Malam Jumat Kliwon yang cerah dengan sinar bulan purnama, angin berhembus lembut dan menyimpan misteri aneh.
Sepanjang malam, Ia selalu berkeliaran di sekitar bangunan tua, lokasinya di pinggir kota. Kini ia duduk di sebuah dahan pohon beringin berumur ratusan tahun.
Kakinya berayun-ayun, sepasang matanya melotot melihat ke bawah melihat para anggota kru film.
Kuntilanak terpesona dengan wajah aktor tampan, yang sedang beradu akting dengan lawan mainnya yang tak kalah cantik.
"Beruntung sekali gadis itu, bisa berbincang dengan si tampan. Aku juga ingin lebih dekat dengan pangeran tampan."
Kata Kuntilanak dengan mata merem-melek, membayangkan dirinya bisa dekat dengan si aktor pangeran tampan
"Aku harus menjadi manusia cantik, untuk bertemu dengan pangeran tampan"
Tambah Kuntilanak, segera melayang ke sarang-nya di pohon waru doyong. Untuk bertemu dengan kepala makhluk yang sejenis dengannya yang disebut ketua. Kuntilanak menceritakan apa yang ia inginkan kepada ketua,
"Aku bisa membantu mu, tapi ada syaratnya" Kata Ketua
"Apapun syaratnya. Akan ku lakukan, asalkan aku bisa menjadi manusia"
"Harus ada seorang manusia yang bersedia menancapkan paku diatas kepala mu"
Setelah mendengarkan syarat dari ketua, Kuntilanak segera pergi mencari pangeran tampan-nya.
Menjelang jam sebelas malam, semua anggota kru film sedang sibuk berkemas-kemas selesai syuting.
Mereka semua kembali ke ibukota dimalam hari, Kuntilanak ikut melayang-layang di atas mobil mereka, sambil menatap aktor pangeran tampan itu.
Di datangi-nya Apartemen mewah, dimana aktor tampan itu tinggal. Saat Kuntilanak, datang tiba-tiba saja lampu menjadi terang-gelap.
Perasaan aktor tampan, bernama Glen umurnya masih sangat muda, sudah mencapai banyak prestasi di berbagai ajang dunia selebriti.
Hawa dingin menusuk leher, seakan belum cukup membuatku ketakutan dari jauh, aku (Glen) duduk di atas sofa, merasa ada yang memperhatikan ku.
Berteriak memanggil-mangil manager-nya untuk segera memperbaiki lampu, dan berusaha bodo amat sibuk membalas chat dengan para penggemarnya.
Mendadak Kuntilanak berjongkok memandangi wajah aktor, pangeran tampan itu duduk di sofa, sibuk memperhatikan headphone-nya.
"Apa yang kau lakukan?"
Tanya Kuntilanak, tidak mengerti apa yang dilakukan Glen. Sedang tersenyum sendiri, sambil membalas chat.
"Aku sedang..." Jawab Glen terpotong.
Ia terkejut melihat penampakan, sosok wanita berambut panjang, wajahnya yang sudah hancur dan mengenakan pakaian putih dengan bau busuk yang menyengat.
Sontak membuat Glen, berdiri gemetar ketakutan menjauh dari Kuntilanak. Mulutku membeku, ini pertama kalinya dia melihat hantu yang menyeramkan.
"Tolong...hiks...hiks... tolong aku." Kuntilanak itu merengek meminta bantuan, sambil menggenggam paku besar di tangan.
"Apa ya...yang bi...bisa aku bantu..." Suara Glen terdengar gugup, mencoba mengumpulkan semua keberaniannya untuk menghadapi Kuntilanak itu.
"Aku hanya ingin menjadi manusia, tolong ya...tancapkan paku ini di atas kepala ku" Kata kuntilanak terdengar memelas sekali, dengan raut wajah sedih.
"Ba...Baiklah" Kata Glen, menerima paku besar dari kuntilanak yang sedang tersenyum ngeri menatap wajah ku.
Setelah aku menancapkan paku di atas kepalanya. Kuntilanak itu berubah menjadi wanita muda yang cantik, bahkan aku di buat pingsan oleh keajaiban yang aku lihat di depan mata ku.
"Pangeran tampan...kau kenapa?" Tanya Kuntilanak, memangku Kepala Glen yang tergeletak pingsan di atas lantai.
-------
Setelah lima menit berlalu, Glen membuka mata perlahan-lahan sambil terbangun, duduk di atas ranjang kamarnya.
"Hugh ternyata hanya mimpi" Kata Glen menepuk keningnya, merasa lega akhirnya bisa terbangun dari mimpi buruk.
"Hey tampan, apa kau melupakanku" Suara itu berasa dari kuntilanak, sedang berdiri di samping pintu yang terbuka. Tersenyum manis menatap Glen.
"Kau?" Glen mengusap-usap kedua matanya, tidak percaya,
melihat kuntilanak yang menyeramkan itu bisa berubah menjadi wanita muda yang cantik jelita tanpa riasan wajah dengan senyuman manisnya, rambut pirang yang terurai tertiup angin yang masuk dari jendela dan pakaian jaman dulu terlihat sangat sederhana.
"Jangan takut, aku sangat berterima kasih atas bantuan mu." Kata kuntilanak, berjalan menghampiri Glen.
"Bolehkah aku tinggal bersama mu" Tambah kuntilanak, sambil duduk di atas ranjang. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Hmm..." Hanya berdengung, perasaan Glen yang masih kacau karena kejadian yang tidak terduga bertemu dengan kuntilanak menyeramkan yang bisa berubah, dalam sekejap mata menjadi manusia cantik.
"Terimakasih, sudah memperbolehkan ku tinggal di sini" Kata kuntilanak itu berfikir jika pangeran tampan itu mengizinkannya,
karena merasa senang kuntilanak itu mencium pipi kiri Glen yang masih termenung memikirkan sesuatu.
Sepasang mata Glen melotot besar, mendapatkan ciuman dari kuntilanak itu yang berjalan pergi meninggalkan Glen dengan bekas ciuman di pipi-nya.
"Ya Tuhan aku harus bingung, harus bagaimana?. Aku sangat sial bertemu dengan kuntilanak menyeramkan itu, tapi aku juga beruntung ini pertama kalinya aku melihat wanita yang cantik jelita dimataku dia sempurna."
Kata Glen tersenyum menatap kepergian kuntilanak itu menyembunyikan wajah merah merona, meninggalkan perasaan malu.
-------
Sudah dua Minggu kuntilanak setiap menit selalu dekat dengan Glen. Kemanapun Glen pergi kuntilanak itu selalu berada di sampingnya, menemani syuting film, berbelanja di mal-mal mewah ibukota. Bahkan mengikuti Glen yang bolak-balik ke Singapura, Paris, dan Australia karena tawaran main film sebagai selebritis.
Suatu hari Glen mengajak kuntilanak pergi ke pesta ulang tahun seorang temannya perempuan yang berprofesi sebagai model.
Namanya Ketty, wanita cantik itu berpidato menyambut kedatangan para tamu dan memuji Glen setinggi langit.
Ada tatapan mata tidak suka menatap gadis (kuntilanak) cantik yang mengandeng tangan Glen, mereka berdua saling melempar senyum.
Itu membuat Ketty semakin ingin menyingkirkannya, Ketty dengan sengaja menyindir kuntilanak itu dengan tatapan sombong.
"Gadis yang tidak tahu asal-usulnya yang sedang dekat dengan Glen aktor muda yang sukses mendapatkan award dalam berbagai even nasional dan internasional, mungkin saja gadis pelacur itu berusaha pansos dan memiliki hubungan gelap dengan Glen." Kata Ketty, dengan jelas mengritik pedas kearah kuntilanak.
Acara ulang tahun Ketty, juga dihadiri Berbagai wartawan yang sedang menyebarkan fitnah yang tidak menyenangkan mengenai kuntilanak.
Merasa tersinggung dan tidak terima, Glen menggenggam erat tangan kuntilanak pergi dari pesta, memalingkan wajah marah setelah mendengarkan kritikan langsung dari Ketty.
"Glen kenapa kita harus pergi?. Acaranya kan belum selesai?" Tanya Kuntilanak, memaksa Glen berhenti berjalan.
"Apa kau masih ingin disini, dipermalukan dan di hina habis-habisan olehnya."
Jawab Glen amarahnya meledak, menatap wajah polos kuntilanak yang masih saja memikirkan orang lain.
"Kunti, lebih baik kita pulang lebih awal" Tambah Glen, mengendalikan amarahnya.
Mengusap kepala kuntilanak, dan melanjutkan langkah kakinya sambil melindungi kuntilanak dari serbuan para wartawan yang sibuk menggali informasi dari kuntilanak, menghalangi jalan di amankan oleh puluhan bodyguard yang bekerjasama dengan Glen.
-------
Keesokan paginya, Glen mengadakan pertemuan presh dengan beberapa wartawan.
Di kalangan selebritis, kadang di puji dan kadang di fitnah itu semua yang akan terjadi, dalam satu malam membuat fitnah dari Ketty itu trending topik, mencemarkan nama baik Glen.
Glen berkata "Gadis ini adalah pacarku. Aku tidak peduli dengan asal usulnya, dan aku tidak suka jika ada yang menyebarkan berita buruk mengenai Kunti. Kami sudah saling mengenal cukup lama, aku sangat mencintai Kunti dan akan segera meresmikannya sebagai istri ku."
Glen mengumumkan perasaannya di depan semua orang, kemudikan memeluk Kuntilanak dengan tatapan penuh perhatian dan kasih sayang.
Setelah selesai, acara tersebut. Kuntilanak termenung di dalam mobil, memikirkan kembali perkataan Glen.
"Glen...Jika mereka mengetahui bahwa kau berbohong, mereka akan menertawakan mu." Suara kuntilanak terdengar sedih, menundukkan kepalanya.
Merasa sedih, tidak mungkin jika Glen benar-benar mencinta ku. Aku sadar jika aku tidak pantas untuknya, aku ini hantu kuntilanak yang menyeramkan, tidak mungkin jika bisa menjadi istrinya. Sudah bisa mengenalnya lebih dekat, itu sudah cukup untuk ku.
"Berbohong?. Kata siapa aku berbohong." Kata Glen, tersenyum menatap wajah Kuntilanak yang benar-benar polos dan sungguh imut melihat ekspresi wajahnya yang sedang kecewa.
"Apa kau tidak percaya, jika aku jatuh cinta kepada mu. Kunti aku tidak tahu sejak kapan aku menyukai mu, aku bahagia bersamamu dan saat kau sedih aku ikut merasakan kesedihan mu. Aku selalu membawamu kemanapun aku pergi, karena aku tidak ingin jauh dari mu." Kata Glen,
mengungkapkan perasaannya mengusap wajah kuntilanak yang cantik jelita mempesona dengan aura mistis menjadi manusia.
"Benarkah?...kau...kau mencintaiku?" Tanya kuntilanak masih terkejut tak percaya apa yang barusan dia dengar, Glen mengungkapkan perasaannya.
"Aku mencintaimu Kunti. Aku mencintaimu meskipun aku tahu, bahwa kau adalah hantu kuntilanak" Kata Glen, berbisik ditelinga kuntilanak. Setelah mencium kening Kunti, di tatap oleh manager dan supir di depan.
Kuntilanak sangat senang sekali, pangeran tampan yang dia kejar dan disukai secara diam-diam. Akhirnya membalas perasaan ku, Glen setiap saat memberikan cinta dan perhatian lebih untuk ku.
-------
Dua bulan kemudian, hubungan kami sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Rasanya ini seperti mimpi indah dan aku tidak ingin keluar dari mimpi ini.
Jika ada waktu luang Glen mengajakku pergi ke bioskop, makan malam, dan bahkan saat dia sibuk syuting dia mencari kesempatan untuk menelfon ku.
Aku mahluk halus yang sudah mati, akhirnya bisa mendapatkan cinta. Aku ingin selalu bersamanya, sampai nafas terakhirnya. Tapi suatu kejadian yang akhirnya membuat kami berpisah.
Waktu itu, setelah selesai syuting. Glen hilang seperti ditelan bumi, tanpa kabar yang jelas. Aku mendapat ancaman dari genderuwo, dia kekasih lama ku yang suka berselingkuh. Hanya memberikan cinta palsu dan penghianatan.
Aku pergi ke bangunan tua, lokasinya di pinggir kota. Tempat pertama kali aku menyukai Glen, aku melihat Glen yang berusaha keras lepas dari ikatan rantai ilmu sihir dari cengkeraman Genderuwo.
"Lepaskan Dia, Genderuwo!!" Kata Kuntilanak kasihan melihat Glen menderita kesakitan di siksa oleh Genderuwo yang sedang cemburu buta.
"Aku akan mengampuni nyawanya. Asalkan kau kembali ke pelukan ku" Kata Genderuwo, tersenyum licik menatap Kuntilanak.
"Kunti biarkan aku mati untuk mu. Aku sama sekali tidak menyesal, jika harus mengorbankan nyawa ku untuk kebebasan mu" Kata Glen
"Aku tidak rela jika kau, bersama hantu jahat ini" Tambah Glen menahan, rasa sakit. Cengkraman besi-besi itu semakin kuat mencekik tubuh Glen, membuat darah keluar dari mulut Glen.
"Genderuwo, lepaskan dia dan berikan aku sedikit waktu. Setelah itu aku akan pergi bersama mu" Kata Kuntilanak, memasang wajah sedih berlinang air mata
Genderuwo menuruti permintaan Kuntilanak, dan melepaskan Glen yang hampir sekarat dengan luka yang cukup parah.
"Glen, tolong cabutkan paku diatas kepala ku" Permintaan Kuntilanak,
Glen berusaha keras menuruti permintaan terakhir kuntilanak, setelah mencabut paku itu. Kunti berubah menjadi bentuk aslinya, yang menyeramkan.
Kuntilanak pergi menghilang bersama Genderuwo, meninggalkan senyum dan air mata perpisahan untuk Glen tanpa kata perpisahan.
"Kunti, aku mencintaimu!!!" Kata Glen berteriak histeris, dan hancur.
Air mata mengalir menemani kondisinya yang sedang terluka bersimbah darah, dan perasaan yang hancur berkeping-keping kehilangan kuntilanak, wanita yang sangat dia cintai.
-------
Bersambung*