Dia bernama Bob, laki-laki berusia 27 tahun. Hari itu dia sedang berkencan dengan pacarnya. Pacarnya bernama Farren. Sedang asik bercanda, Bob melihat ke jam tangannya waktu menunjukkan pukul 02.30 Bob segera pergi.
"Maaf Farren aku ada tugas mendadak" mengecup mulut Farren.
"Tapi Bob kita belum selesai" dengan wajah kecewa.
"Aku besok ke rumahmu menemui anak-anak" langsung lari.
Bob langsung pergi ke kantor dengan buru-buru.
"Bob kamu terlambat lagi" ucap Jecki.
"Hanya 6 menit" sambil berganti pakaian.
Jecki memberikan tugas kepada Bob untuk memasuki tempat pengolah tembaga dengan Reto.
"Bagaimana kita bisa masuk dengan jackpot" ucap Reto.
"Aku yang akan mencoba masuk kau tunggu di sini" sambil memancarkan sinar berwarna hijau untuk membuka gerbang rahasia.
Bob mencoba masuk seperti seekor tikus cerdik. Mencari posisi yang pas untuk melawan para penjaga. Bob berhasil mengalahkan para penjaga. Bob ditodongi pistol oleh Yaku, tak kehabisan akal Bob menendang pistol itu hingga jatuh ke bawah. Bob berkelahi dengan Yaku. Yaku merasa terpojok dengan Bob sehingga dia mudah dikalahkan. Segera masuk anggota CIA untuk menangkap Yaku dan menyerahkan ke polisi.
Bob kembali menemui anak-anak Farren, tapi anak-anak tak menyukaiku.
"Dia Bob akan menjadi ayah baru kalian" ibu memastikan anak-anak.
"Aku tak suka dia bu, dia tak asik" ucap Reqward di depan Bob.
"Tidak apa-apa aku tahu sifat anak kecil" ucap Bob dengan senyum manis.
Farren menitipkan anak-anak kepada Bob selama dia masih bekerja di luar negri.
Farren mempunyai anak-anak 3, laki-laki dan 2 perempuan.
Terdengar teriakan-teriakan Reqward dan Nora. Bob segera datang menghampirinya memisahkan mereka.
"Kau hampir membunuhku dengan bom asap" ucap Nora.
"Aku tak sengaja" kata Reqward laki-laki berusia 12 tahun.
"Sudah-sudah sekarang pergi tidur" Bob mengendong Reqward.
Bob masuk kamar Lucita. Dia masih berusia 5 tahun.
"Lucita sekarang tidur ya" mengelus-elus kening Lucita.
"Aku tidak mau" merasa kesal.
"Kau mau mendengarkan lagu cina" Bob bernyanyi sampai Lucita tertidur.
Bob mengantar anak-anak pergi ke sekolah.
"Semoga hari-harimu menyenangkan" menyapa anak-anak.
"Jangan berharap aku menerima mu sebagai ayah kami" dengan wajah kesal.
Bob hanya senyum.
Bob diberikan hadiah dari CIA sebuah jam tangan canggih, waktu dia menjemput anak-anak nya.
Nora masih bersama Franco laki-laki Rusia.
Bob langsung Nora mari kita pergi untuk pulang.
Tiba di resto terkenal, Bob sedang mengangkat telfon dari Farren. Bob kembali makan bersama anak-anak. Seketika itu Franco sudah ada di dekat kami.
"Kamu kukiah jurusan apa" tanya Bob ke Franco.
"Sastra Inggris" jawab Franco sambil makan.
Tiba-tiba Franco berbicara dengan bahasa Rusia. Bob melihat ke matanya. Franco langsung menyerang Bob dengan pisau makan di sampingnya. Mereka berkelahi sampai resto itu benar-benar rusak. Franco dilemparkan oleh Bob sampai menembus kaca.
Setelah itu datang seorang bertemu dengan Bob menanyakan
" Dimana file dokumen itu, kau telah mendownloadnya" sambil menodongkan pistol.
"Aku belum membukanya bahkan belum sempat mendownloadnya" dengan nada santai.
"Ternyata kau telah mengkhianati negaramu sendiri" kata Bob.
Mereka berkelahi lagi.
"Bob kau tampil sangat keren tadi" ujar Reqward.
"Aku ingin seperti mu Bob sebagai mata-mata"
"Bob kau hampir membunuh kami" ucap Nora dengan pedas.
"Maaf aku hanya ingin melindungimu" sambil menyetir.
Setelah mereka masuk ke rumah Bob dikunci dari dalam oleh anak-anaknya. Bob tak kehabisan akal. Bob mengikatkan sabuk pinggang nya itu ke atap rumah dan masuk lewat jendela.
"Dimana Bob?" Tanya Nora.
"Kalian kalah kali ini anak-anak" mengagetkan mereka.
Bob kedatangan tamu dari CIA membawa alat-alat untuk menyerang para penghianat dari Rusia.
Bob menelfon Farren untuk segera pulang. Farren telah pulang dan Bob pergi ke gudang tua untuk melakukan penangkapan kepada para penghianat. Tanpa sepengetahuan Bob Reqward menyusulnya.
"Bob....Bob...Bob..." Mencari-cari Bob.
"Kita pergi dari sini" menarik Reqward.
Semua telah terlambat Bob dan Reqward dikepung oleh penghianat. Bob dan Reqward di ikat dengan kursi, tak lama Franco datang dengan Nora. Franco mengikatnya juga bersama mereka.
Bob mempunyai alat canggih yang masih tersembunyi itu cincin dengan didalamnya ada pisau yang memutar. Tak lama Bob bisa membuka ikatan tali mereka. Segera pergi ke rumah Farren.
Menyuruh Farren bersembunyi dengan Lucita. Bob dan anak-anak datang tepat waktu segera memberitahu Farren.
"Mereka akan datang untuk mencari file dokumen di atas meja" ucap Bob dengan buru-buru.
"Bob kau hampir membunuh anak-anak ku" dengan kecewa.
"Kau membahayakan nyawa mereka"
"Aku hanya melindungi mereka" ucap Bob.
Para pengkhianat telah datang merusak barang-barang di rumah Farren.
Satu persatu mereka kalah dengan Bob.
Tak lama kemudian "jangan bergerak" itu CIA.
"Tenang itu teman-temanku" semua telah beres.
Tinggal hubungan Farren dan Bob yang belum.
"Bob apakah kita bisa bertemu lagi" peluk Reqward kepada Bob.
"Bob aku menyukaimu" ucap dari Lucita.
"Bob aku tahu kau seorang mata-mata yang banyak di incar dan semua orang ingin membunuh mu, ibu Bob benar Bob melindungi kami bukan membahayakan kami" pelukan hangat dari Nora untuk Bob pertanda menyetujui ibunya dan Bob menikah.
"Bob....maafkan aku" tangis Farren.
Tak menunggu lama. Mereka pergi ke gereja untuk menikah.
"Kau Farren apakah kau mau menerima Bob sebagai suami" ucap sang pendeta.
"Iya" ucap Farren dengan bahagia.
"Kau Bob, apakah kau mau menerima Farren sebagai istri" ucap sang pendeta.
"Mendekatlah, nama asliku bukan Bob" Bob bercanda-canda.
"Aku tak peduli itu Bob" sambil berbisik.
"Iya" ucap Bob
"Sekarang boleh berciuman" kata sang pendeta.