Semua orang pernah mengalami rasa sakitnya patah hati,bagaimana jadinya orang yang kalian sukai itu adalah ketua gangster...apakah kalian akan tetap mencintainya atau move on darinya??
-MARI KITA BACA CERITA INI-
Pagi hari itu sangat cerah seperti biasa,aku sudah siap untuk berangkat sekolah..kukenakan dasi SMA ku dan bercermin sembari menyisir rambutku yang panjang hampir sepinggang
Setelah selesai,aku turun kelantai bawah untuk sarapan dan menemui keluarga ku..
"Jessica ayo sarapan dulu" Ucap mamaku
"Dia mah cepet2 banget pengen berangkat,gue aja mager sekolah" Tambah adik perempuan ku yang bernama jesslyn
"Sekolah itu harus nak,agar kamu sukses kelak..jadilah pelajar yang pintar dan baik" Imbuh papaku
Aku hanya mengangguk dan meminum susu coklat disampingku,aku membuka dua belah roti dihadapanku ternyata itu diolesi oleh selai stoberi kesukaan ku langsung saja aku melahapnnya
"Mama papa aku pergi dulu,bye semua" Kataku sembari berlari keluar..
"Hei sayang kamu jalan kaki?" Tanya mamaku
"Iyah nggak usah diantar pak andi (Supir)"
"Yaudah hati² dijalan nak,jangan lari" Tambah mama ku sembari teriak.
Aku berjalan menelusuri perumahan dengan banyak pohon yang menghiasi sekeliling jalanan,terasa sejuk pagi itu. karena semalam hujan jadi jalanan sebagian ada genangan air, aku tetap saja berjalan tanpa memusingkan genangan air itu karena aku berjalan dipinggir genangan air itu,jadi sepatu ku tidak basah terkena air
Saat aku sibuk berjalan tiba-tiba ada mobil hitam melaju kencang dan air genangan itu menyiprat kearah rok ku.
"WOIII!! BERHENTI GAK LU!!" Ucapku kesal sembari teriak agar orang yang ada didalam mobil keluar.
Betul saja mobil hitam itu berhenti dan ada pria berseragam seperti supir keluar dari mobil dan berkata "Maafkan saya nona..tuan muda saya sudah terlambat kesekolah jadi saya mengebut".
"Ganti rugi rok ku kotor"Ucap ku
Saat aku berkata seperti itu ada seorang laki-laki turun dari mobil hitam itu lagi dan menghampiriku,aku menginggat sekali wajahnya dia tinggi sekali kira-kira tinggi nya 181,5CM sedangkan tinggiku 168,4CM.
"Nih" Menyodorkan sapu tangan kearahku
Aku segera mengambil sapu tangan itu dan membersihkan rok ku akhirnya bisa bersih hanya saja masih basah.
"Sudah kan?,kalau begitu gue pergi dlu ayo pak.saya udah terlambat banget ini" Ucapnya
"Heh Cowo dikira cuman lu kali yang telat,gue juga telat gara-gara lu tau gak" Ucapku sembari mengelap rokku dengan sapu tangannya
"Gue gak peduli,bye" Ucapnya sembari masuk kedalam mobil dan meninggalkan ku begitu saja
"B1tch!!" Ucapku dalam hati sembari berlari kearah sekolah karena sudah terlambat
Sesampainya disekolah,untung saja gerbang tidak dikunci jadi aku masuk saja dengan santai.kelasku ada dilantai dua dan aku menyusuri tangga dan sampainya didepan pintu kelasku.
aku membuka pintu kelasku dan semua orang tertuju kearah ku dan disaat itu ternyata guru ku sedang memperkenalkan murid baru yang tidak taunya laki-laki tadi
"LUUUU!!" Ucapku sembari menunjuk kewajahnya
"Kalian sudah kenal?" Ucap ibu guruku
"Bu..dia yang bikin saya telat,lihat bu mobilnya menyipratkan air ke rokku" sembari menunjuk kearah rokku yang basah
"Yaudah² duduk dulu yah,nanti kalian berdua bisa selesaikan ini dengan cara baik"
Aku menghela nafas kasar dan berjalan kearah tempat duduk ku.
"Anak² kita kedatangan murid baru,ayo perkenalkan namamu"Ucap guruku kelaki-laki yang sombong itu
"Nama gue Jesen,pindahan dari sekolah president school" Saat laki-laki itu mengenalkan dirinya semua teman²ku terkaguk dengannya karena president school adalah sekolah paling elit,dan dia juga ganteng menurutku tapi dia sangat sombong aku tidak suka dengannya.
"Baiklah Jesen kamu duduk disamping Jessica disana yah" Kata guruku sembari menunjuk bangku kosong disampingku.padahal aku sengaja duduk sendiri karena duduk sendiri itu lega tidak berbagi meja bersama dengan yang lain.
Dia menghampiri mejanya dan duduk sampingku,mana gue duduk dipojok jadi dia duduk dipinggir.
Aku dan jesen hanya diam tidak ada berkata apa² sibuk ketugas masing-masing.
"Hey bro..akhirnya lu pindah kesini juga" ucap teman laki-laki ku yang bernama Kelvin
"Kamu kenal dengan jesen?" Tanya Erika yang duduk sebangku dengan Kelvin.
"Dia temanku,aku juga pindahan dari president school" Jawab Kelvin
"Gue bukan karna ngikut usul lu,gue dipaksa sama mama gue." Imbuh Jesen
Saat jam istirahat tiba sebagian temanku sudah keluar,hanya tersisa Aku,Erika,Kelvin,dan Jesen.
"Jessi,Kekantin yuk" Ajak Erika
"Yuk" Jawabku sembari berdiri dan merapikan buku ku
"Misi gue mau keluar" Ucapku ketus
Jesen tidak menjawab hanya berdiri menghampiri Kelvin,tiba-tiba kaki ku terkena kaki meja otomatis aku akan terjatuh.
Tiba-tiba ada tangan yang menangkapku agar tidak terjatuh.aku pun menoleh ternyata itu Jesen dan kami berdua seperti bertatapan begitu lama sampai kelvin pura2 batuk untul memecah keheningan.
"Hmm thanks" melepaskan tanganku yang digenggam Jesen
"Iyah..lain kali jalan tuh liat²" Ucapnya
"Iyah tenang aja,baru pertama kali gue mau kesandung kok" kataku sembari tersenyum
Saat aku tersenyum aku melihat Jesen ikut tersenyum kecil kearahku dan membuat wajahku merah melihat wajah tampan nya itu.
"Hei hei kenapa tuh wajahmu merah kaya udang rebus" Ledek Erika
"Salah liat lu kali" Kataku salting
"Udah yuk kekantin" Ucap Kelvin.
Saat kami berempat ingin beranjak dari kelas untuk pergi kekantin tiba-tiba jendela sekolah ku pecah. "Hah ini kan lantai dua kenapa kaca itu bisa pecah" Gumamku dalam hati
Tiba-tiba ada teriakan dari lantai bawah dan aku melihat kearah pintu kelasku yang terbuka banyak murid2 lain berlarian keluar.
"Ada apa ini" Ucap Erika panik
"Ada masalah kayanya diluar sekolah ayo kita keluar" Ajak Kelvin,aku dan Jesen hanya mengekor dibelakang Erika dan Kelvin.
Saat kita berjalan keluar kelas ada siswi yang menghampiri kami berempat sembari berkata "Cepat lari sekolah ini dikepung murid² dari sekolah tetangga.mereka bawa senjata tajam" Ucap murid perempuan itu sembari berlari keluar.
Saat itu juga Jesen berubah ekspresi nya dan dia berlari menyusuri tangga begitu juga aku,Erika dan Kelvin yang mengejar nya tetapi kita tidak bisa mengejar Jesen dia begitu cepat.
Sesampainya dilantai bawah.
Aku melihat banyak darah dilantai aku Ketakutan begitu juga Erika yang berada disampingku.
"Dimana Jesen.." Ucapku khawatir
"Tenang aja dia baik² aja,kalian berdua tunggy disini jangan kemana-mana inget. gue nanti balik lagi" Ucap kelvin pergi meninggalkan ku dengan Erika
"Jessi gue takut" Ucap Erika ingin menangis
"Tenang aja..jangan nangis Rika" Ucapku
Setelah beberapa lama aku menunggu Kelvin tak kunjung datang,aku dan Erika memutuskan untuk mencari Kelvin dan Jesen disekeliling sekolah.
Kami tertuju kedepan taman belakang sekolah,disaat itu aku melihat hal yang membuatku masih ingat sampai sekarang.
"Humph" Ucapku dan Erika menutup mulut
Aku dan Erika melihat Jesen dan Kelvin menyerang murid² yang menyerang sekolahku itu,aku melihat ada pria yang membawa pisau berjalan mengendap dibelakang Jesen,Sontak aku berlari kearah mereka dan menendang pria yang membawa pisau itu hingga tersungkur dan aku menggambil pisaunya,Jesen dan Kelvin kaget melihat keberadaan ku dan Erika.
"PERGI JESSICA!DISINI BAHAYA" Teriak Jesen
Saat aku ingin pergi menghampiri Erika ada pria lagi yang berlari kearahku ingin menusuk ku dengan pisau,dengan sigap Jesen memegang pisau itu dan menendang perut pria itu.
Aku melihat darah segar mengalir dari tangan Jesen.
"Bro mereka semua udh kabur" Ucap Kelvin
"Yaudah" Ucap jesen terduduk dibangku taman
Kelvin menghampiri Erika yang Ketakutan,dan aku duduk disamping Jesen.
Aku memegang tangannya dan melepaskan pisau yang ada ditangannya dan melempar kesamping tong sampah,aku mengeluarkan sapu tanganku dari saku rokk dan menyiramkan air mineral botol yang kubawa ketangan Jesen agar tidak terjadi infeksi.setelah itu aku melilitkan sapu tanganku ditangannya
"Kenapa wanita ini menolongku,padahal itu hanya luka kecil" Gumam Jesen
"Sudah..nanti pas lu sampe rumah ganti lagi pakein perban sama obat merah" Ucapku
"Hm iyah.."
Aku melirik kearah Erika dan Kelvin yang sedang sedang ngebucin..biasa mereka berdua mah.
BERSAMBUNG