Suaranya terdengar sangat jauh..
Tapi sangat jelas Di telinga ku..
Langgo Cahayo
(14 Tahun,Sumatra Selatan)
{KISAH NYATA}
kisah ini terjadi pada suatu malam pada. tahun 2016 silam.
Kisah ganjil yang menggemparkan kampung tanjung agung, Kampung ku yang terkucil Di Salah satu sudut kabupaten muara enim,sumatera selatan. ketika itu,usia ku Masih 10 tahun, usia kanak kanak yang Masih gemar bermain.
bila senja tembaga telah memudar Di balik gugus Bukit barisan Dan temaram Lampu di rumah rumah panggung telah Di nyalakan,serta siang Di tutup gema adzan,
magrib Dari surau maka itu pertanda bagi kami,bocah-bocah, memulai permainan inggap-inggapan(petak umpet)
inggap artinya hinggap dalam bahasa kampung kami.
tempat inggap telah Di sepakati bersama Dan tempatnya bisa Di sebuah pohon,onggokan Batu,atau bisa juga Di tiang rumah panggung.
malam itu,aku kalah. kifli,hamdani,rubai,dan teman teman ku yang lain Bersembunyi Dan aku yang mencari,kami bersepakat bahwa tiang rumah rubai-lah yang Di jadikan tempat Bersembunyi. Mula Mula aku menutup mata sembari menghadap tiang Dan menghitung,
"satu...dua....tiga!" seruku sambil membuka "mata. sudah Ya! aku mulai mencari kalian!"teriak ku.
Susana remang remang.Cahaya bulan Dan Cahaya Lampu rumah rubai memberi sedikit
penerangan,
aku mengendap-endap Dan menerka tempat teman-teman ku Bersembunyi.
rumpun keladi,belakang lesung,belakang salangan,di kolong rumah,dan semua tempat gelap tak luput Dari pengawasan ku.
pertama,Kifli berhasil ku temukan,kemudian
aku mencari teman teman yang lain.
satu per satu berhasil aku temukan,tapi
hamdani Dan rubai belum ku temukan kedua teman ku itu memang pandai mencari tempat Bersembunyi.bermenit-menit aku mencari, Tapi mereka belum juga terlihat, bahkan kifli Dan teman teman ku yang lain Ikut membantu,tapi lagi-lagi mereka tidak berhasil kami temukan.
akhirnya Dengan putus asa aku menyerah Dan ku katakan mereka menang Tapi mereka berdua tidak keluar juga.
setelah bersepakat,permainan inggap-inggapan malam itu pun kami lanjutkan tanpa hamdani Dan rubai.
mereka berdua tidak lagi kami Cari.
kupikir,mereka Pasti telah menjaili kami
Dengan pulang diam diam dan meninggalkan permainan tanpa berpamitan, itu sudah sering mereka lakukan.
aku pun pernah melakukannya. tetapi, rupanya dugaan ku malam itu Salah!
setelah letih bermain,kami semua pulang ke rumah masing masing.
sekitar pukul jam sebelas malam,kampung ku gempar. pasalnya hamdani Dan rubai tak pulang pulang aku,kifli Dan semua anak anak yang Tadi Ikut permainan Di Kumpulkan Dan Di tanyai. tentu Saja kami bingung harus menjawab apa.
terakhir bertemu mereka adalah saat bersama main inggap-inggapan.
hamdani Dan rubai Bersembunyi,setelah itu kami tak berhasil menemukannya lagi.
Berbagai prasangka mulai merambak.ada yang menduga keduanya bermain Di suatu tempat Dan lupa pulang. Ada juga yang menduga jika itu ulah (MAK SUMAY).
yah,mak sumay hantu nenek-nenek yang gemar menculik anak anak selepas magrib.
aku Dan teman teman ku ketakutan,dan langsung memeluk ibu masing masing sedangkan para gadis Dan laki laki dewasa segera mencari hamdani Dan rubai.
Berbagai bebunyian gegap menyemaraki ke sebyapan malam.
warga memukuli apa Saja yang menghasilkan suara riuh.
semua itu Di lakukan warga sebab warga percaya bahwa suara riuh yang Di hasilkan Akan membuat maksumay ke takutan,
lalu melepas hamdani Dan rubai.
ibu hamdani Dan ibu rubai tak henti hentinya menangis Dan menyebut Nama anak mereka.seisi kampung Di kitari Tapi mereka tak kunjung Di temukan.
akhirnya warga,memutuskan Untuk memulai pencarian Di kawasan hutan teluk bantilan.
hutan itu Di pilih sebab Di percaya sebagai sarang hantu atau kerajaan jin karena sering terjadi sesuatu yang Aneh terlihat seperti
Babi yang berdiri Dan Memiliki Tangan manusia Dan setengah kepala manusia.
sekitar Tengah malam
warga memutuskan Untuk mencari hamdani Dan Rubai Di hutan linau,hutan lebat yang jauh Dari kampung kami,
wak Ali dukun Di kampung kami Di beri petunjuk bahwa Ada 2 anak kecil yang Di bawa mahluk halus ke hutan itu
setelah itu warga pun pergi ke hutan linau,
kami pun para anak anak Dan ibu ibu kampung pulang ke rumah masing masing Untuk menjaga kami Di rumah.
aku tidurlah Di dekat ibu Di atas dipan Kayu tembesu,sebelum kantuk membawa ku terlelap,ibu menasihatiku.
ibu:"Itu lah kenapa ibu selalu melarang mu bermain Jelang magrib nak."
aku:"kenapa memangnya, bu?" Tanya ku penasaran
Ibu:"sebab kejadian seperti ini bisa Saja menimpamu"
aku:"ibu percaya hamdani Dan rubai Di culik nenek nenek,karena nenek-nenek suka sakit pinggang aku rasa tidak mungkin ibu?
Ibu:"Iya walau sering sakit pinggang Tapi nenek-nenek juga Ada yang ngak loh seperti Azalea Hasva nenek-nenek berotot itu loh"
aku:"Oh OQ
sosok menakut Kan itu mengerogoti jiwa kanak-kanak ku yang rapuh,
aku pun mengigit sudut bantal Untuk menghilangkan rasa takut ku
"Jangan pernah kau sebut nama itu Di tempat sepi Tengah malam!"
pertanyaan pertanyaan itu terus bergaung Di kepala ku hingga aku tertidur.
ke esokan harinya saat aku terbangun Hamdani telah Di temukan.
Tapi rubai Masih belum, ibu mengajak ku berkunjung ke rumah hamdani.ketika ku Tanya,kata ibu hamdani Masih belum bisa bicara.
pantas aja dia tidak menjawab pertanyaan pertanyaan ku Tadi,pikirku
wak Ali mengusap sekujur tubuh hamdani Dengan air yang sebelumnya telah Di bacakan mantra.
Menurut wak Ali hamdani Di bawa mahluk halus Dan Di bawa ke dunia mereka sepanjang wak Ali bercerita aku terus memegangi lengan ibuku.
seminggu setelah kejadian, hamdani sudah kembali pulih Dan kembali bersekolah seperti biasa kami menunggu-nunggu Dia bercerita Tantang pengalaman nya
malam itu terutama kifli.kami adalah teman bermain hamdani Dan rubai sesaat sebelum
mereka menghilang.
"aku melangkah ke dalam asap yang mengambang ucap hamdani memulai ceritanya selepas lonceng istirahat berdentang,"Dengan sebelah tangan ku sibak asap itu Dan terus berjalan pedoman ku adalah, keriuhan suara anak anak tertawa, akupun menuju ke Sana ke sebuah tempat Di balik asap,
aku Dan teman-teman terpancang bisu,
mengurai Dari mulut hamdani membuat kami mengigil kemarilah
"kemari kita mulai bermain"
hamdani menirukan suara suara yang memanggil nya malam itu.
aku Sampai di sumber suara.kalian tahu apa yang ku temukan Di Sana?
kami serentak mengeleng
"Di serambi sekitar dangau,aku melihat anak anak duduk mengitari perempuan berbaju Merah.perempuan itu berkara padaku" "selamat datang Di dangau ku Hamdani bin zubair"."Aku pun terkejut karena Dia tahu Namaku Dan ayahku saat aku melihatnya Dari dekat aku nyaris pingsan. bola matanya yang hitam seluruhnya wajahnya Putih keriput Dan mulutnya penuh darah berwarna Merah!"
"La..lalu apa yang terjadi setelah itu?"Tanya kifli.
"aku bertanya kenapa Aku berada di Sana ucap hamdani"
aku pun menjawab ucapan hamdani.
"Goblok yang jalan ke sono tuh Lo bangke:)"