di suatu malam yang sunyi ku menatap bintang yang terang yang sedang menghiasi langit malam, aku duduk termenung menatap ke arah langit yang di penuhi kiluan cahaya yang kecil.
sambil mengigat kejadia 4 tahun yang lalu aku dan dia pernah bersama.
"perkenalkan nama ku adimas aku biasa di sapa dengan sebutan dimas, umur ku sekarang 26 tahun, dan mempunyai perkerjaan yang alhamdulila baik, dengan umur yang terbilang sudah dewasa aku tentu saja mempunyai kekasih,
"kami sudah pacaran 2 tahun 11 bulan, 1 bulan lagi hari jadi kami yang ke 3 tahun, kekasih ku ini tipe orang yang ceria, pandai bergaul, dan lemah lembut pada kedua orang tua ku.
"namanya:"riani safitri dia adalah gadis yang aku sukai saat duduk di bangku sma dan kebetulan sekolah ku dan dia sama, namun aku tak mampu untuk mengungkapkan perasan ku terhadapnya.
"umurnya sekarang 24 tahun beda 2 tahun dengannya.
flesbek..
"saat kelulusan ku di sma suka jaya, aku dan dia terpisah, meskipun dia tidak pernah mengenali ku karena posisi ku saat itu selalu memerhatikan nya tanpa bertatap langsung dengannya.
"setelah 2 tahun berpisah, aku dan dia di pertemukan lagi .
"saat acara reunian kelas 12 aku melihat dia sedang menjadi guru privat anak-anak tk yang sedang tinggal di samping sekolah ku.
"awalnya aku melakukan hal yang sama seperti 2 tahun yang lalu, melirik dia tanpa berani bicara dengannya.
"namun ada sesuatu yang membuat aku berani untuk mendekatinya.
"saat berdiri di balik jendela aku melihat seorang laki-laki yang masih muda seusia ku mendekati nya dan memberi seceret kertas kepadanya dan riani menerima dengan senyum tanpa raut marah.
"aku yang melihat itu langsung berfikir .
"jika aku seperti ini aku akan kehilangan dia, tanpa fikir panjang aku langsung mendekatinya dengan alasan ingin bertanya rumah buk tejo,
" haha padahal buk tejo itu siapa aku pun juga tidak tau.tapi aku tetap bertanya rumahnya sampai dia mau berbicara dengan ku.
"al hasil tentu saja dia mau berbicara dia adalah gadis yang ramah.
lanjut...
"beberapa hari aku melakukan hal yang sama tapi dia tetap mau membantu ku meskipum dia tau kalau aku berbohong..
"dan aku mencoba cara terbaru..
aku:"permisi bisa bicara dengan mbak riani.
sambil menempelkan wajah ke jendela kelas, dan dia pun tertawa tiada hentinya melihat wajah ku seperti orang konyol yang menempel di jendela, anak-anak pun ikutan tertawa ..
riani:"ada apa dengan wajah mu.
katanya pada ku.
aku:"he, tidak ada hanya saja aku ingin mengajak mu keluar sebentar.
kata ku padanya.
tanpa fikir panjang dia mau di ajak keluar dengan ku.
"setelah 2 bulan mengenal dan berbicang dengan nya kami pun memutuskan untuk pacaran. dan aku menceritakan dia tentang kisah ku yang menyukai dia saat masih kelas 12 sma.
"dan dia yang mendengar tak henti-hentinya terbengong.
kembali ke cerita hari jadi ke 3.
"seperti biasa kami bertemu dan berbicara masalah kuliahnya yang belum selse.
riani:"mas, kuliah hari ini capek banget.
aku:"iya.. namanya juga kuliah.
aku pun pura-pura untuk menjawab dengan bisa, karena aku tau dia menginginkan untuk di maja.
riani:"yah...
dengan wajah sedih..
aku:''kamu kenapa,
riani:"kamu ngak peka.
dia pun langsung pergi meningalkan ku. dan aku yang terdiam di sana tersenyum sambil melihat telpon ku.
di sana aku sedang membuka aplikasih la..d.a. dan mencari cincin pernikahan untuk kekasih ku riani.
"setelah beberapa hari aku menyiapkan segalanya untuknya, dan dia terus menghubungi ku, dan aku sengaja untuk tak mengangkat teloponnya..
"dan dia langsung mengirimkan pesan singkat.
pesan riani:"mas kamu marah.
aku pun tersenyum tidak membales..
setelah semuanya siapa aku langsung membales sms nya.
pesan ku:" ngak kok, datang ke kopi cafe iya.
pesan riani:"Oo, aku fikir kamu marah,, baik lah aku datang.
23 menit kemudian dia pun datang dengan baju sederharan dan cantik.
"rani yang terkejut melihat lampu berkilau, bunga yang segar dan meja makan yang cantik itu pun tertata rapi, rani yang melihat semua itu pun tersenyum lebar.
riani:"mas ini apa.
aku:"apa hayo.
riani:"ih kok jawabnya gitu.
aku:"nanti aku jelasin kita makan dulu.
riani:"baiklah.
dengan senyum. ..
"setelah makan aku langsung membungkuk kan tubuh ku meminta dia untuk berdiri bersama ku,
"dan setelah itu aku perlahan-lahan membuka cincin itu di depannya.
dia yang berdiri tiba-tiba menagis haru bahagia,
aku:"riani safitri binti abdullah apakah kamu bersedia menikah dengan ku.
"kata ku dengan suara lantang.
riani:"iya...... aku ... mau..
dan aku pun tersenyum lalu memeluknya dengan eraat..
"dan membawa dia pergi menemui ibu dan ayahnya.
"di sana aku di sambut dengan hangat melihat mereka yang menyambut ku drngan hangat aku langsung bahagia kegirangan.
1 minggu setelah berbicara dengan ayah nya riani kami pun akhirnya di restui..
lamaran yang sudah datang, hari pernikahan yang sudah di tentukan, adat demi adat kami lakukan agar pernikahan kami langen ..
"di sore hari suara telpon berbunyi"
riani:"hallo mas, kata mama kita akan ke puskesma kesehatan sebagai saran untuk menikah.
aku:"ah... iya....kakak lupa, baik besok kakak
kesana hari kamis..
riani:"iya mas.
dan hari itu pun luka terdalam yang membuat ku mati berdiri sampai sekarang...
kamis 2xxx pukul 8:54 pagi, aku menjemputnya..
riani:"mas udah datang, masuk dulu ibu ada di dalam.
aku:"ah iya dek.
setelah berbicang lama dengan calon ayah mertua, riani pun sudah siap..
alangkah terkagetnya aku baju yang di pakai adalah baju yang akan di gunakan besok untuk acara nikahan.
aku:"dek.. emang ngak papa adek makek baju itu.
riani:"iya ngak papa mas..
ayah mertua:" riani.. emang ngak takut sobek, besokan kamu bakalan pakek.
riani:"ngak papa kok pah, riani pamit dulu jagan bersedih iya .
aku yang mendengar ucapan itu terkejut seakan riani akan pergi jauh,
kata yang di ucapkan seakan perpisahan.
riani:'mama juga jagan sedih. bay...bay..
aku:"he permisi om.. tante ...
setalah pulang dari rumah sakit riani ingin pergi jalan-jalan bersama ku,
" tapi aku berusaha untuk menolak kerana ini sudah jam 11 siang.
setelah di paksa aku pun langsung mengia-ia kan perkataaan nya, tadi ketika di puskesmas semua orang melirik riani, yang berjalan mengunakan gaun pengantin di tegur banyak bidan tapi dia tetap tidak mau berbicara..
aku:"riani, kita sudah jalan -jalan kita pulang iyah besok acara bahagia kita. nanti mama sama papah cariin kamu..
dan aku beberapa kali memanggil riani dan berbicara padanya, tapi tidak ada jawaban,
" aku yang duduk dan menyetir motor melihat ke arah kaca sepion dan menjadi kaget,
aku langsung menabrak teruk di depan ku.
brukk.....brukk.... suara tabrakan.. aku yang setengah sadar melihat riani.
yang di bopong warga, pun tiba-tiba teriak,
aku yang masih setengah sadar melihat gaun pengantin yang di pakai riani menjadi sobek akibat terlilit ban motor ku.
gaun yang di kenakannya di penuhi lumuran darah aku melihat itu langsung mengeluarkan air mata,
wajahnya hancur di akibatkan aspal panas yang mengeser tubuhnya saat itu..
aku tak kuasa dan pingsan melihat itu.
tit..tit...tit.. suara infus menetes..
aku teriak dan bangun .
aku:" riani.....riani...
sambil meronta mengigat kejadian itu, para suster dan dokter pun datang dan menyuntik obat bius..
dan riani yang bersamaku meniggal di tempat akibat kehilangan banyak darah dan wajah..
aku yang masih di ugd.. tersadar dan bertanya pada suster yang di depan ku.
aku:"sus,, tanggal berapa sekarang, dan hari apa.
jawab ku dengan suara sedih dan kesal..
suster:"tanggal 22 hari sabtu.
aku langsung terkejut dan berusah mencabut infus di lengan ku dan bertanya.
aku:"wanita yang bersama ku dimana dia.
suster kemudian menjadi sedig dan mengatakan.
suster:"dia...dia meningal di tempat..
aku langsung terkapar lemas.. dan jatuh.
beberapa hari setelah insiden itu aku putuskan menguatkan hati dan menemui ayahnya riani.
tapi sambutan yang hangat itu berubah menjadi cacian.
ibu riani:"pembunuh, aku akan menuntut mu, seharusnya dia akan menikah tapi dia meniggal.
dan terus menagis, warga di sana langsung mengusir ku..
aku yang kelihatan kebingungan layak nya seperti orang gila.
.menagis dan di sana ibu ku menemuiku dan menyuruh ku pulang.
aku meronta menagis layaknya anak kecil kehilangan mainannya..
dan terus menagis. ibu ku melihat itu merasa terpuruk.
ibuku:"sabar.. nak..sabar...
menepuk pundak ku..
aku terus menagis sambil membayangkan terauma itu.
ibu dan ayah ku melihat itu merasa lelah dan mencarikan aku obat untuk melupakan kejadian itu,
sedang kan keluarga riani terus menuntut bales dendam atas kematian putrinya, berbagai macam makhluk dan senjata yang di kirim. tapi rumah ku terlindung karena ayah,
ibu dan saudara ku terus masuk ke kamar ku untuk mengaji.
setelah aku sembuh keluarga ku mengirimku jauh hinga melupakanya..
dan mulai merintis karir yang aku kejar..
4 tahun berlaru semua yang ku kejar sudah di dapatkan.. kini aku tidak ada niat membuka perasaan ku kembali...
Selesai........