Bulan lalu saat aku libur sekolah berkunjung ke rumah nenekku dan menginap disana beberapa hari. Rumah nenekku berada di desa .........., desanya cukup jauh dari rumahku tetapi kami tidak masalah dengan hal itu.
Pada jam 09.00 kami menyiapkan apa yang akan dibawa seperti pakaian, sikat gigi, dan lain-lainya.
Setelah semua siap kami semua berdoa terlebih dahulu dan meminta penyertaan dari Tuhan, baru kami berangkat.
Dalam perjalanan menuju rumah nenekku dengan ayahku,ibuku dan adikku, aku sangat mengantuk dan ingin tidur dalam perjalanan ini tetapi aku berkata dalam hati "jika aku tidur kasihan ibuku yang akan memegangiku dan adikku" karena keadannya kami naik sepeda motor dan adikku sudah tidur duluan.
Pada saat lampu merah aku melihat ada
kakek-kakek seorang tukang becak yang sudah tua yang sedang menunggu seorang pelanggan, rasanya aku ingin menolong kakek tersebut tetapi bagaimana.
Lalu warna merah pun berubah menjadi warna hijau kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju rumah nenek, setelah beberapa lama nya akhirnya kami sampai di tempat yang kami tuju.
Disana aku langsung turun dengan wajah senang sedikit malu dan ingin menemui saudaraku, nenekku, tanteku, omku dan semua yang ada disana.
Semua saudaraku termasuk aku dan adikku bermain petak umpet bersama-sama.
Pada siang hari kami semua memutuskan bermain bersama dan bercerita seram di kamar.
Kami bersama mengundi siapa yang bercerita dengan hom... pim... pa...
Ternyata saudaraku (anak laki-laki dari tanteku) lah yang kalah, saudara ku ini masih umur dibawah sembilan tahun tetapi ia sudah mengalami hal mengerikan dan menyeramkan.
Saudara ku pun bercerita bahwa bulan lalu ia berada dirumah sendirian karena ibunya pamitan ingin ke pasar sebentar dengan adiknya
Setelah ibunya berangkat saudaraku bermain kesepian tetapi.
Tiba-tiba tok..... tok...... tok.....
Suara ketukan pintu rumah nya lalu saudaraku membukakan pintunya.
Saudaraku kaget dan senang karena, ternyata adiknya yang mengetuk pintu karena adiknya sudah pulang dari pasar.
"Ibu ada dimana?, dan kenapa wajah mu pucet?" Tanya saudaraku kepada adiknya dengan khawatir.
"Emmm ibu masih mampir ke rumah tetangga mas dan aku nggak pucet kok" jawab adiknya.
"Yaudah ayo kita main pesawat terbang yuk" ucap saudaraku, "iya ayo" kata adiknya.
Setelah beberapa menit tok.... tok..... tok.......
Suara ketukan pintu itu berbunyi lagi, saudaraku tidak langsung membuka pintunya karena pintunya tidak dikunci.
Ternyata itu ibunya dan adiknya yang baru pulang dari pasar.
Mereka semua pun bingung karena saudaraku bermain dan ngomong sendiri, "nak kamu ngomong dan bermain bersama siapa?" Tanya ibunya kepada saudaraku.
"Bu aku ngomong dan bermain sama adik kok" jawab saudaraku sambil menghadap ke ibunya.
Saudaraku langsung kembali bolak-balik menghadap ke adiknya yang bersama ibunya dan adiknya yang tadi bermain dengannya tetapi sudah menghilang.
Ibu saudaraku menjadi khawatir setengah tidak percaya karena anaknya berbicara dengan makhluk halus.
"Loh dek kamu tadikan sudah pulang? kenapa sekarang kamu baru datang?" Tanya saudaraku yang masih kebingungan.
"Aku baru pulang pasar kok mas, iyakan bu" jawab adiknya sambil bertanya kepada ibunya.
"Iya nak adikmu baru pulang dari pasar sama ibu, sudah yang tadi tidak usah dipikirkan" jawab ibunya menenangkan saudaraku supaya tidak menjadi takut.
Memang dikawasan rumah nenekku ada hantu penyamar seketika, hantu itu suka menyamar menjadi siapa aja dan kapan aja tetapi jika kita ngomong dengan orang lain (atau manusia asli) hantu itu akan menghilang seketika sudah banyak orang yang mengalami hal tersebut dan hal tersebut menjadi peristiwa atau menjadi hal yang wajar.
Tamat, sekian cerita pendek ku maaf jika ini tidak menakutkan dan maaf jika bahasaku kurang jelas.
Jangan lupa vote, like,komentar, hadiah, dan rate
Novelku Ya Terimakasih Banyak Atas Dukungan Kalian, Tetap Semangat Berkarya Ya Teman-Teman Dan Kakak-Kakak Semuanya Jangan Lupa Untuk Selalu Berhati-hati.