Bulan Januari di Jepang, sekarang salju sedang berjatuhan di mana-mana. Salju terus menumpuk, aku pernah bertanya-tanya. "Sampai setinggi apa salju bisa menumpuk?".
Namaku Namami Yuzu, usiaku saat ini 17 th. Hanya gadis biasa berambut blonde dikuncir 2. Aku menyukai salju yang berjatuhan, aku ingat dulu aku pernah bermain salju bersama seorang gadis. Tapi, siapa ya?
Aku anak tunggal, Ibuku dan ayahku sudah meninggal karena kecelakaan pesawat 5 tahun lalu. Sejak saat itu aku tinggal sendirian. Disini, kami para manusia di hadang oleh pembatas. Dinding ini adalah batasan untuk manusia. Kami tidak boleh melewati pembatas ini, aku juga tidak tau apa yang ada di dalam nya. Aku tidak berani masuk.. Meskipun ada yang berani masuk, rumornya mereka tidak akan pernah kembali. Bak ditelan lubang hitam. Contohnya saja 2 hari lalu, kabarnya ada remaja laki-laki yang sengaja melewati batasan itu, tapi selama sebulan dia tak kunjung kembali. Kedua Orang tua nya bersikeras ingin melewati batasan itu, kabarnya mereka juga tidak pernah kembali. Aku tipe orang yang malu bertanya, aku terbiasa memendam masalah atau pertanyaan ku sendirian. Suatu hari aku memimpikan suatu kejadian.
Di musim yang bersalju, aku berdiri menatap langit. Salju terus-menerus turun dan bertumpuk, disana hanya aku sendirian, berdiri tanpa melakukan apa pun. Lalu ada gadis yang datang dan mengelus kepala ku, rasanya hangat. Usianya mungkin 2 atau 3 tahun lebih tua dariku. Dia berkata "salju itu, unik ya?" katanya sembari menatap langit. Aku berfikir, apa benar? "Salju itu, adalah butiran kecil yang jatuh dari langit, sama seperti hujan. Aku tidak begitu menyukai salju tapi, ketika melihatnya aku merasa agak lega" katanya padaku. Aku benar-benar tidak mengerti, yang ku rasakan saat melihat salju hanya kesendirian dan kehampaan. Aku tidak melihat butiran-butiran salju jatuh. Yang ku lihat adalah langit membuang butiran-butiran salju dari atas sana. Aku berfikir langit sudah tidak membutuhkan mereka lagi.
Lalu tiba-tiba aku terbangun dengan keringat dingin. "Apa itu mimpi buruk?" tanya ku pada diriku sendiri. Setiap pagi, sebelum ke sekolah, aku pasti memandang pembatas itu. Padahal tidak ada yang bisa ku lihat dari arah sini. Mau berapa kali pun ku pandang, batasannya tidak akan berubah. Aku pernah berharap ingin masuk ke sana, dan juga.. Tentang gadis itu, dimana dia sekarang?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bulan Juni di Jepang. Sekarang sudah memasuki musim panas, setelah pulang sekolah aku masih saja memandangi batasan itu. "Gadis itu, gadis itu, gadis itu! Sebenarnya, dimana dia? Siapa dia? Aku lupa, aku lupa siapa dia!". Aku berfikir, jika di dalam sana ada kehidupan. Kenapa manusia tidak boleh masuk? Jika disana ada bahaya. Kenapa batasan nya si biarkan tanpa penghalang? Suatu hari aku melihat sesuatu yang melewati batasan itu. "Itu, manusia!". "Kenapa ada manusia yang melewatinya?" pikir ku. Disini aku mengambil tindakan yang bodoh, aku melewati batasan itu, dan pingsan..
Saat sadar, aku sudah berada di suatu tempat. Yang penuh dengan peperangan. Banyak ledakan, bangunan yang rusak, jika di lihat kota ini terlihat sama dengan kota tempat ku tinggal. Tapi, kondisi disini berkebalikan dengan yang aslinya. "Apa ini yang ada di balik batasan?" pikir ku. "Uh-huh?!!" ada baru besar yang menuju ke arahku! Aku segera bangun dan berlari sejauh yang ku bisa! Tapi tidak ada gunanya, pada akhirnya aku tetap terkena hantaman dari batu besar itu! Tanganku terjepit, tapi anehnya aku tidak merasakan sakit apa pun. "Tempat macam apa ini?" pikir ku. "Apa disini, semua nya adalah palsu? Apa disini hanya lah ilusi?" aku kebingungan. Aku menyesal melewati batas ini!
"Aku ingin keluar! Tolong siapa pun!" aku menangis. Dari sini aku bisa melihat orang-orang di luar sana, tapi aku yakin mereka tidak mendengarku. "Bagaimana ini? Aku takut" kataku dalam hati. Yang masuk tidak akan bisa keluar lagi, disini seperti neraka. Kenapa disini ada begitu banyak pertarungan? Apa yang menjadi penyebab nya? Tangan ku yang tadinya terjepit dan berlumuran darah, tiba-tiba merasa sakit. "Kenapa sakitnya baru muncul sekarang?" tanyaku sambil merintih kesakitan. Tapi jika aku tetap disini aku bisa saja mati, aku berusaha untuk berdiri. "Uh? Salju?" aku heran kenapa ada salju yang turun disini? Padahal ini bulan Juni.
Aku menatap langit, sama seperti yang ku lakukan dulu. Tiba-tiba saja aku terbayang gadis itu lagi. Kali ini, dia seperti berkata "Hei, apa kau baik-baik saja?", "kenapa kau melewati batasnya?". Aku pingsan karna tidak kuat berdiri, aku berfikir "Ohh, sepertinya semuanya akan berakhir disini". Aku terbangun melihat masa lalu seseorang!. Siapa itu? Apa itu aku? Aku melihat dirimu sedang menangis sendirian di musim salju, karena mendengar kematian kedua orang tua ku. Lalu, gadis itu datang dan memeluk ku juga menenangkan ku. Uh? " Nanami Yuriko"? Dia berkata " Tenang saja, kakak ada disini". "Kakak" kataku.
"Uh-huh?! Kakak?" tanyaku pada diriku. Kakak? Apa dia kakak ku?. Lalu aku melihat sesuatu, yaitu penyerangan. "Hah!!!" "Lari!!" aku mendengar warga berlari dan berteriak ketakutan. Lalu gadis itu membawaku lari bersamanya. Mereka, apa merek alien? Alien?!. "Ah!!" kami terkena serangan dari Alien itu. Pandanganku samar-samar, mereka menculik beberapa remaja. Hanya setengah kota yang rusak, aku terbaring berhadapan dengan kakak. Lalu tiba-tiba dari langit muncul sebuah cahaya hitam, yang memisahkan diriku dan kakak ku. Tapi sebelum penghalang itu tertutup sepenuhnya, kakak tersenyum dan berkata "Tetaplah hidup". Penghalang itu tertutup rapat! Dan sekarang disebut dengan "Batasan Manusia"
Aku kembali terbangun, tapi kali ini aku berada di sebuah ruangan. Yang penuh dengan mayat manusia. Aku ketakutan, aku ingin berteriak tapi ku tahan. Tiba-tiba saja ada beberapa Alien yang masuk ke ruangan itu. Aku berpura-pura pingsan, lalu mereka mengambil beberapa mayat. Aku memutuskan untuk mengikuti mereka, lalu aku melihatnya. Mereka menggunakan mayat manusia sebagai eksperimen untuk membuat klon mereka. Aku terkejut dan berjalan mundur secara perlahan. Tanpa kusadari, aku menabrak lemlemari kaca yang kemudian menimbulkan suara. Mereka melihatku! Aku langsung berlari menjauh! Tapi mereka mengejarku. Aku berfikir "Gawat! Gawat!". Aku terus berlari entah kemana, sampai-sampai aku menemukan jalan buntu. "Tidak ada pilihan lain selain bersembunyi!" pikir ku. Aku bersembunyi, berusaha menahan ketakutan ku. Aku berfikir, tidak ada gunanya jika aku bersembunyi disini, mereka pasti akan menemukanku. Aku melihat senjata disana, tanpa pikir panjang aku langsung mengambil senjata itu dan menyerang mereka! "Aku berhasil!" pikir ku.. Tapi, ada hal lain yang terjadi setelah itu. Itu membuatku terkejut dan semakin ketakutan. Mereka, berubah menjadi manusia!
Mereka berubah menjadi mayat manusia, aku terkejut. Lalu tiba-tiba! Ada Alien yang kembali datang dari 2 arah yang berlawanan! Aku memutuskan untuk melawan mereka! Aku sudah muak dengan mereka! Aku membenci mereka! Aku berhasil membunuh mereka semua, laku mereka kembali berubah menjadi mayat manusia.Lalu, "Uh-huh?!!" aku terkejut, kali ini aku melihat seseorang. Seseorang yang ku kenal, seseorang yang bilang bahwa "salju itu unik", seseorang yang memberikan pelukan hangat dan menemaniku menatap langit di musim salju.. " Ka.. Kak?" kataku sambil menangis. "Kakak!!!" aku berteriak sambil meneteskan air mata. Aku tidak percaya apa yang ku lihat, kakak juga dijadikan klon mereka? Lalu tiba-tiba ada banyak Alien yang menuju ke arah ku! Mereka ingin menyerang ku! "Aku tidak bisa membiarkan mereka begitu saja" pikir ku. Lalu, aku melihat penghalang nya terbuka, lalu para alien itu keluar. Apa mereka ingin mengambil mangsa lagi? Aku benar-benar membenci mereka! Tanpa ampun aku menyerang mereka semua, mereka semua berubah menjadi mayat kembali. Tidak satu pun di antara mereka yang asli, lalu pikiran ku tertuju pada kapal angkasa yang menuju ke luar batasan. "Hah!!", " mereka datang lagi!!", "selamat kan diri kalian!!" para warga kembali berteriak.
Aku mulai berfikir, jika aku membunuh pimpinan mereka, apa semuanya akan berhasil? Untuk yang terakhir kalinya, aku memeluk kakak untuk membalas pelukannya dulu. Aku berlari ke luar batasan dan melawan beberapa Alien! Kapal angkasa itu mendarat dan semua Alien keluar, sama seperti waktu itu. Aku berkata dalam hati "Aku tidak mau ada korban lagi!". Pimpinan mereka pasti berada di dalam, sedang mengatur strategi pasukannya. Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke kapal angkasa itu! Siapa pun yang menghalangi ku, langsung ku bunuh dengan senjata yang ku bawa! Lalu! Aku bertemu dengan pimpinan mereka..
Pimpinan mereka hanya diam saja, tidak menyerang sama sekali. Aku mengambil kesempatan untuk menyerang nya! Dia menghindar! Tapi aku terus menyerangnya! Pikiranku sudah dikuasai emosi yang mendalam, lalu.. AKU MEMBUNUHNYA! " Huh.. huh.. huh.. "aku kelelahan.. Lalu semua Alien kembali menjadi mayat manusia yang tidak berdaya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" 10 tahun kemudian "
Sudah 10 tahun berlalu, para Alien itu tidak pernah kembali lagi. Lalu sekarang..
"Kuburan keluarga Nanami"
"Uh? Salju?" aku menatap langit, aku berharap dia ada disini. Memeluk ku seperti waktu itu, tapi dia sudah tidak ada. "Kakak.. Maafkan aku.." aku meneteskan air mata. Di setiap musim dingin aku selalu datang dan duduk di dekat pemakaman kakak..
~~~~~~~~~~~~~~~TAMAT~~~~~~~~~~~~~~