Di sebuah Rumah yang mewah hiduplah seorang gadis cantik kaya raya dan pemalas,
pekerjaan gadis ini hanya bisa syooping terus, dan jalan-jalan, hingga suatu hari..
"hallo nona milly bisakah kita bertemu sebentar ada yang harus aku katakan"
"Baiklah sebentar kita bertemu di restoran chineasfood, jam 06:00"
"Baiklah, trimakasi nona "
Beberapa jam kemudian..
"ada perlu apa pak meneger menemui saya"
"Nona Rubi, pertemuan hari ini ingin membicarakan masalah perusahaan ayahmu."
"Ada apa dengan perusahan ayahku, bukannya sekarang perusahaan ini baik-baik saja"
"Tapi maaf nona Rubi, perusahaan tuan ju bangkrut karena tuan mempunyai banyak hutang yang belum dia bayarkan"
"apa tidak mungkin, apakah meneger lii sedang bercanda?"
"Tidak nona Rubi, rumah nona juga harus di sita semua barang fasilitas juga harus disita, semua bisa di dapat lagi jika nona bisa melunasi hutang ayah nona"
"Apa?, haruska semua ini terjadi"(menangis)
"Jangan menangis nona, anda bisa belajar dari semua kejadian ini, tenang saja nona aku juga akan membantumu tapi hanya beberapa saja"
"Tapi apa yang harus aku lakukan?"
"Nona bisa cari pekerjaan, saya yakin nona pasti bisa"
"Meneger kalau aku harus keluar dari rumah ini, aku harus tinggal dimana?"
"Tenang saja saya bisa membantu anda mencarikan sebuah tempat tinggal"
"Trimakasih meneger, tenang saja aku akan berusaha mendapat kembali perusahaan ayah"
"Baiklah, nona lebih baik segera pulang dan membereskan barang-barang yang akan nona bawah"
"Baiklah"
*Keesokan harinya..*
HIDUP BARU..
"hallo nona Rubi, bagaiman tempat tinggal yang saya sediakan, apa Masi ada yang anda perlukan"
"Lumayanlah meneger walau sedikit sempit tapi Masi ada tempat untuk aku tinggal, trimakasih meneger atas kebaikanmu"
"Tapi nona saya hanya membayar sewanya untuk bulan ini bulan selanjutnya nona yang harus membayarnya”
"hufft ku kira ini tempat tinggal gratis(guma Rubi dalam hati)"
" Baiklah meneger lii nanti aku lanjutkan bayar sewanya, aku juga akan mencari kerja esok"
"Baiklah nona, saya akan kembali bekerja semoga nona bisa hidup dengan baik saya matikan telfonnya nona trimakasih"
tit tit. ..(telpon dimatikan)
"hufft apa yang sebenarnya terjadi kenapa hidup ku bisa jatuh jauh seperti ini"( sambil membaringkan diri di tempat tidur)
"ayah aku merindukanmu.."
Rubi Pun Tertidur karena, memikirkan hidupnya Tiba-tiba bisa berubah total..
Beberapa jam kemudian..
"Hayemm.. krok..krok"(suara perut kelaparan)
"Aduh lapar banget, aku mau beli makanan dulu, ok waktunya memakai kartu emasku,
aku mau makan enak walau sedang susah"
Akhirnya Rubi bersiap untuk pergi untuk membeli makan tapi sebelum itu ia pergi menarik uang di ATM nya..
"kenapa ini, kenapa ATM ku tidak bisa di cabut.."
"aku akan menelepon Meneger lii"
"hallo nona Rubi ada yang bisa saya bantu"(meneger lii)
"meneger lii, kenapa ATM ku semuanya tidak bisa di tarika?"
"maaf nona semua ATM di blokir semua sebelum anda melunasi hutang ayah nona semua vasilitas yang anda punya akan di sita dan di blokir"
"Apa.."(hanphone pun terjatuh)
"Hallo nona Rubi, hallo apa yang terjadi.."(hanphone pun mulai mati)
Rubi pun mulai sediki stress dengan kejadian yang dia alami sekarang entah apa yang harus dia lakukan, gadis cantik yang malas kini harus berusaha menghidupi dirinya sendiri Dengan usahanya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan, aku sekarang sendirian ayah kenapa kau mau anak gadis mu ini menderita, apa aku harus meminta bantuan ibu, tapi tidak aku tidak akan meminta bantuan wanita buruk itu".
Rubi pun berusaha merubah hidupnya akhirnya dia mencari sebuah pekerjaan,
walau pekerjaanya sedikit tidak berpangkat tapi itu pilihan yang harus dia hadapi..
Rubi sudah memasukan lamaran di berbagai perusahaan tapi tidak dapat di terimah karena dia tidak mempunyai pengalaman terpaksa dia harus bekerja di tingkat paling rendah...
*pekerjaan baru
"huff apa boleh buat cuma pekerjaan ini yang bisa aku lakukan tapi gajinya lumayan bisa membayar sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari ku, dan sebagian akan ku simpan untuk membayar hutang ayah entah harus berapa Tahun aku bekerja disini.."
Pekerjaan Rubi sekarang adalah Cleaning service, walau dia tidak tau cara bekerjanya tapi dia tetap berusaha belajar, walau sangat bertolak belakang dengan kehidupannya sebelumnya.
"Kalau tau begitu aku lebih baik belajar mengurus perusahaan tapi itu semua sudah terlambat untuk di sesali.."
"Rubi..Rubi.."(seorang wanita yang memanggil Rubi).
"Ia Bu SPV ada perlu apa yah"(Rubi menjawab).
"TOLONG kamu bersikan ruangan presedir mumpung dia sedang keluar, jangan sampai melakukan kesalah atau kamu bisa di pecat dia mau ruangannya bersih sampai sudut terkecil pun"
"Baik Bu akan aku kerjakan"
Rubi pun pergi membersikan ruanga presedir itu, walau dia bertanya-tanya dalam hatinya "Setampan apa sih presedir itu hingga mereka semua suka sama dia, tapi kata mereka dia orangnya dingin sekali, kelihatannya orang itu sombong sekali, dan banyak peraturan."
Akhirnya Rubi sampai di ruangan presedir dan dia pun langsung membersikan ruangan itu dengan hati-hati..
"hufft akhirnya selesai juga aku bisa istirahat sekarang.."
Tiba-tiba saja pintu pun terbuka, Rubi pun terkejut..
"apa bukannya presedir itu sedang keluar kenapa tiba-tiba dia bisa balik secepat ini.."
Rubi pun sangat bingung dan meresa takut kata humor orang-orang disitu presedir tidak mau melihat seorang yang ada didalam ruangannya setelah dia kembali semuanya harus bersih..tapi sangat di sayangkan munggkin hari ini adalah hari sial bagi Rubi..
Rubi cepat-cepat membereskan peralatannya dan segera beranjak dari situ tapi sayangnya semua terlambat presedir itu pun sudah keburu masuk..
"Astaga paman kenapa kita harus cepat kembali dari sana..".
"sudahlah diam aku masi banyak urusan.."
"adu gawat bisa dapat masalah besar ni aku(guma Rubi dalam hati).
"wa paman ruangan mu harum sekali seperti keharuman parfum wanita, ato jangan-jangan alasan kamu cepat kembali untuk menemui wanita ini"
"Bicara apa kamu disini tempat kerja bukan tempat penampungan barang-barang rosokan seperti itu"
Rubi yang berpura-pura tidak tau akan kehadiran mereka melanjutkanan Kan pekerjaannya tapi dalam hati Rubi sangat lah kesal dengan setiap kalimat yang di ucapakan presedir sombong itu.
"He paman ruanganmu bersih sekali dan harum sekali pekerjamu sangat hebat ya bisa ka aku rekrut kariawan dari perusahan mu".
Tiba-tiba saja moop (pel) yang di pegang Rubi jatuh dan membuat presedir dan keponakannya terkejut..
"Paman apa itu yang berbunyi?"
keponakanyapun melihat ke arah Rubi..
"maaf tuan saya tidak sengaja mengagetkan kalian, saya permisi keluar tugas saya telah selesai disini.."
Rubipun berusaha pergi karena sedikit takut.
"Tunggu"(presedir)
"adu apa aku akan di pecat, cuma karena mengagetkan mereaka"(Guma Rubi ketakuatan)
Rubi pun memberhentikan langkanya..
"ia tuan apa anda sedang memanggil saya,"(dengan wajah pucat )
"apakah kamu kariawan baru? kenapa aku baru melihat mu, ato kamu seorang mata-mata"
"Maaf tuan saya bukan mata-mata, saya kariawan baru disini, saya di perintahkan SPV membersikan ruangan presaedir"(sambil ketakutan)
"apakah kamu tau peraturan disini?"
"ia tuan saya tau tapi maafkan saya tuan saya baru disini jadi saya belum hafal semua jadi tolong jangan pecat saya"(memohon)
keponakannya pun mulai tertawa.
"haha.. bicara apa kamu ini, pamanku tidak akan memecat mu.Lagi pula kamu lebih cocok jadi sekretarisnya dari pada jadi CS
ya kan paman."
"apa yang kau bicarakan tuan mudah Jay, jangan terlalu melebihi, aku hanya ingin menanyakan namanya saja"
"oh maaf paman"(tuan mudah)
"oh nama saja Rubi pak, hari ini hari ke dua saya masuk kerja"
"ok silahkan kamu keluar, kapan-kapan kamu harus lebih tau peraturan disini, kalo tidak kamu akan saya pecat"
"iya tuan maafkan saya. Baiklah saya akan keluar sekarang"
Rubi pun pergi dengan cepat..
"hufft hampir saja kalo aku lama-lama disitu bisa mati berdiri, kalo bukan karna hutang ayah mungkin aku tidak akan di anggap rendah, ya udalah aku akan jalani dulu"
jam pun berjalan cepat, akhirnya Rubi akan pulang ke rumahnya tapi tiba-tiba saja..
"Hay kamu .."
"apa kau memanggilku"(tanya Rubi)
"ia kami memanggilmu, kamu kan anak baru belum pernah lemburkan, jadi kamu harus lembur hari ini, semua disini sudah pada lembur yang belum hanya kamu jadi kamu tidak usah ngelu ok, silahkan anak manja kami akan pulang dulu ya"