kata orang-orang, cinta pertama itu adalah perasaan paling kuat dimana saat pertama kali merasakan apa itu namanya jatuh cinta. Dan kata mereka,cinta pertama itu selalu manis dan memabukkan.
tapi kenapa itu tidak terjadi padaku?
---
Semenjak aku pindah ke SMA ini,dia selalu menjadi objek paling menarik dihidupku.
Dia yang membuatku rela bangun pagi-pagi agar dapat lebih lama menatap mata elang yang berbinar miliknya. Dia yang selalu menebar senyum manis,perhatian,serta candaan ke orang disekitarnya.Dia yang selalu marah marah jika tidak ada yang membayar uang kas. Dia yang jadi cinta pertamaku. Dia Gabriella Margareth.
---
Kenalkan,namaku Wawan Antono,asli dari Jawa pindah ke ibu kota karena tuntutan pekerjaan orang tua,alasan klise memang.
Dua bulan sudah aku mengenalnya sejak pertama kali masuk ke sekolah ini,dengan status murid baru.
Aku rasa,sudah cukup dalam aku mengetahui tentang dirinya,bahkan hal sepele tentangnya yang tidak suka kecap akupun tahu itu.
Tentang nya gadis berhidung mancung dengan mata sipit sekaligus Menjadi salah satu murid kebanggaan sekolah karena jasanya
Ketenarannya pun tidak perlu diragukan,followers nya di salah satu plafon media sosial sudah mencapai ribuan.
---
sekarang,dia duduk didepan mejaku,bersama sahabatnya yang sudah dia kenal sejak dua tahun terakhir itu-joshua,dan aku sebangku dengan Joshua,otomatis aku dan Gabriel duduk berhadap-hadapan.
Gabriel bercerita tentang dia yang jenuh dengan jabatan sebagai bendahara berturut-turut selama masuk SMA. aku dan Joshua membujuknya karena tidak ingin kehilangan bendahara kaya raya yang hobby mentraktir makan satu kelas. itu yang menjadi alasan Gabriel selalu dipilih jadi bendahara,karena dia kaya jadi dia tidak akan mengkorupsi uang kelas.
"Gabriel,awas aja kalo Lo cabut jabatan! gue gak rela Gabriel"teriakan Joshua membuat polusi suara di kelas membuat murid lain marah
"bener kata dia gab,gue juga gak mau kehilangan bendahara cantik kayak Lo" sebut saja aku sedang modus,semoga saja dia peka!
---
"Eh Gabby kalau gue bilang,ada yang cinta sama Lo, mau gak dijadiin pacar?"ujar Joshua sambil mengunyah cireng isi ayam kesukaannya yang dia curi dari penjaga kantin
Dasar Joshua mulut rucika!
menceritakan love story' ku kepada Joshua adalah kesalahan besar,dan bodohnya aku karena melakukan itu tanpa pikir panjang.
"Mana mungkin ada yang suka sama gue?"dia tertawa pelan, sepertinya dia tidak mengetahui 4/10 cowok sekolah ini menyukainya
"Jangan sok merendah by"balas Joshua tidak mempedulikan perasaan orang lain
Memang Sudah menjadi ciri khasnya dengan mulutnya tidak bisa menjaga rahasia,ditambah julitnya kata kata yang keluar dari bibir itu dan status memiliki pacar yang tak kalah julitnya,aku tidak bisa membayangkan anak mereka nanti akan setajam apa ucapanya
"Ada kok yang suka sama Lo,banyak malahan. Lo nya aja yang tutup mata seolah gak peduli" lagi lagi mulut Joshua membacot secara membabi buta
"Lo tau gak ngab,orang disamping gue itu suka sama Lo"Joshua menepuk nepuk kedua tangganya sambil membawa air minum yang selalu ia bawa setiap hari
Siapapun tolong pegang tanganku,ingin rasanya aku merobek mulut Joshua yang cocok jadi admin lambe turah itu.
Aku melihat gadis yang aku sukai terkejut lalu termenung. respon itu membuat jantungku deg-degan.
tapi ekspresi keterkejutan itu hanya sesaat,berganti dengan senyuman tulus miliknya.
"lest not falling in love"ucapnya lalu pergi.
ingin rasanya aku menangis sambil teriak 'kenapa?!',tapi semua itu tidak bisa kulakukan. aku hanya tersenyum kecil.
apakah ini akhir dari kisah cinta pertamaku?.
---
setelah hari dimana Gabriel tau tentang perasaanku,dia tidak lagi menyapaku. itu memang sebuah fakta yang menyakitkan.
tapi kali ini berbeda,karena dia akhirnya datang menemui ku
"long time no see"ucapnya sambil duduk dibangku sebelahku.
aku hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. suasana terlalu canggung.
"sorry,gue gak bisa balas perasaan Lo"
cinta sebelah tangan?kenapa ini terjadi padaku?!
"gue gak bisa mencintai dua laki-laki sekaligus"Gabriel tersenyum simpul
"i'm falling in love with my first love" helaan nafas panjang kembali terdengar.
"me too,dan Lo cinta pertama gue Gabriel"akhirnya aku berani berbicara setelah banyak perkataan dia yang membuatku bungkam
"maaf,tapi kita nggak bisa sama sama"
cinta pertama memang tidak selalu berhasil
---