sesampai nya di kamar aku terdiam dan duduk merenung di pinggir kasur.dalam hati bergumam aku harus bagaimana, aku pun merasa lelah lalu ku rebahkan tubuh ku ke kasur.sambil menatap langit-langit kamar ku.aku pun bergumam "ibu aku tidak ingin menjadi dewasa, hidup menjadi seseorang yang dewasa itu sungguh tidak menyenangkan".tak lama aku pun ketiduran sampai pagi tiba, esok pagi nya aku bangun lebih awal ayah dan ibu masih tertidur.aku membuat kan sarapan untuk mereka dan menulis sepucuk surat, kebetulan saat itu aku libur kuliah.dan pagi itu aku memutus kan untuk mencari pekerjaan sampingan untuk menghidupi biyaya hidup ku..
aku belajar mandiri sejak ayah ku mendirikan perusahaan kecil nya.aku tidak inggin ketergantungan kepada orang tua ku..
pada pagi itu aku tetap saja menggunakan sepeda ku.menelusuri toko- toko yang ku rasa cocok untuk kemampuan ku..
berhentilah aku di sebuah toko bunga yang membutuhkan karyawan. saat itu juga aku di terima di toko itu, sebagai perangkai bunga.
wah begitu kaget nya aku melihat perempuan berumur 49 tahunan terlihat lihai merangkai bunga, teryata perempuan itu adalah pemilik toko bunga..aku lupa menanyakan nama nya karena aku buru-buru bekerja. pada saat itu telfon ku berdering ku lihat teryata ayah yang menelfon. iya ayah halo ,suara ayah mulai cemas kemana kamu pergi nak. ayah khawatir kamu pagi-pagi sekali sudah tidak ada di rumah.
masalah pekerjaan kamu boleh mengurus perusahaan ayah.
Clara gkpp ayah, Clara sekarang lagi berkerja, Clara di terima di toko penjual bunga ayah tidak usah khawatir.
Clara sudah besar, sudah bisa jaga diri baik-baik ayah, oh iya ayah sudah dulu ya Clara mau lanjut bekerja bay ayah.
ia pun segera mematikan telefon nya. dan lanjut bekerja di toko bunga itu tutup jam 12 siang, aku pun bisa kembali ke rumah dengan senang hati..
tapi kesenangan itu tak berlangsung lama, sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan perjodohan orang tua ku, hingga menghilangkan semangat ku,sesampai nya di rumah terlihat rumah begitu sepi ayah dan ibu ku sudah pasti pergi ke kantor.perut ku mulai keroncongan aku pun mulai memasak makanan favorit ku mie instan. selesai makan aku kembali ke kamar dan lekas mandi.sesudah mandi aku membuka hp terlihat pesan masuk dari Ririn..
sebelum nya aku sudah menceritakan perjodohan ku kepada Ririn, dan teryata jawaban Ririn tidak memuaskan iya memberi saran agar menyetujui perjodohan ini..
aku pun pasrah bahwa ini lah jalan yang harus ku terima. aku mengeluarkan buku catan harian ku dari laci meja belajar ku dan mulai ku tuliskan kata-kata.
dear ayah dan ibu.
ayah dan ibu aku tak tau. suami seperti apa yang kalian berikan untuk ku, aku tak tau ke depan nya dia akan bahagia dengan ku atau tidak. dia akan baik dengan ku atau tidak, sejujurnya aku tidak bahagia dengan perjodohan ini.
ayah dan ibu semua ini kulakukan untuk kalian, l Miss you. aku pun menutup kembali dan menaruh nya di laci meja belajar ku. aku pun menyenderkan kepala ku di atas meja,
tak lama terdengar seseorang memarkir mobil di depan rumah. apa kah ayah dan ibu sudah pulang gumam ku dalam hati aku pun segera menuruni tangga dan segera membuka pintu dan benar saja ayah dan ibu pulang bersama dengan om gunawan..
aku pun sedikit kaget dan menunduk kepala ku.ayah aku buat kan kopi dulu ya.
tak lama aku kembali dengan membawa kopi dan ayah berkata,nak duduk dulu ayah dan om Gunawan ingin ber bincang- bincang masalah pernikahan clara dengan anak nya om gunawan. om sudah memberi waktu clara kemarin apa kah clara sudah siap memberikan jawaban nya.
clara mulai memberanikan diri bertanya.
om keputusan mendadak ini apa tidak takut merugikan om, Clara tidak suka berdandan tidak seperti wanita lain nya.clara takut anak om tidak suka dengan Clara.
Clara om sudah memutus kan secara matang.om memilih kamu, karna sifat mu mirip seperti almarhum ibu nya raihan.masalah suka atau tidak suka yang penting kalian nikah dulu, benih - benih cinta pasti pelan-pelan akan hadir di antara kalian.
Clara pun terdiam dan pasrah mengatakan mau menikah dengan Raihan. ayah dan ibu dan juga om gunawan pun memutuskan tanggal pernikahan akan di laksanakan 2 hari lagi.
tak terasa malam pun tiba..
om Gunawan pun pamit pulang aku pun bersalaman dengan om Gunawan dan berkata hati - hati di jalan om.
om gunawan pun tersenyum dan berkata kamu memang anak baik nak sambil mengelus kepala ku. om gunawan pun pamitan terhadap ayah dan ibu ku..selepas kebergian om Gunawan. ayah dan ibu memanggil ku sebentar dan duduk bersama mereka.
nak ayah sayang sekali sama Clara, ayah dan ibu yakin Raihan pria yang tepat untuk kamu, Clara Jagan sedih ayah dan ibu selalu ada untuk Clara..mereka pun berpelukan..
keesokan hari nya di kediaman rumah raihan ayah gunawan dan anak nya sedang makan bersama, nak ayah sudah menjodohkan mu dengan anak nya sahabat papah.
papah harap kamu dapat menerima perjodohan ini. tapi pah, Raihan GK mau nikah sama wanita yang gk Raihan cintai. di hati Raihan cuman ada satu wanita yang Raihan cintai iya itu Ririn..
Raihan kamu tidak tau sepenuh nya tentang Ririn papah lebih tau Ririn itu orang nya seperti apa, bentaknya.
papah sudah memutuskan 2 hari dari sekarang kalian akan menikah.
Raihan pun dengan muka benci menaiki tangga dan sambil membating pintu, mengunci kamar. papah nya masih terdiam di meja makan.suara
kaca pecah terdengar dari kamar raihan.secara cepat Boby sebagai asisten nya merasa kawatir terhadap bos nya tetapi ketika ia mau menyusul Raihan di cegah oleh papah nya..
biar kan saja, dia bisa mengatasi semua nya.
suatu saat nanti dia akan mengerti.