Kania mengenakan pakaian kebaya seorang pengantin wanita dia memandangi dirinya di depan cermin dengan tatapan sedih ingatannya kembali kepada Hari itu di mana ayahnya memintanya untuk menikah dengan seorang laki-laki yang tidak ia kenal.
"kamu harus menikah dengan anak teman papa yang sudah papa jodoh kan untuk kamu dari jauh" hari!" ucap papa Kania dengan tegas.
"tapi pa Kania gak kenal sama cwok itu dan Kania gak tau gimana sifat asli cwok itu"ucap Kania dengan suara kecilnya, berharap agar papa nya mengubah keputusan tersebut namun...
"papa bilang dia ya dia gada tapi tapian!" amarah papa Kania diikuti dengan tangannya yang mendarat dengan kasar di pipi putih Kania "PLAAK"(bunyi tamparan tersebut bergema ditelinga Kania). papa Kania berubah setelah ibunya Kania meninggal dunia sepuluh tahun yang lalu dan menikah dengan istrinya sekarang ia menjadi lebih mudah marah dan tidak sepenuhnya memberikan kasih sayang kepada Kania seutuhnya. Kania pun menurut dengan. bulir air mata mengalir di pipinya sepanjang malam.
.☘☘☘.
Setelah hampir satu jam ia menunggu di ruang ganti akhirnya ia pun dibawa keluar untuk melakukan ijab qobul dengan mempelai pria yang dijodohkan untuknya itu.Kania engan untuk mengangkat wajahnya ia memilih untuk tertunduk sapai laki² tersebut menjabat tangan penghulu dan berkata..
"saya nikahkan dan saya kawinkan anda sodara Erik Putra Wibisono dengan sodari Kania Putri Amalia binti Abdul Aziz dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
"saya terima nikah dan kawinnya Kania Putri Amalia binti Abdul Aziz dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
" bagaimana para saksi? sah!?"
"sah..!" jawab para tamu undangan yang hadir..
akhirnya ijab qobul mereka pun selesai dan Kania pun mengangkat wajahnya dan mencium punggung tangan suaminya dan dibalas kecupan bibir dikening Kania oleh pria tersebut..
.☘☘☘.
Hening dan sunyi tampak menghiasi ruang makan tersebut hanya terdengar ketukan sendok dan garpu serta kunyahan mulut yang terisi.setelah selesai ijab qobul dan berpamitan dengan keluarga Kania dan Erik memutuskan untuk tinggal di rumah mereka sendiri tanpa membaur dengan salah satu keluarga mereka.
"ehmmm.. Kania status kamu adalah istri ku tapi tidak untuk hubungan kita" suara Erik terdengar memecahkan keheningan itu.Kania hanya terdiam dan mengangguk.
"dan satu lagi kamu jangan pernah memberi tahu keluarga kita tentang hubungan kita ini aku khawatir mereka akan kecewa,dan kamu tenang saja setelah aku membawa Zevanya kembali kita akan segera berpisah jadi kamu gak perlu takut kita akan selamanya bersama." terocos Erik tanpa ada jawaban dari Kania. wanita itu merasa malu akan dirinya sendiri merasa hina karena telah menikahi laki² yang hatinya sama sekali bukan untuknya meskipun hati Kania juga sama tidak ada rasa sedikitpun untuk suaminya itu. Lama Kania tertunduk dan merasakan Mataya mulai memanas ia pun segera bangkit menuju kamar dan meninggalkan Erik yang masih di ruang makan. Wanita itu pun melemparkan tubuhnya di atas kasur dan menangisi nasib ia yang begitu malang. Lambat laun mata Kania mulai diserang kantuk yang begitu berat dan terlelap dalam sekejap.ia pun tertidur pulas dengan membuang mimpi buruk di dunia nyata dan berganti mimpi indah di dunia mimpi.
.☘☘☘.
Erik masih terdiam di ruang makan sebernya ia sangat bersalah terhadap Kania dengan mengucapkan kata kata tadi yang mungkin membuat Kania merasa tidak berharga.
" ah bego banget sih gua kenapa harus bilang sama dia kalo gua mau nyari Zevanya lagi?!. jelas² dia istri gua dab Zevanya yang tega ninggalin gua demi laki ² lain.akhhrhh dasar bodoh!!" ucap Erik menggerutu dirinya sendiri.
Ia pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar untuk beristirahat,ia melihat seorang wanita mungil dengan kulit putih dan bibir yang kecil dan tipis sedang terbaring di sana dengan tenang.Ia merasa kasih kepada gadis itu andai dia tidak dipaksa untuk menikahi dirinya mungkin gadis itu tidak akan terjebak dalam kesusahan seperti saat ini. Erik menatap wajah Kania lekat² dan mulai terbawa suasana dan tanpa sadar ia mengecup kening Kania dengan lembut membuat gadis itu mengerutkan keningnya dan mebuat Erik tersenyum tipis.
"aihs apaan nih gila ya lu ngapain lu kaya gitu sama cewek itu!" ia kembali menggerutu dirinya sendiri." eh gak papa kan dia istri gua" jawanya dengan bibirnya tersenyum tipis.ketika Erik hendak melepaskan tangannya dari kepala Kania ...
"jangan pergi Bu ..Kania takut sendirian papa gak pernah sayang sama Kania ,papa lebih peduli dengan keluarga barunya buuu.hiks hiks..." ucap Kania sambil sesungguhnya dengan tangisannya yang membuat Erik merindik kasihan dan rasa ingin menenangkan nya muncul begitu saja.mereka pun tertidur pulas dengan posisi tangan Erik berada di pinggang Kania.
.☘☘☘.
"AKHPHH" Kania menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan langsung berpindah ke pinggir kasur, dan tanpa sadar tubuhnya jatuh ke lantai karena kurang keseimbangan
GEDUBRAKKK.....
lantas membuat Erik terbangun dan menganga melihat pemandangan didepannya.
" kamu kenapa bisa jatuh ke bawah?" tanya Erik sembari membantu Kania untuk berdiri dan mendudukkannya ke kasur kembali.
" ka... kamu ngapain di kasur a.. aku?" tanya Kania dengan polos dan mebuat Erik tak dapat menahan tawanya
" hey hey kita kan sudah menikah kemarin ya kali gua tidur di sofa" jawab Erik sambil menahan tawanya agar tidak pecah.
Kania tampak mengigat- ingat sesuatu dan kemudian berdiri tegak sambil berkata..
" ouh iya lupa( tangannya menepuk keningnya sendiri) kalo kamu suamiku berati aku harus masak untuk kamu dulu." jawab Kania dengan nada berlaga polos padalah hanya untuk mengakhiri pembicaraan.
" Aku masak dulu ya Baye" ucap bisa sambil lari kecil ke dapur membuat Erik tersenyum melihat tingkah Kania tersebut.
.☘☘☘.