sekarang nanya? dasar'.
Fiona:" ada di lantai dua ujung, apa mau saya antar saja?."
Ariana:" boleh nih? mksh ya"
Beberapa saat sesampainya di depan ruang kepala sekolah,
Ariana:" oh ya tadi belum sempat kenalan, nama kamu siapa?" rara bertanya dengan nada sok ramah pdhl tadi marah marah.
Fiona:" saya Fiona, kamu? bicara formal.
Ariana:" aku Ariana, dan kamu gak usah berbicara formal, sekali lagi makasih ya"
Fiona:" iya, kalo gitu aku pergi dulu, permisi."
*Ariana:" arsen! kamu dimana sih? aku udh di depan ruang kepala sekolah" telepati
*Arsen:" tunggu bentar napa! bentar lagi nyampe kok ini." telepati
Saat yiyi sudah sampai mereka diarahkan untuk pergi keruang guru untuk mencari guru xiro yang akan menjadi wali kelas mereka di kelas 9-4.Saat sampai mereka diajak berkeliling mengenalkan lingkungan sekolah, dan saat bel masuk mereka dikenalkan sebagai murid baru.
Kalau kalian bertanya kenapa mereka diperlakukan khusus? itu karna donatur sekolah itu adalah keluarga baroez
Bu xiro: "Anak anak, jangan ribut dulu, ibu mau memperkenalkan murid baru".
"murid baru?" "siapa ya kira-kira?" "cowok apa cewek?" anak kelas pun jadi semakin ramai.
' murid baru jangan jangan orang yang tadi?' batin fiona.
Bu xiro:" silahkan masuk"
"wah cewek" " cantik lagi" " eh ada cowoknya juga" "kya! tampannya"
'duh mereka berlebihan gak sih? tapi sepertinya yiyi gk perfikir begitu'
Dasar! dia malah senyum kegirangan melihat reaksi mereka.
Bu xiro:" Silahkan perkenalkan diri kalian."
Ariana:" Halo nama saya Ariana Grace Natalie, umur saya 14 tahun."
Arsen:" Halo nama saya Arsen Edward Hilarion, umur 14 tahun."
Mereka tidak memakai nama keluarga karna sedang menyembunyikan identitas.
" Mulai hari ini mohon bantuannya" sambung Ariana dan Arsen bersama.
Fiona:" ternyata benar ya murid baru nya kamu♥~." guman sambil tersenyum.