"herry tunggu aku." ucap gadis itu dengan wajah mimik yang sangat imut. Tapi pemuda yang dia panggil tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan sang gadis. Sang gadis tetap berusaha mensejajarkan langkahnya dengan si pemuda itu.
Tiba-tiba sang pemuda berhenti sehingga menyebabkan sang gadis yang sedari tadi mengkuti langkahnya menubruk punggung pemuda itu "Berhentilah me-ngi-ku-ti-ku chris." Ucapnya dengan menekankan kata 'mengikutiku'. Gadis hanya diam tak merespon sehingga membuat sang pemuda geram dan kembali melanjutkan langkahnya. chris Haruno adalah seorang gadis yang ceria, memiliki rambut yang berwarna merah muda dan dia adalah seseorang yang sangat mencintai herry wijaya seorang pemuda tampan dengan ekspresi yang selalu dingin dan pelit kata.
Sang gadis merasakan sesuatu yang sangat sakit menusuk-nusuk di kepalanya, sehingga langkahnya itu oun terhenti sejenak. Dia meremas rambutnya itu, seketika pandangannya gelap. Dia jatuh tak sadarkan diri.
Sang pemuda heran mengapa tak mendengar langkah sang gadis lagi, dia membalikkan badannya dan betapa terkejutnya melihat sang gadis terbaring tak sadarkan diri dengan tangan sang gadis memegang erat rambutnya.
Secepat kilat dia berbalik arah "chris… Hei! Apa kau baik-baik saja?" pemuda itu mengguncang bahu sang gadis namun tak ada respon yang memuaskan segeralah sang pemuda membawa sang gadis ke rumah sakit terdekat.
.
rimun rsud, tulisan itu terpampang jelas. Dua orang manusia sedang terburu-buru memasuki wilayah rumah sakit tersebut, dipikiran mereka sekarang hanya satu. Bagaimana keadaan putri mereka chris Haruno yang dikabarkan sedang dirawat disalah satu ruang inap rumah sakit ini. Kabar itu mereka dapat tak lain dan tak bukan dari herry wijaya, pemuda yang membawa chris ke rumah sakit ini.
"herry, bagaimana keadaan chris?" tanya merry, ibunda dari chris.
"Sedang ditangani." Jawab pemuda itu singkat, merry menyerngitkan alisnya tak bisakah dia mengkhawatirkan chris. Heran bagaimana chris bisa mencintai pemuda dingin ini.
"Baiklah, terimakasih telah menolong chris kami." Serkang sarnolah ayah dari chris Haruno yang angkat bicara "sebaiknya kau pulang, ini sudah terlalu sore. Nanti orang tuamu mengkhatirkan keadaan kamu." Lanjutnya lagi.
"Saya permisi." herry menundukkan kepalanya kemudian berlalu meninggalkan rumah sakit rimun. Yang sekarang ada dibenaknya sebenarnya ada apa dengan chris?
.
Kembali kepada sarno dan merry
Ceklek…
Pintu ruang ICU itu perlahan terbuka dan menampakkan seorang dokter muda yaitu hendrik wijaya.
"Bagaimana keadaan chris, hendrik?" merry memulai pembicaraan.
Menghela nafas "Ini sudah gawat, kanker yang dideritanya sudah menyebar luas. Hanya satu yang bisa menyelamatkannya sebelum kanker itu menyebar keseluruh bagian otaknya yaitu dengan operasi. Sebaiknya itu harus dilakukan dalam beberapa hari ini, kalau tidak nyawa chris dalam bahaya."
merry menahan nafasnya mendengar penuturan dokter muda itu, air mata mengalir dari pelupuk matanya. sarno langsung merengkuh istrinya ke dalam pelukannya untuk menenangkan merry.
"Baiklah kami akan bicara kepada chris. Terimakasih hendrik." Ucap sarno.
"Sama-sama paman, saya permisi dulu. Ada pasien lain yang harus ditangani." Setelah berucap demikian, hendrik pun berlalu meninggalkan keluarga Haruno itu.
merry dan sarno masuk ke ruang ICU untuk melihat keadaan putrid mereka itu, wajahnya semakin tirus, tampak kepucatan dan rambutnya sudah semakin menipis.
"Engghhh…" lenguhan chris itu membuyarkan lamunan kedua orang tuanya. Perlahan chris membuka matanya. Dia tersenyum lembut melihat kedua orang tuanya
"Papa, mama. Kenapa hanya berdiri? Ayo kesini." Senyum kembali terukir diwajah cantiknya.
"chris…" merry tak sanggup melihat penderitaan yang dialami oleh putrinya itu.
"chris, kau harus secepatnya melakukan operasi kanker otakmu sudah mencapai stadium akhir. Papa akan membicarakan ini kepada doktek hendrik. " Jiraya menuturkan.
"Tidak… Aku tidak mau dioperasi pa, operasi hanya akan membuat sebagian memoriku hilang. Dan aku tidak ingin memoryku hilang, aku ingin mengenang semuanya pa. aku tidak sanggup kehilangan memoryku tentang herry." chris terisak menuturkan kalimat tersebut, Tsunade merengkuhnya dalam pelukannya.
"Sssst… mama mengerti, tapi tolong jangan siksa kami seperti ini chris. Kami tidak sanggup melihat kamu memikul beban seberat ini." merry berusaha menenangkan chris yang sedari tadi menangis.
"Tidak ma, aku tidak mau operasi. Aku tidak mau. Aku tida ma- Arrgghhhhh…" chris memegang erat kepalanya yang kembali sakit. sarno kemudian keluar kamar dan memanggil dokter hendrik.
"chris…" merry meneriaki nama anaknya ketika mendapati chris tak sadarkan diri dan dari hidungnya mengalir sesuatu yang cair kentar menyengat penciuman yang berbau amis, darah segar keluar dari hidung chris.
Brakk…
Pintu ruang ICU dibuka dengan kasar oleh hendrik.
"Sebaiknya paman dan bibi keluar sebentar. Saya akan memeriksa keadaan chris. "
Dengan berat hati kedua orang tua chris keluar dari ruangan ICU itu.
hendrik memeriksa keadaan chris dengan seksama, dia mencatat perkembangan detail lebih jauh chris.
"J-jangan, aku t-tidak m-mau dioperasi. herry…" Sasuka mengigau pelan, Itachi sangat sedih melihat keadaan chris sekarang. Betapa inginnya hendrik membongkar yang sebenarnya kepada herry bahwa chris sedang menderita suatu penyakit yang sangat mematikan, namun chris melarangnya. Dia tidak ingin herry hanya mengasihaninya, dia ingin cinta yang tulus dari herry. Beruntungnya kamu herry mendapatkan cinta dari seorang gadis yang bergitu baik batin hendrik.
.
Beberapa hari kemudian
.
"herry nanti pulang sekolah kita makan es krim ya. Aku sangat ingin makan es krim strawberry di bukit belakang sekolah." chris berkata dengan riang, senyum selalu menghiasi wajah.
herry menatap bosan kearah gadis yang duduk disampinya itu. "Tidak." Jawab herry datar.
Namun tidak ada wajah kecewa dari chris, dia terus memeperlihatkan senyumnya yang manis itu "Baiklah kalau begitu besok saja ya herry." Ucapnya lagi.
"Tidak." Tetap pada pendiriannya. Dengan seenaknya herry meninggalkan chris tertunduk lesu dikursinya.
herry, aku lelah kalau harus seperti ini. Apakah aku harus melepaskan cintaku padamu? Kenapa kau selalu mengacuhkanku? batin chris berucap sedih.
.
"herry tunggu aku." chris yang tak henti hentinya mengejar herry, walaupun sekarang sudah bel pulang sekolah berbunyi. Namun kembali tak ada respon positif dari sang Uchiha bungsu.
"herry" Panggilnya lagi.
"herry" Dia memanggil lagi.
"herry" Tak ada respon
"herry" Tetap tak ada tespon
"CHRIS" Cukup sudah kesabaran seorang Uchiha.
"CHRIS, berhenti mengikutiku. Aku bencin melihatmu, aku ingin kau menghilang dari padanganku dari hidupku SELAMANYA!" keluar sudah semua amarah herry, namun terbesih penyesalan dilubuk hatinya yang terdalam.
chris tertohok, dia tak sanggup lagi menahan deritanya.
"Maaf kan aku herry, maafkan aku selama ini selalu mengganggu hidupmu. Aku tidak akan pernah lagi mengganggumu, bahkan aku akan menghilang dari dunia ini. Kau tenang saja herry aku tidak akan pernah menganggumu lagi selamanya." Usai berkata demikian chris berlari meninggalkan herry. Air matanya tumpah hilang sudah semangat hidupnya.
.
herry pov
Kenapa aku malah merasa menyesal telah membentaknya? Aku jadi merasa bersalah terhadap chris. Ah sudahlah! Tidak bertemu dengannya itu lebih baik.
Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang king size ku yang berdimensi warna biru dongker itu, fikiranku kembali melayang terhadap kata-kata chris tadi.
"Maaf kan aku herry, maafkan aku selama ini selalu mengganggu hidupmu. Aku tidak akan pernah lagi mengganggumu, bahkan aku akan menghilang dari dunia ini. Kau tenang saja herry aku tidak akan pernah menganggumu lagi selamanya."
Ceklek…
Pintu kamarku tiba-tiba terbuka dan menampakkan sesosok pemuda tampan yang tak lain adalah kakakku sendiri hendrik. Dia mendekatiku, duduk dipinggiran kasur.
"Kau kenapa?" tanyanya.
"Tidak apa-apa." Responku datar.
"Berhentilah membohongi dirimu sendiri herry. Aku tau kau selama ini selalu memperhatikan chris dari jauh, aku rasa kau telah jatuh cinta padanya." hendrik berkata dengan menatap lekat mata herry.
"Tidak." Respon datar kembali ku berikan.
"Aku hanya menasihatimu, sebaiknya kau jujur sebelum terlambat. Itu akan sangat menyakitkan herry. " hendrik kemudia berlalu meninggalkan kamarku.
Aku kembali termenung Apakah benar aku menyukainya? Ah tidak mungkin lebih tepatnya aku mendintainya. Kepalaku benar-benar pusing memikirkan masalah ini, perlahan aku memejamkan mataku dan aku terlelap kea lam mimpi.
Keesokan harinya…
" hery sebaiknya kau jujur sebelum terlambat. Itu akan sangat menyakitkan kau."
Kata-kata kak hendrik kembali terngiang dikepalaku, Apa maksudnya sebelum terlambat. Kenapa kak hendrik berkata seperti itu.
Aku melangkahkan kakiku memasuk gerbang sekolah, sekarang sudah pukul 06.45 para murid sudah banyak yang bertangan sebab 15 menit lagi pelajaran akan dimulai. Aku bertekan akan meminta maaf kepada chris atas perkataanku kemarin. Aku akan berkata jujur bahwa selama ini aku mencintainya.
Perlahan kakiku memasuki ruang kelas, sebagian besar penghuni kelas sudah menempati singgasananya masing-masing. Namun aku menyerngitkan dahiku ketika tidak mendapati seseorang yang menjadi penghuni disamping bangkuku.
Pelajaran pertama dimulai, chris tidak muncul, pelajaran kedua tetap tidak muncul. Berapa guru menanyakan keberadaan chris namun tidak ada yang mengetahuinya termasuk aku.
Pikiranku kembali terngiang oleh ucapan chris kemarin sore.
"Maaf kan aku herry, maafkan aku selama ini selalu mengganggu hidupmu. Aku tidak akan pernah lagi mengganggumu, bahkan aku akan menghilang dari dunia ini. Kau tenang saja herry aku tidak akan pernah menganggumu lagi selamanya."
Apakah mungkin chris menepati kata-kata yang dia ucapakan.
Deg.
Deg.
Deg.
Jantungku berpacu cepat, rasa bersalahku bertambah kian besar dengan menghilangnya chris tiada kabar. Ketakutan terbesarku akhirnya datang yaitu kehilang chris.
Sekarang sudah seminggu chris tidak masuk tanpa kabar, tidak seorangpun yang mengetahui keadaan chris saat ini. kak hendrik tidak pernah menyinggung tentang chris lagi dihadapanku. Ini malah membuatku semakin takut. Takut akan kehilangan chris.
"kak hendrik." Panggilku ketika melihat kak hendrik lewat di ruang tengah.
"Ada apa herr?" tanyanya.
"Kau tau dimana chris Sekarang?" aku bertanya to do point.
"Memangnya apa urusanmu, bukankah kau senang tidak diganggu oleh chris lagi, huh" perkataan kak hendrik terdengar sinis.
"Jawab saja tidak usah berbelit-belit. Apa kau tau dimana chris sekarang?" tanyaku sekali lagi.
"Untuk apa kau bertemu chris. Apa untuk menyakitinya lagi.herry berhentilah menyakitinya, dia sudah cukup menderita- Ah sudahlah tidak ada gunanya berdebat denganmu her, aku lelah. Aku ingin istirahat." kak hendrik hendak berlalu meninggalkanku namun terlebih dahulu aku menahan lengannya.
"Kumohon beritahu dimana chris sekarang. Jangan membuat rasa bersalahku semakin besar terhadapnya." Akhirnya kuucapkan juga kata-kata itu, aku sudah tidak peduli dengan egonya, yang ada dipikiranku sekarang adalah dimana chris berada.
kak hendrik tampak berpikir sejenak "Apa kau berjanji tidak akan menyakiti chris lagi?" aku mengangguk mantap.
kak hendrik menghela nafas panjang "chris sedang menjalani perawatan intesip di rumah sakit Konoha. Dia menderita kanker otak stadium akhir."
"APA" aku tak dapat menyembunyikan kekagetanku. Bagaimana bisa chris yang ceria bisa menderita penyakit yang mematikan tersebut. Aku tidak habis pikir dia selalu tersenyum walaupun dia memikul beban yang sangat berat.
"Kenapa kak hendrik tidak memberitahuku?" aku bertanya padanya.
"chris tidak ingin kau mengasihaninya, dia hanya ingin cinta darimu herr. "
Aku tertunduk lesu, rasanya seperti kehilangan separuh nyawaku mendengar itu.
"Sebaiknya sekarang kau kerumah sakit Konoha, aku yakin dia sangat membutuhkan bantuanmu herr."
Tanpa basa-basi lagi aku langsung berlari bergegas keluar rumah, tapi sebelumnya "Termakasih kak hendrik." Aku mengucapkannya dengan tulus, kak hendrik membalasnya dengan senyuman bahagia.
Aku akan mengatakan semuanya chris, kumohom maafkan aku.
.
Normal POV's
.
herry berlari ketika telah memasuki kawasan rumah sakit Konoha itu, dia segera bergegas menuju ruangan dimana sekarang chris dirawat tidak peduli panas matahari yang menyengat.
Mata hery terfocus kepada salah satu ruangan yang bedimensi merah muda itu, warna itu mengingatkannya kepada gadis yang selama ini dia cintai, dia rindukan.
Cekleek…
Perlahan pintu pun dibuka, didalamnya menampakkan sesosok manusia yang terbaring lemah dengan selang infuse terhubung ke tangannya untuk mensupply makanan. Tubuhnya semakin tirus, helaian rambutnya semakin menipis.
hery perlahan mendekat kearah sang gadis, dipengangnya tanganya, diusapnya perlahan. Hangat itulah yang sekarang dirasakannya.
"Enghh…" lenguhan chris menyadarkan herry, perlahan chris membuka matanya, betapa terkejutnya dia mendapati herry berada didalam ruangannya dan sedang memegang tangannya yang kurus.
"h-herry… A-apa yang k-kau l-lakukan d-disini?" chris tak dapat menyembunyikan kekagetannya.
"…" herry diam tak merespon, dia bingung apa yang harus dikatakannya sekarang.
"Ah, maafkan aku herry.Aku selalu mengganggu hidupku, aku-."
Perkataan chris terpotong karena perlakuan herry yang tiba-tiba memelukanya erat.
"Sssttt. Berhentilah berkata seperti itu. M-maafkan aku chris. " Ucap herry tanpa melepas pelukannya.
"M-maafkan aku yang bodoh ini tidak cepat menyadari perasaanku padamu."
"M-maafkan aku karena telah mencintaimu chris."
chris tak dapat lagi membendung perasaannya air matanya tumapah, direngkuhnya pundak chris dengan erat "Aku juga mencintaimu herr." chris dan herry tersenyum bahagia.
"Arrghhhhh." Jeritan hebat keluar dari mulu chris. chris memegang erat kearah kepalanya, cairan merah kembali keluar dari hidung chris. herry panik melihat kejadian itu.
"Arrgghhh." Jeritan chris kembali terdengar.
Dia berlari keluar kamar untuk meninta pertolongan "SUSTER, DOKTER. SUSTER, DOKTER." Suster yang mendengar teriakan herry segera berlari kearah kamar chris.
"Sebaiknya anda menunggu diluar tuan. Kami akan memeriksanya."
herry keluar, gelisahlah yang dirasakannya saat ini. Dari kejauhan terlihat orang tua chris berlari kearah ruangan dimana chris dirawat pihak rumah sakit memberitahukan kepada mereka bahwa chris kambuh lagi.
"APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA PUTRIKU? BELUM CUKUPKAH KAMU MEMBUATNYA DROP HINGGA MENJADI SEPERTI SEKARANG?" merry tidak dapat menahan emosinya dia berteriak histeris di depan muka herry.
"Sudahlah tenangkan dirimu sayang." Jiraya menenangkan istrinya.
"Maaf, maaf, maaf, maafkan aku paman, bibi." herry beringsut, rasa bersalahnya kian besar menderang makin Tsunade tadi.
"Sudahlah herry, aku tau kamu tidak bermaksud menyakiti chris." sarno berkata dengan bijak.
Ceklek…
Pintu ruangan telah terbuka.
"Silakan, nona chris sudah saya beri pil penahan rasa sakit. Permisi tuan dan nyonya."
"Terimakasih banyak suster." Ucap sarno, suster itu pun mengangguk dan berlalu meninggalkan ruangan.
herry membiarkan kedua orang tua chris yang berada di dalam ruangan, sementara dirinya menunggu diluar. Satu jam berlalu, herry tak pernah bosan menunggu.
Ceklek…
Tiba-tiba pintu dibuka. "Masuklah, chris ingin bertemu denganmu her, " merry mepersilakan "maafkan atas perkataanku yang tadi. chris telah menjelaskan semuanya." herry mengangguk tanda dia mengerti.
"chris…" chris tersenyum lembu, herry pun ikut tersenyum walau samar chris dapat melihatnya dengan jelas.
"herry, aku ingin makan ice cream di bukit belakang sekolah." Pinta chris manja.
"Tapi kau masih harus banyak istirahat ch-," perkataan herry terpotong oleh ucapan Jiraya.
"Tidak apa-apa hery. Kalau chris ingin biarkan dia menikmatinya." sarno tersenyum tulus.
"Terimakasih papa."
.
Di bukit belakang sekolah
herry memapah chris menuju tempat favoritnya bangku dibawah pohon chris, herry mendudukan chris disana dan menyodorkan es crim strawberry yang telah dibeli sebelumnya.
"herry." Panggil chris.
"Hn."
"Terimakasih untuk semuanya, semua yang telah kamu lakukan herry." herry tertegun, rasa takut kembali menjalar dihatinya. Takut akan kehilangan chris.
"Kenpa berbicara seperti itu, kita akan bersama selamanya. Melakukan hal-hal bersama."
hery menatap chris lembut, chris pun membalasnya. Perlahan herry menurunkan kepalanya, herry menutup matanya. chris menyambut lembut bibir yang datang berlabuh di bibirnya, rasa bahagia menjalar di dadap chris. chris mengalunkan tanganya di leher herry, rasa vanilla dan strawberry bercampur dalam ciuman tersebut. herry menekan lembut kepala chris untuk memperdalam ciuman mereka.
Setelah membutuhkan pasokan oksigen, herry menyudahi ciuman mereka. chris menyandarkan kepalanya dibahu herry.
"herry, Aku lelah. Aku ingin tidur sebentar ya."
"Mimpi indah hime." herry mengecup puncak kepala chris dengan lembut.
Perlahan chris menutup matanya, tangan mereka saling bertaut hingga tangan chris tergeletak lunglai di jemari hery, herry tak dapat menyembunyikan kesedihannya.
Selamat jalan chris Haruno, semoga kamu tenang disana.
.