~Kegelapan adalah sebuah kutub yang berseberangan dengan kecerahan dan dimengerti sebagai kurangnya cahaya atau ketiadaan cahaya yang terlihat
~Penglihatan manusia tidak dapat membedakan warna dalam kondisi kecerahan yang tinggi atau kegelapan yang tinggi
~Cahaya akan selalu berdampingan dengan kegelapan, kegelapan berasal dari kecerahan itu sendiri, cahaya akan terlihat bila kegelapan itu ada
~Inilah kisah dari kegelapan [Zona Tengah Malam]
________________________________________________
~Malam terasa lebih dingin dari biasanya, baju tebal pun tidak mampu mengusir hawa dingin yang menusuk, aku keluar dari mobil dan berjalan menuju taman terasa membosankan berada di rumah terus
Aku berjalan terus rasa dingin yang menusuk tajam ke dalam tulangku tidak ku hiraukan, kakiku terus melangkah menelusuri jalanan
Mataku tertuju ke ujung jalanan, di bawah lampu tampak seorang gadis berdiri menyandarkan tubuhnya di tiang listrik, aku pun berjalan tidak menghiraukannya mungkin hanya seseorang yang menikmati sunyi nya malam
Gadis itu terus merunduk, rambutnya menutupi wajahnya sekilas terlihat cantik, baru beberapa langkah aku melewatinya
Tiba-tiba seseorang menarik tanganku, refleks aku menoleh kebelakang dan sedikit menunduk untuk melihat siapa yang menarik ku
Betapa terkejutnya aku, saat melihat gadis itu yang menarik tanganku
"M... Melly!!! ucapku dingin namun di hatiku bergetar hebat, antara percaya atau tidak dengan apa yang terlihat di hadapanku ia tersenyum hangat, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi
"Mel...! ulangku berharap semua ini bukanlah mimpi
"Ya...! jawabnya dengan suara khasnya yang begitu lembut
"Apa kabar...? lama nggak ketemu yah...! lanjutnya dan aku terdiam tanpa menjawab pertanyaannya
Ada rasa senang, sedih dan sakit yang muncul bersamaan, entah terlalu merindu, atau aku yang mulai melupakannya? lebih tepatnya suara dan wajahnya mulai sirna dari pikiranku, hingga rasa yang muncul pun mulai campur aduk! setelah beberapa tahun ia tidak pernah hadir dan kini mendadak ia muncul
"Ash...! panggilnya memecahkan lamunanku
"Ku rasa kabarku masih sama seperti dulu, saat kamu pergi tinggalkan aku tanpa ucapan perpisahan...! jawabku mencoba menahan butiran air mata yang mulai memenuhi kelopak mata
Tangannya meraih tubuhku memelukku erat, tanpa ragu aku membalas pelukannya meluapkan rasa rinduku padanya tanganku bergerak mengelus lembut kepalanya, dan rasanya semakin berat harus membiarkan semua ini berakhir begitu saja
"Ash...! bisiknya
"Hemm...! jawabku pelan
"Sudah hampir empat tahun, sudah waktunya untuk melepaskan segalanya, melupakan semua rasa yang pernah ada
"Andai semudah itu, mungkin sudah dari dulu aku melepaskan segalanya, semakin ku coba semakin aku tidak bisa Mel...!!! ucapku bergetar
Ia melepaskan pelukannya, menyentuh wajahku pelan ia menatapku dalam-dalam, ada rasa sedih di balik matanya seolah-olah mengatakan ia tidak mampu melihatku seperti ini
"Aku takut Mel..." aku takut tidak bisa menemukan orang seperti kamu..."! yang mampu memahami, menyayangi, dan menerima segala kekuranganku...!!! ucapku mencoba menghindari tatapan matanya
"Asalkan kamu mau membuka hatimu, pasti orang yang lebih baik dari aku itu datang,dan aku cukup menjagamu dari sini embbb...! aku menutup mulutnya
"Tidak ada Mel...! Aku sudah coba dan aku tidak bisa...!!! untuk pertama kalinya aku membentaknya, rasanya sangat menyesakkan, seakan-akan oksigen di sekitarku menipis
"Apa kamu tega membiarkan aku tetap disini...! mengurungku dengan rasa sakit ini, aku hanya ingin kamu bahagia Ash...! meninggalkanmu sendiri di sini membuatku sakit tapi aku bisa apa, aku tidak bisa berbuat apa-apa sayang..."!
Air matanya mulai membasahi pipinya, wajahnya yang pucat membuatnya terlihat semakin menyedihkan
Salahkah aku membuatnya terluka seperti ini? bukannya disini aku juga terluka, saat waktu yang kami lewati dulu hanya sesaat, saat semua janji hanya sebatas angan-angan, saat semua impian sirna tanpa jejak
Ya ini memang salahku yang tidak mampu melepaskannya sampai detik ini, salahku yang terlalu menyimpannya di sudut hati terdalam, haruskah aku menghapus semuanya?
"Biar waktu yang mengha...!
"Sampai kapan? ini bukan setahun dua tahun lagi" selanya
Aku terdiam, pertanyaan yang mudah namun terlalu sulit, bahkan mulutpun mendadak terkunci rapat dan hanya air mata yang menjawab pertanyaannya, tangan mungilnya dengan cepat memegang kedua pipiku dan menghapus butiran air mata yang mengalir deras
"Sudahlah jangan mengeluarkan air mata ini lagi...! aku akan selalu ada di sini, tapi please cobalah untuk melepaskan semuanya
"Aku akan bahagia, melihat kamu bahagia, melihat tawa lepasmu, bukan topeng palsu yang kamu perlihatkan di depan semua orang-orang...! pintanya
"A...aku tidak janji...! jawabku berat, dan disisi lain aku tidak tega membiarkannya menderita
Ia pun mulai melepaskan pelukanku, meninggalkanku sendirian lagi disini tanpa siapapun, perlahan tubuhnya menghilang di tengah kegelapan malam
"MEEllllllll...!!!
"MEELLLLLLLL...!!!
"MELLYYYYYYYYY....!!!
Sebanyak apapun aku berteriak, tetap saja tidak mampu membuatnya kembali ke sisiku, ia tetap pergi meskipun aku mencegahnya dengan air mata darah
Haruskah...!!!
Tapi aku tidak mampu, aku harus bagaimana?
PLASBACK OFF
Perlahan-lahan mataku mulai terbuka menyadarkanku dari mimpi ini, bantalku di penuhi air mata tanganku meraih headphone di atas meja kecil di samping kasur, jam menunjukkan waktu sepertiga malam, kubuka galery dan melihat fotonya yang hanya tertinggal satu
"Salahkah aku yang masih mencintaimu...?! menyimpan bayangan tentang mu di sisiku! haruskah aku melepaskanmu begitu saja...!!!
Kisah empat tahun silam kembali berputar di benakku, hari dimana aku merasa dunia seakan runtuh
Menghempaskan aku pada kenyataannya bahwa dia telah pergi, tubuhku yang dulu terasa hangat, kini menjadi dingin dan kaku meninggalkanku bersama kenangan indah yang sulit untuk dilupakan
"Maaf membuatmu menderita...! akan kucoba lagi, meskipun aku tidak yakin...!!
[๐๐ฅ๐ข๐ฏ๐๐ซ ๐. ๐๐ฌ๐ก๐ฐ๐จ๐จ๐๐ฌ]