Aku memang pengagum rahasia,mengagumi caranya berbicara,mengagumi caranya tertawa,mengagumi caranya mendrible bola,mengagumi caranya berjalan bahkan sekedar reaksinya menaikkan alis matanya saat ada rasa keterkejutan pada dirinya.
Sebegitu kuat magnet yang menggelitik hati ku, selalu berporos padanya seolah duniaku,cintaku,debaran ku hanya dia"Kendra Admaja"
"May..."panggilan itu membuyarkan konsentrasi ku,yang mengamati Kendra ku dalam diam dan dari kejauhan,ya hanya dari jauh.
"ya ..Ell.."jawabku
"kamu udah masukin semua persyaratan pendaftaran SMA NEGERI favorit belum sih,tinggal 2 hari udah ditutup loh"tanya nya padaku
"oh..."jawabku singkat
matanya melotot menatapku heran,ya aku memang tidak jujur pada Elleka bahwa aku tidak akan melanjutkan sekolahku di kota ini.Aku memutuskan pindah ke tempat paman dan bibiku di luar kota setelah kepergian ibuku dua bulan lalu.
"ya..nanti aku urus Ell"jawabku bohong
"semua teman-teman se kelas kita udah mengirim pendaftaran nya ke sana lo,jangan sampai kamu jadi murid cadangan May,tim basket sekolah kita juga masuk rekomendasi kelas khusus dari sekolah kita,hemm sudah pasti mereka diterima dan kita akan selalu cuci mata setiap hari hahaha"canda nya padaku
Setelah kepergian Elleka yang memaksa ku untuk segera mengurus pendaftaran sekolah,akhirnya aku sendiri di bawah pohon beringin rindang ini,masih setia memandang nya dari jauh,entah kebiasaan ini sudah mengakar selama tiga tahun dalam tubuhku.Ya semenjak kehadirannya di kelas kami sebagai murid pindahan mataku terlalu fokus padanya.Fisiknya yang sempurna,ditambah keahlian dalam menggiring bola hingga masuk ke ring basket membuat kesempurnaan itu nyata miliknya.
Huffftt..helaan nafas panjangku
Sebentar lagi pemandangan ini tak kan mampu ku lihat lagi.Akankah aku bisa tetap semangat pergi ke sekolahku,setelah kepergian ibuku tak ada lagi dorongan dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ku,aku menjadi pemalas,tapi hanya karena mengingat bayangan Kendra yang sedang memainkan bola basket nya mampu membangkitkan semangatku seketika.
Aku memang gadis bodoh.Tiga tahun memendam kekaguman,cinta,pemujaan pada dia yang sama sekali tak pernah melihat ke arahku,ya walaupun kami sekelas tapi jangankan bertegur sapa,bahkan hanya sekedar berapasan saja itu dapat dihitung dengan jari.
Ya kepopuleran nya sudah dapat di simpulkan bahwa aku lah pungguk merindukan bulan.Tapi aku bahagia.Meskipun melihatnya dengan dikelilingi gadis-gadis cantik disekitar nya.Cukuplah rasa ku sendiri dan tak terbalskan.
"Selamat tinggal Kendra,selamat tinggal cintaku,selamat tinggal debaran hatiku,kutinggalkan semua rasaku padamu,semoga kau bahagia"
Aku pulang ke rumah seperti biasa,hari ini aku berencana mau mempacking semua keperluan ke pindahan ku ke tempat paman dan bibi di luar kota.Karena hanya kurang 2 hari lagi pendaftaran SMA akan ditutup.
tok..tok..tok...ketukan pintu kamarku membuyarkan konsentrasi ku
ceklek...
"Ayah...mari masuk"sambutku
"May..ayah besok tidak bisa mengantar mu ke stasiun,kamu besok di antar mas Alvin,karena besok ayah ada acara di tempat mama mu di S*rabaya,ini uang saku mu,jangan merepotkan paman dan bibi mu di sana jadilah anak yang penurut,kalo ayah ada waktu ayah akan mengunjungi mu".pesannya sambil berlalu dan meletakkan amplop coklat di pahaku
Air mata begitu saja meluncurkan membasahi pipiku,sesakit ini rasanya,setelah sebulan kepergian ibuku ayahku menikah lagi.Inilah alasan terkuatku untuk menerima tawaran dari paman dan bibiku di luar kota agar aku sekolah di sana sebab paman dan bibi tahu persis posisi ku.Ya meskipun kami jarang bersua tapi paman dan bibi selalu berkirim kabar melalui pesan dan telefon.
Dering telfon dari atas nakas membuatku segera menghapus air mata di pipi,"ya ..Bibi.."
"Baiklah bi...akan aku ingat."
Setelah mendengar pesan dari bibi,aku segera mematikan telfon dan melanjutkan acara berkemas ku.
Tiba di kota M*lang hari sudah hampir gelap,paman dan bibi menjemput ku di stasiun.Pelukan hangat dari keduanya membuatku merasa nyaman,ada rasa kerinduan di dalam pelukan nya.
"Maya..anaku..paman dan bibi sangat merindukan mu sayang."kata nya padaku dengan lembut
"Aku juga sama bibi"
Tidak terlalu lama akhirnya kami sampai di sebuah rumah yang cukup sederhana akan tetapi tidak mengurangi keasrian dan ke nyaman para penghuninya.
"May..apa kabar??"sambutan kak Dewi mengawali ku di rumah ini
"Alhamdulillah baik kak,kakak sendiri gimana kabarnya"tanyaku
"Kakak juga baik May.."jawab kak Dewi
"Oiya May besok aku antar kamu langsung ke sekolah ya buat memenuhi syarat-syarat pendaftaran yang kurang"
"Baiklah kak"
Hari-hari berlalu,kesibukan di rumah bibi dan disekolah membuatku sedikit melupakan rasa rindu ku pada Kendra,tapi setiap malam memimpikan nya adalah seolah hobi baruku.
Membuka laman media sosial f*b dan I*G, melihat aktifitas nya dari kejauhan adalah menjadi pekerjaan baruku.Tersenyum miris pada diriku sendiri bahkan setelah 6 bulan aku di kota yang berbeda dengan nya tak mampu sedikit pun menghapus rasa yang pernah ada.Ada banyak in*box dan D*M di sosial media ku,kebanyakan teman menanyakan ke pindahan ku keluar kota tanpa pamit.Dan ada hal yang membuat ku tercengang membaca salah satu pesan masuk di sana.
"Andrea...kamu di mana"ku baca pesan itu dengan mata ber kaca-kaca.
Ya hanya dia yang memanggil ku dengan sebutan itu,aku ingat sekali dia memanggil ku dengan nama tengah ku ketika dengan tidak sengaja aku menjatuhkan buku paket ku yang ternyata dia yang berada di belakangku.
"Kendra..."lirihku
Dia tahu akun media sosial ku,dari mana dia tahu,pertanyaan itu berputar putar di pikiranku.Aku membaca pesan masuk itu yang ternyata terkirim tepat sebulan setelah aku pergi dari kota ku.Ya memang cukup lama aku tidak membuka akun media sosial ku.
Aku tak cukup berani untuk membalas pesan itu.Tapi ada rasa bahagia yang membuncah di dalam dada hanya karena pertanyaan sederhana itu.Untuk apa dia ingin tau kabar ku,bukankah dia tak pernah peduli padaku selama ini,aku hanya angin yang berada di sekitarnya yang tak terlihat selama ini.
Aku adalah Maya Andreanata,gadis yng cukup manis dengan rambut lurus sepinggang,hidung khas Indonesia yang tidak terlalu mancung dan kulit putih khas Indonesia.Di kelas aku tidak menonjol sama sekali,prestasiku biasa saja tidak terlalu buruk tapi masih cukup mampu untuk dibilang baik.
Sesekali aku selalu membaca pesan itu sebagai penyemangat ku.Gila bukan hanya karena pesannya yang singkat mampu membuatku merasa diperhatikan.Meskipun ku akui ada rasa minder dalam diri ini mengingat dia yang begitu banyak pemuja nya.
Hari berganti minggu,minggu berganti bulan,tahun dan tibalah aku di penghujung kelas 3 dan harus mendaftar kuliah.Aku tetap berada di kota ini tidak ingin kembali ke toka ku.Bahkan ketika mendengar kabar bahwa ayahku memiliki seorang putra dari istri barunya,akupun tak ingin datang hanyasekedar untuk memberi nya selamat.Ya hatiku terlalu beku dan terluka karena ayahku yang begitu cepat melupakan almarhum ibuku.
Hari ini hari pertama ku masuk kuliah,aku semangat menyambut hari baruku,langkah ku semakin ringan karena sedikit banyak aku sudah mulai mengikhlaskan rasa ku yang tak terbalaskan ini.Sejujurnya selama ini selalu ada saja teman laki laki ku yang berusaha menjadikan ku kekasihnya,berulang kali menyatakan cintanya,namun entah karena apa hatiku sulit menerima.Apa mungkin karena kriteria lelaki yang ku suka terlalu sempurna??Sehingga untuk membuka hati kepada yang lain yang tak sebanding dengan nya amat sangat sulit.Entah lah...
""Andrea...""panggilan itu
Aku menoleh pada sumber suara
""Kendra..""kulihat dia berada di belakangku bersissihan dengan gadis berparas setengah bule rambut bergelombang dengan warna sediki wine.
"Kenapa tidak memberi kabar pada Elleka dan Carina kalo kamu akan pindah,mereka bingung mencari kamu,pesan dan in*box pun tak kamu balas"tanya nya ada rasa khawatir terselip di nada suaranya
"Ehmm...ah iya aku akan segera memberi kabar padanya,maaf aku harus pergi,by Ken...aku duluan."
Aku berlalu dari hadapan mereka berdua,hatiku berdesir kembali karena melihat Kendra ku,pujaan hatiku,aku tersenyum miris mendengar ucapan nya.Perhatian nya tak lebih hanya sekedar partisipasi kepada Elleka dan Carina yang kebingungan karena mencari ku.Ya memang aku siapa dia harus peduli padaku.
Setiap hari aku was was datang ke kampus takut takut kalau aku harus bertemu dengannya lagi.Takut aku akan semakin sulit membuka hati pada yang lain kalau terlalu lama membiarkan rasa ini menguasai seluruh hatiku.
Dan sore ini ketika aku keluar dari gerbang kampus gerimis menyambut ku.Ku guna kan tas ku untuk menutupi atas kepalaku sambil berlari menuju halte bis.Hari sudah sedikit sepi ya karena seperti nya tidak banyak kelas siang pada hari ini.Sebuah mobil berhenti di depan halte,setelah kaca mobil diturunkan kulihat dengan jelas siapa yang duduk di bangku belakang.Ya ada Kendra dan si gadis setengah bule itu.
"Masuklah Andrea..hujan akan turun lebat""
"Ha...a..aku"
"Ya...cepatlah,aku antarkan kamu pulang"
Aku masuk dan duduk di samping kemudi,ya aku bersisihan dengan sopir.Rasa canggung menyelimutimu.Di bangku belakang sayup sayup aku dengar percakapan mereka.
"kamu janjikan mau nonton sama aku minggu ini Ken?"tanya gadis setengah bule itu
"aku usahakan Catrine"jawab Kendra
hufffttt....ternyata aku tetaplah angin yang tak terlihat di mata Kendra pujaan hatiku.
"Terima kasih .."kata yang ku ucapkan sebelum mobil itu berlalu dari hadapanku
Benar saja setelah pertemuan itu aku jadi semakin sering bertemu dengan Kendra,walau hanya sekedar berpapasan atau melihatnya dari kejauhan seperti yang sering aku lalui dulu semasa sekolah menengah pertama.
Aku sudah cukup bahagia dengan rasaku,dan aku sendiri tidak tahu sampai kapan menyimpan rasa ini sendirian.Ya cinta sendirian.
Sampai suatu petang ketika aku sampai di rumah bibi,ada mobil terparkir di halaman rumah.
"Assalamualaikum bibi"sapa ku sambil masuk ke ruang keluarga
"Waalaikumsalam May...Oiya segera mandi dan bersihkan dirimu,kemudian datanglah kemari lagi ada hal yang ingin paman dan bibi sampaikan padamu"
"Baiklah bi.."
Setelah hampir 30 menit aku turun kembali ke tempat bibi,dengan memakai dress dibawah lutut rambut aku kucir kuda,aku duduk di samping bibi yang berhadapan langsung dengan pemuda yang cukup matang di depanku.
"May..bibi ingin mengenalkan mu dengan nak Bagas,dia adalah anak dari tante Sherly teman bibi,bibi berharap kamu bisa menjalin hubungan baik dengan nak Bagas,bibi tahu kamu anak yang baik dan penurut mudah mudahan pilihan bibi buatmu ini adalah pilihan terbaik".
Aku menangkap ada percikan perjodohan dalam kalimat bibi.Dan aku tidak menolak kemauan bibi,aku juga ingin menguji hatiku,aku ingin mengetuk hatiku sendiri agar mau terbuka dengan orang lain.
Hari hari berlalu dengan kedekatan ku yang semakin intens dengan Bagas,selama mengenalnya dia adalah pria baik yang berfikiran matang dan dewasa.Ya mungkin sesuai umurnya,kami terpaut sebelas tahun,itu artinya dia berusia 31 tahun.
Namun hatiku tak mampu berpaling dari Kendra Kendra dan Kendra,ada apa dengan diriku,apakah aku sakit,perlukah aku pergi konsultasi dengan psikiater.
Sampai dimana hari ini,hari pernikahan ku dengan Bagas Wiraguna,lelaki yang direkomendasikan oleh bibiku.
Ijab qobul berjalan lancar,paman,bibi,kak Dewi,ayahku,ibu tiriku dan tamu yang lainnya bergantian memberiku selamat.
Ya aku menyandang status sebagai istri dari Bagas Wiraguna.Malam ini entah mengapa aku merasa ada penghianatan dalam diriku,aku mengkhianati rasa yang selama ini menguasai hatiku,aku takut mengecewakan orang orang yang ku sayangi dan di sisi lain ada suami yang harus aku patuhi.
"May..aku sangat sangat mencintaimu,aku tahu di matamu belum ada cinta untuku,tak apa aku akan menghujanimu dengan banyak cinta,membasuh hatimu yang tandus dengan berjuta kasih sayang,tapi kumohon satu hal drimu"
"Apa...?"tanyaku tanpa melihat ke arah matanya
"cobalah untuk membuka hatimu untuk,dan terimalah semua perlakuanku!"perintahnya padaku
Aku mengangguk samar.Dan di malam pengantin ini,dia meminta haknya sebagai suami,ya aku mematuhinya ,menerima semua perlakuan manisnya,tak henti hentinya dia mengecup kecil keningku dan membisikkan kata cinta di tengah penyatuan kami,bibirnya tak henti bergerilya,memberikan tanda kepemilikan sebanyak banyak nya dan aku juga merasakan ledakan dalam tubuhku yang luar biasa.
Tak ada yang berubah dariku kecuali statusku,ya hanya statusku.Bahkan hatiku masih dipenuhi rasa untuk Kendra.Setelah mengambil cuti selama tiga hari,aku kembali ke kampus,mengenakan atasan berbahan knit dengan kerah leher turtle neck aku berusaha menutupi bekas kemerahan di leher ku.
"Andrea aku mau bicara"nadanya tegas
"Iya.."
Aku mengikuti nya dari belakang dan dia membuka kan pintu mobil agar aku masuk.Perjalanan sekitar dua puluh menit untuk sampai di bibir pantai yang masih asri dan belum banyak ter ekspos.
"Andrea...sudah cukup lama aku ingin bertanya padamu,"dan tatapan mata itu yang mampu meluluh lantakan hatiku,yang membuat hatiku beku pada rasa untuk lelaki lain,ya Tuhan se dahsyat itukah rasa cintaku padannya.
"Apa benar yang dikatakan Elleka bahwa kamu selama ini mengagumi ku dalam diam,memperhatikan setiap gerak geriku,menjadikan diriku penyemangatmu?"
"Aku...."
"Kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri hah?,kau tau aku tak mungkin menyukaimu,aku disini hanya menegaskan kubur lah rasa mu padaku apapun itu,buang yang jauh Andrea...!"
"Aku adalah manusia paling bodoh Kendra,aku mencintaimu,cinta sendirian tanpa mengharap balasan,aku sadar aku bagaikan pungguk merindukan bulan,tapi hatiku yang malang ini tetaplah tak mampu berbuat apa apa,karena kamu menguasai seluruh nya."Aku berlari menjauh darinya,cukup jauh hingga aku berada di sisi pantai yang lain hanya untuk melanjutkan tangis ku,tangis kebodohan tapi bukan penyesalan.
Ya aku hanya manusia biasa.Aku berjanji pada hatiku bahwa aku akan tetap menyimpan rasa untuk mu dihatiku namun aku sudah menguncinya rapat rapat di sudut ruang hatiku.Aku membuang kunci itu,melemparkannya ke dalam jurang yang tak terjangkau kedalamannya.
Kubiarkan diri ini dicintai dan disayangi oleh suamiku.Ku terima semua perlakuan manisnya padaku.Ku jalani peranku sebagai istri dan ibu yang baik bagi anak anaku.
💓CINTA SENDIRIAN💓
🍁🍁Happy Reading🍁
🌹May Chand🌹