"alena ayo cepat, kalau tidak kamu akan ketinggalan dan tersesat di dalam hutan lho,"ujar seseorang.
"iya kak, sebentar,"jawab alena sembari berlari kecil menuju kakaknya. namanya alena dia sedang berkemah sekolah dan sekarang dia bertugas mengumpulkan kayu bakar dengan kakaknya.
"dasar lamban, ayo cepat!!"ujar sang kakak membuat alena mempercepat jalannya dan mengikuti sang kakak dari belakang.
saat mengikuti alena melihat sebuah cahaya yang sangat cantik dan itu membuat rasa penasaran alena muncul, tanpa sadar alena pun melangkah menjauhi sang kakak dan mendekati cahaya aneh tersebut.
sesampainya di arah cahaya alena melihat itu hanya sebuah kaca yang bisa membuat cahaya cantik. alena pun berniat kembali tapi saat ia ingin melangkah ia melihat hutan yang lebat, dia menyadari bahwa ia tersesat.
"k..kakak..alena takut..."ujar alena sembari menangis dan melanjutkan perjalanan tanpa arah, setelah lama berjalan dia menemukan sebuah kastil tua yang sangat menyeramkan.
dengan langkah ragu dan takut alena mendekati kastil itu, dia sebenarnya tidak ingin memasuki kastil yang terlihat angker itu tapi hari sepertinya mau hujan jadi alena memutuskan untuk berteduh di kastil tersebut.
"permisi~"sahut alena dengan sopan sembari mengetuk pintu.
'kriett'
pintu terbuka sendiri membuat alena takut hingga gemetar, tapi ia melihat langit yang sudah gelap dan memutuskan untuk berteduh, ia pun masuk dengan gemetaran.
BRAKK
pintu tertutup tiba tiba membuat alena kaget dan reflek berlari memasuki kastil lebih dalam.
alena terus berlari dan tidak menyadari bahwa dia sudah memasuki kastil bagian dalam, "di...di mana ini? kakak.... alena takut...."lirih alena sembari terjatuh dan menangis. tiba tiba ada sebuah bola yang menggelinding ke arah alena dan saat alena melihatnya, itu bukan bola melainkan kepala manusia yang terpotong, terlihat banyak darah yang melumuri kepala itu, tempurungnya pecah dan menampilkan otak yang berceceran.
"KYAAAAA" teriak alena sembari berlari lagi dan memasuki salah satu ruangan yang besar dan terlihat mewah jika di bersihkan.
"di mana lagi ini?"ujar alena sembari melihat sekitar. ia melihat sebuah peti mati yang tampak bersih dan terjaga dan itu membuat rasa penasaran alena muncul.
alena dengan takut dan penasaran mendekati peti tersebut, "ap...apa isinya? kenapa bersih sekali..?" ucap alena sembari membuka peti tersebut dengan perlahan.
setelah di buka peti tersebut menampilkan seorang pria tampan yang sedang tertidur dengan wajah pucatnya, "ma..mayat..?"ujar alena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
alena bersiap untuk berlari lagi namun saat ia ingin berlari tangannya di cekal oleh tangan yang dingin, alenapun menoleh dengan ragu ragu dan terlihat bahwa mayat tadi sedang mencekal tangan alena.
"KAKAK TOLONG AKU!!!"pekik alena saat melihat sebuah mayat menangkap nya dan menatapnya dengan tatapan seperti serigala sedang menangkap mangsanya.
mayat itu kemudian bangun dari peti matinya dan mendekati alena membuat alena takut dan akhirnya terjatuh kelantai, alena terus mundur hingga mentok ke tembok.
"manusia cantik puaskan aku~"ujar sang mayat sebari mengangkat dagu alena membuat alena bingung plus takut. sang mayat terus mendekat ke wajah alena dan dia melihat leher alena yang mulus.
"ap..apa yang kau inginkan...?"ujar alena takut membuat sang mayat tersenyum dan menampilkan taringnya, alena menyadari bahwa itu bukan mayat melainkan vampir. alena bergegas bangun dan ingin lari namun di cekal oleh sang vampir.
"to..tolong lepaskan aku,"ujar alena sembari mencoba melepas tangan sang vampir darinya namun tidak bisa. sang vampir mendekat ke wajah alena dan itu membuat alena gugup. sang vampir turun ke leher alena dan menancapkan taringnya ke leher alena.
"KYAAA"pekik alena saat sang vampir menggigit leher miliknya tersebut. sang vampir hanya tersenyum dan mulai meminum dara milik alena.
sang vampir hanya meminum sedikit dan melepas taringnya, "to..tolong lepaskan aku..."ujar alena sembari menangis. saat alena ingin berbicara lagi tiba tiba sang vampir mencium bibir kecilnya dan itu membuat alena kaget.
"HMPP"alena mencoba mendorong sang vampir namun tak bisa. setelah beberapa menit sang vampir melepas ciumannya dan kembali menggigit dan menghisap darah alena.
alena pun tak sadarkan diri karena kehabisan darah.
beberapa hari kemudian alena pun bangun dan melihat sekeliling dia menemukan bahwa sang vampir sedang menunggunya. alena pun langsung berlari menuju pintu namun tiba tiba dia berhenti seakan di kendalikan. dia mendekat kembali ke arah vampir tersebut.
alena duduk di pangkuan vampir tersebut dan sang vampir kembali menggigit alena sembari menghisap darahnya, kini alena hanya pasrah karena dia tau dia tak bisa lari.
"andai aku tidak penasaran maka ini tidak akan pernah terjadi,"pikir alena dan kemudian menutup matanya untuk selamanya
tamat