kisah ini tentang seorang penulis yang bisa lihat hantu, ada dua orang yang lahir, tahun dan jam yang sama. di takdir kan bersama
Suatu buah keluarga yang memiliki bisnis konstruksi dan memiliki gedung
pencakar langit menemui sebuah dukun untuk mendokan keluarganya. sebagai syarat dari ritual, mereka harus menuliskan seluruh nama dan keluarga.
Hingga sang dukun melihat perempuan tanggal lahir anaknya sama persis dengan putri dari kliennya 8 agustus 1985 dia, memakai sebuah kalung antik
Ayah min berkata," kudengar anakku akan memiliki takdir yang unik apakah itu adalah sesuatu yang buruk? sang dukun melihat perempuan itu, putranya yang sedang yang sedang bermain tanah kemudian menjawab" Tidak "pada ayah
min so.
Upacara dimulai. Sang dukun melakukan sebuah tarian. Min so kim bersama putra sang dukun duduk sambil melihat. Anak lelaki sang dukun tertarik pada kalung yang sang dukun tertarik pada kalung yang dipakai min so kim dan memintanya. Min so kim menolak memberi karena kalung itu adalah kalung pelindung yang terbuat dari buah apel asli.
kemudian muncul kilas balik. Seorang ahjussi berkata pada sang dukun tentang putranya " itu adalah separuh takdir . 8 agustus 1985. Tidak ada bumi di dalam takdirnya. Seakan banyak pohon pinus yang didesakkan di sebuah lahan kecil. Mereka serakah, tapi tidak mendapatkan keinginan mereka. itu sebabnya dia makin layu.
" Walaupun itu takdirnya. Akan tidak bisa merelakan anakku.
" Kenapa kamu merelakannya? Ambil saja takdir anak lain. Cari anak dengan takdir yang sama , ambil kapan anak itu, dan tebang semua pohon anak lain, jadi, pohon - pohon itu akan membusuk dan menjadi pupuk untuknya. hanya itulah caranya hidup.
" Aku tidak bisa melakukan itu. aku tidak bisa membunuh orang lain hanya demi menyelamatkan anakku."
" Jika kamu tidak mengambilnya, mereka akan mengambil anakmu. itu sebabnya disebut separuh takdir. Takdir mereka sangat malang. Mereka tidak boleh bertemu, tapi sudah takdir mereka untuk bertemu pada suatu saat. jika satu berhasil , maka yang lain akan sakit . pilihannya mengambil atau kehilangan."
Dan upacara yang sebenarnya dilakukan sang dukun adalah mengambil takdir dari Min so kim
***
Pada perjalanan pulang, putra sang dukun yang takut bertanya tentang arwah hantu pada ibunya. Dia bertanya apakah arwah bisa membantu membuat ayah tidak memukul lagi dan membuat teman - teman tidak menjauh darinya?
Sang ibu berkata bahwa tidak ada hantu dan ibunya yang akan melindungi putranya. Alat - alat ritual pun dibuang oleh sang dukun. Dan di dalam genggaman sang putra ada kalung milik Min so kim.
Takdir kemudian berbalik.
Ayah Min so kim jatuh bangkrut. Semua hal buruk dan sial terjadi pada Min so kim hingga dia dewasa. Berbanding terbalik dengan putra sang dukun yang mendapatkan banyak sekali penghargaan atas karirnya sebagai seorang aktor. Namanya lebih dikenal dengan nama jinsoo.
Sematara Min so kim dengan rambutnya yang acak - acakan berada dalam sebuah mini market. Ia diputuskan oleh pacarnya. Enho bahkan meminta Min so kim untuk melupakan mimpinya menjadi seorang penulis naskah sebuah drama dan meminta Min so kim untuk bersampo alias keramas.
Enho mengaku bahwa salam ia pacaran dengan Min so kim, hidupnya selalu sial dari kena rambu lalu lintas sampai kejatuhan kotoran burung terus menerus.
Min so kim yang baru keluar dari mini market dan membawa naskahnya pun kehujanan. Tak cukup itu, mobil yang lewat membuat genangan air menyemprot ke arahnya, kaleng bir dan spanduk artis menimpa kepalanya lengkap sudah.
Jinsoo dengan kalung lamanya yang kini dipakai sebagai gelang turun dari penerbangan. Banyak fans yang berteriak dan menyapanya.
Di sisi lain, ada penumpang lain, lelaki bernama cho chain yang melihat seperti ada bayangan perempuan yang memegang bahu Jinsoo kemudian ia menghilang. Namun, lelaki itu mendapatkan telpon dari ki Eun Yong yang memintanya untuk segera bertemu.
Jinsoo rupanya dari luar negeri dan usai mendapatkan sebuah penghargaan. Sebagai proyek berikutnya, enho akan menjalani syuting di pedesaan karena adegan harus menunjukan otot pada perutnya.
***
" Setau wujud hitam mendekati Shin" kalimat itu ada dalam naskah drama berjudul " A Ghost's Love Story'".
Sebuah pesan ditulis oleh seorang perempuan. Di atas meja dekat sang pengirim pesan dan naskah drama berjudul A Ghost's Love Story". Perempuan itu mengirim pesan pada Jisoo bahwa nyawa Jisoo ada dalam bahaya dan meminta bertemu.
Jisoo yang masih di dalam mobil menganggap bahwa pesan itu adalah pesan dari penggemar yang iseng. Kemudian asistennya yang menyetir berkata," Mungkin itu dari Hana? Dari pasti menyiapkan pesta kejutan di rumah."
" Dia punya acara radio." Dan yang dimaksud pun sedang dalam ruangan siaran radio. Hana dalam sambungan telpon meminta maaf karena tidak bisa datang ke bandara dan berkata dia mencintai Jisoo
Salah satu rekan kerja Hana yang mendengarkan percakapan itu pun berkata," Bukankah itu tidak relaistik untuk pasangan Selama 8 tahun." rekan itu membawakan sebuah kiriman naskah berjudul " A Ghost' s Love Story" di dalam naskah ada pesan singkat bertuliskan " Bukankah sebaiknya kita bertemu? Ra Yun."
Hana mendapatkan kiriman itu dari seorang perempuan tanpa kurir. Perempuan misterius.
***
Gyu Ri yang kini sudah menjadi penulis drama terkenal sedang di wawancari wartawan di sebuah cafe.
" Itu lah yang orang - orang ingin tahu. Berapa yang dia hasilkan dengan menjentikan jari - jarinya? Segiat apapun aku bekerja dan apa yang harus aku relakan, tidak ada yang peduli."
" Aku peduli. Apa yang harus kamu relakan?"
" Pertama , penikahan. Waktu tidur. kedamaian di hat. istirahat untuk jiwa. Bahkan persahabatan, aku merelakan apapun yang memungkinkan."
" Ini pertanyaan konyol. Tapi drama pertama dan kedua anda sangat berbeda. Beberapa orang menanyakan apakah ada penulis lain"
" Tikus gila mana yang mengatakan sesuatu yang menjijikan itu? Gyu Ri pun tertawa." Aku tidak peduli gosip. Aku yakin penulis harus menghindari keseragaman bagaimana pun caranya. A Ghost's Love Story" juga akan sangat berbeda dengan " The Ax of Truth."
Setalah reporter pegi. rupanya ada Jisoo yang datang managernya. Jisoo menolak untuk bertemu dengan Gyu Ri. Namun managernya memaksa.
" Kamu sudah membaca naskah yang sudah kami kirim?"
" Tidak."
Managernya langsung beralasan bahwa Jisoo baru kembali ke korea.
" Rupanya kamu sibuk. Tim kami sudah dibentuk, kami juga punya sutradara. Choi Chan, dia baru tapi dia belajar di luar negeri. Karena kamu belum membacanya, aku akan membacanya, aku akan menjelaskannya dengan singkat. judulnya adalah A Ghost's Love Story." kamu karakter utamanya, Shin."
"Jika tidak tahu malu adalah bakat. Maka kamu sangat berbakat."
"Apa?
" Aku memintaku bekerja denganmu?"
"Apa kamu marah padaku?"
" Aku dengar apa yang kamu katakan selama " The Ax Truth". kamu bilang seharusnya aku membaca apa yang kamu tulis." Berani sekali burung bayan menambahkan improvisasi?"
"Tapi , jika kamu mendengarkan apa inti cerita ini, kamu juga pasti akan tertarik. kamu pasti ingin melakukan nya, aku yakin.
Dengan sombongnya, Jisoo pun mengatakan dia diminta bekerja sama dengan sutradara LN. Dia tidak mau bekerja sama dengan penulis pecundang macam Gyu Ri. " Carilah aktor yang buruk, yang sama buruknya dengan naskahmu."
Buku hantam akhirnya terjadi. Gyu ri terkejut dan menimpa nampan yang sedang dibawa oleh pelayan, karena kepala Jisoo terkena noda kue, ia membersihkannya di toilet. Saat di lorong, ia mendengar suara ketukan sepatu wanita mendekatinya. Jisoo ketakutan.
Tenyata Jisoo ditinggalkan oleh asistennya dan pergi ruang parkir bawah tanah sendirian. Lagi - lagi ia mendengarkan suara sepatu, ia dengan jelas melihat sosok perempuan di depan mobil yang ia bawa.
Jisoo membawa mobilnya seorang diri dan ia tersesat karena mengikuti Gps.
***
Gyu ri yang sedang memberikan noda kue di toilet mendapatkan telpin dari Min so kim.
" Kamu sudah menyelesaikan bagian keduanya?"
" Aku belum memutuskan penutupnya."
" Kenapa kamu butuh waktu sepekan untuk menulis penutupnya?"
" Harus ada syarat karena ini adalah bagain kedua. Tapi aku tidak bisa memutuskan sesuatu yang bagus. Aku akan mengantarkannya padamu sekarang. aku akan mengantarkannya sendiri . aku perlu bicara, apa kamu sudah punya sutradara?" Tanya Min so yang masih berjalan kaki sendirian.
" Tidakl Belum."
" Bagaimana dengan timnya?"
" Tim apa? Kami bahkan belum memutuskan aktornya."
" Benar, itu sebabnya aku menyuruhmu untuk menuliskan naskahnya, Semua bilang akan memutuskan berdsarkan bagian kedua."
" Mari bicara empat mata." kemudian telpon ditutup.
Dalam perjalannya, Jisoo melihat seorang perempuan akan dibunuh dengan pisau oleh lelaki dengan masker hitam. Kejadian itu tepat bersebalahan dengan mobil Jisoo yang sedang terparkir.
Jisoo sebenarnya ingin membantu tapi sudah parno duluan kalau penjahatnya bakalan memulul wajahnya. Min soo dengan kemampuan seadanya berusaha menolong sang perempuan dan tahu di dalam mobil terparkir ada seseorang.
Min soo yang sedang berkelahi membuka mobil Jisoo dan Jisoo keluar. Karena takut wajahnya terluka, Jisoo mengambil keresek hitam dan dipakaikan di kepalanya.* hahahahah..
Min soo bersembunyi di belakang Jisoo, sayangnya Jisoo sangat pecundang dan ketakutan. Jisoo yang berusaha membetikan tendangan eh malah jatuh sendiri.
Hingga pisau yang digunakan sang penjahat ditujukan pada bagian prut Jisoo. Min soo memegangin pisau tersebut
~ Bersambung~