Sepasang kekasih saling berbagi rasa
menjadi cerita indah mareka berdua,
derai tawa bahagia terpancar di wajah mareka..
Aku hanya bisa menatap di penuhi derai air mata,
menatap kearah kedua insan yang tengah bercanda tawa. berdiri terpaku ! hati teriris serasa hancur lembur. kenapa mencintai bisa sesakit ini.?
Aira menegadah berusaha menahan air matanya menetes semakin deras, gaunnya biru lembut selutut telah basah dibawah derasnya hujan. ia semakin tajam menatap kearah pasangan itu, dengan tubuh gementar ia berjalan perlahan mendekat kerah pasangan itu.
"Mas Arkan.....!! " panggil Aira pelan dengan suara sengau menahan tangis. dengan tubuh bergetar.
"Mas...... mas.. Arkan... ini siapa mas? " kembali Aira memanggil dengan menekan suaranya sambil menunjuk kearah gadis di dalam pelukan Arkan memaki gaun merah mempesona.
Arkan yang merasa di panggil pun menoleh bersama gadis dalam pelukannya. Mata Arkan melebar sedikit terlihat terkejut saat menatap kearah Aira.
"Ai.... Aira... Kamu kenapa bisa ada di sini? " Tanya Arkan sedikit gugup sambil menlepaskan pelukannya pada gadis bergaun merah.
"Dia.. Siapa mas..?? " Tanpa menjawab pertanyaan Arkan, Aira kembali melontarkan pertanyaan di bawah guyuran hujan dekat tempat Arkan dan gadis itu tengah berteduh.
"Gua tunangannya Arkan!.. Lo siapa? " Belum sempat Arkan menjawab tapi keburu di potong oleh gadis bergaun merah.
"Lo apa-apa sih Rin... Asal jawab aja. Gua kan dah bilang sama lo buat sembunyikan hubungan kita untuk sementara! " Bisik Arkan di telinga Airin sedikit berat.
"Apa semua ini benar mas....! Jawab mas jangan diam! " Dengan suara bergetar hebat menahan tangis Aira meninggikan suaranya bertanya penuh harap sambil menahan rasa ngilu di uluh hatinya.
"Aira.....Aira Aku bakal jelasin... Ini tidak seperti yang kamu lihat!, ini... Ini... " Arkan kebingungan ingin menjelaskan ya. Saat menatap wajah teduh nan rapuh milik Aira.
"Dia siapa sih mas...!!, kamu kok panik gitu? " Tanya Airin mulai curiga saat menatap gelagat Arkan.
"Saya Istrinya mas Arkan.. Mbak.., saya baru pulang cek up dari dokter di rumah sakit memeriksa kandungan! " Jawab Aira jujur dengan polos.
"Apaaa!!!!!!. Kamu istrinya Arkan??!, kamu Jagan mengada-ngada deh,, Arkan itu tunangan gua, dah dua tahun saya bersama nya.. Jagan jadi pelakor.!! " Ucap Ririn kasar penuh emosi sambil berdiri menatap tajam kearah Aira.
"Saya nggak mengada-ngada Mbak.. Saya juga nggak bohong saya memang benar-benar istri mas Ark......! " Belum habis Aira menjawab Arkan memotong perkataan Aira dengan tajam.
"Berani-beraninya kamu ngaku istri saya hah!, apa di rumah kamu tidak memiliki kaca!, harus nya kamu sadar kamu itu sadar kamu itu hanya wanita kampungan! , dengkil! . Mulai detik ini kamu saya talak tiga., pergi kamu dari sini sekarang juga! Bereskan barang mu keluar dari rumah saya malam ini juga!. " Ucap Arkan sambil mendorong Aira hingga terjatuh di pinggir trotoar. Dengan suara bentakan bernada tinggi.
Bruk.....
Hati ku hancur luluh latak, tanpa bisa berkata-kata apa apa. aku hanya merasa seluruh jiwa ini terasa hampa!, hati ku sakit seluruh tubuhku terasa teriris pedih.. Aku menatap kearah Mas Arkan penuh harap.
"Ma... mas... apa maksudnya ini..??.. mas.. mas... bercanda kan.. mas nggak serius kan.??!! mas... aku mohon Jagan tinggali aku mas,!!. " Aira memeluk kaki Arkan sambil menangis pedih memohon. pikiranya penuh banyak tanya.. apa yang harus di lakukan ia tengah berbadan dua sekarang.
"lepas... kamu pergi dari sini! saya tidak pernah mencintaimu sama sekali, aku nikah sama kamu hanya demi kakek yang sakit saat itu.. tapi sekarang kakek telah tiada kamu juga harus menghilang dari kehidupan saya.! besok saya akan mengirimkan surat perceraian! " ucap Arkan datar tanpa rasa belah kasihan sedikit pun. menghentakkan kakinya melangkah pergi bersama Airin.
pandangan kosong menatap kedepan, Aira bagun memeluk tubuh diri sendiri berusaha menghangatkan tubuh dingin yang menyesap hingga ke tulangnya.. berjalan pergi dengan langkah gontai begitu berat setiap langkah kaki di seret menunju rumah yang telah ia tepati selama tiga tahun ini.
Arkhan sosok suami yang biasanya lembut, begitu romantis dan menyayanginya, kini telah hilang tanpa ia sadari. ia begitu lemah tanpa semagat hidup sama sekali berjalan seolah ia sendiri. tanpa ia sadari sebuah mobil melaju kencang dari arah berlawanan menabrak nya melambung tinggi sebelum jatuh ke aspal.
Sontak jalan yang tadinya sepi ramai di kerumuni para warga sekitar.. semua menatap penuh simpati. Pria yang mengemudi langsung keluar dengan panik kemudian menggendong Aira dengan panik membawa kerumah sakit.
setelah melewati masa kritis Pria itu kembali dengan dengan stelan jas barunya . ia ia begitu tampan kulit kecoklatan , duduk di kursi di dalam ruangan itu.
"jakc.. apa kamu telah menemukan indetitas gadis ini? " tanya pria itu dengan suara beratnya.
"sudah pak.. dia Airani lahir di sumedang, dia menikah dengan Arkan sanjaya , di karenakan permintaan kakeknya yang tengah sakit . dan hari ini ia baru saja pulang dari rumah sakit cek up kehamilan. tapi tanpa sengaja ia melihat suaminya selingkuh dengan perempuan yang mengaku tunangannya. dan ia di campakkan di talak tiga,! " jawab Jack tegas sambil membaca berkas itu.
pria itu menatap simpati ke arah gadis itu. tak menunggu lama Aira terbangun pandangannya menelusuri seluruh ruangan penuh kebingungan.
'dimana ini... apa yang terjadi. 'benaknya penuh tanda tanya
"kenalkan nama saya Alexanderrusli. saya tidak sengaja menabrak mu, saya minta maaf, apa ada nomor keluarga yang bisa saya hubungi? "
"eumm... " Aira mengangguk pelan lalu masih ekpresi bingung berusaha memikirkan namun ia tidak ingat apa-apa, bahkan ia berusaha keras memikirkan namanya sendiri
"argggghhhh... " teriak Aira sambil memangang kepalanya. kesakitan.
"kamu kenapa.. dok... dok.. dokter " teriak Alex panik.
"sebentar ya pak saya periksa dulu.. "
"permisi pak. istri bapak Mengalami amnesia permanen, tidak dapat mengingat masa lalu sama sekali"
singkat cerita akhirnya Alek membawa Aira kerumahnya, mareka beberapa bulan kemudian menikah.. hidup bahagia selamanya.