Zaman dahulu kala hiduplah 3 penyihir di dalam sebuah kastil.
Letak Kastil itu berada di tengah hutan. Tujuannya agar tidak ada yang menemukan keberadaan mereka.
Suatu hari seorang pemuda kesasar di dalam hutan dan melihat Kastil 3 penyihir.
"Nona ada orang yang memasuki hutan kita dan hendak masuk ke Istana." ujar pelayan yang bernama Rania.
Rania adalah pelayan yang telah melayani Rania selama ribuan tahun.
Queen berdiri di dekat jendela dan sudah melihat pemuda itu dari tempat ia berdiri.
"Biarkan dia masuk." ucap Queen.
"Jangan nona." ucap satu orang lagi yang tinggal di kastil itu.
Dia adalah Susana pelayan yang juga telah melayani Queen ribuan tahun lamanya.
"Kalau dia tau keberadaan kita maka kita tidak akan bisa bersembunyi lagi." ucap Susana.
Queen berpikir sejenak.
"Tidak akan kita hanya akan menolongnya untuk malam ini saja. Di luar berbahaya. Bukalah gerbangnya." kata Queen kepada ke dua pelayannya.
Kedua pelayannya pun saling pandang satu dengan yang lain. Ada rasa ragu yang terlukis di wajah mereka berdua. Tapi kemudian salah Susan menggangguk dan menarik sebuah tuas ke arah bawah dan pintu gerbang terbuka.
Pemuda yang berada di luar terkejut karena gerbang kastil tiba-tiba terbuka. Namun dia juga merasa sangat lega. Tanpa berpikir dua kali ia pun masuk ke dalam.
"Permisi...adakah orang di sini?" tanya Roland sedikit berbisik.
Kastil sangat gelap dan hanya ada satu bagian yang tampak terang oleh cahaya yang samar. Sepertinya itu berasal dari sebuah lampu minyak.
Roland masuk makin jauh ke dalam kemudian dia menemukan pintu kastil.
Pintu kastil ia buka dan saat ia buka betapa terkejutnya dia.
Ada seseorang di balik pintu dengan membawa lampu minyak di tangan kananya.
"Silahkan masuk nona sudah menunggu." ujar Susan.
Pemuda itu mencoba mengembalikan kesadarannya, mencoba menenangkan detak jantungnya.
Dia di bawa ke sebuah ruangan di sana ada meja yang terisi penuh dengan hidangan beraneka ragam.
"Duduklah, kau pasti lapar. Nona tidak bisa menemuimu hari ini."
Roland bingung mendengar ucapan dari ke dua wanita yang memakai pakaian pelayan ala kerajaan zaman dahulu. Tapi ia lapar. Dan tidak punya tenaga untuk berpikir.
Roland pun menyantap hidangan dan setelah selesai makan dia di bawa ke sebuah ruangan di sana ada bak mandi yang sangat luas.
Rania mencoba membuka kancing baju Roland.
"Hei.. apa yang kau lakukan?" ujar Roland sambil mundur kebelakang karena terkejut.
"Saya akan membantu tuan untuk mandi." ucap Rania lembut.
"Aku bukan anak kecil. Aku bisa mandi sendiri," ucap Roland dengan nada tidak senang.
Rania menundukkan kepalaya lalu pamit undur diri. Namun sebelum itu dia meninggalkan pakaian ganti untuk Roland di atas sebuah meja yang terbuat dari porselin.
Roland pun akhirnya mandi.
Selesai mandi Roland mengenakan pakaian yang di tinggalkan Rania. Dan melipat pakaiannya sendiri lalu membawanya bersamanya.
Begitu keluar ruangan tempat ia mandi Susana sudah ada di pintu.
"Mari ikut saya. Saya aka mengantar tuan ke kamar tuan untuk beristirahat malam ini." ucap Susana.
Dan setelah itu Susana pun menuju sebuah ruangan dan Roland mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di sebuah kamar Susana meminta pakaian yang ada di tangan Royal untuk di cuci.
Royal mulanya menolak tapi kemudian dia pun memberikan pakaiannya. Dan setelah itu Susana pergi.
Royal sangat lelah untuk berpikir, begitu Susana pergi Roland mendekati sebuah tempat tidur dan dan segera membaringkan tubuhnya di sana.
Ke esokan harinya Roland terbangun dan dia mendengar suara langkah mendekati kamarnya. Segera ia bangkit dari tempat tidur.
Dan saat pintu di ketuk Roland segera membukanya. Ternyata Rania sudah di luar bersama Susana.
"Nona sudah menunggu anda di meja makan. Segeralah mandi dan berganti pakaian" Ucap Rania.
"Di mana pakaianku yang ku pakai saat pertama kali datang kemari?" tanya Roland.
"Pakaian anda akan saya antarkan ke kamar anda setelah kering dan di setrika." ujar Susana.
Roland pun mandi dan berganti pakaian serta mengikuti ke dua pelayan untuk bertemu Queen.
Tampak seorang gadis cantik duduk di sebuah ruang makan tempat Roland kemarin makan.
"Silahkan duduk," tawar Queen.
Mereka pun makan bersama sementara Rania serta Susan melayani mereka.
Selesai makan Queen mengatakan untuk pamit dan beristirahat. Dan mengijinkan Roland untuk berkeliling kastil kalau ia mau.
Roland meminta ijin untuk menggunakan alat komunikasi, tapi mereka mengatakan tidak ada benda seperti itu.
Roland pun keluar dari ruang makan dan berjalan jalan di dalam kastil. Sangat aneh karena seluruh jendela tertutup gorden padahal matahari sudah terbit.
Maka Roland pun membuka tirai-tirai yang ada.
"Arrrggghhh....." Susana menjerit histeris dan tubuhnya terbakar. Rania yang mendengar suara Susan pun datang ke arah suara. Dan ia pun ikut terbakar.
Roland tidak tau kenapa seketika dia menarik tirai dan menutup jendela. Api yang membakar Rania padam namun tubuh Rania telah terbakar.
Queen melihat Rania yang terbakar dan menjerit menangis.
Roland tidak tau berbuat apa-apa namun dia mencoba mendekati Queen. Dia meminta maaf atas apa yang terjadi. Queen masih menangis.
Lalu kemudian ia menjadi marah pada Roland dan berteriak. Queen mengambil sebilah pedang yang ada di ruangan itu dan menyerang Roland.
Rolan berlari dan tanpa pikir panjang Roland menarik kembali tirai dan membuka jendela. Dan saat bersamaan Queen mengayunkan pedangnya. Benar saja Queen terbakar matahari sedangkan kepala Roland terpisah dari tubuhnya.
Sekian.