Assalamualaikum semua.
Ketika hidup dihadapkan pada pilihan yang sulit, dan mungkin juga tiada pilihan yang menguntungkan...., maka aku hanya menerima dan mencoba bersahabat dengan apa yang telah direncanakan Tuhan untukku. selalu berpikir positif dan rela, jika memang inilah nasibku.
Sejak perceraianku beberapa tahun lalu, aku menjadi lebih tertutup dan membatasi diri dari kaum adam. Terlebih-lebih yang lebih muda dariku. rasa trauma dan kecewa masih ada dan seakan menutup hati ini untuk siapapun...... sampai suatu hari, aku berkenalan dengan seseorang.
Ya hari itu aku mendapat pelanggan baru, tetapi hati rasa tak nyaman, bukan karena apa...... diriku yang biasa ramah menyapa, entah kenapa terasa sungkan dan bibir ini seakan berat untuk bertutur sapa dengan beliau. i got no idea, why i behave like that. mungkin karena penampilan beliau yang sangat berbeda dan terlihat berpangkat ,bahkan saat datang pun dengan membawa beberapa bodyguard.
huffffffft...... saat itu, jam terasa berhenti berdetak dan jari jemari ini seakan mati rasa saat diriku memegang clipper, tidak tahu kenapa.... diriku jadi sangat grogi 🙂🙂🙂 dengan beliau. tatapan tajam dan dingin beliau, aura intimidasi yang menurutku terlalu kuat serta gestur tubuh yang membuat semua orang di sekitar beliau.... menciut nyalinya.
Hemmmmm disaat beliau mengamati penampilanku, memakai bahasa tubuh, tanpa beliau sadari... aku juga menerapkan hal sama.
Singkat cerita akhirnya kita berteman dan beliau selalu menghubungiku.hari berganti bulan dan tahun. hubunganku dengannya dah setahun lebih, tapi........... terasa sangat berat kulalui, tidak bisa menampik kalau aku menyukainya, tapi ada banyak hal yang menghalangi rasa cinta ini. aku sendiri hanya bisa berdoa dan pasrah akan ketentuanNya. insyaallah ikhlas dan sabar menghadapinya.....
Disaat kutahu beliau dah pernah menikah beberapa kali dan memiliki anak dari masing-masing mantannya ,hatiku rasa sedikit galau dan sedih..... tapi disaat beliau menjelaskannya..... disaat itu juga aku masih mampu menerimanya. Ya aku kecewa karena beliau tidak jujur sepenuhnya, dan juga mungkin beliau butuh waktu untuk memberitahuku.Tapi aku dapat tahu hal itu..... setelah beberapa kali bersilaturohmi dengan anak-anak beliau, yang dengan tidak sengaja menampilkan photo-photo mama mereka masing-masing. aku sangat kaget, karena dari awal.... setahuku mereka saudara kandung, tapi aku juga bingung karena mereka sangatlah berbeda dan tidak ada kemiripan sama sekali. makanya diam-diam aku mencari tahu dan akhirnya meminta penjelasan dari beliau..... apakah semua itu benar,dan beliau akhirnya dengan susah hati jujur.
Ya Allah, beratnya cubaan ini. aku menangisi nasibku. kenapa harus begini....., 😭😭😭😭😭.cubaan apalagi yang Engkau berikan Ya Allah.
Hal yang sangat berat adalah disaat beliau berkata..... Dek" mas sudah berpisah tapi belom resmi bercerai. disaat hubungan ini dah beberapa bulan dan bersemi.
Deg....
Deg....
Deg....
Ya Allah, bagaimana ini....... aku harus bagaimana hiks hiks.... ,aku juga tidak mau ada kata-kata siri dalam hidupku. aku tidak mau jadi pelakor, karena bagaimanapun mereka belom resmi berpisah. Dan hati ini kembali terluka...... lebih dalam 😢😢😢.
Sejak itu, hatiku bimbang dan semakin ragu. Disatu sisi aku semakin dekat dengan anak-anak beliau, tapi tiba-tiba mama beliau yang memang dah merestui hubungan kami, tiba-tiba akan menjodohkan beliau dengan anak temannya. Dengan alasan bahwa kita ini hidup berjauhan, berbeda tempat, nanti jika ortu tiada.... tidak akan ada waktu untuk menengok pusaranya, karena tinggal berjauhan. Ya Robb.... sedihnya beliau berkata seperti itu 😥.
Ya Allah miris sekali...... jalan cerita hidupku.
Beberapa hari kemudian, beliau WA aku.... berkata...
"Mas masih mencintaimu dan masih mempertahankan hubungan ini.......dek. tapi saat ini hubungan jadi renggang dengan mama, karena mas masih mempertahankan hubungan kita, dan jengah dengan sikap mama yang terus memaksanya. jadi.... tolong dek, bersabar yah.....!!!!
Tapi hanya kubaca tanpa kubalas lagi..... pesannya.
Sebenarnya hubungan ini sudah ditentang oleh ortuku, tapi aku dah menjelaskannya dengan baik, tapi mereka tidak tahu kalau beliau dah pernah nikah beberapa kali.tahunya mereka beliau duda beranak. Ayah dan ibu juga melarang, karena beliau terlalu tua untukku gitu. dan dengan alasan mamanya yang tiba-tiba berubah pikiran ingin menjodohkan beliau,.... membuatku berkeputusan untuk mengakhiri hubungan ini. ....dengan berpisah secara baik-baik. tanpa harus bermusuhan. meski beliau keukeuh sampai sekarang, jika kita masih pacaran.....
Aku dah ikhlas merelakan beliau dijodohkan oleh mamanya, yang selalu mengancam beliau.... dengan kata-kata anak durhaka kalau gak ikut kata orang tua. ...gitu. Dan aku juga tahu beliau merasa dilema antara memilih aku atau kemauan mamanya. Daripada berlarut-larut dengan hubungan tak tentu arah..... ini.....
Lalu aku memberanikan diri berkata....
"Mas, pilihlah orang tuamu, ikutilah apa maunya beliau.... selagi masih baik, karena istri atau suami bisa berganti, tapi ortu dan anak.... tidak bisa diganti atau ditukar....... 😭😭😭😭😭.jangan membangkang, apalagi durhaka karena bagaimanapun juga ortu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. aku tidak tahu luka dan trauma apa yang telah mantan mantu-mantu beliau berikan, sampai sikap mama jadi seperti itu......, tapi doa yang terbaik untukmu... mas....
Aku juga berkata...
"Masssss......., setiap ortu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan aku tahu mama mau mas mendapatkan yang sederajat, sepangkat.....jadi lepaskan aku ,jangan sampai hati mamamu terluka karena hadirnya diriku... masssss. hiks ....hiks....
Sejak beberapa bulan ini, saya dah menjauhkan diri dari mereka. mencoba untuk tidak menghubungi beliau kembali. mundur dengan baik-baik. ..setelah menghubungi lewat WA.Aku sangat bersyukur dapat mengenal beliau, beliau adalah pribadi yang sangat penyayang terhadap keluarga, bertanggung jawab dan sholeh. apa yang kudambakan dari seorang imam, ada semuanya dalam beliau...... tapi apalah daya..... kita tidak berjodoh.
ikhlas dan sabar menjalani dan melalui hari....,berdoa menjadi pribadi yang lebih baik, sholeha dan mampu menjadi anak yang berbakti pada ayah dan ibuku. amin. jika memang suatu saat aku bertemu dengan jodohku.... Ya Alhamdulilah. amin.
Moga hari-hariku kedepannya jauh lebih berkah dan bermanfaat. insyaallah.
wassalamualaikum wr wb.