Di tengah malam yang disertai hujan dengan suara petir yang menggelegar, Ilham dan Salman pulang dari perantauan melewati jalan alternatif. Dua sepupu itu pulang ke kampung halaman mereka mengendarai sebuah motor, melewati jalan yang semakin lama semakin gelap dan kecil.
"Man!...stop dulu hujannya makin gede!" Ilham yang meminta Salman untuk berhenti.
"Gua juga maunya gitu, tapi stop di mana disini pohon semua!" jawab Salman.
Tidak lama kemudian terlihat ada sebuah rumah sederhana yang terbuat dari anyaman bambu di pinggir jalan.
"Ada rumah tuh kita numpang neduh dulu disana!" Ilham sambil menunjuk ke rumah itu. merekapun berhenti dan menghampiri rumah itu.
"Permisi...permisi" Salman memanggil pemilik rumah sambil mengetuk pintu.
Tidak lama kemudian keluar seorang nenek tua dan nenek itu bertanya kepada mereka.
"Iya adek-adek ini mau neduh ya?" tanya nenek ini dengan ramahnya.
"Iya nih nek kami lagi mau pulang dari Jakarta tapi ditengah jalan barusan tiba-tiba hujan" Jawab Ilham.
"Kalo boleh kami mau numpang neduh di sini" ucap Salman.
"Kalo gitu ayo masuk!"nek itu pun mempersiapkan mereka berdua masuk. didalam mereka bertemu seorang kakek yang tidak lain adalah suami si nenek itu.
"Wah...kalian kejebak hujan ya?, istirahat dulu disini" kata si kakek dengan ramah.
"Terimakasih ya...udah ngijinin kami numpang disini" Kata Salman.
"Gak apa-apa...kalian belum makan kan? ayo kita makan sama-sama nenek baru aja selesai masak" ucap nenek itu sambil menawari mereka makan.
"Maaf ya...disini makanannya sederhana" ucap si nenek.
"Gak apa-apa malah ini enak banget nek!" ucap Ilham.
"Oh iya, kalian di Jakarta buat kerja?" tanya si kakek.
"Iya kek, kita kerja jadi di Jakarta" jawab Salman.
"Ngomong-ngomong kalian kerja jadi apa?" tanya si kakek lagi.
"Kita buka usaha servis hp kecil-kecilan kek" jawab Salman lagi.
Merek makan sambil bercengkrama dengan hangatnya membuat Salman dan Ilham nyaman dengan nenek dan kakek itu.
"Sepertinya hujannya berhenti besok. kalian tidur disini saja dulu" ucap si nenek
"Gak apa-apa nih nek?" tanya Salman
"Gak apa-apa" jawab si nenek.
Ilham dan Salman pun di bawa ke kamar mereka.
"Man...nenek sama kakek itu ramah banget ya!" ucap Ilham
"Iya bener gua jadi inget sama nenek kakek gua di rumah" jawab Salman.
mereka pun tidur, namun ditengah malam Ilham merasa ingin pipis.
"Man, gua gak tahan nih pengin pipis" ucap Ilham.
"Ya udah lu cari tempat buat pipis sana" jawab Salman sambil setengah sadar.
"Temenin ngapa! gua takut sendiri" ucap Ilham
"Aaahh...kayak bocah aja lu" jawab Salman.
"Huuuu! awas lu minjem motor gak gua kasih lagi lu!" ucap Ilham.
"Itu motor gua kali" jawab Salman.
Ilham pun keluar kamar untuk mencari kamar mandi.
"Duuh...gelap banget...lama-lama jadi serem juga" ucap Ilham.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membuat Ilham kaget. ternyata orang itu adalah si kakek pemilik rumah.
"Mau ke mana dek?" tanya si kakek.
"kakek bikin kaget aja...saya mau nyari kamar mandi, dimana ya kek?" jawab Ilham.
"Oh...mari kakek antar" si kakek itu pun mengantar Ilham ke kamar mandi. setelah sampai di kamar mandi, Ilham yang ingin mengucapkan terimakasih, menengok ke arah si kakek, namun sebelum Ilham mengucapkannya si kakek itu sudah menghilang. Ilham yang punya sifat penakut itu langsung masuk kekamar mandi dengan tergesa-gesa dan kembali ke kamar.
Keesokan harinya hujan sudah reda, Ilham dan Salman bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang, dan berpamitan kepada si nenek dan si kakek itu.
"Nek, kek kita udah mau lanjut pulang, makasih ya udah ngijinin kami nginep" ucap Salman.
"Iya sama-sama nanti nanti kalo kalian mau kalian boleh mampir ke sini lagi" jawab si nenek.
Setelah berpamitan Ilham dan Salman pun melakukan perjalanan pulang mereka. sesampainya di rumah mereka Ilham memberi tahu Salman kejadian semalam.
"Eh man! tadi malem waktu gua ke kamar mandi ada yang serem tau!...gua ketemu si kakek terus dia ngilang gitu aja!" ucap Ilham dengan agak ketakutan memberi tahu Salman.
"Aah! itu mah lu nya aja emang penakut!" jawab Salman.
"Tapi bener serem man!" ucap Ilham.
"Udah-udah gua mau bobo syanti dulu capek gua!" ucap Salman.
"aaah lu mah!" ucap Ilham.
Tak lama kemudian Ilham menyadari handphonenya tidak ada.
"Eh! hp gua mana ya?, maaan...maaaan lu liat hp gua gak?" tanya Ilham sambil berteriak-teriak dan mencari handphonenya kesana-kemari.
"gak! gua gak liat! ketinggalan di rumah itu kali! udah gua mao tidur jangan ganggu! entar kita ambil kalo mau pulang aja!" jawab Salman sambil berteriak pula.
"Yaaaah! gua bisa mati kalo pacar gua nelpon gak di angkat!" ucap Ilham
"Bodooo amat!" jawab Salman.
Lima hari kemudian mereka berdua berangkat kembali ke Jakarta. mereka berniat mampir ke rumah tempat mereka menginap saat pulang beberapa hari yang lalu untuk mengambil Handphone milik Ilham. Namun saat tiba di lokasi rumah itu bukan rumah yang mereka temukan, namun sebuah pohon besar yang terlihat sangat tua dengan dua buah kuburan dibawahnya. mereka begitu kebingungan melihat itu
"Lah! man kok malah pohon atau sih? rumahnya mana?" tanya Ilham.
"Mana gua tau?, gua juga bingung" jawab Salman.
"Lu salah kali?" ucap Ilham
"Nggak kok! gua yakin disini tempatnya" ucap Salman.
"Coba lu miskol hp gua!" ucap Ilham.
"Bentar gua coba dulu!" jawab Salam sambil mengeluarkan handphonenya dari saku.
Tak lama kemudian terdengar suara dering handphone yang terdengar dari bawah sekitar pohon. ternyata suara itu dari keluar dari handphone Ilham yang tertinggal di rumah itu. mereka menemukannya di bawah pohon itu.
"Lah! ini hp gua kuk ada di sini?" ucap Ilham dengan kebingungan.
"Iya ya kok...gua juga bingung, bisa ada disini ya?" ucap Salaman sambil kebingungan juga.
Mereka berdua semakin bingung dan bingung dengan kejadian ini.
Tak lama kemudian datang seorang pria yang kebetulan lewat bertanya kepada mereka berdua.
"Dek, lagi ngapain kalian disini" tanya pria itu
Salman dan Ilham pun menceritakan dari awal mereka menginap di sebuah rumah hingga mereka ada di pohon itu. pria itu kaget dengan cerita mereka berdua, dan menjelaskan.
"Dek disini memang dulu ada rumah, tapi sekarang rumah itu udah gak ada karena hancur tertiup angin badai, dan memang di rumah itu tinggal sepasang kakek nenek, tapi mereka meninggal tertimpa reruntuhan rumah mereka saat kemudian badai itu, dan dan kuburan yang dibawahnya adalah kuburan sepanjang kakek nenek itu" ucap pria itu.
Salman dan Ilham sangat terkejut mendengar perkataan pria itu. mereka yang sadar bahwa yang mereka temui saat itu adalah arwah dari kakek nenek itu. merekapun mendoakan makam kakek dan nenek itu agar mereka selamat di alam sana.
itulah kisah tentang pohon tua yang menjadi misteri.
terima kasih