Genre: Fantasy, Thriller, Mystery
SMA Garuda yang elite kini tengah ramai karena sudah waktunya istirahat, tapi selain itu.., keramaian yang terjadi juga karena ada masalah di kantin, dua murid perempuan yang sedang adu mulut "Ha! lucu sekali kau menuduhku?" ucap perempuan berambut biru kelam dengan manik berwarna biru langit dan pupil abu-abu, Lily
"Sudah jelas kau yang mengambilnya!!" bentak perempuan berambut pirang dengan manik berwarna jingga seperti langit senja, Anya. Lily berdecih tidak suka "kalau begitu mana buktinya?" tanyanya, dan kini perempuan bernama Anya itu tersentak.., bola matanya meredup "bodoh...." pikirnya
"Baiklah aku berbohong, grrr" geram Anya, Lily memutar bola matanya malas "pfft, ekspresimu bodoh sekali" ejek Lily dengan senyuman kecil super jahil, sebuah perempatan siku-siku terletak di dahi Anya "GRRR, KAU...." oke sekarang harga diri Anya terasa terinjak-injak "menggeram seperti anjing? haha lucu sekali"
******
Tap tap tap... Suara langkah kaki di lorong-lorong kosong itu tampak menggema, sampai akhirnya suara itu berhenti terdengar tepat di depan sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat dua orang sedang menunggunya, Lily berdecak kesal sembari memutar kedua bola matanya. Si Bloe bersaudara sedang menunggunya
Perempuan asal Jerman itu menyapanya dengan senyum yang merekah di wajahnya "hai Lily" sapa si Chloe, perempuan berambut merah dengan manik hijau zamrud. Sedangkan yang satunya adalah Becca, perempuan berambut cokelat gelap dengan manik biru kristal "jadi ada apa kalian memanggilku Bloe bersaudara?"
Chloe dengan senang hati menjawabnya "jadi begini, kami memanggilmu karena kudengar ada sebuah kasus misterius yang masih belum terpecahkan.., nah kami sangat ingin memecahkan kasus itu" suaranya mengalun begitu lembut di telinga Lily "oh kasus pembunuhan itu.., tapi kalian masih kecil, jadi sebaiknya jangan cari masalah"
Suara unik milik Becca menginterupsi "kau tahu? aku punya ramuan sihir yang mungkin bisa membantu dan juga kita semua pintar beladiri.., jadi tolong jangan ragukan kami lagi" Lily menghela nafas panjang "ah baiklah, kalau begitu buat kontraknya" Becca mendekat ke arah Lily dan mereka menyatukan kedua pergelangan tangan kanan mereka, lalu mulut Becca berkomat-kamit membaca mantra
1 menit kemudian "dengan begini, kau tidak bisa mengingkari janji karena semua orang yang terikat dengan kontrak ini akan mati jika salah satu dari mereka ingkar janji" Lily mengangguk-angguk saja
******
Dua hari berlalu, semenjak Lily membuat kontrak dengan Bloe bersaudara, semua baik-baik saja. Sampai akhirnya mereka bertengkar hari ini, lebih tepatnya Lily dan Chloe yang bertengkar.., perkelahian berakhir saat mereka semua mendengar suara bentakan yang berasal dari wakil ketua osis "HEI WAKTUNYA MASUK KELAS" bentak Syva, perempuan berambut pirang-pink nyentrik dengan manik kelabu. Tak hanya sampai disitu karena si ketua osis juga datang, Sebastian berambut hitam pekat dengan manik merah menyala "hei kumpulan-kumpulan orang bodoh" desis Sebastian tersenyum sinis "pfft, yang kau sebut bodoh, itu siapa.., tuan ketua osis" Lily menyahut dengan nada mengejek
Lalu tiba-tiba datanglah si pembuat onar, Anya. Mereka tampak saling melemparkan senyum sinis, bagus sekali.., kini sekumpulan orang sinis sedang berada di tempat yang sama terlebih lagi dua orang dengan gelar Troublemaker datang
"Oh ya, ngomong-ngomong tuan ketua osis kenapa kau ada di sini? karena biasanya kau kan sibuk" tanya Syva heran "aku tadi diperintahkan oleh kepala sekolah untuk memanggil kalian semua termasuk aku untuk pergi ke ruang kepala sekolah, tapi karena kebetulan kalian semua ada di sini jadi.., ayo ikut aku!!" ucap Sebastian diakhiri bentakan nyaring
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, well mereka bukan orang sinting yang berbicara/bercanda di tengah jalan. Kepribadian mereka yang anti sosial membuat mereka terlihat lebih cool di mata orang lain, yeah kalian tahu maksudnya? lawan jenis!!
******
Dan sekarang mereka sudah ada di ruang kepala sekolah, menatap pak kepala sekolah dengan pandangan datar.., yah mungkin terlihat tidak sopan tapi siapa peduli?
"Jadi ada apa bapak Wijaya memanggil kami?" tanya Sebastian diakhiri senyum sopan, sedangkan yang lain hanya berdecih malas saat melihat senyum sopan milik Sebastian yang ditunjukkan kepada kepala sekolah "tidak perlu berpura-pura sopan SEBASTIAN" Theo berucap dengan menekankan kata ‘Sebastian’
"Hahaha" gelak tawa terdengar dari sebelah Theo, Reggyno yang tertawa membuat semua orang menatapnya datar. Sungguh itu terdengar biasa saja bagi mereka yang sekumpulan orang sinis, Reggyno berhenti tertawa dan menatap yang lain dengan pandangan bertanya "apa?"
Lily berkata dengan entengnya tanpa memikirkan perasaan Reggy "ekspresimu terlihat bodoh" ucapan sarkatisme dari Lily membuat Reggy merenggut tetapi suara lain menanggapi "berhentilah bersikap SOK IMUT" Anya yang kini bersuara membuat Reggy skakmat!
"Wah kalian memang sekumpulan orang sinis yak? memang bapak tidak salah memilih murid seperti kalian, jadi bapak memanggil kalian karena bapak harus pergi ke Jerman untuk menjenguk saudara bapak yang sak—" Theo segera memotong "masa saya tidak ikut sih pak?" tanya Theo si anak kepala sekolah "kau tidak ikut Theo, karena bapak akan meminta kalian untuk menjaga sekolah sementara dan memecahkan kasus pembunuhan yang belum terpecahkan itu" titah bapak Wijaya
Mereka semua membelalakkan mata, terkejut? tentu saja. Mereka diperintahkan untuk menjaga sekolah dan memecahkan kasus, yang benar saja. Mereka dipanggil hanya untuk itu? Kerjasama? Oke itu berlebihan. "Cih omong kosong macam apa ini?!" ucapan Lily yang sarkatisme membuat mereka semua mengangguk setuju.., Lily tersenyum miring berdecih licik "huu~ baiklah kami menerima perintahnya" jawab Syva sembari melipat tangan di depan dada "oke deal" bapak Wijaya mengulurkan tangan seolah mengajak berjabatan.., tapi mereka semua tidak bergeming sampai akhirnya bapak Wijaya kelelahan dan menarik kembali tangannya
******
Dua minggu sudah berlalu tapi mereka juga masih belum melakukan tugas mereka, padahal bapak Wijaya sudah pergi ke Jerman 13 hari yang lalu .., sungguh disayangkan. Mereka memang orang yang pemalas selain itu otak mereka sudah diatur sedemikian rupa untuk melupakan sesuatu yang tidak penting dalam 3 menit, tapi jika benar-benar penting maka otak mereka akan bekerja untuk membuat ingatan yang kuat... hanya saja mereka yang malas, bagaimanapun juga mereka adalah manusia yang pada dasarnya pemalas "cepat ke markas, jangan banyak bicara" ucap suara di seberang sana
"Hah markas? oh maksudmu gudang belakang sekolah, pfft lucu sekali!" sinis Lily, telepon dimatikan secara sepihak.., Lily memasukkan benda pipih itu ke dalam saku celananya lantas berjalan ke gudang belakang sekolah "huft, kasus ini benar-benar menyusahkan"
BRAKK
Dan Lily mendobrak pintu gudang dengan keras membuat semua orang yang ada di dalamnya tersentak kaget "mana Syva?"
Pertanyaan Lily yang membingungkan membuat Anya secara refleks menjawab "dia di sebelahku" kening Lily mengerut "mana?" Anya berdecak kesal "dia di sini.., eh mana?"
Anya menoleh ke sebelah kanan nya dan seketika ia terkejut, Anya menoleh ke bawah dan seketika matanya terbelalak "aduh" gumam Syva yang tertindih oleh papan kayu, Anya membantu Syva berdiri "kalian tahu? tadi aku terkejut dan secara refleks aku mendorong papan kayu dibelakang ku lalu kemudian papan itu menindihi tubuhku"
Penjelasan panjang lebar Syva membuat yang lain tertawa terbahak-bahak, sedangkan Syva hanya merenggut kesal.., Syva secara sengaja menendang meja dihadapannya "sudahlah"
Sebastian pun berhenti tertawa dan ekspresi wajahnya mulai berubah serius, ia mengeluarkan sebuah berkas yang sepertinya sangat penting "aku menemukan ini di kantor kepala sekolah"
"Di sini tertera bahwa Mr Jewerly pernah menjalin kontrak kerjasama tapi entah kenapa Mr Jewerly memutuskan kontrak kerjasama tersebut" ujar Lily serius
"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Chloe serius "kita akan menyamar di asrama milik Mr Jewerly, asrama Zenius" putus Becca "angkat tangan yang setuju" sentak Sebastian dan hampir semuanya mengangkat tangan
"Aku menyamar jadi laki-laki" Lily mengangkat tangannya lagi "eh kenapa?" tanya Chloe spontan "karena jumlah laki-laki dan perempuan tidak sama, jika satu kamar isinya 2 orang" jawabnya santai
******
"Wah seperti sekolah Harry Potter" gumam Chloe terkagum-kagum, dengan segera Becca menyentil telinga Chloe "kita ke sini untuk misi bukan untuk wisata" bentaknya pelan
Mereka pun segera bergegas ke ruang kepala sekolah untuk menanyai kamar mereka dimana "Sebastian dan Li Seo sekamar, Syva dengan Anya, Becca dan Chloe sekamar, Theo dan Reggyno" ucap Mr Jewerly si kepala sekolah "dan kelas kalian beda... Sebastian, Anya dan Reggyno 11-A... Li Seo, Becca, dan Chloe 11-B... Theo dan Anya 11-C..."
"Baik pak" Sebastian memberi hormat ke arah Mr Jewerly, mereka keluar dari ruangan Mr Jewerly dengan wajah kesal "asrama putri dan putra pisah, kita akan susah berkomunikasi" gerutu Syva "memangnya kita mau pacaran apa, huh" sindir Theo
"Kumpul di ruang makan, yang sampai duluan di ruang makan ambil posisi duduk di ujung" Sebastian kembali berubah serius "jangan memaksa yhahaha" Anya berkata diakhiri tertawaan kecil "tidak ada yang lucu please deh" protes Chloe memutar bola matanya kesal
"Jangan mengejek nona ambisius" Reggy terkekeh geli dan akhirnya mereka berpisah di persimpangan jalan menuju asrama putra "aku tidak tahu, aku akan cocok menyamar menjadi laki-laki" gumam Lily
"Kau kan memang laki-laki" Sebastian memutar bola matanya malas "hei jangan macam-macam yak!!" bentak Lily "aku masih polos kok" jawab Sebastian "kalau kau macam-macam siap-siap masa depanmu kupotong" Sebastian yang mendengar itu seketika menegang
"Lily tidak tahu yah?" tanya Theo tanpa mengalihkan pandangannya dari depan "not" jawab Lily singkat, padat, jelas.., "baiklah, kau tahu? laki-laki akan berpikiran kotor setiap 7 menit sekali" jelas Theo yang mulai jengah
******
Di ruang makan, mereka saling berbisik-bisik karena takut ketahuan murid lain "yang kudengar, Mr Jewerly tidak akan ada di ruangannya dari jam 10.00 malam sampai jam 06.00 pagi.., kita berkumpul jam 10.25.., jadi kita mulai menyelidiki dari jam 10.30, dimengerti?" usul Sebastian
"Terserah" balas Syva yang lain pun hanya mengangguk saja
Keesokan harinya, Lily terkena sial.., dia tidak bisa duduk di sebelah Chloe atau disebelah Becca karena keduanya bersaudara dan tidak ingin duduk terpisah terlebih lagi ia tidak bisa duduk sendiri karena bangku yang kosong hanya ada satu di satu meja "Li Seo duduk dengan Lon LinkedIn"
Saat pelajaran pertama selesai tiba saatnya waktu makan siang, Lily sengaja pergi ke kelas 11-A untuk menemui Sebastian "hai Syva, bagaimana pacarannya?" ejek Lily saat melihat Syva dan Theo keluar kelas bersama "siapa yang kau sebut pacaran hah?!" bentak Syva sembari mendelik kesal
"Khikhihihih, maaf Syyo" Lily tertawa geli "Syyo?" pertanyaan dari Sebastian membuat Lily dengan segera menjawabnya "Syyo, Syva dan Theo" jawab Lily lagi-lagi tertawa geli, Anya dan Reggyno pun akhirnya keluar "ayo" ajak mereka "eh tunggu, bukannya itu yang namanya Lon" Chloe pun dengan heboh menunjuk ke arah laki-laki berambut kelabu dengan manik berwarna violet
"Wah ajak dia yuk, kelihatannya dia sendiri" Chloe dengan senyum mekarnya berlari kecil ke arah laki-laki itu, disaat Becca akan mencegahnya dia sudah berlari lebih dulu untuk menemui Lon "ish sableng dasar" rutuk Syva, yang lain juga tampak ikut mengumpat untuk Chloe yang kurang ajar
Dan pada akhirnya, si laki-laki bernama Lon pun ikut makan siang bersama mereka atas bujukan Chloe tentunya "lain kali aku akan menghentikan Chloe agar tidak berbuat memalukan lagi" batin Lily
******
Sebelas bulan sudah berlalu, mereka terus dan selalu melakukan penyelidikan di ruang kepala sekolah tapi tidak ada yang penting selain berkas berkas tentang keadaan sekolah, perbaikan sekolah dan berkas tentang murid baru "hei lihat ini"
Lily menemukan sesuatu yang menarik, berkas yang ia temukan tampak terasa janggal "berkas ini seperti sudah lama dibiarkan atau mungkin sengaja disimpan di tempat yang berdebu agar orang lain tidak peduli" dan yah itulah yang janggal menurut Lily, mereka pun membuka berkas itu dan seketika terkejut saat melihat— "eh bukankah ini berkas tentang pembunuhan yang ada di SMA Garuda?" tanya mereka semua serentak
"Kalau begitu bawa berkas ini saja dan sembunyikan di kamar Sebastian" ujar Anya spontan, mereka semua mengangguk "baiklah, bawa ini Lily" Sebastian menyodorkan berkas itu ke Lily.., mereka kembali ke kamar mereka masing-masing dan mulai tidur dengan nyenyak
"Aduh, hei!!" bentak Lily saat Syva tak sengaja memukul kepala Lily menggunakan buku "ups maaf" balas Syva dengan senyum ringan "kebiasaan" gumam Lily tidak suka
Sekarang mereka sedang di perpustakaan mencari info lebih lanjut mengenai asrama Zenius "eh aku menemukan bukunya" ucap Becca menunjukkan bukunya ke arah Syva dan Lily "Sejarah asrama Zenius" gumam Lily saat melihat judul buku tersebut "baiklah kalau begitu kita pinjam ini ayo"
Mereka semua pergi ke taman belakang sekolah untuk membaca buku itu
“Pada zaman dulu, asrama Zenius adalah sebuah gedung RSJ.., dulu saat peperangan masih terjadi, para tentara-tentara yang mengalami depresi akan dirawat di rumah sakit ini”
“Rumah sakit ini berhenti beroperasi saat tahun 1440, dikarenakan rumah sakit ini di serang oleh segerombolan pasukan tentara.., lalu pada tahun 1545 rumah sakit yang sudah runtuh ini dibangun kembali dan diubah menjadi tempat tawanan para pecandu narkoba”
“lalu setelah itu, tempat ini berhenti beroperasi pada tahun 1670 karena tiba-tiba saja wilayah di sekitar sini mengalami gempa hebat yang membuat bangunan-bangunan di sekitar sini runtuh termasuk bangunan ini juga”
“pada tahun 1945, tempat ini kembali direnovasi oleh seorang pria keturunan Belanda bernama Lavki.., disaat itulah tempat ini berubah menjadi sebuah asrama, laki-laki bernama Lavki itu sudah berkeluarga dan ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Jewerly dan istrinya yang bernama Luna”
“sejak saat itu kejadian kejadian yang aneh mulai terjadi.., Lavki sering mengoceh melihat sesuatu yang aneh, seperti melihat perempuan dengan rambut disanggul tengah membawa nampan berisi obat-obatan, atau sering sekali ia mendengar suara keran menyala di toilet perempuan saat diperiksa tidak ada siapa-siapa di dalam dan kejadian itu biasanya terjadi pada malam hari”
“tahun 2012 bulan September, Lavki si pemilik asrama Zenius dinyatakan meninggal karena depresi dan Luna istrinya dinyatakan meninggal karena stress pada bulan Desember.., sedangkan anaknya Jewerly yang sudah cukup dewasa diperintahkan untuk merawat asrama peninggalan ayahnya.., dan sejak saat itu tidak pernah ada kabar tentang asrama Zenius, selain itu ada rumor yang mengatakan bahwa Jewerly berubah menjadi gila dan sering pergi keluar malam hari hanya untuk membunuh orang lain bahkan si pembuat rumor mengatakan bahwa itu nyata karena ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, si pembuat rumor adalah murid perempuan di SMA/asrama Garuda. Setelah itu tidak ada kabar apa-apa lagi tentang si murid perempuan”
Mereka semua terbingung-bingung dan mencoba membalik halaman lagi tapi yang tadi adalah halaman terakhir, halaman lainnya lagi masih kosong "apakah buku ini ditulis tangan oleh seseorang? tapi mengapa ia menyimpan nya di perpustakaan harusnya ia menyembunyikan nya" Lily heran dengan apa yang terjadi
"Mungkin saja si penulis buku ini membenci Mr Jewerly dan ia membuat rumor palsu tentang Mr Jewerly" Theo berkomentar "tapi bisa saja salah satu pihak sekolah di sini yang merupakan biang masalahnya" Syva memberikan pendapat lain
"Terlebih lagi buku ini menulis nama sekolah kita, mungkin ia ingin merusak nama baik sekolah kita" Anya membuat dugaan "mungkinkah?" tanya Lily mencoba mengelak
"Wah kalian pintar sekali, kalian benar" tiba-tiba suara lain menginterupsi, mereka semua menoleh ke arah pintu masuk taman belakang sekolah.., mereka semua terkejut saat melihat Mr Jewerly membawa sebuah senapan dan sebilah pisau kecil "sekarang kalian akan mati, bersiap-siaplah"
Mereka semua juga terkejut karena Mr Jewerly tidak sendiri, ia juga membawa pasukan mafia "waw, mau keroyokan" ejek Lily, yang lain pun saling melempar senyum sinis seakan-akan mereka sudah terbiasa dengan keadaan ini "jangan meremehkan kami yak, pak tua" sinis Anya
Mereka semua melawan 1 vs 2
Walaupun tidak adil tapi percayalah mereka lebih lincah dari orang kebanyakan "rasakan bocah ini belagu" bentak Jewerly dan segera melayangkan pukulan ke arah Lily, tapi dengan 5000 perdetik Lily menghindar dengan lincah
******
Lon sedang berjalan menuju taman belakang sekolah tapi segera langkah berhenti saat ia melihat apa yang terjadi, Lon pun akhirnya bersembunyi dan melihat apa yang terjadi "aku harus memanggil polisi" gumamnya
Akhirnya ia berlari tanpa suara disaat ia sudah sampai di tempat yang sekiranya aman, ia segera menelepon polisi.., 5 menit kemudian polisi datang. Lon segera menunjukkan tempat kejadian "ini tempatnya pak"
Pak polisi pun segera menghentikan apa yang terjadi, dengan apa yang terjadi di taman belakang sekolah mengundang para murid dan para guru untuk melihat apa yang terjadi
******
Kembali ke sekolah, apa yang terjadi tahun lalu mengundang perhatian publik.., mereka sampai masuk televisi karena apa yang terjadi pada mereka sangat mengejutkan publik
Selain itu, Jewerly ditangkap polisi karena terlibat kasus pembunuhan yang terjadi di SMA Garuda "bapak tidak habis pikir dengan apa yang kalian lakukan" ucap bapak Wijaya
"Terserah bapak, yang penting kasusnya terpecahkan. Jewerly tertangkap dan asrama Zenius diruntuhkan" balas Theo malas
"Nah karena kalian berhasil melakukan tugas kalian, bapak sudah menyiapkan hadiah untuk kalian semua"
"Terimakasih pak" ucap mereka serentak
~~~~~~~~The End~~~~~~~~