Pagi ini mereka sudah sampai di depan sekolah. Kim Doyoung mengantarkan adik perempuannya Kim Yerim, yang biasa dipanggil Yeri ke sekolahnya.
"Kak Doy beneran libur, kan? Gak ada jam ngampus hari ini?"
"Enggak, adik ku sayang."
"Entar jemput ya. Sayang uangnya kalo di pake naik joy-jek."
"Hm. Sana keluar."
"Idih ngusir."
"Bukan ngusir. Liat tuh sekolah kamu udah rame, cepet masuk kelas sebelum bell masuk bunyi."
Yeri membenarkan penampilan dulu sebelum keluar mobil. Kebiasaan Yeri adalah mencium pipi Doyoung sebelum pergi sekolah.
Cup~
Doyoung mengusap kepala adiknya dengan perasaan sayang. "Belajar yang bener, jangan jadi manusia yang bodoh."
Kemudian Yeri keluar dari dalam mobil pergi ke kelasnya.
***
"Lo tahu gak? Akhir-akhir ini banyak orang yang kena teror telpon dari hantu." ucap Lucas.
"Gue pernah denger tuh." kata Xiaojun.
"Teror telpon dari hantu gimana maksudnya?" tanya Yeri sambil menyeruput kuah bakso.
Tiba-tiba datang Mark Lee, teman mereka.
"Lo semua harus pada tahu soal ini. Jadi, gue kemarin kan pas malem, gue telponan sama ayang Nancy, tiba-tiba si ayang mau ke toilet tuh. Beres dari kamar mandi kita lanjut lagi telpon. Tapi, pas pagi-pagi Nancy chat gue, kalau habis keluar dari kamar mandi tuh hape-nya mati total, terus di cas lah hape-nya. Sumpah, gue rasanya lagi telponan sama Nancy. Kalau waktu balik dari kamar mandi hape-nya mati, terus yang telponan sama gue siapa?" jelas Mark.
Lucas sama Xiaojun langsung nunjuk Mark.
"Tuh, Yer. Kaya gitu tuh teror telpon dari hantu." kata Xiaojun.
"Iya. Kaya yang Mark alami." kata Lucas.
"Masa sih ceritanya gitu? Gak masuk logika tahu." jawab Yeri.
"Serius, Yer. Gue mengalami itu." kata Mark.
Tetep aja Yeri gak percaya.
***
Bell pulang dah bunyi dari 15 menit yang lalu, Yeri nungguin Doyoung jemput di depan halte sekolah.
Memanggil...
Terhubung.
"Halo. Kak Doyoung. Yeri udah pulang nih, nungguin Kakak di halte depan sekolah."
"Kakak lagi gak dirumah, gak bisa jemput kamu, pulang sendirian aja ya."
"Yah. Kok gitu sih. Yaudah Yeri pulang sendiri."
Telpon langsung selesai. Yeri pulang sendirian. Sebelum pulang Yeri mampir dulu ke minimarket.
"Kak Doy."
Laki-laki jangkung itu membalikan tubuhnya, menghadap Yeri.
"Kok kamu disini? Pulang sama siapa?"
"Kakak sendiri yang suruh aku pulang sendirian."
"Kakak gak bilang gitu."
"Kakak bilang gitu di telpon."
Doyoung menggeleng. "Enggak Yeri. Kakak gak bilang gitu. Kakak juga gak telponan sama kamu. Kakak tinggalin hape di rumah terus ke minimarket bentar baru nanti ke sekolah kamu, niat Kakak gitu tadinya, tapi ternyata kamu udah disini."
"Jangan bohong. Kita cuma tinggal berdua loh, Kak."
***
Yeri dan Doyoung pulang ke rumah. Yeri langsung mencari handphone Doyoung.
Mereka sekarang ada di kamar Doyoung. Hape Doyoung ternyata lagi di cas dalam keadaan mati total.
"Kamu liat sendiri hape Kakak mati."
"Aneh. Siapa yang jawab telpon aku kalau gitu? Terus bisa sampai tahu Kakak lagi pergi gak lagi dirumah."
Selesai.