Amanda tersenyum, " Kamu ga perlu khawatir aku ga akan pernah membunuh kamu, atau pun menghisap darahmu apalagi mengubahmu menjadi seperti ku " ucap Amanda.
»»——⍟——««
Sebuah cahaya masuk kedalam retina seseorang, Kelopak mata itu perlahan terbuka . Kepalanya berdenyut, pusing dan sakit.
Mata itu terbelalak tak kala melihat orang yang ia cari cari ada di depan nya, duduk diam dengan aura dingin yang mencekam. Serta Bibir yang berwarna kemerahan seperti warna darah, tetapi ia yakin pasti itu bukan darah melainkan hanya sekedar lipstik.
" Manda! " panggil nya.
" Hm, kamu sudah bangun " sahut gadis bernama Amanda, yang berada di depan nya. Yang hanya menampilkan wajah dingin nan datar.
" i-iya " ucap nya dengan terbata dan takut karena sikap yang di berikan Amanda tidak seperti biasanya yang ceria dan humoris.
" Kalau begitu aku pergi " Ucap Amanda dengan nada dan wajah dingin nya lalu pergi dari dalam kamar itu.
Arya Saputra, lelaki 21 tahun yang rela pergi ke hutan untuk mencari kekasih nya. Dan sekarang disinilah dia, sebuah kamar mewah dengan berbagai ornamen yang menyeramkan dan juga pencahayaan yang kurang.
Malam hari nya, Arya keluar dari dalam kamar itu karena lapar dan ingin tahu dimana ia sebenarnya .
Ia berjalan menyelusuri lorong lorong gelap itu. Sampai lah dia dia sebuah ruang makan yang luas, di sana ada banyak orang yang sedang makan di meja makan yang panjang itu.
" Duduklah " perintah seseorang yang duduk di kursi paling ujung di meja makan itu, ia mengucapkan kata itu dengan dingin.
Arya mulai berjalan dan duduk di kursi yang kosong, Saat ia duduk ternyata ia berada tepat di hadapan Amanda. Dan di samping Amanda ada Anna sahabat Amanda.
" Arya! " panggil seseorang di samping nya, ia melihat . Ternyata itu adalah Alina , Sepupunya.
Saat Arya akan bicara, " Makan dan jangan banyak bicara " Ucap seorang perempuan berusia sekitar 25 tahun dengan nada dingin.
Arya hanya menurut saja, saat ia melihat makanan nya ternyata semua itu adalah daging dagingan tanpa ada sayur atau buah 1 pun. Bahkan daging itu hanya di bakar, di panggang, di goreng dan di rebus serta jus aneh berwarna merah yang hanya dirinya dan Alina lah yang tidak di berikan jus
seperti itu melainkan hanya jus buah biasa sebagai satu-satunya makanan yang terbuat ada tanaman.
Tak lama datang beberapa pelayan dengan membawa makanan yang di tutup tudung saji, makanan itu di letakan tepat depan Arya dan Alina . Tudung saji itu di buka, berisi Sayuran hijau ,kacang kacangan dan biji bijian dimasak menjadi satu . Piring ke dua di buka isinya Seafood yang di goreng dan piring ketiga berisi Ayam bakar dan Bebek bakar serta piring ke 4 berisi Nasi.
" Makanlah yang banyak " Ucap Anna dengan senyuman manis khasnya, " Jangan lupa daging nya juga " Lanjut nya.
Makanan itu sangat menggugah selera dari bentuk dan aroma nya sangat lezat.
Arya dan Alina mulai makan, ternyata rasanya sama seperti aromanya enak sekali .
Setelah Selesai makan, semua bubar kecuali Amanda, Anna, Arya, dan Alina.
Amanda berdiri ingin pergi, Arya pun mengejarnya.
" Manda! " Arya memegang Tang Amanda .
" Kenapa? " tanyanya.
" kita harus bicara! " ucap Arya.
" aku harus pergi " Tanpa basa basi lagi Amanda pergi dari sana.
" Arya " panggil seseorang dari belakang nya, saat ia berbalik ternyata itu adalah Alina .
"Apa " tanyanya dengan ketus.
" Lo harus ikut gue, kita harus pergi dari sini! Tempat ini aneh, serem lagi. Orang orang nya juga pemakan daging semua , gimana kalo mereka kanibal? " ucap nya dengan panik!
" Gak! Gue ga bakal pergi dari sini sebelum baikan sama manda!, lagian gue ga ngajak lo ikut, kalo mau balik , balik aja sendiri " Arya berjalan pergi dari sana.
" Arya! " Arya berhenti melangkah tanpa menoleh ke arah Alina.
" Gue ikut lo masuk ke hutan karena gue ga bisa balik sendiri ,kalo gue balik sendiri nyokap lo pasti ngomel ngomel ke gue " omelnya.
" Derita lo " ucap Arya singkat lalu pergi .
Alina tidak kehabisan akal ia mengajak Anna untuk bicara berdua, bisa saja ia mengajak bicara Amanda secara langsung tetapi ia tidak terlalu dekat lagi dengan Amanda. Salah satu jalan pintas adalah Anna yang notabene adalah Sahabat baik Amanda yang mempunyai Sifat lembut, baik, dan juga ramah.
Ia mengajak Anna berbicara di ruangan kosong samping ruangan makan.
" An! Gue mau bicara sama lo tolong bujuk sahabat lo buat mau baikan sama Arya supaya gue bisa ngajak Arya buat balik " Ucap nya memulai percakapan dengan to the poin.
Anna tersenyum , Namun bukan senyuman manis seperti biasanya. Senyum itu sangat mengerikan. Anna mendekat kearah Alina lalu berbisik tepat di telinga Alina , " Ga ada yang bisa pergi dari sini dengan keadaan baik baik aja " ucap nya dengan suara berat.
" A-apa maksud lo " Alina tergagap sambil mundur beberapa langkah besar.
Ternyata interaksi mereka di lihat oleh Amanda dari balik tembok serta Arya yang ada di belakang Amanda, Arya melihat semua nya.
" hm jadi mulai dari mana ya! " Anna mendekat kearah Alina. Tubuh Alina seperti membeku di tempat otak nya tidak bisa bekerja dengan baik ia mulai bicara apa saja yang muncul di otak nya.
" Gue cuma mau pergi dari sini J*l*ng! Lo sama sahabat lo itu sama sama j*l*ng jadi jangan ngehalangin gue buat bawa pergi Arya dari sini " Ucap nya .
Anna menggeram marah, 2 taringnya memanjang tanda ia adalah seorang Vampir.
Alina ketakutan, tetapi semua nya terlambat, Anna mendekat dan mulai menghisap darah Alina dari leher Alina dengan brutal.
Arya yang melihat semua itu terkejut setengah Mati, sedangkan Amanda hanya menggeleng kan kepala nya.
Beberapa saat kemudian, Alina sudah tidak memberontak lagi tanda ia sudah tiada. Anna melepaskan taringnya dari Alina, Alina pun langsung jatuh ke lantai.
" Cuih! " Anna meludah.
" Kenapa? " tanya Amanda mendekat.
" Ternyata minum darah dari tubuh nya langsung itu nggak enak! " ucap Anna.
" Siapa bilang? Hm! Lo lupa kalo kualitas darah tercermin dari hati nya? " tanya Amanah pada Anna.
" emang gitu ya? " tanya Anna.
" Ya iyalah Anna! Lo itu salah satunya vampir yang belom pernah minum darah secara langsung dari orang nya! Mangkanya lo ga tau! " Ucap Amanda.
" Emangnya lo pernah? " tanya Anna, karena setahunya Amanda tidak pernah meminum darah secara langsung dari manusia kecuali darah hewan.
" Pernah satu kali, tapi itu semua demi kehidupan gue dan di paksa sama Bang Alex" ucap Amanda membuat Anna melongo.
" Seriusan? "
Amanda mengangguk mengiyakan.
" Siapa ? Kapan? "
" Arya! Tadi pagi! " jawab Amanda dengan nada sedih.
Arya yang melihat dan mendengarkan semua itu menelan Salivanya dengan kasar dan mundur perlahan namun kakinya tidak bisa di ajak kompromi, kakinya menyenggol Vas bunga antik.
Pyar...
Amanda dan Anna yang mendengar suara Vas itu pun menoleh, namun tidak ada siapa siapa di sana.
Arya berlari secepat mungkin ke kamar nya. Setelah sampai ia menutup pintu namun lupa untuk mengunci nya, ia langsung menelungkupkan wajah nya di bantal dan tertidur dalam keadaan syok.
Sebuah tangan terasa menyentuh wajah Arya, ia mengerjakan matanya. Hingga mata itu terbuka melihat sesosok gadis yang ia cintai yang ternyata adalah seorang vampir.
" Mammanda? "
" Hei, kamu sudah bangun ? " tanya Amanda dengan senyuman manis di Bibir nya, senyuman yang dulu setiap hari di lihat oleh Arya. Senyuman itu seakan tidak pernah ada sesuatu sebelumnya.
" Arya, aku minta maaf soal kemarin " Amanda menundukkan kepalanya.
Arya gelagapan bingung ia harus apa sekarang, ia takut pada Amanda tetapi juga tidak tega melihat sang pujaan hati menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah.
" manda ! Aku ga marah kok, kamu mau baikan sama aku juga udah cukup " Arya tersenyum, Rasa Cinta di hati nya mengalahkan rasa takut itu.
" Beneran? "
Arya mengangguk.
" Ya sudah sekarang kamu makan ya! Makan yang banyak " Ucap Amanda sembari mengambil Nampan berisi makanan dari atas nakas.
"Aaaaaa" Amanda mulai menyuapi Arya namun Tangan Amanda di tangkap oleh Arya.
" Aku bisa makan sendiri Manda " ucap nya.
" Nggak! Aku suapin! " Arya mengalah, ia membuka mulut nya dan makanan itu mulai disuapkan kedalam mulut nya.
Suap demi suap di makan oleh Arya dengan sedikit candaan yang ia lontarkan pada Amanda.
" Nah, udah habis! Aku pergi dulu ya, dah! " Amanda pergi membawa nampan itu.
Ia menutup pintu lalu menghela nafas.
" Maaf ya, hanya ini yang aku bisa " Amanda menahan tangisnya lalu pergi dari kamar Arya.
Malamnya Arya keluar kamar karena bosan, ia berjalan jalan di rumah besar dan mewah itu.
Ia tidak sengaja melihat Amanda yang sedang berbicara dengan keluarga nya, sepertinya kakak kakak nya.
" Cepat atau lambat kamu harus membunuh nya Amanda! " bentak sang kakak, Alex.
" Tapi kak! "
" Tidak ada tapi tapian Amanda kalau kamu tidak segera mengambil dari manusia itu , kamu tahu sendiri kan akibatnya untuk tubuh mu! " Ucap Alex mengancam.
Amanda tersenyum miris, " Aku lebih baik mati dari pada harus menghisap darah nya "
Deg,,,
Arya yang mendengarkan itu terenyuh. Amanda tidak ada niat untuk membunuh nya, Namun ia juga tidak tega untuk membiarkan sang kekasih hati mati begitu saja.
Pyar...
Lagi lagi ia sangat ceroboh, tangan nya tak sengaja menyenggol mangkuk Antik hingga jatuh dan pecah .
Mereka semua yang ada di dalam ruangan itu langsung menoleh kearah Arya.
Naas Arya belum sempat pergi, hingga semua orang yang ada di dalam sana melihat nya.
" Arya " gumam Amanda .
" Amanda! Kejar laki-laki itu dan bawa dia kemari " Ucap Alex sambil menggertakan giginya dan memunculkan taringnya.
Amanda melesat sampai kedepan Arya dan langsung membawa nya pergi jauh.
" Arrrggghhh ! Kalian tangkap Amanda dan laki-laki itu! " teriak Alex pada adik adik nya yang lain dan anak buah nya.
Amanda membawa Arya pergi ke hutan.
" Mmanda? "
" Ya ? "
" itu,,,kamu,, " Arya tergagap.
Amanda tersenyum, " Kamu ga perlu khawatir aku ga akan pernah membunuh kamu, atau pun menghisap darahmu apalagi mengubahmu menjadi seperti ku " ucap Amanda.
Amanda memegangi dadanya.
" Manda kamu kenapa ?" tanya Arya.
Amanda terkekeh, " ini udah biasa, mungkin aku bakalan sedikit lemah " Amanda ambruk dan Arya langsung menahannya.
Tanpa basa basi Arya langsung menggendong Amanda ala bridal Style.
" Arya! "
Arya tak menjawab, ia malah membawa Amanda berlari sekuat tenaganya namun, sepertinya sia sia Arya terjatuh namun ia memeluk Amanda agar Amanda tidak terluka.
" Arya! Amanda! " teriak seseorang, ternyata itu adalah Anna.
" Amanda, kak Alex dan yang lainnya udah dekat! Kalian pergi biar gue yang hadang mereka" ucap Anna pada Arya dan Amanda.
" Tapi Anna,,, " Amanda tidak mau mengorbankan sahabat yang sudah ia anggap Adiknya sendiri .
" Ga ada tapi tapian Manda! Mereka udah deket ! " Teriak Anna.
Arya dan Amanda tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencana Anna.
Arya mulai menggendong Amanda di punggung nya , dan mulai lari menjauh.
Namun Naas bukan nya selamat dan keluar dari hutan itu, mereka malah bertemu segerombolan Serigala.
' Bukannya ini yang dinamakan keluar dari kandang Vampir masuk kandang Serigala ' Batin Arya tersenyum miris.
Serigala itu pun mulai menyerang Arya dan Amanda dengan membabi buta.
Di saat saat terakhir itu tangan mereka berpegangan dan mengucapkan kata-kata cinta untuk terakhir kalinya.
" Amanda ,I Love You "
" Arya , Love you too "