Terlihat seorang anak perempuan sendirian di sebuah hutan yang gelap. Dia seperti ketakutan sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Siapa pun tolong aku!!!" teriak anak perempuan tersebut.
"Ayah!!! Ibu!!!"
"Kalian semua dimana?! aku takut hiks kalian semua dimana hiks aku takut" tangis anak perempuan tersebut sambil memeluk lututnya ketakutan.
"Tolong!!! siapapun tolong aku!!! teriak anak perempuan tersebut.
Di saat bersamaan ada seorang remaja anak laki-laki di depannya.
"Hei apa kamu tidak apa-apa?" tanya anak laki-laki tersebut, tapi anak perempuan tersebut masih menangis.
"Hei aku bertanya padamu, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya anak laki-laki tersebut untuk kedua kalinya.
"Apa urusanmu?" tanya anak perempuan tersebut sambil menatap wajah anak laki-laki didepannya itu.
"Aku hanya ingin bertanya kenapa kamu menangis" jawab anak laki-laki tersebut sambil tersenyum.
"Kenapa memang kalau aku menangis itu bukan urusanmu" jawab anak perempuan tersebut.
"Itu menjadi urusanku karena aku tidak suka melihat kamu menangis, hatiku akan menjadi sakit saat melihatmu menangis" jawab anak laki-laki tersebut sambil menghapus air mata anak perempuan yang ada didepannya itu.
"Apa hubungannya denganmu?!" tanya anak perempuan tersebut.
"Karena kamu milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Tunggu aku menjemputmu" jawab anak laki-laki tersebut dan perlahan menghilang.
"Hahhhh" teriak anak tersebut.
"Hah ternyata hah itu semua hah hanya mimpi, tapi hah itu seperti nyata" gumam anak tersebut sambil ngos-ngosan. Namun tiba-tiba air matanya menetes deras.
'Tes'
'Tes'
'Tes'
"Ke-kenapa aku menangis?" tanya anak tersebut sambil menghapus air matanya.
"Kenapa aku seperti merasa kehilangan seseorang?" tanya anak perempuan tersebut sambil memegang dadanya.
"Kenapa aku? hatiku kenapa sakit?!" teriak anak tersebut tetap menangis, entah kenapa air matanya terus menetes.
"Rachel sayang apa kamu sudah bangun?!" teriak seorang wanita dari lantai bawah.
"Kalau sudah kamu mandi dan turun makan pagi sayang!!" teriak wanita tersebut.
"Iya mah!! aku mau mandi dulu!!" teriak Rachel dari dalam kamar dan dia langsung menuju kedalam kamar mandi.
Rachel adalah anak perempuan yang sekarang berumur 8 tahun, dia pintar di sekolahannya, dia adalah anak yang cengeng dan keluarganya juga sangat menyayangi dirinya.
Akhirnya setelah selesai dengan ritual mandinya dan ganti baju menggunakan seragam Rachel langsung turun untuk makan bersama.
"Pagi Mahh Pahh" ucap Rachel sambil menuruni tangga.
"Pagi sayang" jawab ayah dan ibu Rachel bersaman.
Akhirnya mereka makan bersama, selama makan tidak ada yang berbicara karena dalam aturan keluarga Rachel saat makan tidak boleh berbicara. Selesai makan Rachel pergi berangkat sekolah dengan di antar oleh ayahnya. Saat ini Rachel telah selesai dengan sekolahnya dan tinggal menunggu dijemput oleh ibunya.
"Rachel sayang ayo pulang!" ajak ibunya yang ternyata sudah menjemputnya.
"Iya Mahh!!" teriak Rachel sambil berlari kearah ibunya.
Sudah beberapa tahun berlalu dan sekarang Rachel sudah kuliah, 3 tahun sebelumnya orang tuanya meninggal akibat kecelakaan dia sangat sedih sampai-sampai dia tidak bersemangat, dan sampai sekarang Rachel tidak pernah bermimpi seperti waktu berumur 8 tahun tapi sampai sekarang dia masih merasa kehilangan seseorang tapi dia tidak tahu siapa orang itu. Rachel memenuhi kebutuhan nya dengan mengelola perusahaan ayahnya, dan sekarang kampus Rachel sedang mengadakan perkemahan di sebuah hutan, tapi entah mengapa Rachel seperti familiar dengan hutan tersebut sampai-sampai dia merasa seperti rindu sekali.
'Ini perasaan apa lagi? kenapa aku seperti merasa rindu dengan hutan ini?' tanya Rachel penasaran.
Semua tenda-tenda sudah didirikan dan hari pertama kemah berjalan dengan lancar.
Pada hari kedua mereka mengadakan acara pencarian jejak kehutan dan Rachel mendapatkan satu tim yang salah satu temannya benci dengan dirinya.
'Huh kenapa sih aku harus satu kelompok dengan anak ini' batin perempuan tersebut.
'Semoga aku gak ada masalah satu tim sama perempuan ini' batin Rachel.
Akhirnya mereka semua melakukan perjalanan mencari jejaknya namun di pertengahan jalan tali sepatu Rachel lepas dan dia berjongkok untuk menali tali sepatunya terlebih dahulu, namun saat ia berdiri teman-temannya sudah tidak ada di situ, dia ditinggal sendirian, sebenarnya temannya yang benci kepada Rachel tahu kalau Rachel sedang membenarkan tali sepatunya namun dia tidak mengatakan kepada temannya yang lain.
"Sialan!! aku ditinggal sendirian di sini" umpat Rachel.
Akhirnya Rachel berjalan menyusuri hutan tersebut dan dia semakin masuk kedalam hutan. Rachel melihat ada sebuah rumah yang besar dan terang dia ingin meminta bantuan kepada pemilik rumah. Saat dia sudah mengetuk pintu dan pintunya terbuka terlihatlah semua pelayan yang berjejer rapi dan membungkuk sambil mengucapkan,
"Selamat datang nyonya" serentak meraka semua.
Rachel merasa bingung lalu dia pun melihat kearah belakang namun tidak melihat siapapun di belakangnya jadi 'apakah dia yang di panggil nyonya?' tanya Rachel di dalam hati.
Dari arah tangga atas terlihat seorang pemuda tampan yang turun dari tangga sambil berkata,
"Apakah kamu selalu menungguku sampai sekarang sayang?" tanya pemuda tersebut sambil tersenyum, dan itu senyum yang selalu diingat Rachel dalam mimpinya. Rachel berdiri melamun sambil menatap pemuda tersebut sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa pemuda tersebut telah ada didepannya.
"Apa kamu selalu menungguku sayang?" tanya pemuda tersebut lagi.
Tanpa sadar Rachel langsung menganggukkan kepala, dan pemuda tersebut tersenyum.
"Terimakasih" membungkuk sambil mencium tangan Rachel. Rachel terkejut dengan tindakan laki-laki di depannya ini dia langsung menarik tangannya.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Rachel sambil berteriak.
"Terimakasih karena telah menungguku, kamu adalah milikku dan selamanya milikku" ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum.
"Apa kamu memang benar yang selalu aku tunggu?" tanya Rachel.
"Ya akulah yang selalu kau tunggu, terimakasih telah menungguku" ucap laki-laki tersebut.
"Apakah kau ingin menikah denganku sayang?" tanya laki-laki tersebut.
"Ya, aku mau" jawab Rachel langsung. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa Rachel tidak menolak karena dia sebenarnya sudah kehilangan semangat hidupnya semenjak orang tuanya meninggal tapi dia kembali semangat setelah mengingat mimpinya waktu dia berumur 8 tahun bahwa dia harus menunggu sampai dia menjemputnya, dan akhirnya dia sekarang bertemu, dia tidak masalah lelaki itu ingin berbuat jahat kepadanya atau tidak karena sekarang dia benar-benar sudah kehilangan semangat hidupnya sebab dia telah bertemu seseorang yang selalu menyuruhnya untuk menunggu. Akhirnya Rachel memilih hidup di dalam hutan tersebut bersama orang yang selalu menyuruhnya untuk menunggu entah di masa depan ia akan bahagia atau tidak dia tidak masalah karena dia sudah benar-benar kehilangan semangat hidupnya.
TAMAT
semoga terhibur.