Kalian percaya akan adanya mahluk tak kasat mata? ataukah kalian pernah merasakan mereka ada disamping kalian seperti ada orang yang sedang berlari disamping kalian atau ada suara bisikan yang berbisik ditelinga kalian. Awalnya aku tidak mempercayai hal yang seperti itu.
Kejadian ini dimulai saat aku dan teman-teman ku memutuskan untuk pergi ke rumah neneknya salah satu teman ku di desa yang sangat terpencil.
"Besok kan libur ke rumah nenekku yuk, disana katanya bagus banget pemandangannya" kata Ilma teman ku.
"Kok katanya, emang kamu belum pernah kesana?" tanyaku penasaran.
"Kata mama, aku terakhir ke rumah nenek saat aku masih kecil, ya jadinya dah lupa akunya" Kata Ilma sambil menahan tawa.
"Yaelah, kirain kamu sering main kerumah nenekmu" kata Misha.
"Hehehehe, tapi kalian mau ikut ngak nih?" tanya Ilma.
"Kalau aku si oke-oke aja, kalo kamu Sha" tanyaku kepada Misha.
"Oke, daripada boring di rumah, mendingan ikut aja" jawab Misha.
"Yey, kalian emang temen yang terbest ku" Ilma sangat bahagia mendengar jawaban kita.
"Berarti besok pagi kalian langsung ke rumahku aja ya" kata ilma penuh semangat.
"Oke siap" Kataku dan Misha bersamaan
Malam harinya aku mulai mempersiapkan apa yang akan aku bawa untuk besok, yah karena aku penasaran dengan tempat nenek ilma, aku akhirnya mencoba mencari tempat tersebut. Tapi aneh aku menemukan desa tersebut.
" Mungin desanya terlalu pelosok" kataku dalam hati.
Keesokan harinya, aku dan Misha pun menuju kerumah Ilma. Sepanjang perjalanan kami bercanda, menyanyi dengan semangat. Dan tak terasa akhirnya kami telah sampai pada tempat tujuan. Mama Ilma segera menuju pintu masuk lalu mengetuknya.
"Tok... tok... tok... Nek ini Firda sama cucunya nenek ni" kata tante Firda.
Tak ada jawaban apapun dari dalam akhirnya Tante memutuskan untuk masuk ke dalam, dan saat masuk kedalam ternyata neneknya sedang tertidur. Tante Firda pun akhirnya membangunkan nenek.
"Siapa sih" Ujar nenek
"Ini Firda sama cucu nenek Ilma" ujar tante Firda
"Ilma terakhir lihat dulu masih kecil, sekarang dah besar aja"kata nenek ilma penuh antusias.
"Iya nek ini Ilma, ilma juga bawa temen-temen Ilma buat jalan-jalan.
"Yaudah, kita mau istirahat dulu ya nek" kata ilma kepada neneknya. Kemudian kita pun menuju ke kamar kita.
Entah kenapa perasaan apa yang ada pada diriku, tubuhku mulai bergetar dengan sendirinya. Kami istirahat sampai waktu telah petang, dan saat itu kami memutuskan untuk pergi jalan-jalan sebentar, kami berpamitan kepada Tante Fida dan juga Nenek.
"Ma, kita bertiga mau jalan-jalan ya sebentar, sekalian mau ke minimarket"pamit Ilma
"Iya, tapi kalian harus menjaga sikap saat kalian melewati gubuk tua yang ada di persimpangan jalan itu, kalau tidak kalian pasti akan tau karmanya" kata nenek dengan tegas
"Iya nek"jawab kami bertiga.
kami pun akhirnya berjalan, saat sampai dipersimpangan pandanganku tertuju pada gubuk tua, sesampainya di minimarket, aku bertanya kepada teman-temanku
"Emang, ada apa si sengan gubuk tua itu" tanyaku penasaran.
"Entahlah kata nenek rumah itu berhantu" jawab ilma.
"Yah jaman sekarang masih percaya gituan" aku akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Awas nanti kalo kamu beneran lihat kita gak tanggung jawab lo" kata Misha.
"Gak bakalan takut akunya" jawabku sambil tertawa.
Setelah selesai dari minimarket, kita kemudian memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. Misha dan Ilma berada didepanku, sedangkan aku berada dibelakang mereka sambil memakan camilan yang aku beli di minimarket. Entah ini sebuah kebetulan ataupun apa, saat didepan gubuk tua itu, ternyata camilan aku habis, dan aku membuang sampah itu tepat di gubuk tua itu.
Tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang, dan aku terbawa oleh hembusan angin. Saat aku sadar aku telah berada tepat di depan gubuk tua itu, sekejap aku melihat sosok putih, matanya bewarna merah juga badannya penuh akan darah. Aku yang ketakutan memutuskan lari dengan sekuat tenaga. Rasanya aneh, aku telah lari begitu jauh dan lama tetapi bukan menjauh dari gubuk itu, tetapi aku terus-terusan melewati gubuk tua tersebut.
Sampai akhirnya, aku tidak melihat jika ada batu besar sehingga membuatku jatuh. dan tiba saat itu hantu tadi menghampiriku sambil tertawa terbahak-bahak, lalu hantu itu mengulurkan tangan kemudian mencekik leherku. aku tak bisa apa-apa seperti mati rasa. kemudian hantu itu melepas tangannya dari leherku, aku berusaha untuk lari namun usahaku sia-sia aku terjatuh lagi, dan kali ini hantunya mengeluarkan tangannya lalu keluar kuku yang sangat panjang dan ingin mencakar wajahku, aku teriak sangat keras, dan seketika aku pun bangun.
Saat aku bangun ternyata aku berada didepan gubuk, dan telah banyak orang didepanku. aku bingung ap yang telah terjadi. Aku bertanya pada temanku
"Apa yang terjadi?" tanyaku.
"kamu menghilang sehari tau" jawab ilma sambil menangis.
"Anehnya saat kemarin pulang dari minimarket, bukannya kamu berlari duluan kan?" tanya Misha
"Aku dibelakang kalian terus, dan tiba-tiba ada angin yang membawaku sehingga aku jatuh tepat digubuk tua" kataku. Dan kemudian Nenek datang sambil berkata.
"Apakah kamu melakukan sesuatu saat berada di depan gubuk tua?"
"deg" aku mulai menyadari perbuatanku.
"Saya tidak sengaja membuang bungkus camilan" jawabku.
Sejak saat itu bayangan dari hantu itu selalu ada pada pikiranku dan selalu menghantuiku, aku tidak bisa tidur dengan tenang karena hantu itu terus saja menggangguku. Dan kini aku telah menyesali apa yang ku perbuat.