Seorang anak perempuan yang sangat merindukan sosok seorang ibu. Nama anak itu adalah Hana, anak perempuan yang baru berumur 5 tahun yang hidup bersama sang Ayah dengan segala kesederhanaan
"Hana Ayah pergi kerja dulu ya sayang, Hana baik baik di rumah" ujar Hardi Ayah kandung Hana
"Iya Ayah Hana mengerti" ucap Hana tersenyum manis
Ayah Hana bekerja sebagai tukang bangunan di sekitaran tempat nya tinggal
"Hana mau kedepan main main ah" ucap Hana, ia menutup pintu rumah nya terlebih dahulu lalu pergi ke lapangan tempat anak-anak bermain
Hana melihat anak sebayanya bermain boneka di bawa pohon, ia mendekati mereka
"Hana mau main juga boleh?" tanya Hana
"Kamu gak punya boneka jadi gak boleh main" ujar salah satu dari anak perempuan itu
"Tapi Hana juga mau main" lirih Hana meremas tangan nya
"Sana pergi, kata Mama aku kita gak boleh main sama anak miskin" ujar perempuan yang memakai ikat rambut pink
"Benarkah" tanya anak lainnya
"Iya"
"Sana pergi orang miskin" anak perempuan itu mendorong Hana sehingga Hana jatuh dengan lutut yang lecet
"Shht" ringis Hana, matanya sudah berkaca-kaca
"Kalian jahat" ujar Hana dan berjalan cepat pergi dari mereka semua
Hana berlari hingga ia sampai di rumahnya "Hiks hiks kenapa semua orang menghina Hana hiks hiks, kenapa tidak ada yang ingin bermain dengan Hana hiks" tangis Hana. Ia duduk di samping rumah nya di bawa pohon
Hana menatap langit yang cerah "Hiks Mama.. kenapa tidak ada yang menyukai Hana hiks hiks mereka semua jahat Ma..kapan Mama kembali Hana kangen Mama hiks hiks"
"Ka..kata hiks Ayah Mama ada diatas, di sisi Allah. Kapan Mama kembali hiks kapan Ma Hana kangen Ma..mama hiks hiks" Hana kembali menangis memeluk kedua lututnya
Anak itu sudah di tinggalkan oleh Mama nya sejak ia lahir, dari bayi sampai sekarang Hana tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu
Ayahnya selalu mengatakan bahwa Mama nya sudah tenang di atas sana, di sisi Allah. Hardi selalu mengajarkan Hana mengaji dan sholat serta mendoakan Mama nya. ketika Hana selalu bertanya soal Mama nya Hardi hanya menyuruh Hana untuk mendoakan sang Mama saja
__________________
Sore ini Hana kembali berjalan jalan di sekitar rumahnya
Saat Hana sedang berjalan jalan Hana melihat balon yang terbang di atas nya
"Wah ada balon, itu pasti Mama yang kasih" ujar Hana, ia mengejar balon itu dan tidak melihat kedepannya ia hanya melihat arah balon itu
Bruk
"Hua hiks hiks Mama" Hana tampa sengaja menabrak anak yang seumuran dengan yang sedang memakan eskrim
"M..maaf Hana gak sengaja" ujar Hana menundukkan kepalanya
"Hey kamu, kamu sengaja ya menabrak anak saya" Ibu dari anak yang Hana tabrak
"T..tidak tante H..hana gak sengaja" ucap Hana jujur
"Hala, masih kecil sudah bohong. Kalau besar mau jadi apa ha" bentak Ibu itu
"Kamu tidak diajarkan sama Mama kamu, makanya jadi anak bandel" ucap Ibu itu menunjuk nunjuk kearah Hana
"Hana gak punya Mama, Mama Hana ada di sisi Allah kata Ayah" ujar Hana lirih dengan mata yang berkaca-kaca menahannya tangis nya
"Maaf Hana gak sengaja" ucap Hana dan meninggalkan mereka
Hana berjalan pelan kearah rumah nya ini sudah sangat sore, sebentar lagi Ayah nya akan pulang membawa makanan. Dari tadi siang Hana belum makan, di rumah nya tidak ada makanan sedikit pun
Hana dan Ayah nya biasanya hanya makan satu kali sehari
"Assalamualaikum, Hana Ayah pulang" ujar Hardi
"Wah ayah sudah pulang" Hana yang tadinya murung kini tampak sangat senang
"Tebak Ayah bawa apa" tanya Ayah Hardi
"Hana gak tau" ucap Hana polos memiringkan kepalanya
"Haha, Ayah bawa nasi bungkus dengan ayam goreng" ucap Hardi memperlihatkan nasi bungkus dan ayam goreng yang ia beli tadi saat perjalanan pulang
"Wah ayam" ujar Hana dengan mata yang berbinar binar
"Buka Ayah, buka Hana sudah sangat lapar" ucap Hana bersemangat
"Iya sayang, Ayah mau cuci tangan dulu, Hana cuci tangan juga ya"
"Iya Ayah" Hana degan semangat mencuci kedua tangan nya bersama sang Ayah
"Sebelum makan kita baca?"
"Doa"
"Pintar anak Ayah" ucap Hardi seraya mengelus rambut anak nya
Mereka berdua makan bersama dengan hikmat dengan satu bungkus nasi bungkus dan satu potong ayam goreng berukuran kecil kesukaan Hana, sebenarnya uang Hardi cukup membeli dua bungkus nasi, tapi Hardi membelikan ayah goreng kesukaan Hana jadi uang nya hanya cukup membeli satu bungkus nasi saja
Meskipun begitu mereka tetap cukup. Hardi rela melakukan apapun untuk Hana meskipun ia tak makan sekali pun yang penting Hana tidak kelaparan
Setelah makan Hardi dan Hana melaksanakan tugas mereka sebagai seorang muslim. Setelah itu Hardi mengajak Hana untuk tidur
"Ayah Hana kangen sama Mama, kapan Mama kembali sama kita Ayah?" tanya Hana membuat hati Hardi terasa sakit
"Hana sabar ya sayang, Mama itu selalu ada di hati Hana, Mama selalu mengawasi Hana dari jauh. Jadi Hana jadi anak yang baik dan selalu mendoakan Mama ya sayang" ucap Hardi menahan tangis nya, ia segera memeluk tubuh anak nya agar Hana tidak melihat ia menangis
"Sekarang Hana tidur ya, ini sudah malam" ujar Hardi mengecup lembut puncak kepala putri nya
"Iya Ayah"
"Mama, Hana kangen Mama. Hana selalu berdoa semoga Mama bahagia disana, Mama bisa dengar Hana kan Ma, Hana akan menjadi orang besar dan membanggakan Mama dan Ayah" gumam Hana sebelum ia benar-benar tertidur
"Semoga keinginan terwujud nak, maafkan Ayah, ayah belum bisa membahagiakan Hana"
End
__________________
'Orang tua adalah sosok yang paling berharga di dunia ini, tidak ada yang bisa menandingi pengorbanan seorang orang tua kepada anaknya.
Sayangilah mereka selagi mereka masih berada di sisimu, karena tidak ada yang bisa tau hari esok akan menjadi apa'