Kami bukan lah anti sosial, kami bukan lah kurang pergaulan, dan kami bukanlah si bisu yang tidak mau menyapa orang, kami hanya seorang manusia yang diciptakan tuhan dalam diam, apakah si diam bisa jatuh cinta dan mencintai?..
beberapa orang tidak begitu paham kepribadian seseorang bukan lah dibentuk tapi terbentuk dengan seiring waktunya berjalan, contoh kisah seorang gadis pernama xiyi alinka putri gadis berusia 20thn mahasiswi seni budaya universitas Trisakti, terlahir dengan keluarga yang brokenhome, ayah dan ibunya sudah memiliki keluarga masing masing xiyi tinggal dengan Sang nenek dan paman pamannya, alasan xiyi tidak mau ikut tinggal dengan ayah atau ibunya sudah pasti karna dia tidak mau memilih..
ya dia baik baik saja, dia tinggal dengan kedua paman nya yang pertama alfi purnama, bekerja disebuah perusahaan sebagai kepala tim dan paman keduanya bernama david purnama adalah seorang dosen bahasa di universitas tempat xiyi kuliah, dan mereka berdua single, jadi bukan masalah keluarga yang membuatnya menjadi seorang introvernt..
teman, setiap orang pasti memilikinya tapi sepenting apa teman buat xiyi? tentu penting krna xiyi bukan kurang pergaulan..
xiyi punya satu teman yang menurut dia tidak boleh dihakimi karna sifatnya yang emosian dan suka berkata sembarangan tidak memikirkan perasaan orang lain...
suatu hari xiyi dan temannya bernama sila, duduk bersama saling bercerita...
"masa cuma karna aku bilang keluarganya nya gak mungkin mampu buat beli in dia kamera, dia tersinggung, itukan kenyataan"seru Sila sedang cerita dia abis adu mulut dengan anak desingrafis
"mungkin keluarganya gak bisa, tapi siapa tau dia punya uang simpanan buat beli sendiri, ayo emangnya kamu tau"
"dia aja harus kerja part time buat biaya kuliah, terlalu banyak gaya, mau diomongin orang apa sih kaya gitu, dia itu harus di ingetin kalo dia gak bisa maksain apa yang tidak bisa dia lakukan"
"udah ah biarin aja itu urusan dia"
"engak, kesel aja aku dengar dia banyak pamer"
"ayo makan, udah jangan ngoceh mulu"
lalu dikampus setelah mengikuti sebuah kelas, banyak mahasiswa dan mahasiswi berkumpul, sila sedang kumpul dengan anak anak lain..
"kemarin sila abis ngelabrak anak akutansi gara gara katanya ngomongin dia, dia sering pake barang kw"seru ayu
"sila bikin masalah apa lagi dia, setiap hari kerjaannya bikin masalah mulu, dia kadang suka permaluin dirinya sndiri" lisa
"awas ada temennya Nanti diaduin loh"seorang wanita lain menyindir xiyi
"apa sih itu mah urusan dia" jia
"kasih tau sila donk xiyi, giamana mau disukain laki laki kalo sifatnya masih kaya gitu sok jagoan, jadi perempuan ya manis sedikitlah seharusnya"lisa
"udah dikasih tau, kalo didengerin atau gak nya ya pilihan dia itu sih"
"dasar xiyi masih aja mau temenan sama anak kaya gitu ya"seru jia
"dia baik sama aku kenapa harus dimusuhin, aku gak punya alesan buat gak suka sama dia"
"iya lah kesayangannya sila"semua gadis tadi menertawakan xiyi dan mengasihani xiyi, ada satu gadis yang ada disana menyimak..
"aku pergi dulu ya"seru gita
"oh iya"seru xiyi
"gita juga belakangan ini lagi deket bgt kan ya sama sila, kemarin aku denger dia banyak cerita dengan sila, tentang orang orang yang suka ngomongin sila mangkannya sila jadi sensitif banget belakangan ini, xiyi hati hati sama gita, jangan ngomong yang aneh aneh"seru ayu
"alah dia juga kemarin ngomongin sila kan, yang dia dislahin sila gara gara salah meletakan makeup yang dia pinjem, tapi dituduhnya sama sila kaya maling"seru lisa
"itu dia ngomongin sila sampai kesel banget kayanya"seru jia
"mungkin dia mau temenan sama sila lebih dekat, kalian sirik amat sih"seru xiyi
"amit amit sirik mau temenan sama sila, ih kaya gak ada temen lain aja"seru lisa
"haha lisa masih gak lupa, kejadian sebelumnya ribut sama sila"jia mentertawakan lisa
xiyi selalu terlibat oleh orang orang yang tidak suka dengan sila, xiyi tidak pernah menolak untuk mendengarkannya, tapi dia tidak pernah ikut membenci sila, sila selalu bersikap baik dengan xiyi tak jarang mereka suka ngobrol berdua dan makan bersama..
lalu ke esokan harinya xiyi sedang mencoba menggambar lewat tabletnya di taman kampus..
"xiyi"panggil seorang wanita namanya sila teman yang cukup dekat dengan xiyi
"ada apa" xiyi kaget
"kita temenan kan? kok bisa sih ngomongin aku dibelakang"
"hah ngomongin apa"
"jangan pura pura gak tau, seharusnya kalo ada yang gak kamu suka dari aku, bisa ngomong langsung jangan kaya gini"
"kita kalo ngumpul itu emang selalu ngomongin orang kan? apa aku salah"
"gita bilang kamu dan anak anak lain membicarakan aku dan menertawakan aku"
"aku minta maaf kalo aku salah, tapi maksudnya gita apa nih bicara sama kamu, aku ngomongin kamu"
"udah lah aku kecewa sama kamu" xiyi binggung
berita xiyi dan sila bertengkar terdengar satu kampus, tiba tiba semua orang menjauhi xiyi seperti tidak mau terlibat dengan pertengkaran antara sila dan xiyi, semakin orang menjauhi semakin xiyi membatasi dirinya untuk didekati oleh siapapun, tapi sejauh ini xiyi baik baik saja sndiri..
"mau diam saja sampai kapan"tanya ayu
"apa yang harus aku lakuin, toh sila akan selamanya berfikiran jika semua yang diberi tau gita benar, gak mau cape cape ah ngejelasin sana sini"
"setidaknya tanya gita maksudnya dia apa"
"mungkin gita mau temenan sama sila, gita gak mau aku teman sama sila lagi, ya udah biarin aja gak apa apa"
"semua orang ngomongin sila, dia juga tau kalo dia suka diomongin orang, kenapa dia marah banget sama kamu"
"mungkin dia berharap aku gak kaya orang lain yang ngomongin dia"
"kamu juga manusia xiyi"
"aku salah, jadi aku harus dihukum, sana pergi jangan temeni aku, nanti kamu dijauhi orang orang loh"seru xiyi hanya tersenyum..
"siapa yang bisa ngatur aku mau berteman dengan siapa, urusan aku mau berteman dengan siapapun"seru ayu, xiyi hanya tersenyum
lalu selesai mata kuliah xiyi berjalan menuju perpustakaan dan berpapasan dengan gita..
"gita, bisa bicara sebentar"
"bicara apa"gita bertanya dengan kasar
"gita makasih ya udah kasih tau sila, kalo aku bukan teman yang baik"
"maksud xiyi apa sih, aku gak ngomong apa apa sama sila"
"sila sifatnya agak beda dari orang lain, kalo dia emosi tenangin aja, semoga kamu bisa jadi teman terdekat sila yang baik ya gak kaya aku"sila tersenyum lalu pergi
sila kehilangan tempat ternyamannya, xiyi tidak mau menjelaskan apapun dan benar benar membatasi diri siapa pun, tiba tiba sila mendekati xiyi yang sedang melukis diruangan lukis ada beberapa orang didalam sana..
"xiyi gak pernah kaya gini sebelumnya kenapa diam, kenapa gak jelasin apapun, xiyi salah harusnya xiyi lakuin sesuatu"
"aku harus apa, yang ada di kepala kamu cuma mau menghakimi aku kan?"
"gak boleh bersikap gak adil kaya gini sama gita, gita gak ngomong apapun yang seperti kamu bayangin, dia cm bilang seandainya temen terbaik aku ngomongin aku, aku harus gimana, dan aku tanya sama kamu, kamu mengiyakannya, aku kaget gak nyangka kamu juga jahat sama aku, aku udah gak bisa percaya sama siapapun lagi didunia ini, orang yang aku percaya ngecewain aku"
"aku kan udah minta maaf sama sila, trus sila mau apa lagi" karna terlihat xiyi semakin terpojok, dan ada banyak orang yang melihat mereka, seorang pria menghampiri sila dan xiyi
"sila, kamu gak liat ya xiyi lagi ngapain, kalo mau nyelesain masalah kalian nanti aja ya, xiyi harus selesain pekerjaannya"seru kak bintang ketua komite mahasiswa, karna mereka sedang mempersiapkan acara teather drama dan xiyi sedang melukis background panggung
"nanti aku hubungin kamu"seru sila pergi
"iya"seru xiyi dengan tenang
xiyi benar benar malu didepan banyak senior sila memperlakukannya dengan kasar, tapi xiyi tetap harus menyelesaikan tugasnya, xiyi tidak peduli dengan orang sekitar yang membicarakannya..
"sejak kapan kamu jadi tuli"tanya kak bintang
"hah? kenapa? aku tidak dengar kakak panggil aku"
"tidak, tapi sejak tadi mereka ngomongin kamu loh, kamu sendirian kaya gini keliatannya jadi kaya dikucilkan loh"
"kakak kayanya salah paham deh, aku itu udah biasa ngelakuin segalanya sendiri, aku baik baik saja"
"ini udah sore, dulanjutin besok aja ya"
"beneran kak gak apa apa ditinggal"
"iya, kita searah mau aku antar pulang gak"
"aku pulang sama pak david kak"
"pak david udah pergi dari tadi siang"
"hah yang benar"xiyi langsung hubungin pamannya itu..
"hallo"seru xiyi
"oh iya paman lupa kasih tau paman ke kampus ui ngundang acara kita, kamu pulang sekarang ya biar gak ke malam man, naik taksi aja"
"iya ya udah"
"udah pergi kan, ayo aku antar aja"
"aku disuruhnya naik taksi kak"
"ada yang mau antar kenapa naik taksi"kak bintang membawa tas xiyi, mau gak mau xiyi ikut..
lalu beberapa hari kemudian, xiyi mendengar jika sila mau pindah kuliah ke jogja..
"kenapa pindah? Apa gara gara aku"
"xiyi yang paling tau kampus ini udah gak Nyaman buat aku, lagi pula ayah ku dipindah tugaskan ke jogja, bukan gara gara masalah kita, aku minta maaf ya kalo aku punya salah"
"sila masalah kita belum selesai"
"kamu harus tau aku paling gak bisa kalo berantem sama teman sndiri, mungkin ini yang terbaik buat kita, kalo ber jauh han kan jadi kangen"
"sila yang paling tau gara gara masalah ini pasti ada yang berubah"
"gak ada yang berubah, baik baik ya disini"
hari terakhir sila ngampus, yang tidak suka dengan sila terlihat senang sekali melihat sila pergi, xiyi menatap gita penuh dengan kebencian, dia selalu mencoba membuat xiyi kesal, mendekati semua orang seperti ingin membuat xiyi tidak punya teman, tapi xiyi tidak pernah meladeni gita, malah ada banyak orang yang mendekati xiyi dengan sendirinya, epicnya kak bintang yang disukai gita ternyata diam diam menyukai xiyi..
xiyi membantu cukup banyak untuk acara teather kampus, membuat kak bintang mengetahui keberadaannya, terlihat senang walaupun hanya sebuah kuas yang menaninya, kak bintang selalu menemani xiyi yang selalu asik sndiri..
"sebenarnya kepribadian mu kaya gimana sih, mau sama temen atau sendiri kamu senang senang saja"
"kenapa emangnya, kakak pikir aku gila ya, acara hari ini sukses ya kak"
"makasih ya atas bantuannya"
"iya, senang juga ya walaupun sedikit membantu"
"nanti malam mau ada acara makan makan panitia, disini sama kembang apian, mau dateng kan"
"aku mau tidur aja kak, cape"
"ah xiyi gak seru"
"xiyi"panggil david
"iya aku disini"
"lagi sama bintang ternyata, boleh minta tolong masukan barang ku ke mobil gak"seru david menyuruh xiyi dan bintang
"iya"xiyi langsung pergi
"ada syaratnya"bintang berbisik
"apa"
"ajak xiyi nanti malam"
"dia gak suka acara rame rame kaya gitu"
"rayu ya pa"
"iya nanti saya coba, tapi kenapa? kamu suka sama xiyi ya"
"pak david ini lagi berusaha, jangan dilarang dulu ya"
"hahaha mana ada minta izinnya begitu"
"tolong izinkan saya"bintang memohon
"itu sih terserah sama xiyi" david meledek bintang
"ah pa david mah"
dirumah pa david minta xiyi ikut kekampus membantunya membawa barang yang diperlukan untuk acara malam hari dikampus..
"ah kan bawa mobil bisa sndiri, aku gak mau ikut"
"ih Jangan gitu, hari ini aja, kamu boleh izin 1 minggu gak kekampus deh"
"yang bener"
"iya bener"
"kok gitu ngajarinnya"perotes sang nenek
"tolong bantuin ini masukin ke mobil" david langsung menyuruh keponakannya
"okehhh"
"dia emang dikasih libur sama kampus karna membatu acara teather mah" david langsung klarifikasi ke ibunya
"kau menipunya, kalo dia tau dia pasti marah"
"mana pernah liat dia marah, yang ada paling dia cuma diemin aku 1 bulan"
"kamu mah jahat sekali sama ponakan nya sndiri"
david berhasil ajak xiyi kekampus, xiyi pake earphone dia butuh ketenangan di acara yang sangat ramai, ketika yang lain ngobrol bercanda bernyanyi, xiyi cuma diem aja duduk sndiri sambil menatap api unggun..
"bengong aja bantuin bakar ini donk"
"kenapa"xiyi melepas earphone nya
"jangan pakai ini, kalo lagi sama aku, kita ngobrol aja"bintang mengantongi earphone milik xiyi, xiyi binggung melihatnya..
xiyi membantu bintang buat bakar daging dan makanan lainnya, bintang terus melihat xiyi dengan tatapan kagum..
"kenapa? ada apa"
"gak apa apa, cantik"
"kakak ini kenapa ya"
"aku ini extrovert, senang ditempat keramaian dan senang Mendapatkan perhatian banyak orang, kalo tidak salah kamu punya sifat introvert ya? tapi kok agak sedikit beda sama yang aku baca"
"kakak tau apa tentang introvert"
"dari yang aku liat, kamu itu suka sndiri, suka menghindari orang lain, ataupun masalah, kalo gak diajak ngomong diem aja, enak banget Emangnya kalo diem, gak ngantuk apa kalo diem aja"
"kakak gak cape apa kalo ngomong terus"
"wah itu sedikit menyakiti aku"
"itu pertanyaan loh"
"aku ngomong terus karna aku suka"
"ya gak beda jauh kaya gitu"
"mau gak jadi pacar aku"
"hah? kenapa?"tanya xiyi kaget
"introvert itu bisa pacaran kan"
"bisa tapi aku gak salah denger"
"aku janji gak akan ganggu kebiasaan kamu dan mengatur hidup kamu, aku cuma mau kamu kearah ku jika butuh seseorang, karna aku pasti akan menunggu mu"
"way me?"
"karna itu adalah kamu, mau gak coba lebih saling mengenal"tanya kak bintang..
penyataan yang mengejutkan itu diiringin dengan suara ledakan kembang api, tidak ada penolakan dari xiyi karna xiyi tau kak bintang pria yang baik dan dilihat dari manapun dia adalah sosok yang mengagumkan..
karna xiyi berangkat dan pulang lebih sering dengan kak bintang banyak mahasiswa yang tau mereka pacaran, xiyi yang sibuk dengan apa yang dia kerjakan sndiri, dan kak bintang sibuk dengan urusan kampus, sering datang terlambat ketika janjian Kencan, atau ketiduran saat sedang chat Massage..
hingga bintang penasaran apa hungannya dengan xiyi sehat? mereka sedang berdua duduk dicafe, xiyi sibuk dengan laptopnya..
"aku dicuekin nih"
"aku sering diabaikan tapi aku gak marah"
"ya itu yang harus dipertanyakan, berartikan kamu emang gak peduli ada atau gak adanya aku"seru bintang malah dia yang kesal
"kata siapa sok tau"
"harusnya kalo aku terlambat kan kamu marahin aku, atau kalo aku lagi deketin banyak perempuan lain, kamu marah atau gimana gitu, ini kok biasa aja"
"kata siapa? aku kan cuma memahami dan mengerti kalo kakak emang sibuk"
"beneran kamu suka sama aku kan"
"kalo aku gak suka aku gak akan ada disini"xiyi terus melihat laptopnya
"ngomomgnya liat muka aku coba"
"apa sayang"xiyi tersenyum
"ahhh senyuman itu yang melelehkan hati ku"bintang memeluk xiyi dengan gemas
"kakak apa sih"
sedikit kisah yang terjadi pada xiyi, hingga pada akhirnya seorang introvert bisa bahagia dengan caranya sendiri
tamat