"PLAK" tamparan keras mendarat di pipi mulus Dana. Tamparan dari ayah kandungnya sendiri. Dana masih tak habis pikir tentang apa yang baru saja terjadi.
Cerita ini bermula ketika Dana hendak meminta izin kepada orang tuanya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Dana adalah Puteri dari pemilik rumah sakit yang terkenal di kota x. kedua orang tuanya bekerja di bidang medis dan tak jarang juga melakukan penelitian di luar negeri. sang ibu adalah seorang dosen di fakultas kedokteran yang ada di universitas x. keluarga ini kelihatan sempurna, memiliki uang banyak, kasih sayang untuk puteri mereka yang berlimpah, juga merencanakan pendidikan untuk puteri mereka dari dini hingga dewasa.
Dari kecil, dana terbiasa mengikuti private les dari yang umum hingga yang khusus, bahkan di umur 7 tahunnya dana sempat mengikuti berbagai olimpiade sains Nasional yang ada di kota x dan mendapat hasil yang memuaskan. Selain les mata pelajaran, dana juga mengikuti pelatihan musik dan tari. Dia juga menjadi pemegang juara pertama selama 4 kali berturut-turut. Dana memiliki seorang adik lelaki yang jaraknya terbilang dekat dengannya, hanya 2 tahun lebih muda dari dana, hanya saja adiknya begitu menyukai kenakalan, keributan dan pembuat onar. Dana dan adiknya tidak begitu akrab karena kepribadian mereka jauh berbeda. Tetapi ada di satu waktu, pikiran mereka dapat disatukan dalam menyelesaikan masalah.
Dana yang memasuki masa remaja terus berkembang, karena memang dana berbeda dari kebanyakan teman remajanya yang mana dia bisa dikatakan jenius dengan IQ diatas 145, jadi dia hanya berteman dengan buku yang ada di perpustakaan sekolah dan rumahnya. Dana pun sudah di putuskan oleh kedua orang tuanya untuk mengambil kuliah kedokteran yang ada di universitas x.
Dana yang semakin bertumbuh menjadi gadis yang cerdas memasuki SMA yang ada di kota x. Karirnya begitu lancar karena mengikuti apa yang telah di rencanakan orang tuanya. Sampai suatu kejadian di akhir Maret membuat dana gelisah. Bukan ujian kenaikan kelas 3 dan masalah pelajaran lainnya, juga bukan karena guru yang ada disekolah dan dirumah. Melainkan karena adiknya.
adik lelaki dana akan bersekolah di SMA yang dana tempati sekarang. Dana tidak berharap akan satu sekolah dengannya karena dia raja pembuat onar. ia hanya malas berurusan dengan sekolah jikalau adik satu-satunya itu berbuat kerusuhan. dan apa yang di gelisahkan dana terjadi juga...
(keluar dari ruangan BK)
"Rey, Lo bisa buat gue tenang dikit nggk ?" (suara dana merendah)
"kak, Lo kan dah biasa kek gini" (jawab Reyno enteng)
"Lo nggk kapok-kapok ya .. plis biarin gue nyelesaikan SMA gue dengan tenang dan pergi kuliah kedokteran" (jelas dana pada reyno)
"dan gue juga akan ke jurusan Lo (menjulurkan lidahnya)" (ucap Reyno mengejek dana)
"ikut gue!" (menarik dasi Reyno)
-di kantin-
"Lo mau masuk di jurusan kedokteran? yakin ?" (ucap dana sedikit merubah mimik wajahnya)
"(menjauhkan wajahnya dari kakaknya) Lo kenapa sih ? tumben nanyain" (jawab Reyno sekenanya)
"sekedar ingetin aja, buku di kedokteran itu tebalnya segini ... seginiiiii (sambil melebarkan kedua tangannya lebar-lebar)" jawab dana.
"(ketawa) kak, Lo tu lucu banget sih." (jawab Reyno sambil menyeka wajahnya)
"udahlah gue mau masuk kelas dulu. bye kak!" (mengecup dahi dana dan berlalu pergi sambil tertawa)
"aiiissh anak nakal itu!!" (sambil menghentakkan kakinya)
Reyno emang punya kebiasaan untuk mencium dahi kakaknya setelah bertemu dan ingin pergi. Tujuan Reyno hanya satu, yaitu melindungi kakak semata wayangnya. karena paras kakaknya begitu cantik, pasti sudah banyak yang menyatakan cinta kepada dana dan berakhir di tolak mentah-mentah. walaupun kakaknya jago taekwondo tetapi reyno masih saja khawatir kalau kakaknya akan di ganggu.
hubungan Reyno memang tidak dekat. Tetapi bagi Reyno hanya kakaknya yang selalu ada di sampingnya walaupun saat buat onar. Omelan kecil kakaknya, ia anggap sebagai kata-kata kasih sayang seorang kakak untuk adiknya dan Reyno sudah bertekad untuk terus siap siaga melindungi kakaknya.
Reyno adalah anak yang cerdas seperti kakaknya, hanya saja Reyno lebih memilih cerdas dan melakukan hal sesukanya. Reyno bisa dibilang adalah dana kedua dalam segi kecerdasan tentunya. omongan di lontar kan dana sering nyambung dengan yang dilontarkan Reyno. ini salah satu yang membuat Reyno nyaman dengan dana. walaupun ada beberapa sifat dana yang tak Reyno suka.
-hari hujan di sekolah-
"aish, sial banget" (gerutu dana dengan suara yang nyaris tak terdengar)
"udah ayok sama aku aja" (bisik reyno di telinga dana)
tinggi Reyno 180 cm dan dana 167 cm jadi Reyno lebih tinggi 13 cm dari dana.
dana terkejut, dan langsung mengambil kepala Reyno untuk di patahkan, tetapi ...
"KAAAK INI GUE .. INI GUEE" (teriak reyno kesakitan memegang lehernya sambil menyuruh dana melepaskan cengkraman tangannya)
(huuuh) hembusan nafas dana terdengar jelas di telinga Reyno
"maaf kak.." reyno
"buat apa ?" dana (memalingkan wajahnya)
"buat yang tadi udah ngagetin kakak" reyno
"lain kali jangan kayak gitu lagi" dana (masih memalingkan wajah)
.... (hening)
"kalau kamu sampai masuk rumah sakit gimana ?" lanjut dana
... (hening)
suara tangisan terdengar oleh telinga Reyno di sela hujan .. dengan sigap Reyno memeluk kakaknya
"kak,, maafin Reyno (dengan suara beratnya)"
reyno menepuk punggung kakaknya.
"kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana Rey !!! kalau kamu sampai .. kalau sampaaaiii .. (dana tak sanggup meneruskan kata-katanya lagi)"
"ssssssttttt.. maafin Reyno ya kak .. hmmmm (melihat kebawah)"
dan dana pun mencubit perut sixpack Reyno dengan kuat.
"AAAAAAAA... KAKAK!!" (melepaskan pelukannya dan mengelus perutnya)
"(menjulur lidahnya) rasakan itu Reyno Jaya Diningrat" (mengejek Reyno tepat di telinganya dan pergi membawa payung Reyno dengan penuh kemenangan)
mengejar dana sambil basah-basahan dan menggelitikinya di tengah hujan.
"Rey ... jangan Rey ... hahahahaha (tertawa lepas)"
"ha .. mau apa kamu anak pak Jaya Diningrat .. huuuh (masih menggelitiki)"
"ahahahhahah ... stop Rey stooop"
"bilang ampuun reyno yang ganteng~~(dengan suara cute)"
"Lo mau gue sepak ? (masih tertawa)"
Reyno langsung melepaskan gelitikannya dari perut dana
"nah.. anak baik (mengelus kepala Reyno)"
semua mata memandang ke arah mereka berdua. tidak disangka dana yang sedingin es bisa tersenyum ke Reyno yang masih anak kelas satu. identitas mereka tidak di ketahui oleh banyak orang .. hanya orang-orang tertentu saja yang tahu identitas mereka termasuk kepala sekolah.
"ternyata Lo bisa ketawa segitunya ya dan" -anonim-
ke esokan harinya dana dan reyno flu, orang tuanya langsung pulang dari luar negeri kerumah dan memarahi beberapa asisten rumah tangga yang ada di rumahnya.
"mbak gimana sih, anak saya dua-duanya kok bisa flu ? ini gimana ?" ucap mama dana ke salah satu senior asisten rumah tangga mereka
sebelum di jawab dana berdiri mendekati mamanya dan berkata....
"ma .. aku sama Rey nggk apa kok, daya tahan tubuh kami aja yang kurang bagus" ucap dana dengan nada merendah
Reyno langsung meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kamarnya
"Reyno !!" panggil sang papa
Reyno menoleh dan menunduk sedikit, lalu melanjutkan perjalanan ke kamarnya.
"Reyno lagi lelah pa (lanjut dana menenangkan papanya)"
"(menghampiri papa) apa dana mesti di rawat ? dia ..." (melihat dana dengan sendu)
"tidak perlu ma .. tadi papa sudah periksa, mereka baik-baik saja. papa juga sudah meresepkan obat disana." ucap papa menenangkan mama
"kamu baik-baik aja sayang ?" (tanya mama khawatir)
"ma.. aku nggk apa, mama sama papa mestinya nggk usah sampai pulang.. karena pasti kerjaan disana banyak banget kan " ucap dana
"(memeluk dana) kamu memang yang paling pengertian sayang .. kami titip Reyno ya .. mama akan ke kamar Reyno sebentar" melepas pelukan dari dana.
-ruang tamu-
"gimana sekolah kamu ? Reyno pasti banyak nyusahin kamu ya ?" tanya papa terus terang pada dana
"yah papa kan tau sendiri kepribadian Reyno. nggak mesti aku jawab kan papa juga dah tau gimana dia di sekolah. kan papa ada spy khusus buat aku dan reyno" ucap santai dana
"kamu kan tau sendiri itu demi kebaikan kalian sayang" ujar papa ke dana
"iya pa, dana paham. setelah dana kasih tau untuk jaga jarak sewajarnya, dia bakalan jaga jarak kok .. papa tenang aja" ujar dana
"oke"
disatu sisi dan waktu yang sama. di kamar Reyno
"Rey .. kamu sudah tidur ?" ucap mama dengan suara lembut
"belum ma"
"Mama masuk ya" (membuka pintu perlahan)
"Rey .. kamu baik-baik saja kan ? perlu mama tinggal lebih lama disini ?" ucap mama
"nggak ma, Rey nggk apa-apa. mama pergi aja Rey mau istirahat" ucap Reyno
"oke sayang .. istirahat ya (sambil mengecup kening reyno dan memeluknya)"
setelah pembicaraan papa dan mama selesai, lalu menitipkan Reyno kepada dana, akhirnya mama dan papa kembali keluar negeri untuk penelitian yang mereka lakukan.
-di kamar reyno-
"Rey .."
"apa mereka dah pergi kak ?"
"iya, mereka dah pergi dari satu jam yang lalu"
"huuuh(hembusan nafas berat)"
"Rey ... kamu nggk apa ?" (dana panik)
"nggak apa kak .. aku mau istirahat, kakak balik kamar aja" (usir Reyno)
BRUK
dana memeluk Reyno dengan erat sampai Reyno nggk bisa bernafas
"kak, aku nggk bisa nafas"
"biarin aja" ketus dana
... (hening)
dana pun melepaskan pelukannya dan ternyata Reyno pingsan.
-dirumah sakit-
"Untung hanya demam biasa, dia hanya tidak biasa terserang flu seperti ini" ucap dokter
"terimakasih dok" ucap dana
"Rey .. sadar dong ... hey ...." (sambil menepuk pipi Reyno)
tidak lama kemudian Reyno tersadar dengan selang infus di tangannya dan mendapati kakaknya terbaring di sofa ruangan nya. Reyno pun memencet tombol darurat untuk memanggil dokter, tak lama kemudian dokterpun datang dengan segala perlengkapan nya.
"ada apa tuan Reyno" tanya dokter tersebut
"tolong berikan satu kasur pasien lagi di samping kasur ku. dan beri dia perawatan juga .. dia sedang demam" ucap Reyno
"baik tuan" ucap dokter dan suster yang ada di situ.
beberapa saat kemudian, semuanya siap dan dana di pindahkan ke kasur pasien di samping reyno.
"hah!(terkejut) .. hah (terkejut untuk kedua kalinya)"
"(tertawa) muka kakak lucu banget" ucap Reyno
"Lo yang nyuruh mereka pindahin gue ?"
"iya .. aku kan adik paling baik sedunia" ucap Reyno narsis
"gue nggk sakit Rey ..."
"hah ? tanya sama dokter deh" jawab dana males
"trus kenapa kemaren pura-pura sakit ?"
"siapa yang pura-pura? gue kemaren beneran sakit, tapi udah sembuh .. Lo tanya deh sama dokter berapa hari Lo pingsan. Hadeeh (memijat keningnya)" dana
(memencet)
dokter pun datang..
"ada apa tuan ?" dokter
"berapa hari aku pingsan ?" tanya Reyno
"hampir 3 hari tuan" jawab dokter
"lalu kenapa nggak bilang kalau kakak udah sembuh ? dan kenapa nggk bilang kalau aku selama itu pingsan?" cerocos Reyno
dana menahan tawa, sedangkan dokter tak tau harus berbuat apa ...
"kenapa kalian tak menjawab ku... HAH !!" Reyno
bentakan Reyno mengagetkan dana. ia pun memukul kepala adiknya dan menyuruh dokter itu pergi dari ruangannya sekarang juga supaya hal yang tidak di inginkan tidak terjadi.
"Rey, kamu tuh udah gila ya. beliau lebih tua dari mu !!"
"kak, tapi dia nggk mau kasih tau aku semuanya"
"aku kan jadi kayak orang bodoh di hadapan kakak" melas Reyno
"Rey ... orang bijak harus bisa berfikir di manapun dia berada. kamu ngertikan apa yang kakak bilang. kalau kita cerdas tapi etika kita nggk ada bagaimana tanggapan orang lain terhadap kita Rey .. (Reyno memalingkan wajahnya) hey .. lihat kakak... kamu bisa bersikap muka 2 kan? lakukanlah selama kamu tidak ketahuan" kata dana kepada Reyno
"kak.. aku capek .. aku tidur .. "
"tidurlah"
seminggu kemudian. hari ini ujian tiba dan dana di kagetkan dengan hal yang tidak ia inginkan ....
"BURHAN!!" emosi dana memuncak
"LETAKKAN FOTO ITU SEKARANG JUGA !! ATAU AKAN AKU CABUT MATAMU DARI TUBUHMU SEKARANG!!" ucap dana kepada Burhan
"ooop... aku nggk tau Lo kalo wanita dingin di sekolah kita ini bakalan tertarik sama brondong. denger-denger brondongnya tajir anjiir ... trus "
belum sempat Burhan menyelesaikan perkataannya, tendangan dana sudah mendarat di wajahnya. dan burhan pun terjatuh di lantai.
"BERANINYA LO !!" kata Burhan balik berteriak kepada dana
"LO NGGK TAU SIAPA GUE ?" bentak Burhan kepada dana.
"BAPAK GUE ADALAH KEPALA BAGIAN DI RUMAH SAKIT TERKENAL DI KOTA X INI. DAN ANAK NYA BOS BAPAK GUE ADALAH CALON ISTRI GUE !"
semua orang terpaku dengan apa yang di ucapkan Burhan. dana terkejut bukan kepalang, karena bos rumah sakitter besar dan terkenal di kota x adalah papanya dia. sedangkan papanya tidak pernah mengungkit masalah itu.
"Sekarang lo takut kan ... ahahahhahah (ketawa keras)"
"KAKAK!" menghampiri dana
"huuuh (menghela nafas berat)"
"Heh .. Lo datang juga anak kecil ... tch baru bau kencur dah deketin yang aduhai ya. mata Lo boleh juga hehe (tertawa sambil setengah duduk)" Burhan
Reyno ingin maju tapi di tahan oleh dana.
"apa tadi Lo bilang ? anak bos bokap Lo adalah calon istri Lo ? jangan-jangan Lo anaknya pak restu ya ?" dana ngomong sambil berjongkok dengan nada merendah
"karena sekarang Lo tauu ..."
belum selesai kata-kata dari mulut Burhan, tamparan mendarat di pipinya dan dana langsung merebut foto yang ada di tangan Burhan dengan santai dia berkata ...
"Lo nggak tau siapa nama calon istri Lo ? hahahahaha (ketawa keras)"
tch (sambil meludah di samping Burhan)
"KENALIN GUE ADALAH DANA JAYA DININGRAT DAN INI ADIK GUE REYNO JAYA DININGRAT (evil smile) ANAK DARI JAYA DININGRAT PEMILIK RUMAH SAKIT TERBESAR DAN TERKENAL DI KOTA X. DAN GUE GAK KENAL DENGAN LO (nunjuk Burhan) JANGAN NGAKU JADI CALON SUAMI GUE LAGI" (teriak dana di ruangan itu)
seketika semua orang terpaku dengan apa yang di ucapkan dana. kini semua orang tau identitasnya dan adiknya.
"oh iya .. klo Lo nggk percaya, Lo bisa kok pastiin sendiri. gue yakin, besok ayah Lo bakalan di depak sama ortu gue .. selamat ya dah bikin gue marah (evil smile)"
"yuk Rey" tarik dana meninggalkan tempat itu.
meskipun Rey sudah pernah melihat dana marah sekali. tapi tetap saja mengerikan jika harus merasakannya sekali lagi. dana paling tidak suka barang pribadinya di sentuh oleh orang lain. dan foto yang Burhan dapat, itu adalah foto dana dan dirinya lagi bersama pegangan tangan sambil tersenyum. kini fotonya rusak, dan itulah yang membuat dana marah.
"kak.." panggil Reyno
"Rey .. maafin kakak ya udah bikin kamu terkejut lagi." memeluk Reyno
"aku nggk apa-apa kak. kakak nggk apa ? tadi kakak keras banget nampar dia, tangan kakak nggk sakit ?"
"nggak rey, kulit dia kayak bayi .. jadi aku nggak apa"
"bagus deh, udah yuk kita pulang"
"eh nggak apa nih ?" tanya dana kepada Reyno
"kakak mau balik ke kelas? nnti kakak di panggil BK loh. haha (ketawa)"
"ayok ke rumah sakit" ajak dana
"kenapa kak?" tanya Reyno bingung
"kita kasih pelajaran ke Burhan, ahahahha"
inilah sifat asli dana, di luar dia sangat penurut. tetapi aslinya adalah seperti ini, berhati dingin dan (tidak bisa deskripsikan dengan kata-kata)
-dirumah sakit-
"om restu" ucap dana
"eh nona dana, ada apa mencari saya ?" ucap restu dengan penuh sopan
"om, aku mau om keluar aja deh dari rumah sakit ini. dari pada papa aku yang keluarin om kan mending aku aja yang keluarin om dari sini hehe" ucap dana santai
"maksud nona dana gimana ya ? om nggk ngerti" jawab restu kebingungan.
"om telpon anak om sekarang deh"
tanpa pikir panjang, restu pun menelpon anaknya dan dia pun mendapat serangan jantung.
"akh BASI" ucap dana dan menyeret Reyno untuk keluar ruangan itu.
Reyno tau kakaknya masih marah dan belum reda. alhasil dia menarik kakaknya untuk pergi shopping dan makan sepuasnya. tapi kakak nya menolak dan memilih untuk minum di cafe kesukaannya.
"Rey. apa kamu takut lagi dengan ku ?"
"kak, aku sudah besar. jadi aku tak akan takut lagi dengan mu"
"kalau begitu ayok kita tanding"
"yok"
yang di maksud tanding adalah satu lawan satu taekwondo. dan hasilnya selalu saja Reyno yang kalah. mereka bermain sampai dana lelah dan melupakan semua kejadian
-setelah ujian selesai-
"hah. . akhirnya tinggal UN doang, Lo nggak ada di ganggu lagi kan ?" tanya dana
"ya ampun kak, gue juga bisa taekwondo lagi. Lo jgn khawatir deh."
"siapa yang khawatirin Lo, gue khawatirin jantung Lo .. kalo rusak kan nggk bisa di jual"
"KAAAK!!"
"canda sayang"
mereka tertawa bersama sampai bel pintu membuyar kan ketawa mereka.
CEKLEK
"papa mama kok balik ?" tanya dana kaget
"bukannya di sambut kok malaah di tanyain gitu sih ?" ucap mama
"siapa yang bikin kamu nggk nyaman di sekolah.. bur siapa sih ?" lanjutnya
"Burhan ma ~ anak om restu yang di rawat di RS itu" jawab santai dana
"dana, kamu apakan dia ?" introgasi mama
"nggk aku apa-apain ma, aku cuma minta dia keluar aja kok, eh tiba-tiba waktu dia nelpon anaknya dia serangan jantung. aku nggk tau apa-apa Lo" jawab dana polos
"nggak apa, papa emng udah niat ngeluarkan si restu sejak lama." timbal papa
"makasih pa" senyum manis kepada papa
dan begitulah percakapan berakhir, restu keluar dari RS dan Burhan keluar dari sekolah. dana juga sudah menjalani un dengan nilai yang sangat memuaskan dan masuk jurusan kedokteran. begitu sibuk dan memuakkan, dana jadi rindu dengan adiknya.
7 tahun kemudian dana mengambil spesialisasi organ dalam dan adiknya sekarang sedang koas. setelah selesai mereka mendirikan rumah sakit sendiri di luar negeri dan banyak melakukan penelitian. selain itu mereka juga berbisnis di bidang properti dan sukses besar.
di usia yang ke 30 tahun ini, kejamnya dana tidak berubah, sering kali melakukan kekejaman dalam dunia bisnis sampai bisnis itu di akuisisi bahkan ada yang sampai bangkrut di tangan dia.
-apartemen-
"eh, Lo datang ke sini kapan ?" tanya dana kepada sosok yang telah menunggunya sejak lama.
"KAKAK~ " teriak reyno
"hey .. gue belum mandi" mencoba melepaskan
"bodo amat deh" kata Reyno manja
"aiiissh .. anak nakal ini .. nggk berubah ya" ucap dana sambil tersenyum.
"ngeteh yuk" ajak dana
Reyno hanya mengangguk, mengiyakan ajakan si kakak.
"hah jadi keingat masa lalu" sambil memejamkan mata di kursi pijat
"masa lalu yang mana ?" tanya Reyno penasaran.
"itu, yang kakak pergi dari rumah (ketawa)"
Reyno ikut tertawa kecut.
"aku kira kakak nggk akan jemput aku" kata Reyno memelas
"tapi akhirnya aku jemput juga kan ?" senyum dana
"iya" di balas senyum Reyno
-flashback on-
PLAK
"papa nampar aku ?" tanya dana
"iya papa nampar kamu" jelas papa
"kenapa pa ? kenapa ! kenapa aku nggk boleh keluar dari rumah ini .. udah cukup pa !! cukuuuup !!!" teriak dana frustasi.
"aku dah selesaikan semuanya, tunggu aja aku sukses!!" kata dana sambil menarik kopernya
"kalau kamu keluar, kamu bukan anak papa lagi"
"PA !!" bentak mama
"sayang mama mohon jangan pergii .." mohon mama pada dana
"mama juga sama aja, hanya bisa seperti ini, aku akan menggunakan otakku mulai sekarang ma .. maafin dana ma, selamat tinggal"
sambil meneteskan air mata pun dana pergi meninggalkan rumahnya itu .. dan 1 tahun kemudian dana pulang membawa segudang prestasi dan membawa adiknya untuk ikut bersamanya. mama dan papanya terpukul, bukannya minta maaf malahan dia berencana membawa adiknya bersamanya. akhirnya mereka pasrah menerima kenyataan. dana tidak pernah menargetkan rumah sakit milik papa dan mamanya karena dana masih sayang kepada mereka, dana hanya tak habis pikir dan masih marah ketika papanya menampar dia.
-flashback off-
"aku kangen mereka" dana pun tertidur di kursi pijatnya
Reyno yang mendengar itu pun ingin memberi kejutan kepada dana, karena dia tau dana tidak suka keributan mangkannya dia merencanakan makan malam romantis keluarga.
seminggu kemudian dengan hasil rengekan Reyno, dana pun mengiyakan ajakannya. dan bertemulah mereka berempat. makan malam berlalu begitu saja dalam keheningan. bukannya apa, tetapi sesekali Reyno bercanda langsung mendapat pelototan dari sang kakak, dan membuat nyali Reyno menciut. setelah makan malam barulah sang papa bicara...
"dana.."
"saya permisi dulu" pergi berlalu
"papa harus kejar kakak dan minta maaf" ucap Reyno tergesa-gesa
tidak berapa lama, papa pun memeluk dana dari belakang dan berbisik...
"maafkan papa sayang.. maafkan papa" (sambil meneteskan air mata)
"papaaa (menangis keras di pelukan papa)"
"iya sayang, maafin papa"
"papa .. aku kangen banget sama papa .. hiks(menangis kuat)"
dan berakhir dengan air mata yang membasahi pipi keluarga itu. dan kedua kakak beradik itu masih bisa bercanda ria
"kak, aku punya kenalan orang yang cerdas juga .. kakak akan suka. biara kau perkenalkan" ucap reyno
"tidak perlu buang tenaga.. aku masih mau sendiri" ucap dana
"ckckkckck, Lo akan jadi perawan tua !!" ejek Reyno dengan menjulurkan lidahnya
"hey ... berhenti disitu" (mengejar Reyno dengan heels)
mereka pun tertawa bersama.
satu bulan kemudian dana dan reyno membantu RS orang tuanya menjadi terkenal lagi dan berjaya lagi ... dan mereka berdua terkenal dengan sebutan "the evil of business"
-tamat-