Hanna adalah seorang mahasiswa Jurusan Teknologi Informatika disalah satu Perguruan Tinggi di Banjarmasin. Setiap hari ia bertemu denganku dikampus. Suatu hari, dia bercerita kepadaku tentang masalah hidupnya. Dia berpikir kalau orang lain selalu terlihat senang dan bahagia terlepas dari permasalahan yang dialami nya dalam hidup. Mereka terlihat seperti orang-orang yang tak memiliki beban dipundaknya. Namun anehnya Hanna merasa tidak suka saat melihat temannya tersenyum bahagia .
"Jessi, kok aku merasa aneh ya, selalu melihat mereka kelihatan seperti tidak punya masalah, berbeda dengan kehidupan aku yang rasanya kayak punya banyak masalah dan beban hidup yang mengharuskan aku untuk mendapatkan bimbingan dari seorang psikolog dan selalu merasa tidak bisa bahagia," kata Hanna waktu itu
Pada waktu itu juga aku mengatakan kepada Hanna bahwa setiap orang memiliki permasalahan dan beban hidup yang ditanggung dipundaknya. Tentunya masing-masing beban hidup yang dialami setiap orang pasti berbeda-beda. Jika beban hidupmu selalu dibanding-bandingkan dengan kehidupan orang lain maka percayalah bahwa semua itu akan semakin berat .
Dan yang dipikirkan Hanna selama ini tentang orang lain tidak semuanya benar. Padahal dia sendiri tidak tau betul bagaimana kondisi orang lain yang menurutnya selalu baik-baik saja bisa jadi kebalikkannya, serta perjuangan orang-orang untuk menenangkan dirinya sendiri. Bisa saja mereka telah berhasil melalui masa-maa terberat dalam hidupnya .
Setelah itu dia hanya terdiam merenungi perkataanku. Dia memikirkan apa yang aku katakan saat itu. Meskipun terkadang menasehati orang lain tak semudah menasihati diri sendiri. Terkadang aku sendiri masih suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain .
Waktu dulu aku juga pernah merasakan seperti diposisi Hanna saat ini, saat itu juga ada yang menasehati aku bahwa Tuhan selalu memberikan beban masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Oleh karena itu, respon dari orang-orang pun juga berbeda-beda, terkadang ada yang merasa terbebani ada juga yang tidak .
"Tuhan tau seberapa kuat kita untuk bisa menghadapi masalah yang diberikan oleh-Nya, maka dari itu kalau soal porsi jangan ditanyakan ya, karena kita tau kalau Tuhan itu memang Maha Adil," Ujar seseorang kepadaku .
Mulai saat itu aku mulai introspeksi perihal diriku sendiri, aku berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan yang menimpaku dengan hati yang lapang . Karena dengan begitu aku bisa menjadi bahagia. Aku juga tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Aku hanya perlu membandingkan diriku dengan yang kemarin. Maka dari itu aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi hingga saat ini .
Aku juga percaya jika setiap masalah yang menimpaku nantinya bisa menjadi pelajaran berharga dalam hidupku. Karena selalu ada berkat yang bisa aku ambil dari setiap suka dan duka ku, yang membuat aku selalu yakin adalah setiap permasalahan ini datang dan dirancang oleh-Nya .
End
Jangan lupa like, komen yaaa cerpen aku .......😇😇😇😇