aku dzavira ramadania putri, kini aku berusia 20 tahun dimana aku telah lulus sekolah menengah atas dan akan bekerja di sebuah pabrik tekstil terkemuka di kota ku.
aku tidak melanjutkan pendidikan ku karena keterbatasan ekonomi yang mana aku lebih memilih untuk bekerja membantu perekonomian keluarga.
aku anak sulung dari dua bersaudara yang mana adik ku masih duduk di bangku sekolah dasar. Tiap-tiap hari rutinitas ku bekerja dan sisanya aku hanya berdiam diri di rumah untuk membantu kegiatan orang tua ku.tak terasa sepuluh bulan sudah aku bekerja dan dari sana lah aku menemukan jodoh ku. Eko Prasetyo laki-laki yang menerima aku apa adanya dan berkeinginan untuk meminang ku. dia datang kerumah dan menyampaikan niat nya,,yang mana baru pertama kali nya dia bertandang ke rumah ku. karena orang tua ku termasuk orang yang kolot, sehingga aku tak di ijin kan untuk berpacaran.singkat cerita aku menikah dengan laki-laki kawan sepabrik ku karena permintaan orang tua ku. dan sekarang aku menyandang status seorang istri.
awal-awal pernikahan seperti biasanya pasangan pengantin baru penuh kemesraan dan kehangatan..
sampai tiba waktu di mana tiga bulan pernikahan ku,, suami ku berubah dia tak seperti awal kita berjumpa,setiap dia kesal hanya makian dan kemarahan yang dia luap kan pada ku,meski tidak memukul tapi kata-kata nya lebih menyakitkan.
semua bermula saat ayah mertua ku yang tidak sabar untuk segera menimang cucu,,yang mana pernikahan kami baru tiga bulan berjalan,, dengan santai tanpa memikirkan perasaan ku, ayah mertua ku meminta suami ku untuk menikah dengan anak kenalannya. "ko istri mu belom hamil juga"kata ayah mertua ku
"belom rejeki pak sabar baru juga tiga bulan nikah" kata suami ku.. yang mana aku tak sengaja mendengar perbincangan mereka di teras. "alah mesti mandul itu,,nggak berguna jadi istri,nggak bisa ngasih keturunan" lanjut mertua ku. hati ku terasa hancur dan teramat sakit dengan kata-kata mertua ku yang tanpa ku sadari air mata ku pun menetes ak tak kuasa menahan nya,ingin ku beranjak dan menjawab pernyataan mertua ku tapi ku urungkan untuk mendengar jawaban suami ku. "pak sabar lah.. anak itu rejeki dari yang kuasa,kalau sekarang belom hamil ya mungkin belom di percaya" jawab suami ku.yang membuat ku lebih tenang.
"ya udah kalo dalam setahun belom juga hamil,,pulang kerumah diam-diam dan nikah sama anak kenalan bapak, si Wulan anak pak haji sobri, kebetulan dia sudah janda dengan anak satu, pak haji sobri kepengen kamu jadi mantu nya" terang mertua ku.
kulihat dari balik jendela tampak suami ku datar tak berekspresi menanggapi kata-kata bapak nya.
setelah kepulangan mertua ku suami ku seakan memiliki pikiran yang berat,ku lihat sering menyendiri dan melamun.
ku berani kan bertanya padanya,"mas ,kenapa ada apa kok kelihatan banyak pikiran, apa aku ada salah tolong beritahu aku supaya aku bisa memperbaiki kesalahan ku" ucapku dengan hati-hati.suami ku menoleh dan menatap ku tajam "terakhir dapat mens kapan dek?"tanya suami ku yang mana tidak menjawab pertanyaan ku malah menanyakan persoalan lain nya."bulan ini aku belom mens mas" jawab ku.
tak kusangka jawaban ku membuat nya tersenyum dan memeluk ku.. aku binggung apa jawaban ku salah..
"mas mas kenapa kok tiba-tiba peluk aku, aku gak bisa nafas ini" kata ku terbatuk-batuk.
"maaf maaf sayang mas seneng akhir nya kamu hamil" kata suami ku dengan girang.
"mas aku belom tau aku hamil atau nggak,aku belom cek lagian bulanan ku tidak normal sering terlambat" jawab ku dengan yakin karena aku memang tak merasakan tanda" kemahilan itu.
"owh.. gitu" jawab suami ku datar ekspresi nya berubah seketika..
"mas bagaimana kalau kita periksa aku takut, tidak bisa memberi mu keturunan dengan tidak normal nya bulanan ku" ajak ku pada suami ku.
"ya udah periksa aja, aku sibuk gak bisa nganterin" jawab nya singkat
"tapikan mas pemeriksaan kandungan setau ku itu harus berserta suami nya" jawab ku
"itu kalau kamu sudah hamil,tapi kalau belom buang-buang waktu ku" jawabnya sedikit meninggi
"ya sudah aku periksa sendiri, tapi kalau nanti hasil nya keluar aku tidak bermasalah mas harus ikut periksa juga" jawab ku yang sedikit berteriak.
hati ku sakit sesakit sakit nya,sedih ingin marah tapi semua ku tahan.. aku masih mengingat nasehat orang tua ku jika pernikahan penuh dengan cobaan dan ujian.
aku masih ingin mempertahan kan rumah tangga ini sampai akhir hayat.
akhirnya aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan ku... semua hasil nya bagus tidak ada masalah serius di rahim ku hanya saja aku sedikit gemuk dan itu yang menyebab kan bulanan ku tidak teratur.di berilah resep dan ku tebus resep tersebut dan pulang.
sesampai di rumah tak ku lihat di mana suami ku.. seharus nya dia di rumah karena nanti malam jadwal dia kerja sifh malam.
ku telpon tak di angkat. sampai pada aku melihat stori" di wa ku.. ku lihat istri teman suami ku membuat stori bahwasan nya pada kumpul temen" perguruan silat teratai biru.
owh jadi suami ku lebih mementingkan perkumpulan itu dari pada ikut dengan ku untuk pemeriksaan..
ku putuskan untuk tidak bergantung dengan suami ku,, semenjak percakapan mertua dan suami ku,,aku telah mempersiap kan hati ku.. jika suatu saat kemungkinan terburuk akan terjadi.
sepulang nya suami ku dari perkumpulan itu dia bertanya "gimana hasil nya" tanya suami ku sambil main game kebiasaan nya.
"aku sehat dan semua kondisi rahim sehat gak ada masalah, hanya saja dek di suruh diet supaya hormon nya stabil" jawab ku tegas.
"owh .. makanya kalau suami bilang tuh di dengerin badan dah kaya babi, gitu makan melulu hemat beras, jangan mentang" kerja sendiri tapi badan gak di urus, suami gak di urus, rumah kaya kapal pecah,,"jawab santai suami ku tanpa menatap ku dan masih sibuk dengan game nya.
emosi ku terasa tersulut.. sakit hati ini, ku ambil hp nya dan seketika ku lempar dan hancur.
suami ku kaget terheran" dengan kelakuan ku.."apa-apan ini,sadar woi sadar gue ni laki loe hormatin dikit kek."jawab suami ku dengan keras nya di depan muka ku.
yang hati ku telah sakit dan hancur dengan kelakuan dan sikap nya sehari" aku pun menjadi berani..
"kalau ingin di hargain tolong hargain dulu orang lain .. jangan semau mu aja. aku dah sabar ya mas ngadepin kamu,kelakuan kamu, sifat dan kata" kasar mu.kamu hina aku katain aku dengan sebutan anjing, babi,atau hewan lain nya aku bisa terima,aku masih sabar, tapi ya jangan banget" aku ini juga manusia.apa kamu tiap hari tidur sama anjing makan sama babi?"tanya ku dengan lebih keras dari nya.
" owh gini ajaran ortu loe.. loe sama ortu loe sama aja anjing..." jawab nya dengan berjalan keluar. kutarik badan nya berbalik kearah ku dan seketika " plak" sebuah tamparan mendarat keras di pipi nya,,aku tanpa sadar menampar orang yang dengan sopan dulu meminta ku kepada orang tua ku untuk di jadikan istri.
" loe boleh hina gue,, loe boleh caci maki gue,,tapi asal loe ingin ortu gue segalanya.. gak ada mereka loe gak bakalan bisa nikahin gue.." jawab ku makin berani dan makin tak terkendali atas ucapan nya yg menghina orang tua ku
"nah ini gue nyesel nikahin loe.. balik Sono ke rumah ortu loe.. gak butuh loe gue" jawab balik suami ku..
"oke gak ada masalah gak ada loe juga gpp...gue kerja sendiri makan gue cari sendiri apa gue minta sama loe.. yang ada loe numpang hidup sama gue.. gue gak pernah nanyain gaji loe kemana,, gue diem gue terima,, tapi loe hina ortu gue, loe cari masalah sama gue" jawab ku emosi.
setelah kejadian itu pertengkaran hebat itu aku kembali ke rumah orang tua ku, di sana ku ceritakan kenapa aku kembali ke pelukan mereka,, ayah ku seakan tak rela jika anak nya menjadi janda terus membujuk ku untuk kembali dan meminta maaf. tapi semua aku yang menjalani,aku tak Sudi untuk kembali dengan nya..
selang dua Minggu berlalu suami ku datang kerumah dan memohon kepada ayah ku untuk rujuk tapi ayah ku tau prinsip ku,jika aku telah memutuskan itu tak akan berubah.
jadi aku mulai membuka hidup yang baru aku kembali kekota nenek ku setelah segala urusan perceraian ku selesai..
disini aku membuka hidup dengan lebih baik pekerjaan baru,orang baru, status baru dan suasana baru.
berbekal tabungan ku di saat bekerja dlu ku bikin sehemat mungkin.. sampai tiba waktu tak sengaja aku menemukan sebuah kardus dengan suara bayi menangis... saat aku akan berangkat bekerja.. ku hentikan laju motor ku dan berhenti sejenak untuk memeriksa,, dan betapa kaget nya saat ku buka kardus tersebut,, seorang bayi laki-laki yang masih merah terbungkus kain dan sebuah catatan yang mengata kan "siapa pun yang menemukan anak ku tolong rawat dan besar kan dia jika dia masih hidup dan kuburkan lah dengan layak jika dia telah mati" begitu isi tulisan di kertas tersebut.. terperanjat aku betapa tega dan biadab nya ibu yang membuang mu nak.. tanpa pikir panjang ku buka jaket dan ku putus kan untuk membawa bayi tersebut ke klinik untuk memeriksa keadaan nya.
" bagai mana buk apa bayi baik" saja"
"Alhamdulillah mba baik, untung mba membawa kesini dengan cepat kalau tidak mungkin meninggal kedinginan."kata Bu bidannya..
"tega bener ya buk yang membuang bayi ini di pinggir jalan tepi hutan.. kenapa nggak langsung di taruh di panti asuhan atau depan rumah orang ya"kata ku..
"nama nya juga hamil di luar nikah mbak mana mau ngurus .tau nya bikin nya aja" timpal Bu bidan.
"iya ya buk padahal banyak yg merindukan malaikat kecil ini tapi belom di percaya untuk memiliki.. tapi yang di percaya malah di buang"sambung ku sambil menyeka air mata yang tak terasa menetes.
mengingat semua masa lalu ku yang hancur karena ketidak sabaran pasangan ku menanti malaikat kecil ini.
" mbak untuk sekarang biar saya bawa bayi ini ke panti asuhan sepupu ku,,panti asuhan amanah yang di kota M,,"kata Bu bidan yang mengaget kan lamunan kelam ku.
" eh iya buk,, lagian aku seorang janda mana mungkin di ijin kan untuk merawat seorang bayi, tapi boleh kah buk aku memberi nya nama dan ikut mengantarkan nya ke panti?tanya ku pada Bu bidan
"tentu mbak,, mbak boleh memberi nya nama dan mengantar kalau mbak ingin lebih dekat dengan bayi ini" jawab Bu bidan
"hmmmm gimana kalau kita panggil bayi ini bintang " kata ku antusias..karena bayi ini menyinari hidup ku,
satu bulan semenjak aku mengantar bintang ke panti,aku jadi sering berkunjung ke panti melihat perkembangan nya.. seminggu sekali aku pasti datang menemuinya dan hal tersebut membuat ku semakin dekat dengan pengurus panti dan anak" panti.. terbesit dalam hati ku untuk tinggal di sana dan merawat anak" panti..
"mbak Widya boleh kah saya berbincang dan mengganggu waktu mbak Widya sebentar? tanya ku
"boleh Mbak Vira silahkan ada apa?? apa mbak mau merawat bintang sendiri??" terka mbak Widya.
"nggak mbak,,boleh kah saya tinggal juga di panti ini dan ikut membantu mbak Widya mengurus anak" ini? tanya ku yakin
mbak Widya menatap ku penuh haru..
"boleh Mbak silahkan tetapi,,,"
"tetapi apa mbak?" tanya ku
" tetapi maaf mbak kami pihak panti tidak bisa memberi gaji yang layak untuk mbak Vira" jelas mbak Widya
"oh itu to mbak... tidak masalah mbak buat saya,, saya hanya ingin tinggal dekat dengan malaikat-malaikat kecil ini.. saya amat sangat merindukan nya mbak,, untuk biaya hidup saya ,saya akan bekerja di pagi sampai sore dan malam nya ikut merawat mbak Widya, saya hanya butuh satu kamar tidur saja,,kalaupun tidak ada ya saya bisa tidur dengan anak"." jelas ku pada mbak Widya.
"terimakasih mbak Vira,, sungguh baik niat mbak Vira,, saya akan siap kan kamar untuk mbak Vira agar bisa tinggal di sini"jawab mbak Widya
" terima kasih banyak mbak widya, terimakasih" jawab ku sambil memeluk mbak Widya menahan haru air mata..
setelah aku resmi tinggal di panti.. hidup ku semakin berwarna bisa bercanda dan bercerita dengan anak" yang lucu ini...
Terimakasih tuhan telah Engkau obati rasa rindu ku kepada malaikat kecil ciptaan Mu walau itu bukan dari rahim ku.. aku sangat mencintai mereka.. para malaikat kecil ku,,aku merindukan mu.