Hari ini cuacanya sangat cerah, burung- burung berterbangan, aku ada di tempat dimana bunga - bunga tumbuh subur, ada banyak pasangan yang berjalan melewati ku, mereka tertawa, bermain, dan piknik disini, taman smeraldo.
aku duduk di salah satu bangku taman, menatap ke arah langit yang cerah dan bunga - bunga yang sudah mekar, sangat indah. aku mengambil nafas panjang lalu melepaskannya, rasanya tenang, aku duduk dan mengambil buku sketsa ku dan mulai melukis, aku melukis bunga - bunga di taman, melukis langit, melukis bangku - bangku yang ada di taman ini, aku melihat ada sepasang remaja yang sedang tertawa di depan ku sambil memakan kue yang terlihat enak, hal itu mengingatkan ku padamu.
aku ingat, saat pertama kali kita bertemu, saat itu aku sedang duduk di bangku taman sekolah, tiba - tiba saja kamu berlari dan tidak sengaja menjatuhkan buku sketsa ku, kamu segera bangkit dan kamu melihat buku sketsa ku yang sobek, lalu kamu meminta maaf akan hal itu, hari itu aku sudah memaafkan mu, aku juga tidak menyangka kalau besoknya kamu mendatangiku dan memberi ku buku sketsa yang baru sebagai permintaan maaf, kamu meminta maaf dengan sangat manis hari itu, aku tidak melupakannya.
aku ingat, hari dimana kamu terus terusan mencoba berbicara dengan ku saat itu, kamu mengikuti ku kemana pun aku pergi, ke perpustaan, taman, bahkan saat aku sedang olahraga aku melihat mu menatap ku dari jendela kelas mu, saat itu aku merasa kalau ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan lalu aku pun menemuimu di taman sekolah, saat itu aku bertanya padamu ' apa ada sesuatu yang mau kamu katakan? ' tanya ku padamu, lalu kamu menunduk dan berkata ' mau berteman denganku? ' tanya mu, saat itu aku tidak tau harus bilang apa, tapi aku memutuskan untuk mengatakan ' ya ' , semenjak saat itu kita selalu bersama, aku tidak melupakannya.
aku ingat, hari dimana kamu mengutarakan perasaan mu padaku, kau bertanya ' apakah kamu mau menjadi kekasih ku? ' , hari itu aku sangat terkejut, aku tidak menyangka kalau kamu menyukai ku, jujur, saat itu aku juga menyukaimu, oleh karena itu pada saat itu aku mengatakan ' ya ' , mulai saat itu kamu selalu mengantar ku pulang, kita mengerjakan tugas bersama, terkadang kamu juga mengajak ku pergi jalan - jalan, semakin hari kita semakin dekat, aku tidak melupakannya.
aku ingat, saat hari kelulusan, aku pergi mencari mu ke sekeliling aula dan akhirnya aku menemukan mu di sudut, kamu sedang berbicara bersama orang tua mu, aku berpikir untuk tidak menemui mu terlebih dahulu dan membiarkan kalian berbicara, aku segera memutar tubuh ku, tapi belum aku melangkah kamu tiba - tiba memanggil ku, aku menoleh ke arah mu dan kamu menyuruhku untuk datang ke tempat mu di sana, aku melangkah dan berhenti tepat di sampingmu, aku melihat orang tua mu menatap ku heran, aku sangat gugup, tapi kamu tiba - tiba saja merangkul bahu ku dan memperkenalkan ku pada mereka, kau memperkenalkan ku ' dia adalah kekasihku ' saat itu aku lihat orang tua mu cukup terkejut, aku pikir mereka tidak akan suka soal hubungan kita, tapi ternyata mereka malah tersenyum dan mengajakku bicara, itu adalah hari yang bahagia, aku tidak melupakannya.
aku ingat, hari dimana aku terkejut karena kita satu kampus, saat itu aku sangat kaget melihatmu, kita juga satu jurusan, sangat kebetulan, padahal aku tidak memberitahu mu aku ada di jurusan apa, begitu juga sebaliknya, saat itu kamu tersenyum padaku, semuanya baik - baik saja, sampai kita berada di semester akhir, kamu mulai di rumorkan berpacaran dengan anak dari jurusan lain, saat itu aku sangat terkejut, kamu berpacaran dengan wanita lain apa lagi dengan status kita yang masih pacaran, saat itu aku sangat sedih, tapi aku tidak bisa percaya begitu saja, saat itu aku langsung menemuimu dan meminta penjelasan, kamu menjelaskan semuanya padaku, tapi aku juga harus mendengar cerita dari si wanita kan? jadi saat itu aku juga menemui si wanita, dia berkata dengan angkuhnya bahwa kamu adalah miliknya, aku kesal dan marah, tapi aku memendam semua dan berusaha mengumpulkan bukti, dan terbukti, kamu tidak bersalah, lalu hari - hari berlalu sampai kita lulus, aku tidak melupakannya.
aku ingat, saat dimana kita sudah mendapat pekerjaan masing - masing, kamu bekerja di perusahaan terkenal dan aku juga sama, tapi menggambar tetap menjadi hobiku, kadang aku menggambar dirimu yang sedang menonton film di rumah ku, aku selalu menggambarmu, suatu hari kamu mengajakku makan malam dan aku pikir itu sangat romantis, kamu mengajakku makan dengan lilin wangi yang di letakkan di meja, dan dengan alunan musik yang merdu, saat itu kamu sangat senang, begitu juga dengan ku, lalu kamu mengajak ku ke taman smeraldo, kita berjalan bersama, sampai akhirnya kamu berdiri di depan ku dan berlutut lalu menggengam tangan ku dan mengeluarkan sebuah kota, aku cukup terkejut dengan perlakuan mu, kamu membuka kotak itu dan terdengar suara kembang apa di langit, kamu mengecup punggung tangan ku dam berkata ' sudah lama kita menjalin hubungan kekasih ini, aku sudah mengenal mu begitu juga sebaliknya, aku tau mungkin ini tiba - tiba tapi, mau kah kamu menjadi pasanganku? menjadi belahan jiwaku? menjadi orang yang akan selalu ada di samping ku? maukah kamu menikah dengan ku dan menjadi istri ku? ' , kata mu saat itu, kata - kata itu seakan menghipnotisku, hingga tanpa sadar aku menangis dan berkata ' ya, aku mau ', kamu terlihat sangat senang saat itu, kamu memelukku dan berkata bahwa kamu mencintaiku, aku tidak melupakannya.
aku ingat, hari dimana kita menikah, saat itu aku memasuki aula pernikahan, aku melihat mu, saat itu kamu memakai jas hitam dengan kemeja putih, kamu terlihat sangat menawan, kamu juga menatap ku, aku berdiri di samping mu dan kamu berbisik padaku ' kamu sangat cantik hari ini ' , kata - kata mu membuat wajah ku jadi merah, saat itu kita melakukan pernikahan, setelah selesai kamu mengatakan padaku ' aku tidak akan pernah meninggal kan ku ' , saat itu aku tersenyum, aku tidak melupakannya.
aku ingat, hari di mana kita sudah menantikan seorang buah hati, kita sangat berharap segera diberikan anak, kamu saat itu bilang kalau kamu mau mempunyai anak laki - laki yang tampan, baik, dan pintar, kamu bilang kamu mau punya anak laki - laki agar dia bisa.menjaga dan melindungi ku, tapi pada saat itu aku mau anak perempuan, aku anak perempuan supaya dia bisa membantu memasak dan mengurus pekerjaan rumah, saat aku bilang begitu kamu tersenyum dan berkata ' laki - laki atau perempuan aku ingin mereka akan terus menyayangi mu ' , itu yang kamu katakan saat itu, aku tidak melupakannya.
aku juga ingat, hari dimana kamu harus berangkat keluar negeri, saat itu aku cuma sendirian di rumah, aku merasa sepi, jadi aku menonton film dan memakan snack, tapi tiba - tiba saja aku merasa sangat pusing dan aku juga jadi mual, aku memutuskan ke kamar mandi, lalu setelah itu aku segera pergi ke dokter, betapa terkejutnya aku saat dokter itu memberitahu ku bahwa ' aku hamil ' , luar biasa bukan? anak yang kita ingin kan sekarang ada di dalam perut ku, aku tidak percaya dan segera saja pulang ke rumah, aku berniat memberi tahu mu nanti saat kamu sudah pulang, tapi ternyata takdir berkata lain ya? saat itu aku mendapat kabar bahwa pesawat yang kamu naiki mengalami kecelakaan, hatiku hancur dan tubuhku lemas, seketika aku terduduk dan menangis, aku segera mencari ponsel ku dan aku segera menelfon mu, tapi tidak ada jawaban, tiba - tiba saja aku melihat di tv dan katanya semua korban di larikan ke rumah sakit HM , aku langsung menuju ke rumah sakit HM, di sana aku berlari dan menemui bagian utama dan aku bertanya soal kamu yang merupakan korban kecelakaan pesawat, aku langsung saja mendatangi kamar rawatmu, betapa terkejutnya aku saat melihat kain putih sudah menutupi seluruh tubuh mu, aku berlari dan menangis di, aku membuka kain penutuo wajah mu dan melihat ada banyak luka di wajah mu, aku sangat sedih, aku kembali menangis, aku tidak peduli pada perawat yang saat ini sedang menatap ku dari jauh, aku memanggil nama mu tapi kamu tidak juga bangun, aku putus asa.
hari itu juga kamu di makam kan, aku ada di pemakaman mu, tempat dimana kita terakhir kali bertemu, aku tidak menyangka semua terjadi begitu cepat, saat itu aku menatap makam mu, aku memikirkan semua hal yang kita lewati bersama, aku sedih, kenapa kamu harus pergi tepat pada saat anak ini ada di kandungan ku? kenapa kamu meninggalkan ku? padahal kamu sudah berjanji bahwa kamu akan selalu bersama ku, aku tetap terdiam di makam mu, aku ingin menangis tapi air mataku tidak keluar, aku bertanya - tanya, mengapa takdir kita seperti ini? kenapa perpisahan kita seperti ini? aku pikir kita akan menghabiskan hari tua bersama, aku masih saja memikirkan mu, semua orang sudah pulang, aku juga harus pulang, sebenarnya aku tidak mau, tapi kasihan bayi ini, aku pamit padamu, aku juga berkata kalau aku akan terus menemuimu, aku harap kamu bisa melihat anak kita, aku juga berjanji akan membawa anak kita menemuimu saat dia sudah dewasa, aku selalu mengingatnya.
aku terbangun dari lamunan ku karena ulah seseorang, " ibu? kenapa kamu melamun? sedang memikirkan apa? " tanya orang itu, ya, dia adalah anak ku, namanya garent, dia sangat tampan, seperti ayahnya, garenth masih menatap ku, lalu dia meraih tangan ku dan berkata " ibu bilang akan membawaku menemui ayah kan? ayo pergi! " ajak nya, aku pun bangun, dia memimpin jalan, sedangkan aku masih dalam lamunan ku, sejak kepergian mu aku selalu datang ke sini, tempat dimana kamu melamar ku, tempat ini selalu mengingatkan ku padamu.
aku melihat ke arah garent yang sedang menyetir saat ini, mobil tiba - tiba saja berhenti, lalu garenth bertanya " disini bu? serius? " tanya garenth, wajar saja dia bertanya, karena kita berhenti di depan pemakaman, aku mengangguk dan berjalana keluar mobil diikuti garenth, garenth mengikuti ku dan berkata " ah! pasti ayah menguruh tempat ini kan? " katanya, aku tidak menjawabnya, dan aku berhenti, garenth terkejut melihat ku berhenti tiba - tiba, lalu dia bertanya lagi " bu, dimana ayah? " tanya nya, aku membalikkan tubuhku menghadap dirinya, aku menunjuk ke arah salah satu makam, hal itu membuat garenth terkejut dan dia menatap ku dan mengatakan " apa ibu bercanda? " tanya dirinya, aku menggeleng dan dia menatap ku sedikit lama lalu berjalan mendekati makam, di menyentuh nisan sang ayah, dia menunduk, aku menyesak karena tidak memberitahu dia dari awal, selama ini aku selalu bilang kalau ayahnya bekerja mengitari dunia dan dia percaya, saat ini dia masih menunduk, alu juga merasa bersalah, lalu garenth tiba - tiba berkata " ayah pasti sangat mencintai ibu " , aku terkejut dan menatap anak itu, " bagaimana kamu tau soal itu? " tanya ku, dia tersenyum dan berkata, " karena ada bunga indah yang tumbuh di atas makam ayah, dan bunga itu adalah bunga kesukaan ibu, smeraldo, namanya seperti nama taman bunga itu kan? benarkan? " tanyanya, aku pun menjawab, " tentu saja " hanya itu, lalu dia tersenyum dan segera memelukku.
aku sangat mencintai mu, aku sangat merindukan mu, aku tidak ingin kehilangan dirimu.
-aku selalu ingin bersama dengan mu-