namaku asfa, seorang guru matematika disekolah umum, aku sangat mencintai dunia profesiku itu sampai aku lupa bahwa umurku sudah 23 tahun.
disaat umurku menginjak dewasa (23th) sudah seharusnya aku menemukan pendamping hidup. orang tua ku pun sudah mencarikan seorang laki-laki yang pantas untuk ku.
dari sekian banyak laki-laki yang diperkenalkan padaku tidak ada satupun yang mampu merebut hatiku. aku memang wanita pemilih, karena menurutku menikah bukan hanya tentang materi tetapi juga sifat yang dimiliki oleh pasangan ku nanti.
suatu ketika, hari selasa aku berangkat ke sekolah pukul 06.20 dan sesampainya di sekolah aku langsung menuju ruang kantor guru dan betapa terkejutnya aku yang melihat ruangan tersebut masih sepi dan hanya ada seorang guru laki-laki yang tempat duduknya tepat di depanku
bahkan aku tidak mengenal siapa guru laki-laki tersebut
setelah itu aku pun mengucapkan salam
"assalamu'alaikum" ucap aku
"wa'alaikumsalam" jawab guru laki-laki itu
setelah didepan mejaku akupun Langsung bertanya kepadanya
"bapak guru baru yaa?" tanya aku
"iyaa Buu, baru diterima kemarin" jawab guru laki-laki itu
" ohh, kenalkan nama saya asfa pak" ucap aku sambil mengulurkan tangan
guru laki-laki tersebut menerima ularan tangan ku
"Reyhan Buu" ucap guru laki-laki itu yang namanya adalah Reyhan
setelah itu aku melihat beberapa guru memasuki ruangan kantor guru mereka pun mengucapkan salam secara bergantian, dan aku pun langsung kembali ketempat mejaku setelah perkenalan dengan pak Reyhan
tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul 07.00 dan bel sekolah pun berbunyi dua kali, itu artinya seluruh siswa harus masuk kelas.
kebetulan hari ini aku ada jadwal mengajar, dengan segera aku meninggalkan ruangan kantor guru dengan buru-buru sampai-sampai aku tidak berpamitan sama guru- guru yang lainnya.
setelah sampai diruangan kelas X IPS aku pun langsung memulai pelajaran.
dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 09.00, itu artinya pelajaran ku sudah selesai dan segera aku meninggalkan ruang kelas tersebut. tiba-tiba dipertengahan jalanku ada yang memanggilku. aku melihatnya ternyata itu guru baru pak Reyhan
"Bu asfa, tunggu sebentar" ucap pak Reyhan yang berteriak memanggilku
"iyaa pak, ada apa?" tanya aku
kami saling berhadapan dan bertatap muka
" apa ibu sedang sibuk sekarang?" tanya pak Reyhan
" tidak pak, kebetulan saya tidak ada jadwal mengajar, memang kenapa pak?" tanya aku
"begini Bu asfa, saya kan guru baru dan belum mengetahui sekolah ini jadi, saya ingin Bu asfa menemani saya untuk berkeliling melihat-lihat sekolah ini sebentar" ucap pak Reyhan
aku pun bingung harus menjawab apa, aku berpikir masih banyak guru yang lain kenapa harus aku. tapi aku ingin profesional saja dan mengiyakan permintaan pak Reyhan
"baik pak, mari" ucap aku pada pak Reyhan
setelah itu aku pun dan pak Reyhan berkeliling melihat sekolah umum ini. dari situlah kami berkenalan dan bertanya satu sama lainnya.
6 bulan kemudian....
aku dan pak Reyhan sudah kenal satu sama lainnya semenjak kita mengelilingi sekolah pada waktu itu.
pak Reyhan juga menyatakan hatinya padaku 1 bulan yang lalu dan dengan senang hati aku pun menerimanya. karena pak Reyhan satu-satunya laki-laki yang telah mampu menaklukkan hatiku. betapa senangnya aku yang mendapat pasangan seperti pak reyhan yang menurutku cukup seperti yang aku inginkan.
suatu ketika, pada hari Minggu pagi pak Reyhan menghubungi aku dan ingin minta izin untuk kerumahku sore hari. dan aku pun mengiyakannya
pada saat itu aku belum mengatakan apapun pada orang tua ku, karena aku ingin pak Reyhan mengatakannya sendiri pada kedua orangtua ku.
setalah itu aku mengatakan pada ibuku kalau ada tamu penting hari ini untuk menemui mereka
" ibu, ayah" ucap aku sambil menuruni anak tangga
pada saat itu ayah dan ibuku diruang tamu
"iyaa nak, ada apa?" tanya ibuku
" nanti ada seseorang bertamu Bu, ingin menemui ayah dan ibu" ucap aku yang sudah duduk disebelah ibuku
"siapa? apakah pasanganmu nak?, tanya ayah ku
"😊" ekspresi aku menjawab pertanyaan ayahku
" ohh syukurlah sayangg, akhirnya kamu mendapatkan pasangan yang kamu inginkan" ucap ibuku sambil memelukku
" terima kasih ibu" ucap aku pada ibuku
jam sudah menunjukkan pukul 15.00. akupun sudah bersiap-siap dan juga kedua orang tua ku yang juga sudah menyiapkan sedikit camilan untuk pak Reyhan
tidak lama kemudian mobil pak Reyhan datang
"assalamu'alaikum" ucap pak Reyhan sambil mengetok pintu
akupun langsung membuka pintu itu
"wa'alaikumsalam, silahkan masuk mas" ucap aku sambil tersenyum
kemudian aku menyuruh pak Reyhan duduk diruang tamu dan aku memanggil orang tua ku. setelah itu kami semua sudah bertatap muka diruang tamu
pak Reyhan pun menyalami kedua orangtua ku secara bergantian, setelah itu kami berbincang- bincang.
tidak lama kemudian aku beranjak pergi ke dapur untuk membawa camilan dan membuat kan beberapa minum. setelah selesai aku menyuguhkan camilan dan minuman kepada pak Reyhan dan kedua orang tuaku setelah itu aku duduk kembali disebelah pak Reyhan.
ayahku pun langsung bertanya kepada ke pak reyhan
" nak Reyhan rumahnya mana?" tanya ayahku
"desa mawar pak" ucap pak Reyhan
(sebut saja desanya itu yaaa gaess )
setelah itu aku melihat ekspresi ayah dan ibuku berubah secara drastis
kemudian aku memberitahu bahwa pak Reyhan guru juga di sekolah umum tempat ku bekerja
"ayah ibu, mas Reyhan ini guru juga di sekolah tempat aku bekerja" ucap aku
" ohh, baguslah nak" ucap ibuku
aku sudah menyadari bahwa ekspresi ayah dna ibuku begitu serius.
kemudian kami berbincang-bincang bersama , ibu dan ayahku terus- terus melemparkan tanya kepada pak Reyhan
tidak terasa jam 17.00 pak Reyhan meminta izin untuk pulang karena waktu sudah sore, setelah menyalami kedua orang tuaku kemudian aku mengantarkan pak reyhan Sampai kedepan pintu dan melihat pak Reyhan sudah jalan jauh
aku pun langsung masuk dan tiba-tiba orang tua ku memanggilku
"asfa, sini sebentar sayang" ucap ibuku yang memanggil aku dan menyuruhku duduk di sampingku
"ada apa ibu?" tanya aku
kemudian ayah dan ibuku saling pandang satu sama lain
" asfa, maafkan ayah dan ibu kami tidak bisa merestui hubungan kalian" ucap ayah padaku
jeeeeeedddddaaarrrrrr..... Makkkkkkk tratappp
waktu itu rasanya badan ku seperti diguncang ombakk, aku terkejut, rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang mungkin.
dan akhirnya aku bertanya
" kenapa ayah?, apa salah mas reyhan? apa ayah tau mas Reyhan yang sudah menaklukan hati asfa ayah, dari sekian banyak laki-laki yang diperkenalkan ayah dan ibu tidak ada satupun yang menyangkut dihati asfa yah, dan setelah asfa menemukan laki-laki yang tepat yang sesuai keinginan asfa kenapa ayah dan ibu tidak menyetujuinya, kenapa yahh jawab asfa?" tanya aku sambil aku menangis pada waktu itu
ayahku hanya terdiam tidak menjawab apapun sambil menundukkan kepalanya
kemudian ibuku yang bicara
"sayangg asfa, begini nak, dalam aturan desa kita sesuai dengan leluhur terdahulu desa kita tidak boleh menikah dengan desa mas Reyhan nak" ucap ibuku dengan mengelus kepalaku
aku hanya bisa diam dan berlari langsung menuju kamar, karena waktu itu aku hanya bisa menangis tidak ada kata-kata pun yang terucap hanya air mata yang aku keluarkan
ibuku dan ayahku juga hanya terdiam di ruang tamu
aku didalam kamar hanya merenungkan langkah yang ku ambil selanjutnya dan sampai aku menemukan keputusan yang berat untuk ku ambil, bahkan aku tidak memikirkan akan seperti ini hubungan ku dengan mas Reyhan
kemudian aku memilih untuk tidur agar bisa menghadapi situasi esok hari
waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. aku sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, aku turun menuju ruang makan dan melihat ayah ibuku tanpa bicara apapun aku langsung menyalami kedua tangan mereka
ayah dan ibuku pun juga hanya diam dan mereka hanya saling pandang satu sama lainnya. tidak ada pembicaraan antara kita semua hanya diam
pukul 06.20 aku sudah berada di ruang kantor guru dan aku melihat mas Reyhan
"assalamu'alaikum" ucap salam aku
"wa'alaikumsalam" jawab mas Reyhan sambil melihatku
" asfa, kamu kenapa?" tanya mas Reyhan yang melihat mataku sembab karena tadi malam aku hanya menangis terus
setelah itu aku langsung menuju meja mas Reyhan dan mengatakan apa yang terjadi
"mas, sepertinya hubungan kita sudah sampai disini saja" ucap aku sambil menangis dan menundukkan kepalaku karena nggak sanggup melihat mata mas Reyhan
mas Reyhan yang mendengar kata-kata ku langsung berdiri dengan seketika.
"kenapa as, apa salah berbuat sesuatu katakan padaku?" tanya mas Reyhan
aku hanya terdiam dan menundukkan kepalaku. pada saat itu ruang kantor guru masih sepi
"katakan as!" ucap mas Reyhan dengan nada yang kesal
" maaf mas, orang tua ku tidak merestui hubungan kita karena desa kita tidak boleh bersatu" ucap aku yang hanya menangis
"cuma karena itu as, tapi kita saling mencintai, apa kamu tidak mau memperjuangkannya?" tanya mas Reyhan yang memegang tangan ku
"aku tahu aturan itu mas, sangat sulit untuk kita menentangnya, sudah mas lupakan aku carilah wanita yang mampu membuat mu bahagia, maafkan aku, aku harus pergi" ucap aku sambil menangis dan menuju ke meja untuk mengambil beberapa barang milik ku
kemudian aku hendak pergi tapi ms Reyhan memegang tangan ku
"kamu mau kemana?, kenapa barang-barangmu juga kamu bawa" tanya mas Reyhan sambil memegang tangan ku
"sudah kubilang aku harus pergi" ucap aku sambil melepaskan tangan mas Reyhan
kemudian aku pergi meninggalkan mas Reyhan yang frustasi karena kejadian itu, setelah itu aku menuju keruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan pengunduran diri karena aku hanya guru honorer saja. setelah beberapa tanya jawab dengan kepala sekolah akhirnya kepala sekolah menyetujuinya.
karena hari ini hari Senin dan waktunya uapacar aku pun berpamitan kepada seluruh guru dan karyawan serta siswa disekolah tersebut.
setelah berpamitan selesai aku masih mengikuti upacara Sampai selesai.
ketika upacara sudah dibubarkan. semua siswa bersalaman dengan ku, dan tiba-tiba 5 orang siswi mendekatiku dan memelukku sambil menangis aku pun hanya terdiam melihat itu semua karena menurut ku ini yang terbaik. meninggalkan sekolah yang sudah 2 tahun aku tempati rasanya memang menyakitkan tapi apalah dayaku.
kemudian aku memberi nasihat kepada 5 siswi tersebut dan menyuruhnya untuk masuk kelas.
setelah mereka masuk kelas tiba-tiba mas Reyhan menghampiriku
"maafkan aku, aku harus pergi" ucap aku pada mas Reyhan
"semoga kamu bahagia asfa" ucap Reyhan kepadaku
mendengar itu aku langsung menangis kemudian aku langsung berjalan mengambil barang-barangku meninggalkan mas Reyhan yang masih melihatku. aku pun membalikkan badanku melihat mas Reyhan melambaikan tangannya, aku pun tersenyum dan segera mungkin aku meninggalkan sekolah itu
1 tahun kemudian
semenjak kejadian itu, aku pun sudah tidak berhubungan dengan mas Reyhan, akupun juga tidak tahu kabarnya dan aku juga sudah bekerja di sebuah sekolah umum juga dan tetap menjadi seorang guru matematika.