Pada saat itu, aku melihatnya tersenyum dengan riang.
Tak tahu bahwa gadis kecil itu membawa beban pada tubuh kecilnya yang rapuh.
Ia selalu berkata "Meskipun seluruh dunia ini membenciku tidak apa-apa. Asalkan Hirumi dan yang lainnya selalu bersamaku. Aku tidak masalah".
Aku tak mengerti betapa putus asa dirinya yang selalu terlihat kesepian.
Seolah ia menganggap dirinya pantas ditinggalkan, pantas disakiti.
Seberapa banyak waktu yang ku ulang kembali. Aku tak pernah bisa mencegah kepergiannya dengan putus asa.
"Hei, bukankah kau pernah berkata akan selalu bersama dengan kami?"
Ujarku yang memeluk punggung kecil nan rapuh miliknya yang dingin saat tubuh pucatnya hampir jatuh ke tanah yang penuh darah.
Perang Dunia Bawah sudah selesai. Menyisakan isak tangis keluarga terdekat. Warisan Sekte Boneka Darah sudah disegel untuk selamanya.
Ini aneh.
Pada saat rekan-rekanku mati di Perang ini, pada saat melihat anggota keluargaku mati di perang ini, aku sama sekali tak merasakan kesedihan.
Tapi, kenapa?. Kenapa melihat kematiannya yang tak dihormati membuat sebuah emosi kesedihan yang menyesakkan ini menyeruak keluar?.
Hei?...
Dia masih hidup 'kan?
Aku merasa putus asa saat melihatnya tak kunjung membuka kelopak mata miliknya yang menyembunyikan manik emerald yang cerah.
Puluhan bilah besi tajam menembus tubuhnya, darah terus mengalir tak berhenti dari tubuh rapuhnya.
Surai perak panjang yang selalu berkilau bersih, sekarang dilumuri oleh darah miliknya.
"Kumohon... Bangunlah...."
"Hei, aku masih ingin mendengarmu mengoceh tentang sejarah bodoh itu"
"Hei... Aku masih ingin mendengarkan lagu bodohmu itu"
"K-kau.... kau masih hidup 'kan?"
"JAWAB AKU!!!"
"KAU MASIH MENGANGGAPKU KAKAK 'KAN?!!"
Ini adalah pertama kalinya aku berbicara keras. Selama ini sebagai Pewaris dari Bangsawan Hirumi, aku selalu dituntut untuk bersikap sopan.
Dituntut untuk memiliki sikap seperti orang terhormat. Menjadi Dewasa sebelum waktunya. Dengan alasan karena aku adalah Pewaris satu-satunya setelah kakak pertama meninggal.
"Kau.... selalu berkata kepadaku untuk tidak meninggalkanmu sendirian 'kan?"
"Kumohon... bangunlah... kau sekarang hanya tertidur nyenyak 'kan?"
Bohong....
Aku dengan jelas merasakan denyut miliknya sudah berhenti 16 menit yang lalu. Aku tak merasakan nafas miliknya. Tak peduli seberapa banyak air mata yang ku keluarkan, takkan ada lagi yang menghapusnya dan menghiburku sebagai seorang sahabat.
Tubuhnya sudah seperti mayat, dingin dan kaku. Ia juga tak menggerakkan sarafnya. Apa ia lelah? pasti seperti itu kan?.
Aku mendengar beberapa langkah kaki yang menuju ke arahku. Aku tahu siapa itu.
Salah satu orang yang membuat janji padanya. Salah satu dari sekian sedikitnya orang yang mempercayainya.
Satu-satunya Kerabat jauh yang ia miliki.
Tunanganku...
Pewaris Tahta Kekaisaran Han...
Yang Mulia Long Xiaoyi...
Saat ini memandang mayat yang kupeluk dengan wajah datar nan dingin. Namun, aku mengetahui itu.
Sorot mata miliknya yang memandang sendu Mayat dingin di pelukanku.
"A Yi, dia hanya tertidur bukan?"
Hening....
Tak ada satupun jawaban darinya.
"Katakan padaku A Yi, dia hanya lelah dan ingin tidur kan?"
Sekali lagi keheningan melanda kami berdua. Aku meljhatnya sedikit mengerutkan bibirnya.
"Tapi kenapa dia tidur disini?"
Ia memalingkan wajahnya ke arah lain seolah tak ingin melihatku bertanya hal yang sudah pasti tidak mungkin terjadi.
"Bukankah ia bisa tidur di kamarnya?"
Ia menggertakkan giginya dengan keras. Sebelum menarikku untuk berdiri, menatapnya dengan wajah menyedihkan penuh dengan air mata.
"Dia sudah mati, Kagura"
Suara dingin yang masuk ke pendengaranku membuat hatiku berteriak bahwa gadis kecil itu masih hidup.
Bahkan di waktu dan dimensi yang sama ia terus meninggalkanku dengan perasaan putus asa.
Sungguh menyedihkan...
Untuk ratusan kalinya waktu yang kuputar. Aku gagal melindunginya...
Melindungi orang yang sangat berharga bagiku.
_____________________
Kerasa ga, garemnya? apa kurang garem? awalnya ga yakin bikin cerpen penuh garem kayak gini.
Tapi, pede aja yak? soalnya pertama kali bikin cuplikan spoiler kayak gini.
Bye~~