hai aku naya seorang gadis remaja biasa yang lebih senang di dalam rumah ketimbang pergi keluar jalan jalan dan ya seperti remaja pada umumnya, aku memiliki seorang kaka lelaki yang lumayan tampan dan dia sangat menyayangiku karena ayah ibuku selalu tak pernah ada di rumah makanya kakaku yang menggantikan mereka.
arya putra wijaya, itulah nama kakaku, kakaku sudah kuliah dan masuk fakultas bisnis, karena tuntutan ayah, tapi kakaku menikmatinya karena iya tau iya yang menggantikan kedudukan ayah nantinya, sedangkan aku, aku ngga mau nanti saat aku kuliah di suruh mengambil jurusan bisnis aku lebih suka ilmu kedokteran hehehe.
kakaku mempunyai banyak teman sedangkan seperti ka ardi, ka juli, ka satya dan satu satunya teman perempuan ka arya yang aku kenal adalah mba nuri dya sangat baik dan lemah lembut, aku menyukainya jika nanti dya jadi kaka iparku hahaha, tapi ternyata kakaku tak menyukainya malah yang menyukainya itu ka satya, tapi aku tau ka nuri menyukai kakaku karena dapat di lihat dari tatapannya pada kakaku,hehehe
oh iya sedangkan aku hanya memiliki satu orang teman bahkan sahabat kecil namanya nisa dia gadis manis ceria dan jahil yang selalu ada untukku. dia selalu menghiburku kalau aku lagi sedih dan selalu menemaniku di saat ka arya sedang sibuk dengan urusanya, eh mau tau aku dan ka arya itu jarak umurnya lumayan jauh yaitu 5 tahun saat ini aku berumur 17 tahun berarti kakaku berumur 22 tahun.
suatu hari ada yang mengetuk pintu rumahku
"tok tok tok"
aku bingung siapa itu kakaku baru saja pergi dengan teman temanya kalau nisa lebih tidak mungkin karena dia juga lagi ada acara keluarga, tapi aku buka saja barangkali itu ayah atau ibuku.
akhirnya aku membukanya dan ya aku terkejut karena ada lelaki tampan di depanku aku terpaku aku menilainya dari atas sampai bawah hingga aku tersadar karena suara dekhemnanya.
"ekhem, berapakah nilai yang kau berikan untukku nona manis" katanya membuyarkan keterkejutanku
"eh, maaf mungkin hanya 6" kataku tersadar sambil memasang wajah dinginku kembali.
"wah wah wah, cowok sesempurna ini kau hanya beri nilai 6 keterlaluan sekali kau nona" katanya lagi sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada
"hei, narsis sekali kau ini, oh iya ada apa kau kemari mengetuk pintu rumahku..??"
"aku ingin melamarmu" katanya sambil cengengesan
aku kaget dan bengong "what apa katanya melamar, muka gila aku ajah masih umur 15 tahun" kataku dalam hati
lalu diapun tertawa " hahahahahaha aku hanya bercanda, aku kesini mau cari arya, aryanya ada ngga...???"
"ooohh aku kira kamu depkolektor" jawabky dengan ketus
"hei memangnya mukaku garang banget, orang tampan dan manis kaya gini kok di bilang depkolektor"
"eeemmm, ya ya ya"
"tuhkan kamu mengakuinya,hehehehe"
aku hanya berdecih saja,
"hei nona, kah tak menyuruhku masuk atau duduk gitu, aku sudah pegal nih kakinya" keluhnya
"oh, hehehe maaf silahkan duduk di situ dulu, aku ngga mungkin ngajak kamu masuk karena ka arya ngga ada" jawabku sambil tersenyum karena aku lupa untuk menyuruhnya duduk.
"hei nona padahal kamu terlihat sangat cantik kalau tersenyum" katanya sambil duduk di bangku depan rumah
aku hanya mengabaikannya saja "bodo amat" dalam hatiku berkata
"oh iya, maaf sebelumnya tapi kok aku ngga pernah liat kaka, kalau kaka teman ka arya"
tanyaku padanya
"oh iya pastilah kamu ngga pernah liat aku, karena aku ngga pernag maen kesini, ini pertama kali aku maen kesini, tadikan arya ngajak aku mau ngerjain kelompok di rumahnya, sekarang dimana arya kakamu itu...??"
"ka arya baru ajah keluar bareng ka ardi, ka juli dan ka satya, katanya sih mau belajar kelompok di rumah mbak nuri"
"wah kurang ajar tuh bocah ngerjain gua, katanya disini malah kerumah si nuri, pasti si satya nih yang ngajak" katanya sambil menggerutu
"ya sudah kaka nyusul saja kesana, lagian aku lagi sibuk di dalem"
"eh iya deh, lagian ngga bagus berduaan nanti yang ketiga setan, hehehe"
aku hanya mengangguk saja dalam hati mah " lu setan"
"eh ntar dulu kaka belum ngenalin nama kaka,hehehe"
"bodo amat lah"
"hei ntar dulu" katanya sambil narik tanganku yang hendak masuk dalam rumah, dan kenapa jantungku ini di pegang tangannya dag dig dug serasa sudah mau copot rasanya, aku tersadar dan segera menarik lepas tanganku.
"eh maaf2 ya, kenalin namaku dimas, dimas anggara, sefakultas dengan kakamu"
katanya sembil mengulurkan tangannya.
akupun menyambut tangannya "naya, naya putri wijaya" kataku seadanya
"nama yang manis seperti orangnya" katanya lagi
sungguh orang ini amat sangat narsis sekali, memang tampan perawakannya yang tinggi putih dan berwajah seperti orang korea.
"eeemm, ya sudah maaf ya ka, aku masuk dulu, ka dimas nyusul ka arya ajah di rumah ka satya yah" kataku sambil masuk kedalam rumah, saat hendak menutup pintu dia menghalanginya menggunakan kaki.
"tunggu dulu, hehehe, oke makasih infonya ya, dan sampai ketemu lagi, aku pasti bakalan sering main kesini, bay naya gadisku yang manis" ucapnya dan langsung pergi menaiki motornya
aku bengong kenapa dia manggil aku gadisnya, cih bodo amatlah, akupun langsung masuk menutup pintu depan dan langsung menuju kamarku.
saat di kamar aku hanya tersenyum mengingatnya, tampan tapi narsis, hehehehe.
malampun telah datang ka arya pulang dari kerja kelompoknya, ka arya menemuiku dan menanyakan tentang ka dimas aku hanya menjawab seadanya saja.
hari2 telah berlalu semenjak pertama kali ka dimas mengunjungi rumahku iya terus2an datang dan main kerumahku aku sendiri saja heran, tapi aku suka.
hari ini adalah hari kelulusanku saat masa SMA adalah masa yang indah, aku akan masuk ke fakultas yang sama dengan kakaku ya tentunya dengan ka dimas yang ternyata sudah membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
aku bersiap memakai baju kebaya miliku dan berhias diri senatural mungkin karena aku tak suka dandanan menor, ka arya sudah mengambil jam kosongnya dan ya dia yang menemaniku di hari kelulusan kedua orang tua kami saat ini memutuskan untuk tinggal dulu di australi tempat tinggal grandmaku, karena grandma sedang sakit.
semua siswa bersorak bahagia di hari kelulusan ini ka dimas ternyata ikut serta untuk menemaniku dan memberiku ucapan selamat, nisa yang tau aku sudah jatuh cinta dengan ka dimas tersenyum senang dan sesekali meledeku.
aku tak pernah menyangka ternyata ka dimas juga memiliki perasaan yang sama terhadapku, dan kamipun menjalani hubungan namun backstreet karena ka arya tak mungkin setuju jika aku pacaran dulu dan ka dimaspun menyetujuinya.
sekarang aku sudah masuk kuliah di jurusan kedokteran aku juga sering jalan bareng ka dimas dengan alasan pergi sama nisa, aniway nisa itu ternyata sudah pacaran dengan ka ardi teman ka arya, lucu memang yah, begitulah kisah cinta kita semua, namun ini belumlah end masih banyak lagi ceritanya hehehe
hubungan kami sudah berjalan selama satu tahun ya meskipun backstreet tapi kami tetap bisa menjalaninya, walaupun ada sedikit permasalahan tapi tetap kita bisa menjalaninya dengan baik hehehe.
sudah selama ini kami berhubungan hingga suatu hari saat aku berada di lorong kampus aku samar2 mendengar suaru seseorang yang sangat aku kenal.
"lika, ngga mungkin donk aku mau njalanin hubungan sama kamu sedangkan aku sudah punya seorang kekasih" ya itu suara dimas, dan lika sypa lika
"tapi dim, orangtua kita udah ngejodohin kita, dan aku dari dulu udah sayang banget sama kamu dim" seru wanita yang bernama lika itu
"aku ngga mau titik, dan aku ngga akan pernah mau" seru dimas lagi
"oke kalau kamu ngga mau, kamu bakalan nyesel" seru wanita tersebut meninggalkan dimas seorang diri.
dimas terlihat frustasi iya mengacak rambutnya, iya tau apa yang di maksud lika, tapi iya tak mau karena sudah ada seseorang di hatinya siapa lagi kalau bukan naya kekasihnya.
aku hanya diam "ka dimas kenapa, dan ada apa ini sebenarnya kenapa ka dimas se frustasi itu" kataku dalam hati
aku melihat ka dimas pergi, semenjak hari itu sifat ka dimas berubah yang tadinya ceria berubah menjadi lebih banyak diam bahkan terkesan dingin dan cuek, aku bingung dya tak pernah cerita apapun.
tiba2 saja aku mendengar ka dimas bertunangan dengan lika, gadis yang waktu itu aku lihat di lorong kampus, hatiku serasa sakit sangat sakit melihatnya, beritanya melebar luas di area kampus karena lika adalah anak seorang walikota dan ka dimas adalah seorang kolomerat dalam lingkaran 5 besar di indonesia, sebenarnya keluargaku adalah jajaran nomer 4 di indonesia tapi aku dan ka arya tak pernah mengeksposnya karena tak penting, bahkan teman2 kami tak ada yang tau. "kenapa, kenapa iya tak bilang dan kenapa dya tak memutuskan hubungan ini dulu" jeritku dalam hati.
hatiku terasa sangat pilu cinta pertamaku pertama kali hati ini melabuhkan tapi ternyata cinta pertama tak harus berakhir bahagia bahkan bisa berakhir dengan pilu, aku yang awalnya memang seorang gadis yang sulit untuk jatuh cinta setelah mengalami kejadian ini aku menutup rapat hatiku.
aku menjalani hari seperti biasa dan melupakan segala tentang ka dimas, ka arya telah mengetahui hubunganku dengan ka dimas awalnya dya marah dan memutuskan pertemanan dengan ka dimas.
3 tahun telah berlalu ka arya sudah menjadi seorang CEO di perusahaan dady, sekarang kehidupanku jauh lebih bahagia karena dady dan momy sekarang selalu ada di rumah, aku sendiri telah bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit terbesar di sini, aku menutup diri untuk seorang lelaki, aku sudah tak peduli tentang ka dimas dan apapun itu.
hari ini ka arya dan mba nuri akan bertunangan memang rumit, tadinya ka satya yang menyukai mba nuri ternyata bertepuk sebelah tangan namun sekarang ka satya sudah move on dan sedang menjalani hubungan dengan temanku dewi, semenjak kuliah aku mempunyai satu teman lagi yaitu dewi, dewi ambarsari gadis dari desa yang sangat polos namun memiliki tekad yang kuat untuk sukses.
di acara pertunangan ka arya semua membawa pasangan masing2 aku hanya duduk dengan momy dan dadyku saja, ka satya dengan dewi, ka ardi dengan nisa tentunya hubungan mereka sangat dan bahkan akan melanjutkan ke jenjang pernikahan nantinya, aku sendiri masih jomblo dan tak kepikiran juga.
saat di tengah acara terdengar suaru riuh di luar ternyata ada ka dimas iya datang seorang diri lalu dimana lika tunangannya itu, ka arya hanya tersenyum, " ada apa ini, apa yang terjadi biasanya apakah ka arya sudah memaafkan ka dimas" pikirku, tapi ya sudahlah mungkin sudah masalalu dan tak usah di fikirkan lagi.
dya berjalan ke arah ka arya dan mba nuri memberi selamat dan sebuket bunga untuk mb nuri, lalu dya naik kepodium dan melamarku.
"what melamarku, kenapa...,??" dalam hatiku bingung.
dya melamarku terus bagaimana nasib tunangannya apa kata awak media nantinya. aku hanya bengong bingung harus berbuat apa hingga momyku menyadarkanku. Tapi aku langsung pergi saja dari tempat itu semuanya jadi riuh di dalam aku pergi keluar dan menangis sejadi2nya apa2an dia ini sudah sangat menyakiti hatiku lalu dia datang memberiku harapan lagi apakah nanti iya hempaskan lagi demi sebuah bisnis dan kedudukan, sungguh aku tak akan pernah mau.
ka dimas mengejarku dan kini iya duduk di sampingku.
"maafin kaka naya, plis maafin kaka, 3 tahun kaka terus menghubungimu tapi kamu tak pernah meresponnya kamu menjauhi kaka, hati kaka sakit naya, kaka akhirnya meminta tolong pada ka arya, dan ka arya untungnya mau membantuku meskipun selama 3 tahun ini kaka tak ada di sampingmu tapi hati kaka selalu ada untukmu naya, maafin kesalahan kaka dulu naya maafin kaka" iya bersimpuh di hadapanku aku menangis sejadi jadinya.
"apa maksudmu ka dimas, kamu mengabaikanku dulu, lalu tiba2 aku dengar kamu sudah bertunangan dengan ka lika, lalu sekarang ini apa maksudnya, kamu melamarku, kamu pasti sudah menikah kan ka dengan ka lika, lalu kamu mau jadikan aku madumu ka, aku sudah berkali2 untuk melupakanmu walaupun aku tak bisa aku terus menutup diriku, ka aku mohon berhentilaj membuatku terus menaruh harapan aku tak mau aku ingin melupakanmu selamanya" tukasku dengan air mata berderai
"plis jangan lupakan aku, dengarkan penjelasnku naya, aku dulu terpaksa mengiyakan pertunanganku dengan lika, namun aku tak pernah bertunangan karena ternyata orangtua lika tersandung korupsi dan hanya memanfaatkan ayahku saja, kami belum pernah bertunangan dan lagi kau tau naya, lika itu sekarang sudah menikah dengan orang yang mencintai dya apa adanya, aku dulu terus mencarimu tapi kamu terus menghindar kamu tak pernah mau dengar penjelasanku kah naya" jelasnya lalu memeluku
aku hanya bisa menangis sesenggukan iya terus memeluku erat sambil mencium pucuk kepalaku, dan berkata
"AKU SANGAT MENCINTAIMU NAYA, SANGAT TOLONG JANGAN LUPAKAN AKU, AYO MENIKAHLAH DENGANKU, AKU TAK MAU ADA KESALAHAN LAGI, CUKUP 3 TAHUN INI AKU TERSIKSA TANPAMU NAYA".
aku sangat bahagia mendengar kata2nya bahkan sangat bahagia, lalu akupun menjawab.
"AKU JUGA SANGAT MENCINTAIMU KA DIMAS ANGGARA SANGAT BAHKAN MUNGKIN MELIBIHI CINTAMU"
lalu dia memandang wajahku dan mengusap air mataku dengan tangannya dya mencium keningku kedua mataku dan terakhir bibirku, ciuman pertamaku untuk cinta pertamaku juga.
aku sangat bahagia karena cinta pertamaku berakhir menjadi cinta terakhirku pula.
#terimakasih sudah mau membaca semoga terhibur dan maaf bila ada kesalan kata atau yang lainnya, ini fiks cerita karangan saya sendiri jika ada kesamaan nama dan tokoh saya minta maaf. thank you
note: cinta pertama bukan berarti harus menjadi cinta terakhir juga, memang kadang ada yang berakhir menjadi cinta terakhir namun tak semuanya.