Hari ini aku benar benar lelah dan jenuh, untuk menghilangkan semua kejenuhan itu aku membuka aplikasi Media Sosial. Saat itu aku membaca sebuah postingan novel online.Dan aku mulai tertarik dengan sebuah karya yang menurut ku bagus. Karena penasaran dengan kisah selanjutnya akhirnya aku menginstal aplikasi novel itu, ya aplikasi novel online Mangatoon, saat itu pula aku mulai aktif di aplikasi tersebut.
Hampir setiap ada waktu senggang Aku selalu mengunjungi aplikasi itu.
Beberapa bulan telah berlalu,malam itu tak sengaja aku berkenalan dengan salah akun cowok, entah memang jodoh atau apalah itu, yang jelas sejak chat pertama kali kita jadi sering ngobrol, berlanjut ke Audio Room, hingga akhirnya saling tukar no WA.
💌 Juna : "Malam Lea?
💌 Lea : " Malam bang Juna.
💌 Juna : "Nggak terasa ya, sudah lama kita
kenal, tapi kapan ya bisa ketemu
💌 Lea : " Emangnya abng mau gitu, ketemu
sama aku! nanti nyesel lagi kalau
bertemu.
💌 Juna : "Nggak ada istilah nyesel, yang ada
sejak pertama kali chat sama kamu
abang sudah nyaman.
💌 Lea :" Terus maunya Abang kita ketemuan,
gitu! Lea sih mau saja, tapi jangan
sekarang.
💌 Juna : " Iy, Abang maunya kita ketemuan,
kalau nggak bisa sekarang gimana
bulan depan saja. Nanti kita cari waktu
yang tepat buat ketemuan.
💌 Lea : "Ok, Lea setuju.
Hampir empat bulan kita intens komunikasi lewat gawai, dan semalam kita memutuskan untuk bertemu di akhir pekan. Ada satu hal yang aku takutkan saat ini, apakah setelah bertemu nanti dia tidak kecewa dengan ku. Ataupun sebaliknya. Aku harus yakin, semua pasti baik baik saja.
Hari ini adalah hari dimana Aku dan Juna akan bertemu. Hampir 2 jam perjalanan,akhirnya aku sampai juga di tempat yang telah kita sepakati untuk bertemu.Ya, di taman kota X. Kita ambil di kota X karena letaknya yang berada di tengah-tengah, antara kotaku dan kota Juna.
Setelah beberapa saat aku menunggu akhirnya Juna chat aku.
💌 Juna : "Sudah sampai belum?
💌 Lea : "Ya, sudah! aku ada di depan.
💌 Juna : " Tunggu ya, Aku kesana.
💌 Lea : "Iya.
💌 Juna : " Kamu pakai baju warna apa?
💌 Lea :"pakai tunik warna toska, hijab senada,
dengan celana hitam
Setelah sepuluh menit mencari akhirnya Aku dan Juna bertemu.
"Hai, Assalamu'alaikum, Lea ya," Sapa Juna.
"Waalaikumsalam, Bang Juna kan
"Akhirnya ketemu juga, "ucap Lea.
"uda lama y nunggu," tanya Juna
"Lumayan lima belas menitan deh kayaknya, "jawab Lea sambil melihat jam tangannya.
"Kita cari tempat yang nyaman buat ngobrol yuk!"Ajak Juna.
" Ok, jawab Lea.
Setelah beberapa saat kita jalan akhirnya kita mendapat tempat yang cocok buat bersantai. Awalnya kita sangat canggung untuk memulai pembicaraan, lama kelamaan ternyata kita saling menemukan kenyamanan.
"Le, apa kamu menyesal bertemu dengan ku?"tanya Juna.
"Abang sendiri gimana? nyesel tidak setelah bertemu dengan ku." Ucap Lea.
"Aku sih tidak pernah nyesel Le,"jawab Juna.
"Berarti aku juga tidak pernah menyesel ketemu sama bang Juna, "jawab Lea.
Setelah pertemuan itu kita malah semakin intens menjalin komunikasi, hampir setiap saat, setiap ada waktu luang kita selalu telponan. Hingga suatu hari bang Juna mengatakan bahwa akan datang kerumah bersama orang tuanya untuk melamar ku.
Awalnya aku sedikit ragu,tapi melihat keseriusan bang Juna, membuat tembok pertahanan ku akhirnya roboh.
Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah keluargaku.
Ternyata tanpa sepengetahuan ku,kedua orang tuaku telah menerima lamaran laki laki lain pilihan mereka.
Aku tak hanya sedih, tapi aku juga sangat kecewa kepada orang tua ku.
Setelah perdebatan panjang dengan penuh perjuangan akhirnya aku bisa meyakinkan orang tuaku bahwa Juna adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab.
"Pa.. Ma..., bang juna itu orang baik, Lea sudah beberapa kali bertemu dengan nya. Lea jamin nggak akan salah pilih. kita kenal juga sudah lama. " ucap Lea meyakinkan orang tuanya.
"Mama sama Papa tetap nggak yakin. Kita tidak tau bibit, bebet,bobotnya.
"Tapi,Ma... Pa... Lea yakin,bang juna itu laki-laki baik, dari keluarga baik-baik juga, dia sudah punya pekerjaan tetap, soleh juga orangnya. Terus mau yang gimana lagi. "Terang Lea sambil terisak.
" Ya sudah! kalau itu kemauan mu, Papa sama mama cuma bisa mendoakan semoga keputusan yang kamu ambil adalah yang terbaik. "jawab sang papa.
" tapi pa! "sela sang Mama.
" Sudah lah ma, asal Lea bahagia, kita ikut bahagia juga kan. Dia anak kita satu-satunya. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya."Ujar sang papa.
Delapan bulan kemudian, Aku dan Juna resmi melangsungkan pernikahan.
"Saya terima nikah dan kawinnya ARSYLEA ANASTASYA binti YUDHA PRIANTORO dengan maskawin tersebut dibayar TUNAI." Ucap Juna dengan lantang.
" Bagaimana para saksi, "ucap sang Penghulu.
" SAH.... "jawab para undangan serempak.
Mungkin inilah yang di namakan jodoh, tak sengaja bertemu di gawai dan akhirnya menikah.
🌺🌺🌺
Kita tidak pernah tahu, KAPAN, SIAPA, dan DIMANA kita akan dipertemukan dengan jodoh kita, semuanya rahasia sang Pencipta kehidupan.
JODOH, MAUT, REZEKI, semua Tuhan yang mengatur, tinggal kita berdoa berusaha dan ikhtiar agar mendapatkan yang terbaik,
Yang belum ketemu jodoh, tikung jodoh mu lewat sepertiga malam.
Yang sudah berpasangan, jadilah pasangan yang terbaik buat pasanganmu.
Yang rezekinya sudah berlimpah jangan lupa sedekah, karena masih banyak orang di luar sana yang masih membutuhkan uluran tangan kita.
🌺
Terimakasih buat yang mau baca karya Asyfa,
maaf jika masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya.
Makasih juga buat teman teman online Syfa,
Miciuuuuuu,,,, kalian semua terbaik😘
🙏🙏🙏
🌺🌺🌺