Kasus kali ini sangat aneh dan berbeda, korban ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan. Kedua pergelangan tangan dan kakinya sudah dipotong, dan dibiarkan tergeletak begitu saja sambil tergenang darahnya sendiri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya, ini sangat aneh karena korban pasti memberontak dan pelaku harus mengikatnya saat memutilasi pergelangan tangan dan kakinya, tapi tidak ditemukan sama sekali bekas lebam karena pukulan, tekanan bahkan ikatan.
Hari itu aku lokasi kejadian dari, pagi sampai malam hari berusaha mencari petunjuk. Bahkan rekan-rekanku dari tim forensik tidak menemukan bukti sama sekali. Aku adalah tipe orang yang selalu ingin tahu dan berusaha menyelesaikan sesuatu masalah. Waktu terus berlalu hingga aku masih ditemani beberapa rekanku. Karena pusing aku membuka kotak rokokku yang hampir seharian belum kubuka. Kunyalakan sebatang rokok dan mulai merokok diluar rumah tua tempat korban ditemukan.
Aku merokok sambil melihat suasana sekitar yang sedikit terpencil. Lokasi kejadian berada jauh dari kota dan disekeliling banyak sekali pohon-pohon menghiasi halaman rumah. Aku merasa rumah ini milik orang yang kaya. Tapi kenapa gadis ini tinggal hanya berdua dengan ayahnya, serta ayahnya sangat terpukul melihat kematian putrinya begitu tragis. kunikmati hisapan demi hisapan rokokku. sambil terus meilhat sekeliling rumah tua ini, yang dikelilingi pagar dan pepohonan. Aku sendiri berpikiran tidak mau tinggal ditempat yang luas ini sendirian, meski memiliki pemandangan yang indah saat pagi hari. Tapi saat malam halaman rumah hanya terlihat kegelapan saja.
Aku terus berpikir perasaan korban saat sendirian dirumah ini. Apakah kasus ini kasus bunuh diri tapi dilihat dari jasat korban tidak demikian. tak terasa malam mulai larut dan aku sudah menghabiskan 3 batang rokok dan masih menyisakan 3 batang rokok saja.
Rekan-rekanku yang menggantikan shiftku datang, dan seharusnya aku segera pulang untuk beristirahat. rekanku pun menasehatiku tentang kesehatanku karena sering merokok dan menyuruhku beristirahat. Tapi aku masih penasaran dan memutuskan masuk kedalam rumah sendirian sedang, rekan-rekanku yang bertugas shift malam masih diluar yang terkesan ngeri untuk masuk kedalam rumah.
Perlahan aku menyusuri rumah sisi demi sisi dengan ditemani nyala lampu yang redup, sehingga seisi rumah tidak sepenuhnya terang. Aku berpikir kenapa rumah ini didesain seperti ini, kenapa tidak diberikan penerangan yang lebih layak. Aku mengamati dengan teliti sisi-sisi rumah sambil membakar sebatang rokok kembali. Jam dinding yang berdetak detik-demi detik pun terdengar didalam rumah itu yang membuatku tidak nyaman. Aku meradakan kesenyapan dan kesunyian ink didalam rumah. Bahkan suara obrolan temanku saja tidak terdengar didalam rumah. Aku melihat banyak serpihan bohlam lampu, baik dilantai 1 dan lantai 2, aku menemukan fakta bahwa korban memang sengaja mengurangi jumlah lampu sebelum korban dibunuh. Tapi kenapa dia melakukan ini? Untuk menghidari dari si pembunuh atau memang dia pembunuh yang memecahkan lampu agar sikorban tidak bisa kabur?
Muncul pertanyaan-pertanyaan dikepalaku. Dilihat dari fakta-fakta dilapangan hanya terdapat sidik jari korban. Aku coba menelpon orang bagian forensik dan menanyakan banyak hal yang ingin kuketahui. Bahkan serpihan semua bohlam yang diamankan semua bersidik jari korban.
Aku mulai curiga karena semua sidik jari yang ditemukan menggunakan tangan kanan korban. kemungkinan potongan tangan kanannya digunakan untuk menandai seisi rumah. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan berencana membawa serbuk yang bisa menunjukkan jejak, sidik jari dan bekas ceceran darah besok pagi.
Besoknya aku bertukar shift dengan rekanku shift malam dan bertanya apakah ada kejanggalan. Semua rekanku berkata dia tidak ingin shift malam lagi karena mereka bertiga mendengar teriakan saat jam 1 malam. Saat diselediki tidak ada apapun selain teriakan sebelumnya.
Aku semakin ingin tahu seolah-olah korban ingin menantangku memecahkan kasusnya. Aku segera masuk dan menebarkan bubuk itu kesegala penjuru rumah. Betapa kagetnya aku semua rumah dipenuhi dengan sidik jari korban. Lantas aku bertanya kebagian forensik. Mereka tidak tahu akan hal itu karena mereka sudah mengecheck dan hanya menemukan sidik jari dibeberapa tempat saja. Aku sengaja menyemprotkan air suci terlebih dahulu sebelum menebar serbuk pencari. Karena aku ingin tahu apakah kasus ini ada campur tangan dari iblis sebab setelah aku mengansumsikan pembunuhnya manusia tidak mungkin membunuh dengan serapih ini. Dan wanita ini juga tidak terikat masalah apapun dengan mafia yang profesional.
Dan benar saja, aku sudah memecahkan satu teka-teki tentang pelakunya. segera aku menyuruh temanku membantu dan atasanku juga ikut masuk. Betapa kaget mereka dan setelah berpikir lama semua rekan-rekanku juga atasanku menutup kasus ini dan mempublikasikan bahwa kasus ini kasus bunuh diri menggunakan bantuan mesin potong. Padahal tidak ditemukan benda tajam sedikitpun. Lantas hal inj membuatku jengkel dan memutuskan menyelidiki kasus ini saat aku libur.
Aku kembali menyelidiki dikamar korban yang berada dilantai 2, terdapat kasur yang lusuh dengan bau amis, instingku berkata ada sesuatu didalam kasur itu. Karena penasaran kubuka kasur itu dan kutemukan petunjuk lainnya. Petunjuk itu berupa buku yang hanya berisi simbol-simbol satanisme. Juga tertulis bagaimana melakukan kontrak dengan iblis. Aku masih bertanya kenapa anak ini melakukan kontrak dengan iblis. Akhirnya aku melakukan ritual itu guna mengetahui jawabannya.
Tak butuh waktu lama terdengar langkah kaki, suara langkah kaki itu berbeda dengan langkah kaki manusia. Suara langkah yang keras mengisyaratkan mahkluk itu sangat besar dan bertelanjang kaki. Perlahan udara dingin masuk dari pintu kamar korban yang kututup. aku merasakan pundakku mulai berat dan kutengok keatas.
mahkluk itu menatapku juga dengan mata yang merah menyala, kemudian dia berjalan kedepanku. wujudnya perlahan mulai terlihat. Iblis itu berwujud manusia yang sangat tinggi kira-kira 2 meter lebih dengan tangan panjang sampai kelututnya. Jari tangannya tidak tajam tapi depenuhi noda darah. setelah dia tersenyum mulai terlihat gigi-gigi tajam. Yang berbaris rapi, terlihat terdapat 2 baris gigi tajam baik diatas maupun dibawah yang berada didalam mulutnya.
Jika aku dimakan tubuhku akan langsung terkoyak seperti masuk kedalam mesin penggiling daging. Perlahan dia bertanya apa maksud dia memanggilku. aku menjawab hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
lantas mahkluk itu meminta imbalan jika dia memberi tahu. Aku mengiyakan keinginannya yang meminta 2 jari kiriku.
Iblis itu menunjukkan apa yang terjadi, seperti aku sedang menonton film Horror. Ternyata ayah wanita itu yang sengaja menaruh buku itu dibawah kasur sang anak dan melakukan ritual sihir untuk membunuh anak itu dengan imbalan anak itu sendiri. Motif sang ayah melakukan itu karena selama bertahun-tahun sang ayah depresi karena mengurus anaknya yang bisu itu sendirian. Ternyata yang selama ini merawat adalah ayah tiri wanita muda itu. karena depresi dan sudah bertahun-tahun lamanya ayah tirinya sendirian. Dia melampiaskan nafsunya kepada anak tirinya tersebut. Selain itu wanita muda itu mewarisi harta kekayaan ayah kandungnya yang telah meninggal. hal itu juga yang menjadi motif ayah tirinya membunuh dengan bantuan Iblis.
Kutanya kenapa semua rumah ini penuh telapak kanan dari si korban. Iblis menjawab jiwa wanita itu akan terperangkap selamanya disini. wanita itu hanya bisa menampakkan dirinya jam 1 malam selama 5 menit dan tangan kirinya sudah kumakan jadi dia hanya bisa meraba dan mengedor gedor rumah dengan tangan kanannya untuk meminta bantuan.
Seketika aku paham semuanya. Lantas aku bertanya apakah aku bisa menukar jiwa gadis itu dengan sang ayah dengan bayaran jiwa sang ayah juga. Iblis menjawab bisa, dengan satu syarat ayahnya harus dibawa kerumah ini dan setelah dibebaskan, jiwa wanita itu akan menempel terus bersamamu, serta kau seumur hidup harus memberiku makan.
aku menyanggupi semua itu. aku merasa kasihan dengan wanita muda itu dan ingin membebaskan setelah aku bertemu dan mengobrol satu sama lain. Iblis pun pergi dan membiarkan aku berbicara dengan wanita muda. aku menceritakan bahwa aku pernah kehilangan seorang anak perempuan karena keteledoranku. Anakku mati karena kecelakaan tunggal, saat aku mengendarai mobil dengan anakku.
Hari penentuan sang ayah sudah kujebak untuk kerumah itu karena sebuah penyelidikan. Sang ayab sudah ragu untuk datang tapi aku meyakinkannya. Kugiring dia hingga memasuki kamar si wanita muda. Dia bertanya kepadaku kenapa dua jari kiriku hilang. Akh tersenyum kepadanya dan mendekat segera kepalnya kupukul dengan gagang pistolku.
kuikat dia dengan kuat hingga tidak bisa bergerak. sambil menunggu dia tersadar aku menyalakan sebuah rokok dan mulai menghisapnya. Dia bangun dan kumulai ritualnya. Iblis datang dan langsung melahapnya, setelah itu dia melepaskan jiwa wanita muda itu. Iblis itu tertawa dan senang karena dia sudah memakan 2 tubuh manusia. dan di berkata padaku, semua hal ini terjadi karena ulah manusia. Aku tidak akan bisa melakukan ini semua tanpa kalian.
Iblis itu melahap ayahnya dengan perlahan, terlihat darah segar, memancar dari bekas gigi yang menancap ditubuh ayah. Sedikit demi sedikit darah sang ayah mengalir dan mengenai sepatuku. Entah kenapa kunikmati detik demi detik siksaan yang terjadi. terdengar juga suara daging terkoyak dan tulang yang mulai diremukkan.
setelah semua itu aku segera membereskan semua kekacauan. Dan membawa anakku kembali pulang dan menemaniku. Seorang pri tua yang sebentar lagi akan mati karena kanker paru-paru. Aku hanya ingin ditemani.