kisah ini bercerita tentang kisah cinta ku waktu SMA
Hai kenalin namaku Tania. nama lengkap aku Tania Adi Wijaya. aku seorang anak tunggal dari keluarga Wijaya. ayahku seorang CEO di perusahaan entertainment. dan ibuku seorang desainer, ia punya butik sendiri yang dikelolanya. sementara aku cuman anak yang masih SMA kelas XI. aku sekolah di SMA Tuna Jaya No. 34. dan aku akan bercerita tentang kisah cintaku di sana.
kenalin dia Chandra. Chandra Dewa Saputra. dia adalah seseorang yang aku cinta dan sayangi saat aku masih kecil. kami selalu bersama dari masih SD hingga sekarang. lucu ya aku suka dengan sahabat kecilku. yang lebih lucu lagi dia suka dengan seseorang bernama Sasa. ok sampai disini saja aku berkenalan, aku ingin tidur karena besok adalah hari Senin waktunya sekolah.
-
-
-
"Taniaaaaaa bangunnn udahh pagiii" panggil mamaku dari arah dapur. "iya ma" jawabku. hari ini hari Senin waktunya upacara sekolah. "ma aku berangkat dulu ya udah telat nih" kataku. "iya hati-hati dijalan. Chandra mana? tumben gak jemput??" kata mama. "oh dia. nanti juga ketemu di jalan. ok aku berangkat dulu ya... oh iya papa mana??" tanyaku. "papa masih diatas" kata mama. "oh ya udah dadah mama assalamualaikum." kataku. "waalaikumsalam". jawab mama
-
-
diteras rumah aku lihat Chandra sudah menungguku.
"Woi" sapa ku. " lama banget sih, ngapain aja di dalem" katanya sambil marah-marah, lucu liatnya. " iya iya tadi habis ngobrol dulu sama mama" jawabku sambil ketawa kecil. " ya udah ayok berangkat" katanya.
lalu kita berangkat berjalan kaki bersama. Karena jarak sekolah dan rumah kami sangat dekat hanya berjalan sekitar 10 menit saja sudah sampai. hitung-hitung olahraga pagi.
"Tan" panggil Chandra. "hmm" jawabku. " etdah dingin bener lu..eh lu tau gak Sasa?? anak kelas sebelah..lu tau gak?? tanyanya. "tau. ngapa lu suka dia?" jawab sekaligus tanyaku.
"iya gue suka dia. gimana menurut lu dia?" tanyanya. seketika hatiku sakit mendengar dia berkata seperti itu. padahal aku selalu menemani harinya setiap hari tapi dia gak peka sama sekali. "menurut gue dia baik kok orangnya cantik lagi" jawabku biarlah hatiku sakit yang penting dia senang.
"tuh kan...gue mau nembak dia. enaknya gimana ya??" tanya Chandra. seketika aku ingin menangis mendengar kalimat itu. tapi sebelum aku menjawab kami sudah memasuki halaman sekolah. " ntar aja bahasnya kita ke kelas dulu habis ini mau upacara." kataku sekaligus mengalihkan arah pembicaraan. " ok deh" jawabnya.
-
-
-
aku hanya ingin tau kenapa dia tidak bisa melihatku. padahal aku selalu bersamanya setiap hari. aku selalu menemaninya. tapi mengapa dia selalu melihat orang lain. sakit hati ini jika memikirkannya.
-
-
Skip Upacara bendera hari Senin
-
-
selesai Upacara.
Di kelas
"Tan...jadi gimana pertanyaan gue tadi" tanya Chandra. " pertanyaan?? yang mana?? gue lupa"kataku. padahal aku tau tapi tetap saja enggan mengakuinya. " haisshhh lu ini belum tua udah pelupa. gue tadi tanya kalo gue mau nembak Sasa gimana enaknya??" tanya dia sekali lagi. ternyata keputusan dia sudah bulat. hatiku teriris-iris mendengarnya. " ya menurut gue aja dia jalan lalu lu tembak dia kalo momen nya pas" jawabku sambil menahan tangis. " gitu ya. ok makasih. gue mau ke kelas dia dulu" kata dia.
setelah dia pergi, aku juga pergi ke toilet untuk menangis. aku selalu bertanya kenapa rasa ini tidak pernah hilang. sakit...sakit sekali rasanya melihat orang yang kita sayang pergi dengan orang lain. setelah aku puas menangis aku mencuci muka dan pergi ke kelas karena bel sudah berbunyi. saat aku kembali ku liat Chandra berwajah berseri-seri ku tebak dia sudah mempunyai rencana untuk malam ini dengan Sasa. tanpa banyak omong aku duduk disebelahnya dan dia hanya melirikku sekilas.
-
-
-
Skip pulang sekolah
-
-
-
"Tan" panggil Chandra. "apa" jawabku. " lu tau gak?? kan tadi gue ajak dia jalan ntar malem ehh dia setuju dia bilang mau dan nunggu gue dirumahnya... seneng banget deh" kata dia. ku liat dia sangat senang. aku tersenyum kecut melihatnya andai aku di posisi Sasa pasti seneng banget. walau hanya membayangkan hatiku sangat senang. "oh bagus deh. ntar jangan lupa bagi PJ ya" kataku sambil tersenyum, tapi hatiku sakit mengatakan itu. " ok deh. oh iya gue duluan ya...bye" katanya. aku tak menjawab dia pergi begitu saja.
lalu aku memasuki rumahku. rumahku tidak besar tapi nyaman untuk di tinggali. ku lihat suasananya sangat sepi itu berarti mama belum pulang. langsung saja aku ke kamarku dan menangis sejadi-jadinya. aku liat sudah malam. itu artinya aku ketiduran saat menangis tadi. langsung saja aku mandi dan ke dapur.
" maaa Mamaaa" panggilku. " iya nak. kamu sudah bangun" tanya mama." udah ma aku lapar ingin makan" kataku. entah mengapa kepala ini tiba-tiba rasanya sakit sekali dan brukkk aku jatuh pingsan. samar-samar ku dengar mama berteriak panik. lalu aku tak bisa mendengar apapun lagi.
-
-
dirumah sakit
mama dan papa sedang cemas menunggu didepan ruang UGD sambil berdoa agar aku tak apa-apa
-
-
-
Chandra POV
malem ini aku ingin jalan sama Sasa. aku harus tampil keren. tapi entah mengapa hatiku kok sakit ya. seperti akan kehilangan sesuatu yang berharga tapi tidak tau apa itu. aku males pusing dan tidak memikirkannya lagi. " udah keren saatnya meluncur" kataku. aku berangkat kerumah Sasa
-
Skip rumah Sasa
-
"Sa Sasa assalamualaikum" panggil ku. ku liat ada mobil yang parkir di depan rumahnya. lalu orang yang ku panggil keluar tapi dengan seorang pria?? aku kaget melihatnya lantas bertanya" siapa dia sa?? kataku. " oh dia kenalin ini pacarku chan" jawabnya dengan enteng. "apa pacar?? tapi kan kita..." omongan ku diputus olehnya. "kita??kita apa?? denger ya gue mau Deket Ama lu itu terpaksa tau. gue kalah taruhan dan gantinya gue harus bikin lu jatuh cinta Ama gue" kata dia. entah mengapa hatiku biasa saja mendengar perkataan dia."ok kalo gitu". lalu aku pergi dari rumahnya. aku pergi ke taman.
Taman
aku memasuki taman ini sendirian. biasanya aku berdua dengan Tania. aku menuju tempat yang biasanya kami duduki disana ku lihat Tania sedang duduk sendiri.
"Tan" sapaku. dia melihatku sambil tersenyum, sebelum aku melanjutkan omongan ku dia berkata " Chan lu tau gak ?? gue pernah bilang ke elu kalo gue suka seseorang" kata dia. "iya gue ingat. emang sapa?? tanyaku. " itu lu. gue suka sama lu gue sayang sama lu. tapi lu gak pernah lihat gue" kata dia. aku kaget mendengarnya. tapi entah mengapa hati ini senang mendengarnya.
"tapi gue sadar kok lu gak pernah ada rasa kan sama gue. ini hadiah ultah dari gue buat lu" sambungnya sambil memberiku sebuah kado. " ok kalo gitu gue pit pergi dulu ya... Selamat tinggal" sambungnya. entah mengapa dia berkata begitu tapi hatiku sakit mendengarnya.
CHANDRA POV END
AUTHOR POV
setelah Tania dibawa ke rumah sakit. orang tua Tania menunggu selama hampir 2 jam tak lama dokter yang memeriksa Tania datang. "keluarga pasien" panggil nya. "iya Dok saya ayahnya" kata ayah Tania "begini..." sebelum dokter menjelaskan tiba-tiba suster yang berada didalam berteriak memanggil dokter dan mengatakan pasien sudah meninggal dunia. orang tua Tania terkejut mendengarnya.
lantas dokter tersebut memeriksanya lagi dan denyut nadi Tania sudah tidak ada. dokter menjelaskan bahwa Tania mempunyai kanker otak ganas stadium akhir dan hal itu yang membuat dia kehilangan nyawanya. orang tua Tania terpukul mendengar hal tersebut.
dan mengabari orang-orang terdekat Tania termasuk Chandra. Chandra yang mendengar kabar tersebut dan tak percaya sebelum melihat sendiri. dan ia merasa terpukul sekali.
esoknya setelah pemakaman Tania orang tua Tania dan Chandra pulang kerumah. Chandra ingin ke kamar Tania dan memastikan sesuatu. di sana ia melihat kado ulang tahun untuk Chandra. dan sebuah buku diary.
buku tersebut berisi tentang kisah Tania yang bertepuk sebelah tangan namun pada akhirnya tersambungkan. pada akhirnya Chandra memilih untuk meninggalkan kota tersebut dan menjaga perasaan Tania untuknya serta memulai hidup baru di negara lain. sedangkan orang tua Tania lebih memilih pindah kota dan membuat panti asuhan untuk mengenang anaknya
END