Namanya, Genta Ario Dipangga. Dia adalah ketua BEM satu satunya yang paling gue kagumin di Universitas Gunadarma.
Dulu di awal awal ospek gue kagummm..., banget sama dia. Hingga gue lama lama mulai ada rasa sama dia. ' Cinta ' itu namanya, mungkin orang bilang itu terlalu munafik bagi yang mengatakannya.
Tapi sayang, dia itu adalah cowok paling nyebelin nomor satu di kampus. Gue di suruh ini lah, di suruh itu lah dan yang paling ngeselinnya, dia itu adalah tripikal cowok yang Iseng sama siapapun yang menurut dia bisa di buat mainan. Orangnya baik sih, ya tapi juga kalau di tanya itu dia gak bakalan jawab. Sungguh menyebalkan. Dan semenjak itu dia juga udah mulai ada rasa sama gue, tapi menurut gue ada kejanggalan dalam dirinya...
Dan ini adalah kisahku....
Flashback on...
🥀🍃💀
“Putri Jingga Kamila, Septiana asri, Nur Laila, Jumiadi, Tulkiem, Oneng maroneng, Lolok Sunoko. Yang di sebutkan tadi namanya maju ke depan, ” ucap panitia ospek.
Gue pun maju ke depan, menghadap ke arah mereka semua. Mereka? Ya siapa lagi? Ya tentunya mahasiswa baru yg ikutan kegiatan ospek lah..., Ya masak kang cimol pinggir kali.
“Lo dan Lo, ikut gue” Ucap ketua BEM itu.
“Ki...kita berdua kak?” ucapku menunjuk teman baruku.
“Ya iyalah, Emangnya siapa lagi?? Lo tau apa kesalahan yang udah Lo perbuat?? Hmmm??”
Kita berdua hanya bisa menggeleng, ckk bener benar sangat bodoh waktu itu.
“Ck, Lo gak sadar kah kalau kalian berdua telat?? Sekarang juga gue bakal hukum kalian. Sekarang juga Lo dan Lo kelilingin lapangan di sana 10 putaran, S E K A R A N G ‼️” ucapnya dengan nada penuh penekanan.
“ I...Iya kak” ucap kami
“Gilak tuh ketua BEM, gue kira bakalan baik banget. Nyesel gue suka sama dia pas pertama lihat” keluh kesalku pada Septi.
“Jingga..., jingga. Ck, heran gue sama loh. Tadi kata suka, sekarang udah kesel, nanti lama lama benci habis itu cinta dah. Hahahaaaa” Ejek Septi padaku.
Aku hanya memutar bola mataku malas mendengar clotehannya. Benar benar panas di telinga.
Aku memutari lapangan hampir genap 10 putaran tiba-tiba...
“Brukkk....”
Gelap itu yg ku rasakan, belum sarapan itu yg membuatku pingsan di atas teriknya sinar matahari di siang hari yg amat panas.
@_@ 🏥🥀
“uuuggghhh” kerutku di dahi menahan kesakitan.
“ Udah sadar Lo?? Nih minum. Nyusahin aja Lo”
“Ma...makasih kak”
“Hmmm, lain kali tuh sarapan dulu. Udah telat, nyusahin pakai acara pingsan pula.”
“Nyebelin banget sih nih ketua BEM. Untung ganteng, coba kalau enggak? Udah gue bikin rujak dah Lo” umpatku kesal
“Brani banget nih cewek?? Belum tau aja kalau gue udah bermain di leher. Gak ketemu bokap nyokap lo tau rasa dah. Hmm, di jadiin mainan oke juga nih cewek” batinnya menyeringa mendapati umpatannya itu.
“ Ma..maaf kak”
“Ya udah nih, makan”
Aku menerimanya dan melahapnya hingga habis. Saatku berjalan menuruni brangkar tempat tidurku, aku terjatuh. Sendi sendiku seakan tak mampu menopang tubuhku.
“Ehh, lo mau kemana?? Toilet?? Atau..., mau pulang?? Gue anter. Jalan aja masih begitu sok banget lu belagu mau pulang sendiri”
“Apaan sih nih orang, gue aja gak kenal dia. Nama aja juga gak tau, sok Sokan mau nolongin” umpatku kesal
“Ck, nama gue Genta. Lo Jingga kan??,”
“Gue cuman pen nolongin lo doang, gak bakalan macem macem. Seharusnya Lo itu sadar dan bersyukur masih gue tolongin.” lanjutnya.
“Hahhh??kok tepat sasaran sih?? Magic benar” batinku
”Okey, makasih kak”
🥀🥀 Hampir genap 2 semester
Hari hari ini gue jalanin dengan tensi yang makin hari makin darah tinggi. Entah gue yang bodoh atau gimana, gue kesel banget tiap ada kesempatan dan celah dalam kesempitan itu si ketua BEM seakan akan lagi ngerjain gue.
Dan parahnya lagi gue itu mau aja di suruh suruh, dengan alasan gara gara takut dan gak ada keberanian sama dia . Benar benar seakan akan seperti seorang babu [ budak ].
“Jingga, nih tolong cari buku ini di perpus. Jam 2 siang pokonya harus dah ada di meja pak Hendrik.” Ucap Genta memerintah.
Tanganku mengepal dan darahku seakan akan mendidih. Ingin rasanya ku meledak sekarang juga tepat di depannya, seperti bom yang berovolusi menjadi atom.
“Kak Genta tuh sebenernya maunya apa sih?? Tiap hari slalu aja nyuruh itulah inilah. Kakak kira aku gak capek apa??kakak kira aku ini robot?? Yang bisa di suruh kesana kesini!!?? Ini kan kerjaan kakak!!! Mending kalau di bayar, lah ini sama sekali enggak. Tega kamu kak” Ucapku mengebu gebu sambil melempar kertas yang di berikannya dan berlalu pergi.
Fokusnya hanya menatapku hingga tak nampak lagi dimatanya.
POV Genta ...
Setelah kejadian waktu itu, entah kenapa hatiku slalu merasa resah dan gelisah. Di setiap aku melakukan aktifitas entah kenapa fokus gue hanya kepadanya. Dia...dia..dan..dia.
Sepi??itu kata pertama yang aku ucapkan. Tak ada kata cerewet yang menggelegar lagi di telinga kecil ini. Gue rindu, rindu kepada sang bidadari kecilku yang ku sayangi. Entah mengapa hari hari ku terbilang sangatlah berat. 'CINTA' kata pertama yg membuat manusia seperti ku ini tak berdaya untuk pertama kalinya.
“Hi, broo. Loh kenapa gue perhatiin semenjak kejadian itu jadi aneh?? Mikirin tuh cewek lagi? Fiks ini mah loh dah jatuh cinta sama dia. Kena karma kan Lo. Hahaha” ucap Fajri
“Gilak, Lo. GJ beut anjir”
“Ya udah elah, gitu aja gak mau ngaku.”
“ Kalau iya kenapa??”ucapku nyolot
“Santai dong broo. Seorang Genta Ario Dipangga yang sukanya bermain dengan orang, telah jatuh cinta?? Perlu di monumen kan ini mah. Hahahahaaa ”
“Mau gue musnahin loh?? ”
“Emangnya brani?? Gak takut sama ayahanda?? ”
“Takut lah”
“Kalau emang Lo mau sama dia, nikahin dia lah. Lo tau kan apa maksud gue? Hari Sabtu ada acara kemah, kesempatan buat lo. Purnama menanti ( 00.00 ). Semangat broo” ucapnya berlalu pergi.
Dari sini gue mulai menyelidiki satu demi satu tentangnya, hingga gue di kejutkan dengan satu hal yang menarik.
💀🍃🏕️
Sabtu_Kemah
POV Jingga...
Pagi ini aku akan melaksanakan kemah bersama satu angkatan fakultasku.
Lagi lagi panitianya si ketua BEM lagi, benar benar sangat menyebalkan. Tapi...'KANGEENNN'
“Ehh, ga” panggil Septi menepuk pundakku .
“Hmmm.” Jawabku sambil menoleh
“Kak Genta kok ngelihatin loh terus sih ga?? Jangan jangan dia naksir sama Lo ga.” Tebak Septi yang sok tau itu
“Masa sih?? Kok lo sotak [sok tauk] beut sih??”
“Yeeeee, di bilangin ngeyel. Beneran loh ga, tatapannya ke elo tuh beda banget. Tapi ya, menurut gue kalian tuh cocok. Sama sama suka” ucap Septi yang ceplas-ceplos
“Najis, ogah gue sama yang begitu. Tapi kenapa ya, setiap gue deket sama kak Genta dada gue deg²an banget sep”
“Tanda-tanda itu mah”
“Hahhhh??”
“Iya, tanda tanda Lo ada rasa sama kak Genta” ucapnya antusias bangetttttt
“Gilak Lo ya, mana mungkin.” Ucapku memukul lengannya.
Flashback off...
🙅🏻♂️ $k1p.....
Malam tiba, udara malam kian menyeruak kemana mana. Seusai acara api unggun kini tinggallah panitia dan beberapa anggota penting di sana yang tersisa.
“Guysss, sini deh semuanya” panggil Genta
”Ada apaan sih gen??” ucap Roni penasaran
Genta? Ya, seorang Genta menghampiri gadis cantik nan imut yang sedang memandangnya tepat di depannya itu kian memegang tangan kanannya.
Mereka terbengong-bengong melihat kejadian itu.
Seorang Genta?? Berlutut di depan seorang gadis??tunggu salah. Seorang pangeran dari salah satu klan darah itu berlutut di hadapan seorang gadis manusia?? Tunggu?? Apa?? Putri Viona?? 1000 tahun?? Tunggu apa maksud semua ini?
”Putri Jingga Kamila maukah kau menjadi ibu dari anak anakku??” tanya Genta secara tiba tiba
“Hahhhhh?? Apa maksud Kakak??”
“Setelah sekian lamanya akhirnya aku menemukanmu. Sekian lamanya juga aku telah memendam rasa ini, di hari ini dan detik ini juga aku ingin kau menjadi ibu dari anak anakku jingga. Aku tak ingin sampai kehilangan kesempatan berharga ini. Maukah kau menjadi istriku jingga?? Menjadi pendampingku untuk selamanya??”
“Maksud kakak gimana ya?? Istri?? ” tanyaku terlonjak kaget
”Terima, terima, terima...” ucap beberapa anggota
“Terima aja ga, bukannya lo juga ada rasa sama Genta??” ucap Roni
“ Emmm, gimana ya kak” ucapku melepaskan genggaman tangan Genta
“Pleaseee !!! Kenapa??” ucap Genta yang sudah mulai gusar.
“Ya udah deh, tapi kakak masih tahap uji coba ya.” Ucapku.
“Baiklah, apakah aku boleh memelukmu??” tanya Genta yang ternyata sudah berubah menjadi seorang vampir akibat terkena cahaya bulan purnama merah.
Akupun mengangguk pelan, saat aku berada di dekapnya jantungku sudah tak terkendali. Namun ada juga rasa gusar di hati imut ini, hingga pada akhirnya....
“Arggghhhhh, sa...sakit kakk. Apa yang kamu lakukan.” Ucapku merasa kesakitan menjalar di tubuhku akibat gigitannya.
Sakit?kenapa? Bohong bila aku tidak mengatakan sakit. Bahkan ini jauh lebih menyakitkan dari pada saat sedang 'PMS'.
“Gen..ta ja..hat” ucapan terakhir yg keluar dari bibirku.
Genta tersadar, dan semua yg berada di sana hanya tertunduk dan patuh akan perintah tuannya. Apa tuannya ?? Ya mereka semua yang berada di sana adalah vampir dari 'KLAN DEVIL'. Mereka juga sama seperti Genta. Namun mereka hanya berubah dan tak kebablasan seperti Genta.
“Apa yang kau lakukan Genta??” tanya Roni sedikit membentak
“Tak apa, sudah takdirnya bersamaku. Aku sudah meminta izin ayahanda”
“Baiklah pangeran ” jawab mereka serentak.
‡_> 1 jam
Aku terbangun, menatap sekeliling tempat ini.“Apaaaa ?? kamar?? Aku sedang di mana ini ??” batinku. Aku bangun dan hendak ingin pergi. Tiba-tiba pintu terbuka dan aku mendapati sosok pria yang ku kenali ' GENTA ' . Aku begitu sangat ketakutan melihatnya.
“A...apa yang kamu lakukan pada ku??” tanya ku ketakutan.
“Bisakah kau tenang terlebih dahulu?? Aku akan menjelaskannya.”
“Baiklah, cepat”
“ Sebelumnya perkenalkan, namaku Adipati Genta Ario Dipangga, Aku seorang pangeran vampir berasal dari klan 'DEVIL' dari keluarga 'ADIPATI'. Dan Kamu adalah seorang putri 'VIONA ANGELIKA DANASTON' dari keluarga 'DANASTON'. Kamh sudah bertunangan sejak lama denganku dan kamu adalah calon istriku. Ayahmu bukanlah lelaki biasa, dia adalah vampir dan sama seperti dirimu sekarang.”
“Apaaaa !!???” pekiku terkejut
“Kau sudah tidak bisa kembali lagi sayangg, besok adalah hari pernikahan kita.”
“Tidak, aku tidak mau. Aku nggak mau Genta, pokonya aku nggak mau” Ucapku menolak sembari menangis sesenggukan.
“Maaf aku tidak bisa. Ini sudah menjadi ketentuan leluhur. Dengar ini, walaupun kamu bukan manusia lagi tapi akan tetap slalu mencintaimu ”
“86.400 detik tuk slamanya. aku dan kamu akan slalu bersama hingga mau memisahkan.'I Love u jingga' " ucap Genta sambil menyatuka dahi kits berdua.
“Selamanya, 'too Genta ' ” jawabku dengan mimik wajah mulai tersenyum dan menerima takdir yang amat kejam ini.
Dan keesokannya adalah hari pernikahanku dengannya. Disanalah awal lembaran kehidupan ku di mulai dari awal.
•
•
•
•
The and
~~~~~~~~~~~~~~
Waduhhh, gimana nih?? Udah puas belum bacanya?? Panjang banget ya?? Maaf kata katanya antara 'aku ' dan ' gue ' masih bingung mau pakai apa. Saran doang?
Heheheheheee
Seperti biasa, jangan lupa ya kritik dan sarannya. Tapi menurut aku tanda bacanya yg masih banyak yg salah 😩
Yang bisa/jago ajarin aku dong nulis yang benar. Hehehehe
Jangan lupa komen ya 🤞❤️😅
Babay ....