Ray adalah kekasih ku, yang ku kenal saat malam halloween minggu lalu. Tanpa di sengaja kami bertemu dalam perayaan di sebuah kota, yang bertema halloween . Hubungan kami lambat hari makin dekat.
"May, malam ini aku ingin mengundang mu makan malam di rumah ku. Sekalian memperkenalkan dengan orang tua ku." ucap Ray ,sembari menatap ku .
Dan aku pun mengangguk, seakan aku terhipnotis oleh tatapan yang begitu dalam di pandang oleh nya. Di tambah wajah rupawan, tinggi, hidung mancung, serta berkulit putih namun tidak bersinar kinclong.
Sore itu, aku pun bersiap untuk menunggu jemputan Ray. Dengan dandanan nature, aku menunggu di dalam kamar kost. Tak lupa pula aku minta izin pada ibu kost, aku yang mungkin akan telat pulang.
Tit.. Tit... Suara klason sepeda motor yang sudah tak asing di telinga ku pun berbunyi. Dengan segera aku keluar menjinjing hand bag di lengan.
"Sudah siap honey?." tanya Ray membantu ku naik ke atas motor gede yang rada tema horor.
"Yupss, bee." sahut ku memegang jaket yang di kenakan Ray.
Dengan kecepatan penuh, seakan aku memasuki dimensi yang berbeda. Jalanan yang asing dan membingungkan membuat bulu kudu ku merinding.
Gludukkk.... Duarr... Suara petir dan gemuruh mengagetkan ku, hingga aku spontan memeluk erat tubuh Ray.
"Don't worry honey. Itu hanya akan hujan. Malam ini bermalam saja di rumah ku." ucap Ray seakan memang telah di rencanakan sedari awal.
Sesaat kemudian, kami pun tiba di rumah gedong bak istana. Kebun yang di penuhi tanaman merambat menghiasi pilar tiang rumah.
Krett.... Seseorang pun keluar menyambut kehadiran kami dengan amat sopan. Yang tidak lain adalah pelayan rumah gedongan itu.
Tanpa banyak basa basi, acara makan malam pun di mulai dengan hening ,yang membuat ku makin gemetar tanpa sebab jelas. Padahal hidangan yang di sajikan begitu mewah, bak restoran bintang 5.
Acara makan malam pun tak lama usai, setelah pelayan menuangkan minuman berwarna merah segar.
"May, coba minuman ini." ucap Ray memberi ku minuman aneh dengan aroma sedikit bau amis.
Ingin rasanya aku memuntahkan minuman tersebut, namun tak dapat ku lakukan karena ada orang tua Ray yang menatap ku ,dingin.
Hujan pun turun, mau tidak mau aku bermalam di rumah ke kasih ku. Aku di berikan kamar tamu yang amat besar dengan desain interior klasik mewah.
Entah cuaca yang dingin, atau aku nya yang sudah kelelahan, aku pun dengan cepat memejamkan mata tanpa negatif thingking.
Di luar kamar, Ray dan orang tua nya sedang berdiskusi.
"Ray, jika kamu ingin manusia itu menjadi istri mu, maka kamu harus mengubahnya menjadi bagian dari kaum kita." tegas sang ayah.
"Aku memang mencintai nya, tapi tidak bisahkah membiarkan nya tetap berada di alam nya." ujar Ray.
"Tidak bisa!!. Kaum manusia dan vampire tidak akan bisa bersatu, kecuali salah satu berkorban." hardik sang ayah.
"Benar itu, Ray. Ini malam yang tepat untuk kamu mengubahnya menjadi bagian kaum vampire." ujar sang ibu membenarkan ucapan sang ayah.
"Jika hari ini kamu tidak mengubahnya menjadi kaum kita. Maka bersiaplah tanggung resiko, menjadikan nya mangsa kaum kita yang sudah mencium kehadiran nya." jelas sang ayah, yang melihat sinar rembulan tepat pada posisi yang amat terkuat dalam 1 tahun sekali. Dan dapat memperkuat posisi Ray sebagai dewan pimpinan baru kaum vampire.
Ray yang kalut meski sudah tau peraturan dan resiko jika mencintai dari kaum bangsa lain,memasuki kamar tempat ku bermalam.
Beberapa jam Ray memandangi wajah tidur pulas ku, yang sudah terhipnotis akan aura mistis.
"May, aku sungguh mencintai mu, dan aku tidak ingin menikah dengan wanita lain selain diri mu." ucap Ray menyibak rambut ku yang menutupi leher pendek ku.
Dengan keputusan yang sudah matang, Ray mengeluarkan ke 2 taring.
Pagi pun tiba, namun sinar matahari yang ku lihat, beda dari pada biasanya. Bahkan mata ku silau melihat sedikit sinar berlebihan.
Ku merem melekkan mata, dan aku pun merasa perih di leher kiri seakan ada luka. Aku pun meraba gerangan yang memerihkan leher ku. "Darah!!. Kok bisa berdarah?." tanya heran ku.
May pun membalikkan tubuh nya yang miring menjadi telentang ,dan ia melihat Ray tidur di samping nya dengan sudut bibir terdapat noda darah.
"Apa yang sudah terjadi?. Ada apa dengan semua ini?." ucap May sambil membangunkan Ray.
"Welcome my wife." sambut Ray yang langsung mencium kening May.
Mata May melotot lebar akan ucapan yang baru di dengar nya.
Ray sudah tau pasti May merasa binggung. Ia pun menceritakan siapa diri nya yang sesungguhnya. May yang mendengar pun tercengang ketakutan, dan berusaha menjahui Ray.
"Tak ada guna nya lagi kamu kembali ke alam manusia. Karena kini kamu bagian dari kaum vampire." ucap Ray.
May pikir dunia vampire hanya sebuah mitos, namun kini ia mengalaminya langsung. Bahkan jatuh cinta pada pandangan pertama pada kaum vampire.
Meski sulit menerima kenyataan, namun nasi sudah menjadi bubur. Ia pun memutuskan untuk menjadi kaum vampire setelah menyelesaikan tugas - tugasnya di alam manusia.
Ray yang mendapatkan keputusan May ,yang ingin bergabung dengan kaum nya menjadi amat bahagia.
Namun May juga mengajukan 1 persyaratan yang tidak boleh di langgar, yaitu memastikan semua anggota keluarga serta teman -teman nya tidak menjadi mangsa kaum vampire, yang suka menghisap darah hingga berakibat pada ujung kematian.
Cinta May pun menjadi kesepakatan pada Ray, yang merupakan dewan pimpinan baru kaum vampire .
Sejak saat itu pintu keluar masuk dunia vampire hanya di kendalikan Ray dan May dengan kekuatan cinta tulus mereka.
.
_Tamat_
Terima kasih. 🙏🧛♀️Destiny #Jatuhcintadenganvampire.