Mentari terlihat indah....
Angin yang berlalu membuat hati begitu syahdu.....
Rindu yang kian lama terpendam belum juga terobati.Hati yang selalu menanti kehadirannya walaupun hanya sebatas mimpi.Tapi apalah daya, sepertinya penantian ini hanyalah penantian yang tak berujung.
Hari ini telah berlalu.... malam pun datang membawa sepercik kebahagiaan di hati jakiya.Malam itu dia mendapatkan sepucuk surat untuk yang ke-20 kalinya dari seseorang yang ia nantikan selama ini. Arga itulah nama seseorang yang selalu jakiya nanti.Yang jakiya tau, selama arga pindah keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya disana.Jakiya dan Arga menjalin hubungan sejak 22 tahun silam, mereka berpisah di tahun kedua masa pacaran.saat itu Jakiya masih menggunakan seragam putih abu-abu.Dari seragam putih abu-abu hingga saat ini, saat usianya hampir mencapai kepala empat, yaa tepatnya usia Jakiya 38 tahun,selama itu masih setia menanti kehadiran sang pujaan hati.Jakiya pun berharap penantiannaya ini tidak sia-sia.Dia masih percaya, suatu saat nanti Arga akan datang membawa kebahagiaan untuknya.
Hari demi hari telah banyak dilalui....
Musim demi musim telah banyak berganti... selama itulah Jakiya menanti Arga.Rindu yang mendalam, cinta yang begitu besar , dan kesetiaan yang tak diragukan dengan itulah Jakiya sanggup untuk bertahan.Sejak perpisahan itu Jakiya tak pernah lagi bertemu dengan Arga,yang Jakiya temukan hanya sepucuk surat setiap tahunnya yaitu tepat saat hari ulang tahun Jakiya.Baginya sepucuk surat dari Arga adalah kado terindahnya.Isi surat dari Arga setiap tahunnya hampir sama yaitu nasihat dan semua harapan rio.Tapi yang membuat janggal hati Jakiya adalah kertas surat yang selama ini ia terima.surat itu tertulis pada lembaran kuno.Apa mungkin Arga mengumpulkan sesuatu yang kuno agar terkesan antik saat ia mengirim surat itu kepada Jakiya?
itulah yang Jakiya fikir selama ini.
surat ke-20 itu Arga berpesan kepada Jakiya untuk selalu menjaga dirinya, dan berusaha melupakan Arga untuk selamanya karena Arga telah menemukan hidup baruny disana.Melihat isi suara itu Arga, Jakiya kaget!!!.Hatinya berontak dan bertanya," Ada apa dengan Arga?Apa mungkin Arga telah mencintai gadis lain disana? Ahh.... mengapa Arga bisa setega itu kepadanya dan semudah itu menghianati cinta mereka yang telah Jakiya pertahankan selama ini?".
Akhirnya dengan rasa cemas Jakiya berangkat ke Bandung untuk menemui Arga karena pada saat itu Jakiya mendapat kabar bahwa keluarga Arga tiba di Bandung
sore itu.
sesampainya di Bandung, Jakiya langsung menuju kerumah Arga yang baru.Dan saat itu, Jakiya bertemu dengan ibu Arga."sore tante...Arga-ada?" tanya Jakiya.Ibu Arga sontak kaget dengan kedatangan Jakiya
yang tiba- tiba itu.ooo...nak Jakiya, kok tumben sore-sore begini keluar rumah dulu kan tidak pernah dapat izin kalau keluar sore," basa basi ibu Arga.Tentu saja boleh dong tante...Jakiya kesini kan untuk menemui tante dan keluarga.Lagian kita sudah lama tidak bertemu,".ucap Jakiya."Jakiya tau dari mana kalau tante dan keluarga sudah ada di Bandung," tanya ibu Arga." Jakiya mendapat kabar dari teman Arga, katanya tante sekeluarga sudah ada di Bandung sore ini,"jawab Jakiya." tante Arga- nya mana? Jakiya ada perlu sama Ar," tambah Jakiya."Baiklah mari kita temui Arga kebetulan Arga tidak ada di rumah,".kata ibu Arga, sambil menahan air matanya agar tidak keluar dari dalam pelupuk matanya.Akhirnya mereka berdua pergi untuk menemui Arga.
sesampainya disana Jakiya kaget." Lohh...tante kenapa kita ke makam.memangnya Arga berziarah di makam siapa.Bukannya makam keluarga
besar tante ada di Jakarta?".
tanya Jakiya.Jakiya...sepertinya saat ini kamu harus tau apa yang sebenarnya terjadi,kata ibu Arga.sambil menahan air matanya agar tidak jatuh." maksud tante apa?Jakiya tidak mengerti,Jakiya heran." Begini nak Jakiya, 20 tahun silam saat Arga berpamitan kepada nak Jakiya,saat itulah Arga menderita kanker otak stadium 4.Dia keluar negeri bukanlah untuk melanjutkan pendidikannya melainkan untuk berobat.Tetapi semua itu tidak membuahkan hasil yang baik, Arga meninggal di sana.keesokan harinya jasad Arga dikirim kesini dan inilah pusara Arga." kata ibu Arga, sambil menahan tangisnya , namun tanpa ia sadari cairan bening itu terus mengalir membasahi pipi mulusnya." jadi yang selama ini mengirim surat untuk Jakiya itu siapa tante?" tanya Jakiya sambil menangis." sebenarnya yang mengirimkan surat itu tante, Arga menitipkan surat itu kepada tante dan dia berpesan agar surat ini tante kirimkan setiap tahunnya tepat pada saat ulang tahunnya nak.mungkin nak Jakiya heran kenapa kertas surat Arga terlihat kuno,karena itu lembaran kertas surat 20 tahun yang lalu.sebenarnya Arga ingin menulis surat yang ke-21 untukmu, tapi sayangnya Arga sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan menulis surat untukmu, karena penyakit yang ia derita sudah mencapai stadium akhir.selama ini tante sekeluarga di luar negeri hanya untuk menjalankan amanah Arga .selama 20 tahun tante disana dan tante mengirimkan surat itu setiap tahunnya.Dan setelah surat yang terakhir,surat ke-20 tante kirimkan,tante sekeluarga baru pindah lagi ke indonesia.Alasan tante tidak kembali ke jakarta supaya nak Jakiya tidak tau kalau kita sekeluarga sudah kembali.maka dari itu kita semua memutuskan untuk tinggal di Bandung saja.sebenarnya tante ingin memberitahukan hal ini kepadamu sejak dulu nak...tapi semua ini adalah keinginan Arga...Arga menyembunyikan penyakitnya karna dia tidak mau kamu menjadi sedih melihat Arga yang sedang menunggu hari kematiaan- nya...Arga hanya ingin melihat senyummu di sisa waktunya walaupun sebenarnya hanya harapan kosong yang
ia berikan kepadamu, kata ibu Arga sambil menangis." tante, kenapa tante tidak jujur saja pada Jakiya? setidaknya Jakiya bisa melihat Arga untuk yang terakhir kalinya,"kata Jakiya." maafkan tante nak, tante hanya menjalankan amanah Arga, maafkan tante".jelas ibu rio sambil nangis.
Jakiya hanya bisa menangis melihat kenyataan ini pahit ini.menangis di atas pusara Arga , menyesali karna tidak bisa menemani Arga di sisa waktunya , bahkan ia pun tak dapat melihat rio untuk yang terakhir kalinya...
Arga yang selama ini ia nantikan hanyalah sebuah angan...
Arga yang selama ini ia harapkan hanyalah sebuah khayalan....
semua harapan Jakiya kini telah sirna, yang ada di depan mata hanyalah sebuah pusaran , dan Arga kini telah pergi untuk selamanya.Jakiya menangis dan terus menangis.Rindu yang selama ini ia pendam,ia curahkan di atas pusara itu.Jakiya berharap kelak ia dipertemukan denga Arga di kehidupan berikutnya .
saat ini Jakiya hanyalah sebuah" senja yang merindukan bulan" dan bulan itu adalah Arga ,karena Jakiya hanya merindukan seseorang yang tak mungkin ia temui lag di dunia ini .seperti halnya senja yang merindukan bulan.karena senja takkan mampu bertemu dengan bulan.Bulan hanya akan datang saat senja telah menghilang.
"TAMAT"
SEE YOU AGAIN